Peran Metode REBA dalam Menciptakan Lingkungan Kerja yang Ergonomis

6 menit baca
Aurellia Cayaning L
Ditulis oleh Aurellia Cayaning L diterbitkan
Ilustrasi lingkungan kerja. (Sumber: Pexels | Foto: Mandiri Abadi)
Ilustrasi lingkungan kerja. (Sumber: Pexels | Foto: Mandiri Abadi)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Ergonomi berperan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, sehat, dan produktif, terutama untuk mencegah gangguan muskuloskeletal akibat postur kerja yang tidak tepat.

  • Metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) membantu mengidentifikasi dan menilai risiko postur kerja melalui pemeriksaan posisi tubuh, beban, gaya, serta kualitas gerakan pekerja.

  • Hasil REBA dapat menjadi dasar prioritas perbaikan di industri, seperti perubahan metode kerja dan penggunaan alat bantu, sehingga risiko cedera dapat ditekan sekaligus meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pekerja.

Ergonomi merupakan salah satu bidang ilmu dalam Teknik Industri yang berfokus pada penyesuaian pekerjaan, alat, dan lingkungan kerja dengan kemampuan serta keterbatasan manusia. Penerapan ergonomi bertujuan untuk menciptakan kondisi kerja yang aman, nyaman, dan efisien sehingga dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kesehatan pekerja. Ergonomi menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dalam berbagai sektor industri, terutama pada pekerjaan yang melibatkan aktivitas fisik secara berulang.

Namun, masih banyak pekerja yang melakukan aktivitas dengan postur kerja yang kurang ergonomis, seperti membungkuk, memutar badan secara berlebihan, mengangkat beban dengan posisi yang kurang tepat, atau bekerja dalam posisi yang sama dalam waktu yang lama. Kondisi tersebut umumnya terjadi karena kurangnya perhatian terhadap desain stasiun kerja, metode kerja yang kurang sesuai, maupun keterbatasan fasilitas kerja. Jika dibiarkan terus-menerus, postur kerja yang tidak ergonomis dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada sistem otot dan rangka atau Musculoskeletal Disorders (MSDs), yang berdampak pada penurunan kenyamanan, kesehatan, dan produktivitas pekerja.

Untuk mengurangi risiko tersebut, digunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA), Metode ini merupakan penilaian ergonomi yang mengevaluasi postur seluruh tubuh berdasarkan tingkat risikonya terhadap gangguan muskuloskeletal. Dengan menggunakan metode REBA, perusahaan dapat mengetahui aktivitas kerja yang berisiko tinggi dan menentukan langkah perbaikan yang tepat untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih ergonomis, aman, dan produktif.

Definisi Ergonomi

Dalam bahasa Yunani kuno ergo yang berarti kerja, nomos yang berarti hukum merupakan dua suku kata yang membentuk kata ergonomi. Menurut Widjaja Hinijati pada tahun 2025, penulis buku ergonomi, ergonomi merupakan ilmu yang menggunakan data tentang keterbatasan manusia untuk membangun sistem kerja secara metodis sehingga orang dapat bekerja secara efektif. Selain itu, ergonomi juga mengkaji perilaku manusia di tempat kerja. Fokus utama ergonomi adalah menciptakan kesesuaian antara manusia dengan sistem kerja. Oleh karena itu, ergonomi tidak menuntut manusia untuk menyesuaikan diri dengan mesin, alat, atau lingkungan kerja, tetapi justru sistem kerja yang harus dirancang berdasarkan karakteristik, kemampuan, dan keterbatasan manusia. Penerapan prinsip tersebut dapat menghasilkan lingkungan kerja yang lebih aman, nyaman, sehat, serta meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan produktivitas kerja.

Berdasarkan aspek fisik dan mental, ergonomi bertujuan untuk mengurangi beban kerja yang berlebihan sehingga dapat menurunkan tekanan mental, kelelahan, serta mencegah cedera akibat kerja. Ergonomi juga akan berperan dalam menciptakan keseimbangan antara manusia, teknologi, dan ekonomi dalam sistem kerja. Apabila suatu sistem dapat berjalan dengan seimbang, maka kesejahteraan pekerja akan terjamin dan akan tercipta lingkungan kerja yang aman dan juga nyaman.

Metode REBA

Ilustrasi sedang bekerja. (Sumber: Pexels | Foto: Tim Gouw)
Ilustrasi sedang bekerja. (Sumber: Pexels | Foto: Tim Gouw)

Hingga saat ini masih ditemukan masalah pada pekerja, sehingga masih tergolong jauh untuk mencapai tujuan dari ergonomi itu sendiri. Para pekerja sering menyepelekan bagaimana postur tubuh yang baik dan ergonomis pada saat bekerja. Bila postur tubuh yang kurang baik dipertahankan dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan kelelahan bahkan hingga cedera jaringan otot.  Masalah yang sering kita jumpai adalah Musculoskeletal Disorders (MSDs), yang merupakan gangguan pada otot, sistem saraf serta tendon akibat aktivitas kerja yang tidak ergonomis. Untuk menjaga postur tubuh tetap sesuai, diperlukan peninjauan lebih lanjut dengan metode khusus seperti Rapid Entire Body Assessment (REBA). 

REBA digunakan untuk mengevaluasi seluruh tubuh pekerja untuk mengurangi risiko MSDs. Metode ini menganalisis posisi kerja atau postur yang berfokus pada leher, punggung, lengan, pergelangan tangan dan kaki seorang operator atau pekerja. REBA menganalisis seluruh tubuh pekerja untuk mengurangi risiko musculoskeletal melalui beberapa tahap. Analisis REBA dimulai dengan mengamati postur tubuh dan menentukan sudut-sudut tubuh, selanjutnya penilaian terhadap beban yang diangkat, baru setelahnya menghitung skor akhir. 

