Icip Bakso Solo Samrat yang Sedang Happening

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Bakso Keju Lumer dan Es Kacang Brenebon (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Bakso Keju Lumer dan Es Kacang Brenebon (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Beberapa bulan ke belakang Bakso Solo Samrat sedang populer di kalangan food vloger karena rasa dan keju lumer juga "muncrat" ketika digigit.

Banyak dari konten kreator dan masyarakat yang berburu untuk segera menikmati bakso ini. Hal ini membuat toko bakso ini menjadi ramai dan penuh dengan antrian. Bahhkan ada beberapa masyarakat yang memilih pulang kembali karena antusias yang melonjak setiap saat.

Saya pribadi pun awalnya sangat tertarik dengan kehadiran bakso ini tapi saya selalu menunggu beberapa bulan setelah viral untuk meminimalisir antrian yang panjang.

Bakso Solo Samrat sendiri awalnya berasal dari Kota Manado. Bakso ini didirikan di Jalan Sam Ratulangi yang kemudian menjadi singkatan "Samrat" yang menjadi ikonik pembawa berkah. Di Bandung sendiri Bakso Solo Samrat hadir di Jl. Burangrang No.24 Burangrang, Kec. Lengkong, Kota Bandung. Beroperasi setiap hari dari jam 10.00 hingga 22.00.

Benar saja seperti dugaan saya, siang ini Bakso Solo Samrat terlihat lebih sepi dari biasanya yang terlihat dari layar ponsel. Hanya ada 10 lebih meja yang terisi. Begitu masuk pengunjung akan diberikan buku menu dan dipersilahkan memilih makanan dan minuman yang ingin dipesan. Setelah itu waiters akan menghampiri dan menulisakan pesanan.

Menu-menunya sangat beragam mulai dari Bakso Keju Lumer (50K), Bakso Iga Daging, Bakso Urat Granat, Bakso Tenis Rusuk (76K) dan Aneka nasi goreng. Sementara untuk menu tambahan bisa memesan nasi, tetelan, pangsit dan mie yamin. Kemudian untuk berbagai macam minuman terdapat es kacang brenebon susu alpukat (38K), es pisang hijau (39K), teh manis, es jeruk, air mineral hingga kelapa muda.

Penyajian makanan terhitung cepat hanya 5 menit semua pesanan sudah tersaji di meja makan. Satu mangkok bakso keju lumer berisi 3 buah baso urat, 3 buah baso keju lumer, kwetiau/mie kuning/bihun dan beberapa potong daging sapi. Kuah yang tersaji tidak terlalu panas tapi sangat "ngaldu", cukup enak tanpa ditambah bumbu lainnya. Kwetiauw yang lembut beradu dengan bakso urat yang bertekstur-- menari sekian detik dalam mulut lalu tak sabar ingin segera masuk ke dalam kerongkongan.

Sementara bakso keju lumer dagingnya lebih lembut dan keju yang gurih menjadi perpaduan yang cocok. Meski banyak konten kreator yang menggigit bakso secara langsung. Tapi menurut saran saya lebih baik dipotong di mangkok saja karena sangat disayangkan keju yang enak bisa tumpah ke tempat lain misalnya meja dan lantai. Namun tentu saja itu kembali ke dalam preferensi masing-masing.

Baca Juga: Warung Viral di Bandung yang Jadi Tempat Nongkrong Favorit Anak Muda

Bakso Solo Samrat memiliki dua jenis sambal yaitu sambal goreng dan sambal rebus. Menurut saya untuk menghasilkan rasa yang unik bisa mencampurkan keduanya. Jangan lupa untuk ditambahkan jeruk peras untuk menghasilkan rasa gurih, pedas dan asam. Kemudian bagi pecinta misdasem bisa menambahkan saus dan kecap.

Sementara untuk es kacang brenebon rasanya biasa saja karena berada di luar ekspektasi saya jika dibandingkan dengan olahan kacang merah dalam menu es krim milik mixue. Es Kacang Brenebon bagi saya kurang cocok dicampurkan dengan susu kental manis rasa coklat dan berpadu dengan alpukat. Sementara untuk es serut yang banyak cukup membuat tampilan es banjir dengan air dan tentu akan mempengaruhi asli dari es tersebut.

