Transformasi Pramuka di Ruang Digital

4 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Anak pramuka. (Sumber: Pexels | Foto: Muhaimin Abdul Aziz)
Anak pramuka. (Sumber: Pexels | Foto: Muhaimin Abdul Aziz)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Pramuka perlu bertransformasi ke ruang digital untuk menjawab tantangan zaman, terutama dalam penguatan literasi digital dan ekonomi kreatif masyarakat.

  • Digitalisasi ekonomi kerakyatan dapat didorong melalui edukasi teknologi bagi UMKM, termasuk pemanfaatan aplikasi keuangan, pembayaran digital, dan QRIS.

  • Nilai Tri Satya dan Dasa Darma tetap relevan sebagai pedoman membangun karakter, kepedulian sosial, serta kehidupan yang adaptif dan berkelanjutan.

Kepramukaan di Indonesia bukan sesuatu yang biasa. Kepramukaan merupakan ujung tombak bagi pemuda Indonesia memerdekakan diri dalam menghadapi tantangan global.

Keunggulan berpramuka pada dasarnya tidak dapat dilihat sekilas, itulah mengapa kegiatan pramuka sangat penting bagi pemuda, di sekolah hingga perguruan tinggi.

Dari kegiatan pramuka inilah terbentuk kemandirian dan kekhasan bagi pemuda. Juga di dalam memaksimalkan kepramukaan ini diperlukan gagasan dan gerakan yang konstruktif. Andil dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah diperlukan dalam kolaborasi yang terbaik.

Pramuka dapat hadir di tengah oase dalam mendukung partisipasi isu strategi nasional. Sebab dari pramukalah kita mampu menggerakkan pemuda dalam menggapai karakter solutif dan adaptif.

Permasalahan yang muncul kemudian berkaitan dengan kehidupan masyarakat di tengah arus ekonomi yang tak mampu lagi dibendung. Bagaimana pramuka menjadi jembatan bagi masyarakat agar mampu memberikan solusi yang tepat? Keberadaan Pramuka bisa bergotong royong dalam membangun keberadaban ekonomi masyarakat.

Digitalisasi Ekonomi Kerakyatan

Seperti yang sering disebut-sebut oleh pakar ekonomi dan pelaku ekonomi kreatif tentang pentingnya memahami digitalisasi dalam berekonomi.

Sebab digitalisasi ini tidak bisa dicegah dan tidak bisa dibendung dan tidak bisa ditolak. Manakah yang lebih efektif? Jika keberadaan internet menjadi hal utamanya, terkadang kesulitan itu muncul. Namun dengan program pemerintah yang menggratiskan di tempat-tempat umum dalam berselancar.

Maka tidaklah kesulitan, UMKM bisa memberdayakan kegiatannya dengan internet gratis meskipun masih terdapat kendala. Namun sudah seharusnya pemerintah tidak diam dan memberi solusi.

Selain itu, pemahaman sederhana para pelaku UMKM perlu diberikan kesadaran. Dalam berpramuka ini penting. Pramuka mesti datang dengan membawa identitas bahwa masyarakat diberi wawasan yang mudah dalam mengaksesnya.

Akses ini dapat berupa cara masyarakat mengelola keuangan berbasis aplikasi android, atau proses pembayaran yang menguntungkan pelaku UMKM. Dengan menghadirkan QRIS, transfer melalui platform yang sederhana seperti DANA.

Kondisinya akan jauh lebih mengutamakan kepentingan masyarakat, sebab banyak yang mesti dipahami namun haruslah masyarakat tidak diberi beban biaya yang terlalu mahal. Tidak hanya itu, masyarakat dapat menggunakan gawai yang semestinya. Aturannya jelas, masyarakat memerlukan pengetahuan ekonomi kerakyatan yang seadil-adilnya.

Tri Satya untuk Kehidupan Berkelanjutan

Sepertinya kita perlu mendalami kembali tentang tri satya dalam pramuka. Untuk mengembalikan wawasan kita pada kehidupan berkelanjutan.

