Perkembangan teknologi di sektor penerbangan terus menghadirkan berbagai inovasi baru. Salah satunya adalah konsep Advanced Air Mobility (AAM) yang mulai dipandang sebagai solusi transportasi udara di masa depan.
Topik ini menjadi pembahasan dalam Indonesia Youth Global Innovation Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sukabumi. Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengeksplorasi perkembangan teknologi, termasuk pengembangan ekosistem pesawat listrik.
Dalam forum tersebut, Alessandro Arraniry Pritajaya, perwakilan Indonesia dari AAM Institute, memaparkan bahwa AAM memiliki potensi besar dalam menjawab tantangan konektivitas di Indonesia. Ia menilai kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menjadikan teknologi ini relevan untuk menghubungkan berbagai wilayah secara lebih cepat dan efisien.

Selain meningkatkan konektivitas, AAM juga dinilai mampu mengurangi kepadatan transportasi di wilayah perkotaan. Dengan memanfaatkan pesawat listrik generasi terbaru, mobilitas udara dapat dilakukan dengan waktu tempuh yang lebih singkat serta fleksibilitas yang lebih tinggi.
Alessandro juga menyoroti pemanfaatan AAM dalam sektor logistik. Menurutnya, penggunaan transportasi udara berbasis listrik dapat mempercepat distribusi barang, terutama ke daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Inovasi ini berpotensi mempercepat distribusi logistik antarwilayah sekaligus melengkapi sistem transportasi yang telah ada,” ujarnya.

Di sisi lain, teknologi penerbangan ramah lingkungan tersebut juga membuka peluang bagi sektor pariwisata. Dengan emisi yang lebih rendah, konektivitas antar destinasi wisata dapat ditingkatkan tanpa memberikan dampak besar terhadap lingkungan.
Melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan, pengembangan AAM diharapkan mampu memperkuat konektivitas nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di Indonesia. (*)