Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

6 menit baca
R.M.A. Ahmad Said Widodo
Ditulis oleh R.M.A. Ahmad Said Widodo diterbitkan
Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Masyarakat sering kali menyamakan seluruh kisah masa lalu sebagai sebuah sejarah yang mutlak. Padahal, khazanah literatur Nusantara dan dunia mengenal beragam istilah tulisan masa lampau yang memiliki karakteristik unik. Sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda merupakan bentuk narasi yang merekam peristiwa, kepercayaan, hingga silsilah dengan cara penulisan yang sangat berbeda.

Perbedaan mendasar dari ketujuh istilah ini terletak pada kadar faktualitas, fungsi sosial dan unsur imajinatif di dalamnya. Jika sejarah dan tarikh bersandar kuat pada metodologi ilmiah serta bukti empiris, maka hikayat dan babad kerap mencampurkan fakta dengan sastra. Sementara itu, riwayat berfokus pada individu, sedangkan mitologi dan legenda bergerak di ranah lisan yang penuh simbolisme serta pelajaran moral.

Memahami persamaan dan perbedaan istilah-istilah ini sangat penting agar kita tidak keliru dalam memilah antara kebenaran objektif dan warisan budaya. Artikel ini akan mengupas tuntas karakteristik masing-masing genre penulisan tersebut. Dengan memahaminya, kita dapat menghargai bagaimana cara manusia dari berbagai era mendokumentasikan perjalanan hidup, keyakinan dan peradaban mereka.

Dalam studi keilmuan dan sastra, istilah-istilah seperti sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda sering kali saling berkaitan karena semuanya membahas peristiwa atau kisah masa lalu. Berikut adalah ringkasan persamaan dan perbedaan mendasar di antara ketiganya.

Persamaan Utama

  • Fokus waktu, semuanya menceritakan atau mendokumentasikan kejadian, tokoh atau asal-usul yang terjadi di masa lampau.
  • Fungsi sosial, semuanya berfungsi sebagai sarana menyampaikan pesan moral, nilai budaya, identitas kelompok atau pelajaran hidup bagi generasi penerus.
  • Objek narasi, sebagian besar melibatkan tokoh (baik nyata maupun fiktif) dan perubahan dalam suatu masyarakat atau tempat.

Persamaan

Semua istilah di atas memiliki satu inti yang sama, yaitu merupakan cerita, catatan atau narasi tentang peristiwa dan kehidupan masa lampau. Semuanya berfungsi untuk menyampaikan nilai moral, asal-usul, identitas budaya dan menjadi cara masyarakat (baik tradisional maupun modern) dalam mendokumentasikan ingatan kolektif mereka.

Penjelasan Detail Setiap Istilah

Sejarah

  • Pengertian, ilmu yang menyelidiki perkembangan peristiwa dan kejadian masa lampau manusia.
  • Ciri khas, wajib memiliki bukti empiris (prasasti, arsip, dokumen), menggunakan metode ilmiah, bersifat objektif dan dapat diuji kebenarannya.

Tarikh

  • Pengertian, kata serapan dari bahasa Arab yang berarti penanggalan, waktu atau riwayat.
  • Ciri khas, secara maknanya sama dengan sejarah, namun sering kali menekankan pada urutan kronologi waktu (kalender/penanggalan) atau digunakan dalam konteks sejarah Islam (contoh: Tarikh Islam).

Riwayat

  • Pengertian, cerita tentang turun-temurunnya suatu hal atau riwayat hidup (biografi).
  • Ciri khas, berfokus pada perjalanan hidup subjek tertentu (bisa individu, organisasi atau kota) dari awal hingga akhir, didasarkan pada ingatan atau catatan fakta.

Hikayat

  • Pengertian, karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang dan silsilah.
  • Ciri khas, bersifat istanasentris (berpusat pada kerajaan), penuh dengan kemustahilan, kesaktian tokoh-tokohnya dan bertujuan menghibur atau membangkitkan semangat juang.

Babad

  • Pengertian, kisah sejarah tradisional yang berkembang di area Jawa, Sunda dan Bali.
  • Ciri khas, menceritakan silsilah raja dan berdirinya sebuah kerajaan. Uniknya, babad mencampur fakta sejarah dengan mitos untuk melegitimasi (mengesahkan) kekuatan atau kesaktian seorang raja agar dihormati rakyatnya.

