Ayo Netizen

‘Jomblo’: Kisah Lajang yang Mencari Cinta di Soreang, Banjaran, dan  Pangalengan

Oleh: Dudung Ridwan
Lagu "Jomblo" yang dipopulerkan dan diciptakan oleh Yayan Jatnika diperkirakan dirilis secara digital antara tahun 2016–2017 melalui album kompilasi “Pria Unggulan Pop Sunda”. (Sumber: Youtube)

LAGU “Jomblo” kini tengah naik daun alias sedang viral. Lagu ciptaan penyanyi dan pencipta lagu Sunda Yayan Jatnika itu terdengar dan dinyanyikan di mana-mana—di Tiktok, di radio, di televisi hingga live di tempat-tempat hajatan di kampung maupun di kota. Dinyanyikan oleh siapa saja—anak-anak, remaja, penyanyi amatir dan profesional dari Raka Mahesa, Riyanti Dahlia, Novia Rozma hingga Abiel Jatnika dan Ade Astrid.

Arti kata Jomblo sendiri adalah merujuk pada seseorang--baik pria maupun wanita--yang tidak memiliki pasangan atau kekasih. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia penulisan yang benar adalah jomlo (tanpa huruf "b"), yang berarti ‘orang (pria atau wanita) yang belum mempunyai pasangan hidup’.

Kata jomblo diserap dari bahasa Sunda yang awalnya bermakna ‘gadis tua atau barang dagangan yang belum laku’. Seiring dengan waktu, maknanya bergeser menjadi sebutan umum untuk orang yang tidak berpasangan. 

Lagu "Jomblo" yang dipopulerkan dan diciptakan oleh Yayan Jatnika diperkirakan dirilis secara digital antara tahun 2016–2017 melalui album kompilasi “Pria Unggulan Pop Sunda”. Sebelumnya. ada pula lagu yang berjudul "Jomblo" yang dipopulerkan oleh grup musik GIGI pada tahun 2000.

Lagu "Jomblo" versi Sunda Yayan Jatnika liriknya lebih cair kalau tidak mau dikatakan guyonan atau bercanda atau heureuy.  Ini sesuai dengan karakter orang Sunda yang suka heureuy alias bercanda.

Lagu "Jomblo" versi Sunda berisi tentang kisah cinta seorang pemuda yang merana karena status lajang (jomblo). Suatu waktu, ia bertemu dengan seorang perempuan cantik berbadan aduhai. Ia berharap besok pagi bisa bertemu lagi dengan perempuan cantik itu. 

“Siapa tahu perempuan itu jodoh saya,” kata hati pemuda itu.

Hatinya tak bisa dibohongi, ia benar-benar kepincut perempuan cantik itu. Siapa sih nama perempuan itu? Di mana rumahnya? Enggak jelas benar.

Ada yang bilang rumahnya di Banjaran. Ada yang bilang di Soreang. Didatangi ke Soreang, ada di Pangalengan. 

Di Banjaran namanya Vera. Tapi, di Soreang namanya Eva. Eh, di Pangalengan bernama Neti. Tapi, yang jelas nama aslinya Uti.

Sayang, sebaiknya terus terang jangan bohongi aku yang tengah jomblo. Aku jadi pusing memikirkannya. Ah, mungkin perempuan itu bukan jodoh saya.

Lirik asli: 

Jomblo 

karya H. Yayan Jatnika

Kuring amprok sareng hiji wanoja
Bodina aduhai luar biasa
Isukan, mecakan arek didodoho
Sugan aya jodo
Sugan aya jodo
Ka kuring nu jomblo

Hate heunteu bisa dipapalerkeun
Rumasa kagoda ku si manehna
Hanjakal henteu puguh saha namina
Na anjeun teh saha
Na anjeun teh saha
Bumina di mana

Ongkohna di Banjaran
Cek beja di Soreang
Disusul ka Soreang
Aya di Pangalengan

Di Banjaran Neng Vera
Di Soreang Eva
Di Pangalengan Neti
Aslina mah Uti

Geulis, ulah osok ngabobodo
Ka akang pedah keur jomblo
akang lieur mikiran nana
Meureun lain, lain jodona.
(*)

Reporter Dudung Ridwan
Editor Aris Abdulsalam