Mi Bakso Legendaris ‘Abrag’: Doyan Baksonya tapi Gak Tahu Apa Itu ‘Abrag’

3 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Selain menyediakan mi bakso, kedai bakso “Abrag” pusat menyediakan batagor, dan minuman es campur. (Sumber: Ulasan Google oleh Fitrie)
Selain menyediakan mi bakso, kedai bakso “Abrag” pusat menyediakan batagor, dan minuman es campur. (Sumber: Ulasan Google oleh Fitrie)

KULINER bakso di Bandung--saking banyaknya--susah dihitung dengan jari. Dari penjual bakso yang dipikul, versi gerobak dorong, pake motor, buka di kedai atau ruko, hingga mi bakso kelas restoran dengan harga premium dan ruangan ber-AC.

Dari penjual bakso yang biasa-biasa saja, kurang terkenal, terkenal, legendaris, hingga yang baru buka dan viral. Semua ada. Rasa dan harganya pun bermacam-macam tergantung selera dan isi dompet.

Nah, mi bakso “Abrag” termasuk mi bakso legendaris dari kelas gerobak dorong yang berkeliling kampung hingga kelas kedai atau ruko yang pelanggannya tak sedikit dan begitu fanatik akan soal rasa.

Ya, kita akrab dengan mi bakso “Abrag” gerobak dorong yang setiap hari keliling kampung, keluar masuk gang, dan keluar masuk perumahan dengan rasa khas “Abrag”-nya

Emang bakso ini biasa nongkrong di depan rumah saya sambil memukul-mukul mangkuk teng … teng … teng memanggil pelanggannya. Atau bila Anda penggemar berat mi bakso "Abrag" yang lebih sedikit berkelas, Anda bisa mengunjungi kedai mi bakso “Abrag pusat” di Jalan Mohamad Toha yang tak jauh dari pintu tol Mohamad Toha. Keluar pintu tol Mohamad Toha, lalu belok kiri dan lurus saja setelah 500 meter di sebelah kanan ada pohon besar. Nah, kedai mi bakso “Abrag” berada persis di bawah pohon besar—entah pohon apa namanya--yang daunnya lebat.

Selain menyediakan mi bakso, kedai bakso “Abrag” pusat menyediakan batagor, dan minuman es campur. Harga seporsinya mulai Rp18.000 dan batagor Rp2.500 per picisnya. Harga yang sangat terjangkau. Eh, ternyata bakso Abrag tidak hanya di Jalan Mohamad Toha saja. Kedai bakso Abrag bisa ditemui juga di Jalan Kiaracondong, A.H. Nasution, Wates, Katapang, Padalarang, dll. Di lokasi tersebut, sama pelangannya cukup banyak. Menu yang ditawarkan selain bakso ada juga batagor.

Ketahuilah, di antara mereka tidak ada keterkaitan, termasuk dengan kedai bakso Abrag di Jalan Mohamad Toha dan bakso Abrag di Jalan Kiaracondong. Entahlah kalau soal hubungan mantan majikan-anak buah yang pernah mereka jalin lalu mereka mendirikan usaha masing-masing.

Kedai Mi Bakso Abrag di Jalan Moch. Toha, Kota Bandung. (Sumber: Ulasan Google)
Kedai Mi Bakso Abrag di Jalan Moch. Toha, Kota Bandung. (Sumber: Ulasan Google)

Penasaran, pernah saya iseng bertanya kepada abang bakso “Abrag” yang berjualan keliling perumahan saya, di daerah Cangkuang, Soreang, Kabupaten Bandung. “Naon sih mang hartina ‘Abrag’ teh?” tanya saya sambil memesan semangkuk mi bakso seharga sepuluh ribu.

“’Abrag itu singkatan’ dari Abang Bakso Rantau Tegal,” jawabnya.

Oh, baru tahu saya. Saya terkejut.

Si Abang bakso menyebut gerobak baksonya bukan punya sendiri, tapi mengambil dari bos. “Saya hanya menjualkan punya  bos dan saya dapat upah,” katanya.

Menurutnya, kebanyakan pedagang mi bakso “Abrag” memang perantau dari Tegal, Jawa Tengah. Kalau pun ada yang bukan orang Tegal, minimal bosnya adalah orang Tegal. Konon, para penjual mi bakso “Abrag” semuanya berasal dari kawasan Margasari, Tegal, Jawa Tengah.

