Ayo Netizen

Wujudkan Furnitur Fungsional yang Ergonomik untuk Mall di Bandung

Oleh: Sri Maryati
Kolase foto penulis disekitar furnitur fungsional Mall Sumaba (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)

Daya tarik mall sudah bergeser menuju mall yang ramah ekologi dan memiliki taman yang luas serta tersedianya furnitur fungsional yang ergonomik dengan jumlah yang cukup.

Masyarakat Kota Bandung membutuhkan pusat perbelanjaan yang ramah ekologi untuk mengatasi krisis lingkungan seperti volume sampah harian yang tinggi, keterbatasan ruang terbuka hijau, dan peningkatan suhu perkotaan, sekaligus mendukung komitmen kota menuju pembangunan berkelanjutan dan rendah karbon.

Ada kecenderungan Mall yang kini banyak dikunjungi oleh masyarakat karena memiliki furnitur fungsional dan taman yang luas. Dengan tata ruang yang mengedepankan kenyamanan lingkungan karena udaranya bersih karena banyak pohon.

kebutuhan furnitur fungsional Mal sebaiknya dibuat oleh pihak pengelola mall, bukan oleh masing-masing toko.

Desain meja kursi taman mall yang ideal sebaiknya menggabungkan estetika modern, dan memiliki ketahanan cuaca ekstrem (outdoor), serta kenyamanan bagi pengunjung yang ingin bersantai.

Area taman mall biasanya membutuhkan furnitur fungsional berdaya tahan tinggi karena frekuensi penggunaan yang padat.

Kategori Furnitur Fungsional di Taman Mall

Perlu memperhatikan beberapa aspek kategori desain meja kursi yang  populer dan cocok untuk area taman mall:

Pertama: desain piknik modern (Modern Picnic Set), Desain ini menyatukan meja dan bangku panjang dalam satu struktur yang kokoh. Model ini sangat efektif untuk menghemat ruang di taman mall dan memberikan kesan kasual yang ramah bagi keluarga atau kelompok pengunjung yang berjumlah banyak.

Penggunaan rangka besi anti karat hitam yang dipadukan dengan bilah kayu solid memberikan tampilan industrial minimalis yang bersih.

Kedua:  desain kurva dan modular terintegrasi (Curved & Fluid Benches). Desain ini sangat cocok untuk taman mall yang mengutamakan estetika arsitektur kontemporer. Kursi berbentuk meliuk atau modular yang sering kali menyatu langsung dengan pot tanaman (planter box) besar. Bentuk ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat duduk komunal yang fleksibel, tetapi juga berfungsi sebagai elemen dekoratif lanskap taman.

Ketiga:  set kursi kafe taman minimalis (Al-Fresco Dining Style)Jika taman mall ditujukan untuk area kuliner terbuka (open-air dining), set meja bundar atau persegi dengan kursi terpisah adalah pilihan terbaik. Desain ini menggunakan kombinasi material besi ringan, kayu jati luar ruangan, atau anyaman sintetis yang tahan air dan sinar matahari. Biasanya ditambahkan payung taman besar (umbrella shade) untuk melindungi pengunjung dari panas siang hari.

Keempat: desain material terrazzo dan beton (Solid Block Design). Untuk area publik mall yang membutuhkan ketahanan maksimal tanpa perawatan rumit, furnitur berbahan beton poles atau terrazzo sangat direkomendasikan. Desain blok monolitik ini memberikan kesan mewah, kokoh, dan futuristik.

Material ini tidak akan bergeser, sangat tahan terhadap segala cuaca, dan memberikan kesan sejuk saat diduduki.

Kiat Memilih Furnitur Fungsional  Mall

Sebaiknya material rangka menggunakan besi powder coating, aluminium, atau stainless steel grade luar ruangan agar tidak mudah berkarat. Untuk material dudukan sebaiknya menggunakan kayu komposit (WPC), kayu jati di finishing luar ruangan, atau semen terrazzo yang tidak menyerap panas matahari secara berlebihan.

Perlu diperhatikan sudut-sudut meja dan kursi tidak tajam (berbentuk tumpul/rounded) demi keselamatan pengunjung anak-anak.

Filosofi furnitur fungsional Mall searah dengan program mengurangi emisi karbon dan konsumsi listrik. Baik  melalui pemanfaatan panel surya atap (PLTS) serta penerapan standar bangunan gedung hijau. Penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sangat dibutuhkan oleh Bandung dan kota lain.

Salah satu contoh pusat perbelanjaan di Bandung yang saat ini sangat ramah ekologi dan memiliki taman yang asri, lestari, luas dan memiliki koleksi tanaman langka yang mendunia adalah Summarecon Bandung atau biasa disebut Sumaba.

Koleksi tanaman langka di Taman Sumringah milik Mall Summarecon Bandung ditandai dengan pohon ikonik bernama Pohon Baobab (Adansonia digitata), yang dikenal sebagai salah satu spesies pohon tertua dan terbesar di dunia asal Afrika.Pohon ikonik berbatang raksasa yang mampu menyimpan ribuan liter air.

Kawasan  Sumaba telah menjadi ruang terbuka hijau, Dirancang dengan konsep edukatif.  Pihak pengelola Sumaba menyertakan kode QR di setiap pohon agar pengunjung dapat memindai informasi mengenai jenis tanaman serta negara asalnya secara langsung.

Selain Pohon Baobab yang eksotis, area hijau dan lanskap di sekitar Taman Sumringah juga ditanami berbagai jenis pohon kayu keras berkarakter kuat untuk menjaga kelestarian ekosistem dan menciptakan suasana asri seperti Pohon Ulin, Kayu besi khas Indonesia yang lambat tumbuh dan memiliki ketahanan sangat tinggi.

Yang menarik disana juga ada Pohon Pulai. Yakni Pohon peneduh berbatang lurus yang populer untuk penghijauan kawasan urban. Pohon Beringin (Ficus maclellandii) merupakan varietas beringin hias dengan tajuk rimbun sebagai penyerap karbon yang baik.

Juga banyak pohon Trembesi dan Mahoni, merupakan jenis pohon peneduh berdaun lebat yang mengelilingi jalur pedestrian dan area danau buatan. Sungguh mengesankan. Terlebih saat musim kemarau pada saat ini dengan sengatan mentari yang lebih panas. (SRI)

Reporter Sri Maryati
Editor Aris Abdulsalam