Namun di balik sedikit kekurangannya, saya pribadi cukup puas bisa menikmati bakso solo samrat yang rasanya tidak mengecewakan. Saya pribadi kadang merasa trust issue terhadap makanan viral yang banyak direkomendasikan oleh konten kreator.

Beberapa kali saya mengikuti rekomendasi makanan viral tapi rasanya tidak seenak yang dideskripsikan melalui konten video. Entah memang preverensi lidah yang berbeda atau ada gimik dibalik konten yang bersangkutan. Yang jelas berburu kuliner di Bandung adalah hal yang cukup menyenangkan untuk dicoba.

Baca Juga: Mimpi UMKM Lokal di Panggung Livin’ Fest 2025

Satu kelebihan lagi untuk bakso solo samrat adalah menyediakan tempat yang nyaman bagi pengunjung. Lalu susunan mangkok untuk bakso (bewarna hijau hitam) dan untuk minuman (kuning hitam). Terlihat sederhana dan sepele tapi bagi saya pemilik usaha ini sangat cerdas membuat strategi. K

edua jenis mangkuk dan makanan dibuat berbeda untuk menjaga rasa makanan tetap asli. Pada beberapa tempat terkadang hal ini tidak diperhatikan sehingga jika proses mencuci tidak terlalu bersih akan memberikan sensasi rasa lain dalam makanan atau minuman. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 07 Jul 2026, 15:29

Jelajah Waduk Saguling, PLTA Surga Budidaya Ikan dan Wisata Favorit Pemancing

Waduk Saguling tidak hanya memasok listrik, tetapi juga menjadi sentra perikanan air tawar dengan puluhan ribu keramba jaring apung di Bandung Barat.

Waduk Saguling. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Jul 2026, 10:49

Mengepakkan Sayap Ekonomi Kerakyatan Ketika Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara

Semenjak dinamakan Husein Sastranegara menjadi bandara komersial telah memberikan manfaat yang luas bagi penerbangan domestik maupun internasional.

Petugas membersihkan salahsatu fasilitas Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 07 Jul 2026, 09:06

Menjahit Harapan di Tengah Sepinya Pasar Thrifting Gedebage

Di tengah sepinya Pasar Cimol Gedebage, Dedi tetap bertahan sebagai penjahit pakaian thrifting. Feature ini mengangkat perjuangannya menghidupi keluarga sekaligus menjaga profesi warisan orang tuanya.

Pasar Cimol Gedebage. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 18:01

Membaca Ulang Jogja Dua yang Kini Bertransformasi Jadi 'Buah Dua'

Asal-usul julukan “Jogja 2” yang disematkan kepada Buahdua, Sumedang, melalui tinjauan sejarah pada masa Agresi Militer Belanda II, juga peran warga memaknai julukan tersebut.

Monumen Perjuangan Jogja 2 di Desa Darongdong (Sumber: Ilustrasi | Foto: Ilustrasi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:49

Jejak Otentisitas Kuliner Bumi Pasundan: Tinjauan 8 Resep Warisan dalam Karya Ny. Tuty Latief (1976)

Pada tahun 1976, sebuah pustaka boga berjudul Resep Masakan Daerah hadir sebagai dokumentasi penting bagi khazanah kuliner Nusantara.

Pepes ikan emas (pais lauk mas) Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 17:41

Rujak Cingur Surabaya, Kuliner Legendaris Sejak 1930-an

Kenali sejarah rujak cingur Surabaya, bahan khas, warung legendaris, Festival Rujak Uleg, hingga tips menikmati kuliner Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Rujak Cingur Surabaya.
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:03

Perjalanan Panjang Mie Ayam: Dari Makanan Pendatang hingga jadi 'Comfort Food' Sejuta Umat

Rasanya sudah biasa ketika pergi ke mana pun, pasti ada gerobak atau warung mie ayam yang berjualan.

Foto mie ayam dari warung pinggir jalan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Syabil Rasyidan)
Bandung 06 Jul 2026, 16:15

Kisah Ratri Wijaya Nakhodai 3 Lini Mode: Potret Tangguh UMKM Bandung yang Ogah Gulung Tikar Digilas Zaman

Di tengah ketatnya persaingan pasar digital dan pergeseran tren yang bergerak secepat kilat, para kreator lokal dituntut untuk tidak sekadar bertahan, melainkan terus beradaptasi dan bertransformasi.

