Ayo Netizen

Dari Koningin Wilhelmina School sampai SMKN 1 Jakarta

Oleh: Amru Abduh Yazid
Foto Koningin Wilhelmina School. (Sumber : KITLV)

SMKN 1 Jakarta berlokasi di Jl. Budi Utomo, Jakarta Pusat. Sekolah ini menjadi saksi perjalanan pendidikan yang ada di Indonesia, karena sudah berdiri sejak zaman kolonial Belanda. Sampai saat ini, gedung yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pun masih mempertahankan arsitektur khas Belanda. Ini menjadi bukti adanya peninggalan sejarah ditengah pesatnya pembangunan Kota Jakarta.

SMKN 1 Jakarta pada masa kolonial Belanda, dikenal dengan nama Koningin Wilhelmina School (KWS). Koningin Wilhelmina School berdiri pada tanggal 18 Juli 1901 di Weltevreden, Batavia. Berdirinya KWS memiliki tujuan  untuk memenuhi kebutuhan pendidikan kejuruan, terutama pada bidang perdagangan dan teknik. Para siswanya pun berasal dari kalangan Eropa maupun bumiputera. Karena itu, sekolah ini berperan dalam melahirkan kaum terpelajar dari kalangan bumiputera pada masa kolonial Belanda.

Foto para siswa dan staff di depan gedung sekolah (Sumber: Rijksmuseum | Foto: Karisma)

Koningin Wilhelmina Scool sendiri terbagi menjadi dua afdeling (bagian). Afdeling A fokus pada perdagangan selama tiga tahun dan termasuk jenis Hogere Burgerschool (HBS). Sedangkan Afdeling B fokus kepada bagian teknik, seperti Teknisi Mesin, Arsitek, dan Insinyur Pertambangan. Lalu pada sekitar tahun 1911, kedua afdeling ini dipisahkan. Afdeling A masuk kedalam Prins Hendrik School dengan fokus perdagangan, sedangkan afdeling B dengan fokus teknik tetap berada di Koningin Wilhelmina School.

Setelah kemerdekaan Indonesia, sekolah ini beralih nama menjadi Sekolah Teknik Menengah (STM) Jakarta pada tahun 1946. Selain berfungsi menjadi sekolah, gedung ini sempat menjadi markas Badan Keamanan Rakyat Bagian Laut (cikal bakal TNI Angkatan Laut) pada tanggal 10 September 1945. Selain itu, Palang Merah Indonesia (PMI) juga sempat menggunakan gedung ini untuk membantu para pejuang Republik Indonesia.

Pada tahun 1962, pada pelaksanaan acara Asian Games IV, gedung digunakan sebagai markas besar. Gedung sisi timur difungsikan untuk kegiatan pembelajaran STM dan sisi barat untuk markas besar. Gedung digunakan sebagai markas besar berlangsung hingga 1966 termasuk saat acara Ganefo I. Setelah itu, gedung kembali digunakan untuk kegiatan pendidikan sampai saat ini.

Penggunaan nama STM 1 Jakarta dimulai pada tanggal 26 Mei 1979, sesuai dengan SK Mendikbud nomor 090 / 0 / 1979. selanjutnya, pada tanggal 7 Maret 1997, STM diganti nama menjadi SMK 1 Jakarta, SK Mendikbud No.0036/O/1997. Nama ini bertahan sampai saat ini.

Foto gedung SMKN 1 Jakarta tahun 2024 (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Arystya Saputra)

SMKN 1 Jakarta memiliki sejarah yang panjang. Dimulai dari penggunaannya sebagai sarana pendidikan, gedung ini mengalami berbagai perubahan fungsi setelah kemerdekaan, namun tetap mempertahankan fungsi awalnya. Bangunannya yang memiliki arsitektur khas Belanda memiliki nilai historisnya sendiri. Gedung ini menjadi saksi berbagai peristiwa sejarah perkembangan di Indonesia terutama pada bidang pendidikan. Sehingga pelestarian gedung ini perlu dijaga sebagai salah satu bukti sejarah. (*)

Refrensi

  • Advertentie. "De nieuwe vorstenlanden". Soerakarta, 03-06-1901, p

  • KOLONIËN.. "Arnhemsche courant". Arnhem, 11-01-1902.

  • Binnenland. 30 Juni.. "Rotterdamsch nieuwsblad". Rotterdam, 01-07-1911

  • SMKN 1 Jakarta. Sejarah SMKN 1 Jakarta.

Reporter Amru Abduh Yazid
Editor Aris Abdulsalam