Angin terasa sangat sejuk karena rintik hujan turun sejenak, suasana semakin panas tapi tidak terlihat sama sekali wajah-wajah kelelahan di sana, sebuah bukti betapa menular denyut semangat pergerakannya dimana sebuah kejujuran terus lahir untuk menyampaikan pesan yang tersirat memiliki banyak makna. Sebuah catatan peristiwa menemukan banyak saudara menyatu dalam kebisingan bersama. 20 Mei 2026 di Padepokan Kirik Nguyuh empat single D’Renced telah resmi di realese, sebuah nama yang lahir 19/12/25 di Kuningan ini menyatakan:
“Kita hidup di dunia yang seringkali memoles kebohongan jadi sesuatu yang wajar. Di mana kejujuran diperlukan seperti barang langka, norma dijadikan tirai. Bahkan untuk melindungi, tapi untuk membatasi. Untuk membungkam suara yang terlalu nyata bagi kenyamanan yang palsu. Itulah kenapa D’Renced berdiri.
Ini bukan tentang menjadi benar, ini tentang membuka kemungkinan bahwa selama ini kita terlalu lama diam. Dan mungkin kamu juga merasakannya. Ada sesuatu yang mengganjal setiap kali kebenaran dipelintir. Ada amarah kecil yang selalu di tahan setiap kali suara dibungkam dan mulai berkata, “Ada yang gak beres” kalau kamu pernah merasakan itu, berarti kita tidak berbeda. D’Renced bukan milik kami saja. Ia adalah titik temu bagi mereka yang lelah pura-pura tututp mata, dan mulai memilih untuk benar-benar melihat realitas sebenarnya.
INI BUKAN BAND! INI D’RENCED
Empat lagu yang telah di garap bukan untuk menyenangkan industri, bukan juga untuk menunaikan titah algoritma. Mereka tidak menjanjikan apapun, meraka hanya memastikan suara-suara ini tak pernah mati. Hal ini bukan hanya kata, tapi juga tertuang dalam lirik lagu-lagu D'Renced.
Mars Renced
Lagu ini sebagai nada pembuka, pembakar semangat berbuat dan berkarya, karena perkataan harus sesuai dengan tingkah laku, sebelum mengoreksi sistem yang ada di luar, kita harus memperbaiki terlebih dahulu pondasi atau sistem yang ada pada diri kita sendiri, dan hal itu juga yang menjadi esensi lagu ini dengan lirik penutup "bahwa perubahan adalah kita sendiri". Lagu Mars Renced menjadi semangat yang terus bergema di telinga, makna tersirat memang harus sesuai dengan sebuah analisis kata itu sendiri.
Kita tahu bahwa sejatinya sebuah mimpi jika ingin menjadi besar, harus memiliki keberanian dan terus melangkah untuk mampu berbicara mengenai fakta bukan citra. Hal ini juga akan selaras, jika lagu Mars Renced ini menjadi renungan bukan hanya bagi pendengar tapi bagi personil DRenced itu sendiri.
Ala Primata
Penggalan lagu “Ala Primata” menjadi penggelan lagu yang maha keren dengan analitik peristiwa sekarang yang mencla-mencle, sebuah lirik yang terdengar jernih ini bisa membuat telinga penguasa mulai berisik.
Lagu ini menceritakan tentang kumpulan manusia yang sedang berpolitik, melakukan cara apapun demi ambisi golongannya, dan apabila kita tarik mundur, itu menjadi bukti bahwa homo sapiens berhasil bertahan dibanding spesies primata lainnya karena menggunakan cara bertahan hidup berdampingan dan komunal, tapi ketika cara hidup itu dilakukan di zaman kini, apalagi digunakan dalam berpolitik yang kotor, lagu ini menjadi singgungan yang tajam, bukti betapa mundurnya isi kepala mereka.
Misi tanpa ada isi menjadi hal tabu bagi raja (rakyat), kita bisa rasakan dampaknya sebagai manusia "apakah politik sekarang sudah memanusiakan?" Jawabannya ada pada diri kita sendiri.
Mandor Tua
Kita bisa menggaris bawahi bahwa kata "Mandor" adalah orang yang memiliki tugas untuk mengawasi suatu pekerjaan dan bukan bersifat otoriter. Kata "Tua" menggambarkan tingkat pengalaman yang tinggi, tapi juga pelupa, lupa bahwa kebijakan seharusnya menghidupi bukan membunuh. Dalam hal ini, mandor tua bisa menjadi siapapun dalam konteks apapun. Konteks dari apa yang kita baca, kita bisa ekspresikan atau kritik dengan sebuah bahasa yang kritis dan alami.
BABIBU
Sebuah respon yang alami. ketika generasi muda dijadikan sebuah indikator keberhasilan sebuah program yang bernama Makan Bergizi Gratis (MBG), seolah kecerdasan generasi muda kita tergantung dari apa yang dikonsumsinya, lagu ini semakin berisik ketika anggaran pembelanjaan alat pendukung lebih dominan ketimbang MBG itu sendiri, hingga keracunan terjadi dan para penyelenggara program rakus anggaran ini malah cuci tangan di mimbar bukan evaluasi.

"Dengan menyebut nama Tuhan yang maha keren, Padepokan Kirik Nguyuh sudah menjadi ruang yang luar biasa bagi semuanya, dan malam ini adalah moment yang sangat penting untuk perjalanan D'RENCED, kami merelease beberapa single terbaru, moment ini diselenggarakan bukan tanpa alasan, melainkan sebagai cara kami merawat dan merayakan Hari Kebangkitan Nasional, kami merelease empat single terbaru yang dicipatakan untuk menjadi kebisingan yang menampar batas-batas kesadaran yang selama ini kami rasa sudah tidur berkepanjangan". Tegas Moga Yudha Prawira dalam Wawancara sebagai Gitaris D'Renced.
D'Renced release party yang diselenggarakan di Padepokan Kirik Nguyuh turut dihadiri oleh Bapak Rachmat Kartono sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, dimeriahkan juga oleh Boby sebagai Musisi Senior asal Bandung, Monel & Friend asal Sumedang, Duo Saddana (Yura dan Gilang Pramana) asal Bandung yang membawakan musik reflektif dan tenang, dimeriahkan juga oleh penampilan Band yang memiliki DNA serupa yaitu Band Peluru Kata, Band asal Bandung ini aktif berkarya dalam merespon dinamika dan isu sosial membuatnya berada di jalur pergerakan yang sama, dan band pembuka acara ini ada Afterclass dan RK Band yang menjadi perwakilan dari Gen Z yang memilih berada di jalur pergerakan kolektif.
Serangkaian acara demi acara terlaksana dengan baik dan kondusif. Peristiwa ini menjadikan Padepokan Kirik Nguyuh bukan hanya menjadi ruang pereleasan single D'Renced, tapi juga menjadi titik temu luapan spirit dari generasi Boomers hingga Gen Z untuk bersama-sama melantunkan napas pergerakan tanpa henti, tidak terprofokasi. (*)