Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Radio Republik Indonesia (RRI) yang jatuh pada 11 September 2026, publik bertanya apakah eksistensi RRI Bandung masih ada dan aktif mengudara hingga saat ini?
Publik berharap agar RRI Bandung tetap eksis ditengah gelombang disrupsi yang melanda Planet Bumi. Berharap program siaran RRI Bandung bisa lebih disukai warga kota. Status RRI Bandung di bawah naungan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI. Memiliki jaringan siaran yang menjangkau wilayah Bandung serta sekitarnya melalui berbagai Programa (Pro 1, Pro 2, dan Pro 4).
RRI Bandung diharapkan terus menjadi ajang pencarian bakat Bintang Radio yang menjadi salah satu agenda dan konten siaran yang sangat dinantikan serta diminati oleh generasi muda. RRI Bandung juga aktif memikat pendengar lewat konten kreatif kekinian, seperti pementasan drama audio visual spesial yang disiarkan serentak dan melalui platform digital.
Wahana Karya Sastra
RRI Bandung perlu membuat program transformatif yang mengalih wahanakan karya sastra ke dalam format audio siniar (podcast) dan siar merupakan kebijakan yang tepat untuk memajukan budaya serta pariwisata dan ekonomi kreatif.
Alih wahana bisa menggairahkan entitas budaya dan media hiburan serta mendorong siswa sekolah lebih bergairah mempelajari karya sastra. Teknologi semakin mempermudah alih wahana sastra. Dibutuhkan kolaborasi industri untuk bersama menghidupkan sastra pada zaman sekarang.
Salah satu program alih wahana sastra adalah musikalisasi puisi. Musikalisasi tersebut bukanlah sesuatu yang baru. Bunyi (instrumen musik) dan teks puisi sudah hadir sejak zaman lampau. Bahkan musikalisasi puisi sudah menjadi perhatian bagi para komponis sejak dahulu.
Sebut saja Franz Schubert (1797-1828), yang membuat komposisi musik vokal berdasarkan syair-syair gubahan pujangga besar Eropa di zaman itu. Selain itu Maurice Ravel (1875-1937), komponis yang membuat sebuah karya piano (berjudul Gaspard de la Nuit) berdasarkan puisi karya pujangga Prancis, Aloysius Bertrand (1807-1841).
Bagaimana di tanah air khususnya di Bandung ? Musik puisi pernah mewarnai jagat musik era 70-an di Indonesia. Musikalisasikan puisi karya Sanusi Pane, Chairil Anwar, Kirdjomulyo, dan Ramadhan K.H pernah dilakukan. Bahkan karya sastra tersebut digubah menjadi lagu oleh komponis dan penulis lagu F.X. Sutopo.
Grup musik Bimbo asal Bandung bisa dibilang pelopor musik puisi di Indonesia. Grup ini berkolaborasi dengan penyair Taufiq Ismail antara lain dengan tajuk “Dengan puisi aku bernyanyi”.
Alih wahana oleh RRI Bandung membutuhkan platform digital karya anak bangsa yang multifungsi, baik sebagai wahana siniar, media penyiaran sekaligus forum pertemuan atau kolaborasi virtual. Pemkot Bandung perlu membantu RRI Bandung agar sukses alih wahana untuk sandiwara sastra guna mendekatkan khazanah sastra kepada publik.
Di masa lalu, sandiwara audio yang disiarkan lewat radio sangat populer. Ketika muncul media audio-visual dan media sosial, bentuk ini mulai memudar popularitasnya. Tapi belakangan ada kebangkitan media audio seperti podcast.
Selain aspek pemajuan budaya dan parekraf pihak Kemendikbud juga menjadikan siniar atau podcast sebagai bentuk inovasi. Alih wahana karya sastra Indonesia ke dalam medium audio ini ditujukan untuk memperkenalkan dan menghidupkan kembali karya-karya sastra, khususnya sastra yang berlatar belakang Bandung Raya.
Secara teknis siniar adalah serangkaian file audio digital kata yang diucapkan secara episodik yang dapat diunduh pengguna ke perangkat pribadi agar mudah didengarkan. Aplikasi streaming dan layanan siniar menyediakan cara yang nyaman dan terintegrasi untuk mengelola antrian konsumsi pribadi di banyak sumber podcast dan perangkat pemutaran.
Pada saat ini konten siniar yang ditawarkan cukup beragam. Perlu gerakan dan insentif untuk mendorong para siniar dan praktisi radio agar mempromosikan keanekaragaman seni dan budaya lokal dengan cara memproduksi berbagai konten yang berkualitas sebanyak-banyaknya.
Konten ini meliputi beragam info lokal dan pertunjukan seni dan budaya, aneka cerita dan dongeng, sandiwara sastra, informasi wisata dan kuliner, dan berbagai kreativitas promosi berbasis audio dari seluruh daerah.
Para pelaku siniar dan praktisi radio perlu didorong untuk memproduksi konten-konten yang menimbulkan gelora optimisme bangsa. Kementerian Kebudayaan menyatakan bahwa semakin banyak orang membaca dan mendengarkan karya sastra, semakin banyak juga orang yang menemukan nilai-nilai kehidupan dan pengaruh sastra bagi kehidupan.

Sastra menempati posisi penting dalam pemajuan budaya dan pembentukan karakter.Karya sastra pada hakikatnya tercipta dari situasi dan pergulatan diri. Pengalaman, pengamatan, serta pemaknaan situasi dan latar belakang sejarah dalam karya sastra merupakan bentuk penguatan karakter.
Ada dua aspek penting yang terkait dengan alih wahana konten kebudayaan dan seni. Yakni bagaimana meneguhkan industri budaya dan melaksanakan tata kelola indigenous sebaik-baiknya. Industri budaya atau industri kreatif menurut teori Marshallian industrial districts yang digagas oleh Alfred Marshall membutuhkan proses clustering yang sistemik.
Dalam konteks digitalisasi proses tersebut bisa berupa platform digital wahana konten agregasi yang berbasis lokalitas, Perlu mengkonsolidasikan RRI Bandung dengan Taman Budaya. Untuk itu butuh platform yang praktis dan kolaboratif untuk menunjang proses kreatif, proses produksi dan pemasaran. Platform itu sangat membantu budayawan, karena dirinya bisa lebih fokus melakukan proses kreatif dan inovatif. (SRI)