Tidak dapat dipungkiri di tengah ekonomi yang semakin sulit banyak masyarakat yang kehilangan arah untuk mendapatkan pekerjaan. Judol dan pinjol semakin menjamur lalu mencekik para debitur yang tidak bisa membayar angsuran. Perusahaan banyak yang mengalami gulung tikar karena modal dan persaingan bisnis yang semakin ketat. 19 juta lapangan pekerjaan pun tak kelihatan batang hidungnya. Meski kondisi ekonomi yang semakin menghimpit keadaan ekonomi tapi pencurian motor memang bukan kriminalitas yang bisa di normalisasikan.
Diakses dari halaman instagram @POLRESTABESBANDUNG sejauh ini Polda Jawa Barat merilis pengungkapan kejahatan curanmor sebanyak 1.016 unit sepedah motor dari 352 kasus. Dan menurut saya masih banyak kasus yang tidak tercatat di kepolisian karena tidak ada pelaporan dari masyarakat.
Menyambung dari masyarakat yang tidak mau melakukan pelaporan ke pihak kepolisian terkait dengan kasus pencurian motor salah satunya karena sudah kehilangan kepercayaan. Salah satu percakapan yang pernah saya dengarkan dari tetangga terkait dengan mahal serta penanganan yang alot dari pihak kepolisian jika melaporkan kasus pencurian. Lagi dan lagi segala penanganan di negeri kita akan lebih mudah dan cepat jika kita memiliki status sosial yang bagus. Sementara masyarakat kecil hanya diminta menunggu dengan kepastian yang tidak jelas.
Sebetulnya segala bentuk kejahatan di era sekarang lebih mudah ditelusuri karena sudah banyak difasilitasi oleh kamera CCTV. Tak hanya di ruangan kerja, gedung besar perkantoran bahkan kamar dan gang-gang kecil pun sudah mulai terbiasa di pasang CCTV.
Sejauh ini pemberitaan mengenai kehilangan motor sering diberitakan dengan barang bukti video dari CCTV. Wajahnya tampak jelas, gelagatnya pelakunya sangat santai dan plat nomornya pun sudah tertangkap jelas tapi proses penelusuran tetap saja alot. Meskipun memang tidak bisa dipungkiri ketika plat nomor yang dipakai adalah bukan yang sebenarnya. Namun menurut saya masih bisa menggunakan data wajah serta mobilitas motor itu dibawa, tentunya melalui pantauan CCTV lanjutan dari rute kemana motor tersebut dibawa.
Banyak dari kasus pencurian yang sudah tersebar videonya sejagat media sosial tapi pelakunya tidak pernah tertangkap. Sehingga fenomena ini menjadi suatu hal yang dianggap mudah dan tidak beresiko bagi para pelaku. Dan pada akhirnya pencurian motor berulang tetap terjadi.
Baca Juga: Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat
Para pelaku tidak jera karena meski terpantau CCTV mereka tetap bisa menghirup udara bebas tanpa merasa takut dipidanakan. Mencuri motor menjadi pekerjaan baru yang bahkan terlihat seperti profesionalitas karena sangat sulit untuk diberantas. Menurut saya hukum negara ini yang lembek turut serta menjadi penyebab kejahatan dan kriminalitas semakin meningkat dan sulit untuk dikendalikan.
Kriminalitas tingkat tinggi seperti korupsi pun sangat sulit untuk diberantas dan yang jelas-jelas sudah merugikan banyak masyarakat tapi hukumannya tidak setimpal. Sehingga oknum kriminalitas yang lebih rendah juga kemungkinan bisa berpikir hal yang sama yaitu mencuri di negara ini itu nyaman karena hukumannya ringan. (*)