Mitologi

  • Pengertian, kumpulan cerita rakyat yang berlatar masa lampau dan mengandung penafsiran tentang alam semesta.
  • Ciri khas, tokoh utamanya adalah dewa, makhluk halus atau manusia setengah dewa. Ceritanya dianggap suci dan benar-benar terjadi oleh masyarakat pemilik cerita tersebut (contoh: Nyi Roro Kidul).

Legenda

  • Pengertian, cerita rakyat kuno yang berkaitan dengan peristiwa dan asal-usul suatu tempat.
  • Ciri khas, bersifat sekuler (keduniawian), tokohnya biasanya manusia yang memiliki kesaktian dan ceritanya dianggap pernah terjadi oleh masyarakat setempat, meskipun tidak memiliki bukti sejarah yang sah (contoh: Legenda Tangkuban Parahu).

Perbedaan

Dalam studi ilmu sosial dan sastra, istilah-istilah ini sering digunakan untuk menceritakan masa lalu, namun masing-masing memiliki fokus, metode penulisan dan tingkat kebenaran faktual yang berbeda. Perbedaan utama terletak pada metode verifikasi data, asal-usul bahasa dan unsur fiksi di dalamnya.

  • Sejarah – Arab (Syajaratun = pohon) – Faktual, ilmiah, berbasis bukti empiris dan rekonstruksi kritis. Contoh: Sejarah Kemerdekaan Indonesia
  • Tarikh – Arab (Tariikh = waktu/penanggalan) – Kronologis, fokus pada urutan waktu dan pencatatan penanggalan. Contoh: Tarikh Islam, Buku Tarikh
  • Riwayat – Arab (Riwayah = cerita/laporan) – Biografis, menceritakan perjalanan hidup seseorang atau asal-usul sesuatu. Contoh: Riwayat Hidup (CV), Riwayat Nabi
  • Hikayat – Melayu Klasik (Serapan Arab) – Sastra fiksi/semi-fiksi istana, penuh keajaiban dan kesaktian tokohnya. Contoh Hikayat Hang Tuah
  • Babad – Jawa/Sunda – Campuran sejarah lokal dan mitos/legenda kerajaan daerah. Contoh: Babad Tanah Jawi
  • Mitologi – Yunani (Mythos dan Logos) – Suci/sakral, melibatkan dewa-dewi atau makhluk halus, menjelaskan asal-usul alam semesta. Contoh: Mitologi Yunani.

Berikut adalah contoh judul karya, naskah atau cerita dari Jawa Barat yang mewakili masing-masing istilah tersebut, beserta penjelasan singkat mengenai persamaan dan perbedaannya.

Contoh Judul Karya dari Jawa Barat

  • Sejarah: Sejarah Jawa Barat: Yuganing Rajakawasa dan Sejarah Sumedang
  • Tarikh: Tarikh Galuh (catatan kronologis waktu/penanggalan kerajaan)
  • Riwayat: Riwayat Perjuangan Otto Iskandardinata dan Riwayat Hidup Raden Dewi Sartika
  • Hikayat: Hikayat Hasanuddin (sastra Kesultanan Banten/Cirebon yang dipengaruhi budaya Melayu)
  • Babad: Babad Tanah Pasundan, Babad Cirebon, Babad Galuh dan Babad Purwakarta
  • Mitologi: Mitologi Sanghyang Sri (Nyi Pohaci Sanghyang Sri, sebagai asal-usul padi)
  • Legenda: Legenda Tangkuban Parahu (Sangkuriang) atau Legenda Situ Bagendit

Contoh Fakta di Lapangan

Pada awal mula Penulis meneliti dan menulis Sejarah Purwakarta, Penulis sering menemukan informasi, bahwa tokoh A adalah ahli sejarah Purwakarta dan tokoh B juga aalah ahli sejarah Purwakarta. Pada kenyataannya, ketika Penulis menemui tokoh A, ternyata ia menceriterakan, bahwa sejarah Purwakarta dimulai dari adanya Situ Buleud sebagai tempat berkubangnya (pangguyangan) badak putih, katanya. Ia hanya berceritera sebatas itu saja, tanpa tahu bagaimana kelanjutan seterusnya.

Pun, ketika Penulis menemui tokoh B, ternyata ia memberikan selembar silsilah keluarganya yang terhubung dengan Bupati Karawang sejak R.A.A. Singaperbangsa misalnya atau silsilah keluarganya yang terhubung dengan Prabu Siliwangi tanpa ada keterangan pelengkap, misalnya yang dikeluarkan oleh pihak Kerajaan Sumedang Larang sebagai penerus Kerajaan Pajajaran.