Penerapan REBA di industri

Metode ini banyak sekali diterapkan pada berbagai aktivitas industri, contohnya dapat ditemukan pada aktivitas roasting, mixing, grinding, packing, serta pekerjaan pemindahan material di gudang, aktivitas perakitan di industri manufaktur, hingga pekerjaan yang dilakukan secara manual pada industri kecil. Seperti Tiogana dan Hartono pada tahun 2020, menggunakan REBA untuk menganalisis beberapa stasiun kerja di sebuah pabrik kopi. Berdasarkan hasilnya ditunjukkan bahwa stasiun packing 4 memiliki skor 9, yang termasuk dalam tingkat risiko tinggi dan memerlukan tindakan perbaikan. Berdasarkan hasil tersebut terdapat beberapa usulan perbaikan yang dapat dilakukan seperti perubahan metode kerja serta penggunaan troli yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pekerja. 

Penerapannya dapat dilakukan dengan cara mengamati postur pekerja ketika melakukan aktivitas, kemudian menentukan postur yang paling berisiko untuk dianalisis. Secara umum, penilaiannya dilakukan dengan mengamati kelompok A yakni posisi leher, batang tubuh, dan kaki, serta kelompok B yakni lengan atas, lengan bawah, dan pergelangan tangan. Selain itu, dilakukan pertimbangan  terhadap faktor lain seperti beban dan gaya yang digunakan serta kualitas gerakan atau aktivitas pekerja. Nilai pada masing-masing bagian dikombinasikan hingga menghasilkan skor akhir REBA. 

Hasil penilaian REBA kemudian dinilai berdasarkan tingkat risikonya. Skor 1  menunjukkan risiko dapat diabaikan, sedangkan skor 2-3 menunjukkan risiko rendah tetapi mungkin memerlukan perubahan. Skor 4-7 menunjukkan risiko sedang sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut dan perbaikan, skor 8-10 menunjukkan risiko tinggi yang memerlukan tindakan perbaikan segera, sedangkan skor 11-15 menunjukkan risiko sangat tinggi sehingga diperlukan tindakan perbaikan segera. Klasifikasi tersebut dapat mempermudah perusahaan dalam menentukan prioritas perbaikan berdasarkan tingkat risiko bukan hanya berdasarkan perkiraan. Contohnya pada aktivitas pengambilan roda depan di industri otomotif, didapati skor awal mencapai 10, kemudian diusulkan penggunaan alat bantu berupa hook yang digantung pada spring balancer dan dapat bergerak sepanjang rel. Setelah diterapkan perbaikan tersebut, skor REBA dilaporkan turun menjadi 3, sehingga tingkat risikonya menjadi rendah.

Manfaat penerapan REBA

Melalui proses ini perusahaan dapat memperoleh gambaran bahwa suatu pekerjaan “terlihat tidak ergonomis” serta nilai yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat risiko dan prioritas tindakan perbaikan. Hal ini menunjukkan bahwa metode REBA dapat digunakan sebagai metode awal yang praktis sebelum perusahaan menentukan perubahan fasilitas, alat bantu, maupun metode kerja yang lebih ergonomis.

Penerapan metode ini dapat membantu perusahaan mengurangi risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) dengan identifikasi postur kerja yang berpotensi memberikan beban berlebih pada sistem rangka. Apabila postur yang kurang tepat dilakukan secara berulang dalam jangka waktu yang lama tentunya akan memunculkan keluhan muskuloskeletal. Selain mengurangi risiko MSDs, penerapan REBA juga dapat meningkatkan keselamatan kerja karena perusahaan memiliki dasar evaluasi pada aktivitas kerja. Untuk mengurangi risiko kelelahan atau cedera akibat pekerjaan, perusahaan dapat memprioritaskan evaluasi pada pekerjaan yang memiliki skor REBA yang cukup tinggi. Perbaikan ini tentunya akan memberikan kenyamanan lebih baik bagi pekerja karena aktivitas dilakukan sesuai dengan kemampuan tubuh. Penerapan REBA juga akan menciptakan kondisi kerja yang lebih nyaman, efektif, serta produktif sehingga mendukung peningkatan pada kinerja perusahaan. 

Ergonomi pada dasarnya memiliki peran penting dalam menciptakan sistem kerja yang aman, nyaman, sehat, dan produktif. Ketidaksesuaian antara kondisi tubuh pekerja dengan aktivitas serta lingkungan kerja dapat menimbulkan berbagai masalah, terutama pada postur kerja yang kurang tepat. Postur yang kurang tepat bila dilakukan secara terus menerus dapat meningkatkan risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs), kelelahan, hingga cedera. Perusahaan perlu mempertimbangkan penerapan prinsip ergonomi untuk mengurangi beban fisik pekerja agar mendukung produktivitas dalam pekerjaan. 

Rapid Entire Body Assessment (REBA) dapat menjadi salah satu metode yang membantu perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang ergonomis. Melalui hasil skor, REBA dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi aktivitas dengan risiko tinggi serta menentukan prioritas dalam perbaikan sistem kerja. Metode ini diharapkan tidak hanya mengurangi risiko MSDs, tetapi juga mendukung efektivitas, efisien, serta produktivitas suatu sistem. Perusahaan diharapkan tidak hanya berfokus pada hasil pekerjaan, tetapi juga memperhatikan kondisi keselamatan para pekerja agar tercipta suatu sistem yang lebih aman, nyaman, dan sesuai dengan kemampuan manusia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Aurellia Cayaning L
Saya merupakan mahasiswa teknik industri yang berkesempatan untuk belajar lebih dalam lagi mengenai bagaimana penulisan yang baik dan benar

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)