Ayo Netizen

Menilik Awal Pendakian Gunung Gede

Oleh: Muhammad Fakhri Suanda Jumat 05 Jun 2026, 12:45 WIB
Pemandangan Indah Surya Kencana di Gunung Gede. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Moch Shezar Rachman)

Gunung Gede yang berada di Bogor memiliki sejarah pendakian yang menarik, salah satunya pada masa kolonial. Pada tahun 1815, Thomas Stamford Raffles melakukan pendakian bersama temannya Thomas Horsfield. Pendakian ini bertujuan untuk penelitian ilmiah mengenai alam tropis dan tanaman obat, yang didokumentasikan dalam buku Memoir of the Life and Public Services of Sir Thomas Stamford Raffles (1830) oleh Lady Sophia Raffles. Kemudian, pada Juni 1819, Caspar Georg Karl Reinwardt, pendiri Kebun Botani Bogor melakukan pendakian Gunung Gede dan dikatakan sebagai orang pertama yang melakukan pendakian ilmiah secara lengkap dan mendokumentasikan puncak Gunung Gede.

Stamford Raffles adalah orang Eropa pertama yang mendaki Gunung Gede, Pendakian ini tercatat dalam buku The History of Java (1817) yang ditulis oleh Raffles sendiri. Raffles mendaki Gede beberapa minggu sebelum letusan dahsyat Gunung Tambora terjadi. Hal ini diperkuat dengan sumber lain yang memberikan keterangan yang sama, karya tulis Adrianus Johannes Bik yang mengatakan Reinwardt bukan orang pertama yang mendaki Gunung Gede.

Stamford Raffles adalah orang Eropa pertama yang mendaki Gunung Gede, Pendakian ini tercatat dalam buku The History of Java (1817) yang ditulis oleh Raffles sendiri. Raffles mendaki Gede beberapa minggu sebelum letusan dahsyat Gunung Tambora terjadi. Hal ini diperkuat dengan sumber lain yang memberikan keterangan yang sama, karya tulis Adrianus Johannes Bik yang mengatakan Reinwardt bukan orang pertama yang mendaki Gunung Gede.

Dengan tujuan yang sama, dalam surat korespondensinya kepada M. van Marum di Haarlem, Belanda, pada 18 Juni 1819, Reinwardt mengabarkan bahwa ia telah mendaki ‘Gedeh’ yang tingginya hampir 3.000 meter. Reinwardt melakukan pendakian untuk meneliti dan menulis deskripsi vegetasi di bagian gunung yang lebih tinggi hingga ke puncak.

Pendakian yang mereka lakukan bukanlah sebuah rekreasi, melainkan ekspedisi ilmiah untuk mendata flora, fauna dan kondisi geografis. Catatan tersebut membantu peneliti modern dalam memahami ekosistem hutan Gunung Gede yang kini dilindungi  di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Dampak yang terasa di masa kini juga yaitu, gunung yang dahulu dianggap sebagai tempat angker, kini berubah menjadi tempat penelitian ilmiah bahkan berkembang menjadi ekopariwisata. Pendakian tersebut merupakan awal dari kekaguman alam tropis jawa yang kini dapat di rasakan ribuan pendaki. (*)

Reporter Muhammad Fakhri Suanda
Editor Aris Abdulsalam