Selasa, 10 Maret 2026. SMPN 1 Kasokandel melakukan gerakan kebersihan sebagai bentuk kesadaran lingkungan sekolah. Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) merupakan sebuah program tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan bersih dan tertata siswa/siswi mulai melaksanakan program ASRI setiap hari Selasa pagi pada Pukul 06.30.
Ahmad Sukur, S.Pd. sebagai Kepala Sekolah SMPN 1 Kasokandel menanggapi ASRI terhadap Pemerintah tentang peduli lingkungan karena seringnya terjadi bencana alam mengenai wawasan global yang sasarannya adalah anak-anak muda sebagai sarana pembelajaran agar ketika kelak bermasyarakat dapat menimbulkan rasa kesadaran diri dalam berwawasan lingkungan.
"Harapannya lulusan SMPN 1 Kasokandel mampu bersaing khususnya di Kabupaten Majalengka maupun Nasional, menghasilkan prilaku siswa/siswi yang cerdas, baik serta menjadikan ASRI sebagai bentuk kecil yang bisa menjadi kebiasaan di Sekolah, di Rumah, dan di Masyarakat." Lanjutnya
Dedi Kurniadi, S.Pd. selaku Koordinator Kebersihan juga menyampaikan "sebenarnya program kebersihan ini bukan hanya diawali dari ASRI saja, duku pernah ada program pemerintah yaitu Sekolah Adiwiyata yang pertama kali muncul dari Kementerian Lingkungan Hidup kami juga dari SMPN 1 Kasokandel turut serta tentang bagaimana cara merawat, menanam pohon, dan sudah berjalan dari tahun lalu hingga sekarang masih berjalan hanya ada sedikit perubahan karena bergantinya regenerasi termasuk sikap atau kehidupan dari siswa/siswi di Sekolah."
Baca Juga: Jalan Rusak dan Tambal Sulam, Tingkat Kepuasan Pemudik Bisa Merosot
Pola pikir juga memengaruhi seberapa peka anak-anak terhadap lingkungan, apakah itu dari membuang sampah sembarangan, ketidakpedulian, mengotori dan sebagainya. Anak-anak memang perlu bimbingan dengan munculnya ASRI, melalui surat edaran dari Bupati Majalengka ada dua program yang harus dilaksanakan dua kali sekali dalam seminggu yaitu Selesa Berseri dan Jumat GEBER (Gerakan Kebersihan). Tegasnya
Program kerja yang sudah ditetapkan dari pemerintah ke sektor pendidikan, harapannya kepedulian lingkungan menjadi kepekaan bersama, sampah juga bukan hanya di simpan dalam satu wadah, akan tetapi harus bisa memilah atau bisa menjadikan sampah itu sebagai media inovasi dan edukasi. (*)