Gerakan Muhammadiyah dalam Menghadapi Krisis Iklim Global

3 menit baca
Sukron Abdilah
Ditulis oleh Sukron Abdilah diterbitkan
Krisis iklim global menerpa kampung/kota di Indonesia (Sumber: https://muhammadiyah.or.id/2023/08/atasi-krisis-iklim-muhammadiyah-digandeng-klhk-bangun-20-ribu-kampung-iklim-di-seluruh-indonesia/)
Krisis iklim global menerpa kampung/kota di Indonesia (Sumber: https://muhammadiyah.or.id/2023/08/atasi-krisis-iklim-muhammadiyah-digandeng-klhk-bangun-20-ribu-kampung-iklim-di-seluruh-indonesia/)

Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, telah merespons krisis iklim global dengan pendekatan yang sistematis, holistik, dan terinstitusionalisasi. Gerakan ini tidak hanya berakar pada inisiatif sosial, melainkan dimandatkan secara teologis dan jurisprudensial, yang kemudian diimplementasikan melalui jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang masif serta didukung oleh diplomasi global.

Analisis ini memaparkan kerangka kerja Muhammadiyah, mulai dari landasan fikih hingga strategi implementasi program transisi energi dan aksi akar rumput. Respons Muhammadiyah terhadap perubahan iklim berakar kuat pada interpretasi Islam yang progresif, di mana perlindungan lingkungan diangkat sebagai kewajiban keagamaan mendasar.

Teologi Lingkungan Muhammadiyah

Dalam pandangan Muhammadiyah, hubungan antara manusia dan lingkungan hidup didefinisikan melalui konsep teologi lingkungan yang menempatkan manusia sebagai bagian tak terpisahkan dari alam semesta. Tafsir ekologis ini didasarkan pada prinsip Tauhid, yang menegaskan bahwa Allah SWT adalah pemilik mutlak bumi dan segala isinya.

Manusia, dalam kapasitasnya sebagai Khalifah fil Ardh, memiliki peran utama sebagai pengelola (manager) di bumi. Meskipun diberikan hak untuk mengambil manfaat dari sumber daya alam, manusia juga dibebani kewajiban mutlak untuk menjaga, melestarikan, dan menjamin keberlangsungan lingkungan.

Ilustrasi kritik akan kepedulian lingkungan. (Sumber: Pexels/Markus Spiske)
Ilustrasi kritik akan kepedulian lingkungan. (Sumber: Pexels/Markus Spiske)

Konsep tanggung jawab ini sejalan sepenuhnya dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, yang menekankan pemanfaatan sumber daya alam tanpa mengorbankan masa depan ekologis. Organisasi Muhammadiyah menyadari bahwa untuk menghadapi krisis global yang terus berkembang, pandangan keagamaan tidak boleh konservatif atau statis.

Oleh karena itu, Muhammadiyah menekankan pentingnya Tajdid (pembaharuan), di mana para ulama dan cendekiawan harus mengikuti perkembangan zaman dan informasi ilmu pengetahuan. Integrasi ilmu pengetahuan dan dogma agama ini memastikan bahwa gerakan lingkungan hidup Muhammadiyah didasarkan pada pengetahuan yang kuat (sound knowledge) tentang perubahan lingkungan, mengatasi potensi kelemahan yang mungkin timbul dari respons eko-religius yang hanya berlandaskan teologi semata.