Iseng-iseng saya searching di Youtube, muncullah nama Herman seorang bos mi bakso “Abrag” di daerah Cangkuang, Soreang, Kabupaten Bandung. Ia merupakan seorang perantau dari Tegal. Ia mempunyai gerobak bakso 4 buah yang didagangkan anak buahnya berkeliling di sekitar Cangkuang-Soreang. Ia tinggal di rumah kontrakan.

Kembali ke istilah “Abrag”, dalam bahasa Sunda “Abrag” kurang lebih berarti “meledak-ledak”, “meloncat-loncat”, kegirangan. Sama sekali tidak ditemukan arti kata “Abrag” yang berkaitan dengan penjualan bakso. Tapi, Ada yang berseloroh “Abrag” itu singkatan dari “Abang Bakso Rada Ganteng". 

Entah mana yang benar?

Suatu hari—sudah lama--saya bertemu lagi dengan abang mi bakso “Abrag” langganan saya yang saya membeli baksonya tempo hari. Kata saya, sambil memesan semangkuk mi bakso, “Di depan Polresta Soreang ada juga g gerobak yang jualan mi bakso ‘Abrag’, siapa dia?” tanya saya.

“Oh, itu adik saya yang membantu menjualkan bakso saya,” jawabnya sambil tersenyum.

Oh, rupanya sekarang dia bukan lagi pegawai, tapi sudah menjadi bos rupanya. Roda mi bakso “Abrag” memang terus berputar. Selamat, si emang itu kini sedang berada di atas. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ikon 31 Jul 2026, 15:12

BEC Pusat Elektronik di Kota Bandung

Bandung Electronic Center (BEC) masih menjadi pusat elektronik favorit di Bandung dengan ribuan pilihan gadget, aksesoris, hingga layanan servis.

BEC pusat elektronik di Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 15:06

Ketika Air Tinggal Sepercik

Kekeringan alias berkurangnya air atau bahkan hilang sedang melanda beberapa wilayah termasuk Bandung Raya

Sawah yang mengering akibat kemarau di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 30 Juli 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 13:01

Memahami Wajah Lain El Nino di Jawa Barat

El Nino bukan fenomena baru. Yang baru adalah intensitas dan dampaknya yang semakin terasa. Ini seharusnya menjadi dasar untuk membangun strategi jangka panjang.

Kemarau panjang yang terjadi dalam beberapa bulan terkahir, membuat kekeringan melanda di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 31 Jul 2026, 12:01

Bandung, Kota dengan Budaya Sepak Bola yang Kental

Bandung memiliki budaya sepakbola yang kuat, mulai dari Monumen Sepakbola, Persib Bandung, hingga lapangan dan SSB yang tersebar di berbagai wilayah.

Monumen Sepak Bola di persimpangan Jalan Tamblong dan Jalan Lembong. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 11:01

Integrasi Wisata Sungai Citarik, Taman Sumaba dan Stadion GBLA

Masyarakat desa di sekitar Citarik setuju jika desanya bertransformasi menjadi ekowisata.

Pemandangan sempadan anak sungai Citarik dan pematang sawah di daerah aliran sungai. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 10:18

Ci Mahi, Sungai yang Mengalirkan Air Susu Keagungan dan Kemuliaan

Toponim Cimahi berasal dari dua kata bahasa Sunda, yaitu ci atau cai, dan mahi.

Muara Sungai Mahi di Teluk Kambhat, Laut Arab. (Sumber: Istimewa)
Beranda 31 Jul 2026, 09:26

Dalam 43 Hari Dua Pesepeda Tewas di Jalan Soekarno Hatta, B2W Bandung Desak Jalur Terproteksi

B2W Bandung desak pemerintah bangun jalur sepeda terproteksi di Soekarno Hatta setelah dua pesepeda tewas dalam rentang waktu kurang dari dua bulan.

Kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta pada Rabu, 29 Juli 2026 mengakibatkan seorang pesepeda meninggal dunia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 09:16

Perlindungan Pekerja Migran Dimulai dari Tata Kelola, Bukan Sekadar Penindakan

Perlindungan terhadap pekerja migran semestinya tidak dimulai ketika masalah sudah terjadi, melainkan sejak negara mengelola proses keberangkatan mereka.

Perlindungan terhadap pekerja migran semestinya tidak dimulai ketika masalah sudah terjadi, melainkan sejak negara mengelola proses keberangkatan mereka. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 08:32

Jalan Raya Kita Bukan untuk Pesepeda

Negara kita khsusunya Kota Bandung memang belum siap menjadikan jalan raya sebagai tempat yang ramah dengan sepeda.

