Kemacetan parah di jantung Kota Bandung, mulai dari Alun-Alun hingga kawasan Jalan Asia Afrika, kini sudah menjadi pemandangan yang sangat menjemukan bagi semua pengguna jalan. Kondisi lalu lintas yang terus berulang setiap hari ini jelas mengakibatkan kerugian waktu serta menguras habis energi signifikan bagi para komuter yang beraktivitas. Bandung.
Penataan arus lalu lintas yang dilakukan pemerintah kota terasa berjalan sangat lambat dan belum menunjukkan progres yang berarti dalam mengurai simpul kemacetan kronis. Farhan selaku wali kota bandung saat ini, belum menunjukan inovasi yang mampu mengatasi kecamaten yang terjadi di Kota Bandung.
Rahmat, berpendapat bahwa rekayasa jalan yang diterapkan selama ini terasa sangat tidak efektif menyelesaikan masalah.
"Kami melihat pihak terkait belum mampu mengatasi volume kendaraan yang terus meningkat drastis setiap bulannya," ujarnya rahmat selaku pengendara dengan kesan kecewa, Selasa (20/12/2025).
Peningkatan jumlah kendaraan pribadi yang sangat cepat tidak diimbangi dengan perbaikan infrastruktur jalan yang memadai. Kurangnya integrasi transportasi publik yang nyaman dan terjangkau juga mendorong masyarakat menggunakan kendaraan pribadi.
Rahmat menambahkan perlunya keberanian pemerintah untuk menerapkan kebijakan yang kurang populer namun dampaknya besar mengurangi kepadatan.
"Pemerintah kota perlu segera mengkaji ulang penerapan sistem ganjil genap atau bahkan pembatasan kendaraan berat di jam sibuk," tegasnya penuh harapan.
Perlu adanya penambahan petugas lapangan yang siaga di titik-titik krusial pada waktu-waktu puncak kepadatan lalu lintas. Pengaturan waktu lampu lalu lintas harus disesuaikan secara dinamis berdasarkan pantauan kamera CCTV real-time di setiap persimpangan.
Baca Juga: Tamasya Pangalengan Zaman Baheula, Pesona Lanskap Hijau di Ujung Bandung Selatan
Mengenai solusi jangka panjang, Rahmat menekankan perlunya pembangunan area parkir terpadu yang terletak jauh dari pusat kota.
"Fasilitas 'Park and Ride' harus segera dibangun di gerbang masuk kota agar warga beralih menggunakan moda transportasi massal," pungkasnya memberikan masukan.
Wali kota Kota Bandung Fahan harus segera bertindak cepat dan tegas dengan mengutamakan kebutuhan mobilitas warga di tengah tantangan pembangunan kota yang kian padat. Seluruh pihak terkait didorong untuk berkolaborasi penuh guna menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan untuk Bandung di masa depan. (*)