Ayo Netizen

MJT: Program Pemerintah Jawa Barat yang Cukup Solutif untuk Mengurangi Kemacetan

Oleh: Dias Ashari
Metro Jabar Trans menjadi salah satu transportasi umum pilihan masyarakat (Sumber: Ayobandung.id)

Dengan segala huru-hara nya negeri ini di pimpin oleh mereka yang hanya memikirkan kepentingan kelompoknya. Ada satu harapan yang membuat sudut pandang saya sedikit berubah tentang instansi tersebut. Salah satu program yang saya suka sejak dulu adalah keberadaan MJT ( Metro Jabar Trans) di Kota Bandung.

Meski armadanya tidak sebanyak trasnportasi umum lainnya. Tapi kebermanfaatannya cukup terasa bagi penggunanya terkhusus saya sebagai pecinta transportasi umum. Bukan sekedar ongkosnya yang terjangkau untuk semua kalangan tapi kemudahan pembayarannya pun sudah didukung oleh teknologi. Saya juga sangat suka dengan fasilitas bus yang tertata rapih dengan jumlah kursi duduk yang tidak terlalu banyak ataupun terlalu sedikit.

Tak hanya itu di setiap jeda perjalanan , sesekali terdengar informasi edukatif pagi penumpang yang punya destinasi lain untuk dikunjungi atau informasi yang suatu saat bisa berguna jika ingin merencanakan perjalanan.

Bandung dengan kemacetannya seolah sudah mendarah daging. Kian hari rasanya jumlah kendaraan dua makin meningkat dan menyisakkan ruang sesaknya asap di tengah kemacetan. Sebuah fenomena yang tidak bisa dihentikan begitu saja karena harus menuntaskan dan membenahi dari akarnya yaitu kesadaran.

Menurut saya kehadiran Metro Jabar Trans memang tidak sepenuhnya langsung mengatasi kemacetan Kota Bandung. Namun sejauh saya mengamati sebagai pengguna transportasi umum-- MJT ini bisa meminimalisir kemacetan tidak semakin meluas. Coba kita bayangkan ketika 10 sampai 15 orang pengguna MJT beralih menggunakan kendaraan roda dua tentu jumlahnya akan menyumbang dan memadati jalanan. Saya rasa ketika makin banyak orang menyadari menggunakan MJT maka jumlah kendaraan pribadi akan berkurang dan jalanan perlahan bisa menjadi lenggang.

Namun tentu hal ini tidaklah mudah karena kondisi lapangan yang belum mendukung sepenuhnya. Misalnya saja ketika MJT beroperasi beberapa kawasan yang rawan macet di akhir pekan seperti dago juga akan menghambat efektivitas waktu pengguna transportasi ini. Beberapa kali juga saya pernah terjebak kemacetan ini. Jika sedang santai saya merasa nyaman saja berjam-jam terjebak macet. Namun bagi mereka yang memiliki kepentingan urgen tentu hal ini juga bisa menjadi kendala masalah transportasi selanjutnya.

Semoga kedepannya makin banyak masyarakat yang percaya untuk menggunakan Metro Jabar Trans sebagai mobilisasi kegiatan sehari-hari. Tak hanya itu semoga MJT juga terus bertransformasi melebarkan sayapnya untuk memenuhi semua trayek perjalanan hingga bisa menjangkau kawasan yang jarang dilewati kendaraan tapi banyak ditempuh atau dituju oleh masyarakat.

Menurut saya ini adalah salah satu program Pemerintah Jawa Barat yang berpotensi bisa menjadi solusi kemacetan di masa depan. Dengan catatan sosialisasi dan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat perlu terus ditingkatkan. Selain itu juga pemerintah perlu menertibkan atau membatasi jumlah kendaraan pribadi yang dimiliki satu keluarga. Jangan sampai anak-anak di bawah umur sudah diberikan akses mengemudi. Sehingga bisa menambah jumlah volume kendaraan di lalu lintas. (*)

Reporter Dias Ashari
Editor Aris Abdulsalam