Ratri Wijaya dikenal sebagai desainer sekaligus entrepreneur sukses yang menaungi tiga brand fashion sekaligus, yaitu Rumah Batik Wijaya, Kamaku, dan Alaiya. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 16:01

10 Netizen Terpilih Juni 2026, Menangkap Momentum dengan Kualitas

Per Juni 2026 dan seterusnya penulis tidak lagi dibatasi satu tema besar, melainkan dipersilakan mengangkat isu apa pun yang relevan dengan momentum.

Website ayobandung.id. (Sumber: Unsplash | Foto: Alex Knight)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 14:14

Mendefinisikan Ulang Nation Branding: Ketika Identitas Bangsa Tak Lagi Ditentukan dari Atas

Artikel ini mengulas partisipasi publik dalam pemilihan logo HUT ke-81 RI sebagai paradigma baru nation branding yang memperkuat legitimasi, reputasi, dan identitas kolektif Indonesia.

logo HUT ke-81 RI. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:40

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang: Nostalgia Berujung Meriah Bersama Java Jive

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang membuktikan bahwa persahabatan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap hidup meski waktu terus berjalan.

Band legendaris asal Bandung, Java Jive, tampil menghibur dan menyemarakkan Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:19

Demokratisasi Keahlian: Reinvensi Peran SME dalam Ekosistem Corporate University

Reinvensi peran SME dalam Corporate University mengubah pelatihan menjadi ekosistem pembelajaran berkelanjutan yang relevan, adaptif, dan berdampak pada kinerja organisasi.

Ilustrasi ASN. (Sumber: diskominfo.bandaacehkota.go.id)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 12:47

Lagu Kontroversial 'Lalaki Langit' dari Bupati Purwakarta

Kontroversi Lagu "Lalaki Langit" buatan Bupati Purwakarta menuai kritik panas dari netizen hingga berujung permintaan maaf.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. (Sumber: ppid.purwakartakab.go.id)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 12:40

Pantai Sayang Heulang, Wisata dengan View Eksotis di Garut Selatan yang Wajib Dikunjungi

Pantai Sayang Heulang Garut menawarkan karang raksasa, gumuk pasir, camping, dan sunset indah. Ketahui harga tiket, lokasi, aktivitas, serta tips berkunjung terbaru.

Pantai Sayang Heulang Garut. (Sumber: Instagram @pantaisayangheulang)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 11:38

Kaum Prekariat, Mimpi yang Digantung Zaman

Kaum Prekariat sampai saat ini hanya menggantungkan impiannya untuk meningkatkan taraf hidup.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 10:25

Tari Bali: Kaya akan Ritual Sakral hingga Berkembang menjadi Tarian Penyambutan

Sejarah keindahan tarian tradisional Bali dan makna dibaliknya.

Gambaran posisi Penari Pendet duduk saat menari dalam sebuah acara. (Sumber: Arsip Nasional)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 09:41

Sate Maranggi: Narasi Evolusi, Filosofi, dan Diplomasi Budaya di Balik Ikon Kuliner Purwakarta

Kekuatan utama Sate Maranggi tersebut justru terletak pada teknik marinasinya yang intens.

Sate Maranggi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunwan Kartapranata)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 08:40

Rupiah Kuat Harapan Tertinggi Masyarakat

Kekuatan Rupiah harus diperhatikan dengan seksama.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 20:03

Menelusuri Akar Sejarah Pasunda Bubat dan Kondisi Kedua Kerajaan Pascatragedi

Peristiwa Pasunda Bubat dan Kondisi Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda Pasca-Pasunda Bubat berdasarkan catatan kitab-kitab kuno.

Ilustrasi Pasunda Bubat (Sumber: Wikimedia commons)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 18:11

Komentar Jahat yang Mendongkrak Penjualan PUKA

Hate comment yang membanjiri TikTok PUKA justru mendongkrak penjualan scrunchie buatan para penyandang disabilitas.

Proses produksi aksesori di PUKA, dikerjakan langsung oleh teman-teman penyandang disabilitas (Sumber: Penulis | Foto: Lupita Sari Ayuning Cahya Nugraha)