Pertama, menjalankan kewajiban sebagai Hamba Yang Maha Kuasa, kewajiban sebagai warga negara, serta kewajiban menjadi warga yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Kewajiban sebagai hamba ini adalah upaya kita tetap beriman kepada Allah, iman dalam arti sesungguhnya. Tetap berada dalam koridor ketuhanan. Berperilaku baik, adil, dan bersyukur atas nama ketuhanan.

Kewajiban menjadi warga negara Republik Indonesia. Kondisinya adalah warga yang tetap patuh dan berbakti serta mengabdi. Patuh dalam peraturan dan undang-undang. Berbakti kepada kedua orang tua serta mengabdi untuk kepentingan negara.

Dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, lima sila yang mesti dipahami dan diamalkan. Lima sila yang berkaitan erat dengan perilaku yang berkembang saat ini.

Kedua, menolong sesama dan ikut serta dalam membangun masyarakat. Nah, upaya menolong sesama dimaksudkan agar kita dapat mengiringi tentang bentuk kebijaksanaan dalam mengurai permasalahan. Tidak semua masalah milik masyarakat bawah, justru masyarakat ke masyarakat adalah berprinsip bahu membahu tentang arti tolonglah saudara. Mendorong untuk berdaya.

Juga bagaimana membangun kepedulian antar sesama, antar masyarakat. Meski demikian perlu strategi yang tidak asal dibuat namun diberikan jalan alternatif yang dapat mempermudah cara masyarakat untuk menangani permasalahannya.

Ketiga, menepati dasa darma. Yakni dasa darma yang diimplementasikan di dalam keseharian. Prinsip dari dasa darma yang menggagas tentang kepedulian serta moralitas.

Dimulai dari Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dilanjutkan dengan cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Tidak hanya sekadar kepada diri sendiri tetapi sesama manusia, sesama warga negara.

Lalu berpatriot yang sopan dan kesatria. Sudah seharusnya kita menjaga sopan santun dalam beraktivitas, juga mengaku berkesatria demi menjunjung tinggi kesantunan. Kemudian, patuh dan suka bermusyawarah. Artinya tidak membelot atau bersiap dalam setiap permasalahan dengan bermusyawarah, mendahulukan suara bersama dibandingkan suara pribadi dan kepentingan oknum sesaat.

Dilanjutkan dengan rela menolong dan tabah. Yang membuat hal ini perlu ditanamkan dan ditekankan antar sesama. Tidak pandang siapapun dalam hal menolong. Juga mau beraktivitas dengan rajin, terampil, dan gembira. Dimana situasi ini diperlukan oleh masyarakat. Menjaga stabilitas diri dan mampu bersungguh-sungguh dalam setiap hal.

Tentunya dengan cara berhemat, cermat, dan bersahaja. Memang situasinya sudah goyah, jika tidak mampu menjaga ekonomi dengan kreatif. Hemat dalam makna mampu memosisikan kebutuhan lebih dulu daripada keinginan.

Sebab itu, di langkah berikutnya dengan berdisiplin, berani, dan setia. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya. Juga suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Di tiga terakhir ini berkesinambungan. Tidak dapat satu saja. Terutama ketika di langkah terakhir, mengutamakan pada pemikiran dan nurani yang sesungguhnya sebagai masyarakat dan hamba tuhan.

Maka dari itu, pramuka menjadi jembatan bagi masyarakat yang mampu beradaptasi di setiap situasi.

Sebagaimana sering disampaikan, bahwa pramuka hari ini wajib bertransformasi dengan memanfaatkan ruang digital untuk mendukung ekonomi kreatif, literasi digital, dan berpusat kepada keyakinan.

Sistem berpramuka wajib diisikan ke dalam ruang sekolah, ruang masyarakat, ruang perguruan tinggi, ruang pemerintahan. Dengan tujuan, berpramuka akan mengembalikan hakikat kehidupan sekaligus makna keberlanjutan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muh Husen Arifin
Dosen Aktif di Prodi PGSD UPI Kampus Cibiru

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)