Literasi Iklim

Generasi muda Muhammadiyah melalui Nasyiatul Aisyiyah (NA) beraksi sebagai agen perubahan (agents of change). Program Eco Bhinneka Muhammadiyah adalah inisiatif strategis yang memanfaatkan lingkungan sebagai platform netral untuk mendorong kerukunan antarumat beragama di Indonesia. NA telah menyusun Modul Training of Trainer (TOT) Eco Bhinneka yang mengangkat tiga isu utama secara interkoneksi: Toleransi, Lingkungan, dan Stunting. Tujuan modul ini adalah menciptakan pedoman bagi fasilitator (pendamping) untuk membentuk masyarakat, khususnya pemuda, perempuan, dan tokoh agama.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Eco Bhinneka secara strategis memanfaatkan krisis iklim sebagai tantangan universal, yang berfungsi sebagai jembatan untuk membangun kohesi sosial. Program ini telah melibatkan pelajar lintas iman dan aktivis, bekerja sama dengan entitas internasional seperti Green Faith Indonesia dan Ashoka, untuk memperkuat peran agama dalam mengelola risiko lingkungan di berbagai wilayah.

Kemudian, hadirnya Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memainkan peran operasional dalam tanggap darurat yang kian dipicu oleh perubahan iklim. MDMC mengimplementasikan kerangka Fikih Kebencanaan, memastikan respons terhadap bencana (misalnya, banjir bandang Sukabumi 2024) bersifat sistematis. Dalam masa tanggap darurat, relawan MDMC yang didukung Lazismu mendirikan Pos Koordinasi (Poskor) dan Pos Pelayanan (Posyan) di lokasi terdampak. Pos-pos ini berfungsi sebagai pusat informasi, koordinasi penanganan bencana, asesmen kesehatan, dan upaya pemulihan pasca-bencana. Aksi MDMC ini mencakup mitigasi, tanggap darurat, dan recovery, sesuai dengan trilogi penanggulangan bencana yang ditetapkan dalam Fikih Kebencanaan.

Di tingkat struktural, Muhammadiyah telah membangun arsitektur kelembagaan khusus untuk memimpin gerakan iklim, sekaligus memosisikan diri sebagai aktor kunci dalam diplomasi iklim global. Isu lingkungan telah diangkat ke tingkat doktrin tertinggi dalam organisasi. Dalam Risalah Islam Berkemajuan, isu lingkungan ditetapkan sebagai salah satu prioritas wajib yang harus dikelola oleh seluruh Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) Persyarikatan. Wallahua’lam. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sukron Abdilah
Tentang Sukron Abdilah
Peneliti Pusat Studi Media Digital dan Kebijakan Publik Universitas Muhammadiyah Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 13:14

Untuk Apa Jawa Barat Memiliki 37 BUMD?

Masalah muncul ketika semua BUMD diletakkan dalam keranjang yang sama.

Kantor Bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 12:50

Setelah Status Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Apa yang Terjadi?

Banyak yang mempertanyakan nasib dan status PPPK Non-Guru saat ini yang sistem penggajiannya menjadi urusan daerah.

Ilustrasi pegawai dengan status PPPK (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 10:41

Mampukah Bandung Bersaing Menjadi Global City

Global city menjadi tujuan kota-kota besar untuk diakui secara internasional. Dan, Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu Global City. Tinggal bagaimana cara mewujudkan.

Sejumlah apartemen dan hotel berdiri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 08:33

Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual.

Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 21 Agu 2026, 08:13

Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

Setelah anjlok drastis akibat pandemi, wisatawan ke Kota Bandung kini melampaui level 2019. Simak tren kunjungan domestik dan mancanegara 2019-2025.

Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 07:54

Habis Agustusan, Tibalah Sampah

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas memasang umbul-umbul, membuat karnaval, menggelar lomba, menikmati panggung hiburan, lalu pulang meninggalkan (seonggok, tumpukan) sampah.

Beginilah sampah properti arak-arakan, karnaval 17 Agustusan (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 20 Agu 2026, 19:28

Menjahit Ulang Nasib Cibaduyut, Menjaga Barometer Kualitas ala Koku Footwear

Kisah Koku Footwear, UMKM sepatu kulit asal Cibaduyut, yang berhasil menembus pasar mancanegara dan mempertahankan warisan kerajinan lokal di tengah digitalisasi perdagangan Indonesia.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear di Taman Cibaduyut Endah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)