Pengecatan ulang jalur khusus sepeda untuk meningkatkan kenyamanan dan juga meningkatkan keselamatan lalulintas pengguna sepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 18:40

Panduan Wisata Dieng: Sunrise Sikunir, Kawah Sikidang, hingga Candi Tertua di Jawa Tengah

Panduan lengkap wisata Dieng mulai Bukit Sikunir, Kawah Sikidang, Telaga Warna, Candi Arjuna, harga tiket terbaru, rute, dan tips berkunjung.

Panorama Dieng. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 18:30

Dari Singkong Menjadi Taart: Jejak Kedaulatan Pangan dari Bandung Tahun 1972

Melalui sentuhan-sentuhan, singkong tidak lagi tampil sebagai bahan pangan sederhana, melainkan sajian dengan kedalaman rasa dan istimewa.

Ilustrasi singkong. (Sumber: Pexels | Foto: Matheus Bertelli)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 17:05

Wujudkan 'Bandung Kota Perkedel' supaya Petani Kentang Makmur

Kota Bandung perlu menjadikan menu perkedel sebagai kuliner unggulan dari usaha kaki lima hingga restoran dan hotel berbintang.

Ilustrasi wujudkan Bandung Kota Perkedel (Sumber: Ayobandung.com dan resepkoki.id)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 16:32

Romantisme Membaca Majalah Jakarta Jakarta: Menyusuri Jejak Peristiwa Era 1990-an

Salah satu majalah yang meninggalkan jejak kuat dalam sejarah pers Indonesia adalah Majalah Jakarta Jakarta atau yang akrab disingkat JJ.

Majalah Jakarta Jakarta, salah satu majalah berita bergambar yang paling diminati masyarakat Indonesia pada era 1990-an. (Sumber: Koleksi Majalah Jakarta Jakarta | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 30 Jul 2026, 16:18

Bukan Sekadar Menangkap Begal, Mengembalikan Rasa Aman Warga Lebih Penting

Maraknya aksi begal di Bandung Raya memicu kecemasan warga yang beraktivitas malam dan polemik terkait kebijakan sayembara penangkapan pelaku yang dinilai berisiko memicu aksi main hakim sendiri.

Polrestabes Bandung tangkap 19 orang pelaku kejahatan jalanan yang terjadi sejak 1 hingga 21 Juli 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:15

Putri Noong Tahun 1980-an

Kuliner khas di Bandung tahun 1980-an.

Putri noong, salah satu kuliner legendaris di Jawa Barat. (Sumber: Youtube | Foto: Dapur Marlia)
Bandung 30 Jul 2026, 15:04

Suguhkan Sentuhan Seni dan Wangi Teh Pemium nan Otentik, Yuk Nikmati Cerita Baru CHAGEE di Jantung Kota Bandung

CHAGEE merancang gerai flagship secara khusus untuk menampilkan jiwa Kota Bandung yang dikenal berani, ekspresif, kreatif, namun tetap mengakar kuat pada warisan budaya.

CHAGEE secara resmi menjejakkan kakinya untuk pertama kali di Bandung, membawa angin segar bagi lanskap tempat nongkrong di Kota Parijs van Java. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:00

Pelajaran 'Zero Waste' dari Stadion Persib Bandung

Jika stadion macam GBLA bisa dianggap sebagai “laboratorium” dalam pengelolaan sampah, maka kota adalah “ekosistem hidup” yang membutuhkan integrasi lintas sektor.

Stadion GBLA yang menjadi kandang Persib Maung Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 12:02

Menjelajah Gastronomi Pasundan dalam Mustikarasa: Kesegaran Alami di Lanskap Kuliner Nusantara

Pada tahun 1967, atas arahan Presiden Soekarno, terbitlah sebuah karya monumental bertajuk Mustikarasa.

Ilustrasi Sukarno dan buku Mustikarasa. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 11:46

Batagor Tamim, Legenda Kuliner Kaki Lima Bandung yang Bertahan dari Gerobak Sederhana

Batagor Tamim menawarkan batagor kering dan kuah dengan bumbu kacang khas serta rasa ikan yang kuat. Cari tahu lokasi, harga, dan jam bukanya.

Batagor Tamim Bandung.
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 08:47

Harus Menunggu Berapa Korban? Jalan Soekarno-Hatta Harus Punya Jalur Sepeda Terproteksi

Kematian pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung kembali menegaskan perlunya jalur sepeda terproteksi.

Kecelakaan maut yang menewaskan seorang pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di seberang Terminal Leuwipanjang pada Rabu (29/7/2026). (Sumber: Instagram/@ayobandung_official)