Jadi, pada intinya banyak sekali tokoh yang mengaku bergelar “Raden” di Purwakarta tanpa selembar pun pengakuan/pengesahan silsilah nasab dari lembaga yang sah, seperti kelembagaan adat atau lainnya, semisal dari Karaton Sumdang Larang. Padahal hal itu sangat penting sebagai tanda legitimasi yang tak terbantahkan.

Kesimpulannya, meskipun sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda sama-sama menceritakan masa lalu, ketujuhnya memiliki karakteristik unik. Sejarah, tarikh dan riwayat bersandar kuat pada fakta dan metodologi ilmiah. Sementara itu, hikayat, babad, mitologi dan legenda lebih banyak berbaur dengan unsur sastra, budaya, keyakinan dan imajinasi kolektif masyarakat.

Perbedaan mendasar ini terletak pada tingkat kebenaran faktual dan fungsi penyampaiannya di masyarakat. Sejarah dan kronik mendokumentasikan kebenaran peristiwa secara objektif demi ilmu pengetahuan. Di sisi lain, hikayat hingga mitologi berfungsi sebagai sarana legitimasi kekuasaan, penyebar nilai moral, hiburan tradisional dan penjelasan asal-usul teologis suatu bangsa.

Memahami persamaan dan perbedaan seluruh istilah ini sangat penting bagi kita. Hal ini membantu kita memilah mana peristiwa yang benar-benar terjadi dan mana cerita rakyat yang bersifat simbolis. Dengan menghargai keduanya, kita dapat memperluas wawasan ilmu pengetahuan sekaligus menjaga kekayaan warisan budaya dan tradisi tutur leluhur kita. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sejarah 06 Okt 2026, 17:16

Sejarah Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Jejak naturalisasi Timnas Indonesia bukan fenomena baru. Perjalanan dari Van der Vin pada era 1950-an hingga gelombang diaspora saat ini.

Pemain Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand dalam Asean Cup 2026. (Sumber: Vidio)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 17:03

Bandung, Banjir, dan Rutinitas Tahunan yang Tak Pernah Ada Solusi

Banjir di Bandung kerap kali menjadi event tahunan yang tidak pernah menemukan solusi yang pasti.

Banjir Tahunan di Kab. Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 16:29

Pesona Garut: 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Lanskap alam Kabupaten Garut menyajikan kekayaan vegetasi dan topografi yang memikat.

Situ Cangkuang, Leles, Garut. (Sumber: Wikimedia Commons/Lisensi CC | Foto: Mssetiadi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 15:33

Cagar Budaya dan Ragam Gaya Bangunannya di Kota Bandung

Jelajahi pesona sejarah Kota Bandung melalui jejak Cagar Budaya. Temukan kisah unik di balik arsitektur ikonis Art Deco, situs kolonial dan warisan legendaris yang tetap lestari hingga kini.

Gedung Sate, Bandung, 2024 (Sumber: Wikipedia | Foto: Rahmat Denas)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 13:08

RT/RW di Bandung Tidak Perlu Jadi Densus 88 Kecil-kecilan

Teror adalah peristiwa langka. Pergantian penghuni kontrakan adalah peristiwa sehari-hari.

Tim Densus 88. (Sumber: ayobandung.com | Foto: suara.com via ayobandung.com)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 10:49

Membincangkan Hujan di Musim Kemarau

Membicarakan hujan dalam kacamata kesadaran lingkungan dan seni.

Ilustrasi musim hujan. (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 06:30

PHBS Sebagai Modalitas Kesehatan Warga Kota Bandung

Tahun 2026 ini, influenza tipe A ini menjadi gambaran yang sama, meski oleh pemerintah tidak lagi di-covidkan. Namun kekhawatiran masyarakat tetap trauma dan ketakutan berlebihan.

Ilustrasi penderita influenza.
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 20:09

Ruang Terbuka Hijau di 30 Kecamatan di Kota Bandung

Artikel ini mengulas kondisi Ruang Terbuka Hijau di 30 kecamatan Kota Bandung. Temukan sebaran, fasilitas publik, keasrian lingkungan dan upaya pelestarian taman kota demi Bandung yang lebih asri.

Aktivitas warga di taman Alun-Alun Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)