Generasi Berempati Ekologis

4 menit baca
mufti wibowo
Ditulis oleh mufti wibowo diterbitkan
Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)

Mari kita bayangkan, gunungan sampah setinggi 17 meter di Zona 5 TPA Sarimukti yang kini diambang kolaps. Tempat pembuangan utama ini diprediksi penuh total pada November 2026—lebih cepat satu tahun dari rencana awal. Data lain menyebut produksi Sampah Bandung Raya 5.000 ton per hari. Sementara Kapasitas TPA Sarimukti (Zona 5) telah terisi 80% (560 ribu ton dari kapasitas maksimal 700 ribu ton). Data-data itu sungguh menakutkan, jauh lebih menakutkan dari hantu-hantu yang bertebaran di bioskop langganan kita.

Dari angka itu kita perlu membaca fakta di baliknya. Apa gerangan yang menyebabkan TPA Sarimukti penuh lebih cepat? Keterbatasan alat berat. Proses pemadatan sampah di Zona 5 mengalami kendala serius karena kurangnya alat berat di lokasi landfill. Hal itu diperparah dengan pelanggaran kuota daerah. Meski Pemprov Jabar sudah membatasi, kiriman sampah dari kota/kabupaten di Bandung Raya secara konsisten melebihi kuota harian karena minimnya pengelolaan di tingkat lokal. Kebijakan pembersihan sampah pasar tradisional yang menumpuk (seperti kasus overload ratusan ton di Pasar Baleendah) langsung dialihkan ke Sarimukti, memperparah beban tampung.

Sejak Oktober 2026, Pemprov Jabar mengerahkan 25.000 mahasiswa dari 98 perguruan tinggi untuk melakukan edukasi door-to-door di 52 kecamatan di Bandung Raya. Mereka bersamai warga dalam pemilahan sampah organik sejak dari dapur rumah tangga sehingga menjadi barang yang bernilai. Mahasiswa yang terjun selama 3 bulan ini mendapatkan insentif akademik berupa konversi hingga 10 SKS untuk menggantikan kuliah reguler. Tujuannya barang tentu Memotong 20% timbulan sampah harian (1.000 ton/hari) agar sampah organik tidak tercampur dan bisa langsung diolah ke fasilitas lokal (seperti budidaya maggot dan kompos RT).

Di Sisi lain, upaya dengan teknologi masa depan dan target jangka panjang juga sudah ditetapkan. Pemprov melibatkan ahli teknik lingkungan ITB untuk mengkaji metode pemadatan sampah yang aman dari risiko ledakan gas metana.

Gubernur Jabar berkolaborasi dengan Mabes TNI AD untuk menginstalasi teknologi pirolisis di akhir 2026. Targetnya, mulai 2027 teknologi ini bisa mengubah 1.000 ton sampah lama per hari menjadi bahan bakar solar. Rencana pengolahan sampah menjadi bahan bakar padat (RDF) di Gedung Bage masih terkendala kesiapan offtaker (pihak ketiga yang membeli hasil olahan).

Seluruh taktik darurat tersebut dilakukan demi memperpanjang napas TPA Sarimukti hingga Desember 2029, menjelang PLTSa (Waste-to-Energy) Legok Nangka beroperasi penuh pada 2030.

Tekankan bahwa krisis sampah tidak bisa lagi diselesaikan hanya dengan pola lama "kumpul-angkut-buang". Perubahan perilaku di tingkat rumah tangga adalah kunci mutlak sebelum bom waktu ekologis meledak di Bandung Raya.

Sebagai yang setiap hari berhadapan dengan remaja usia sekolah menengah, membikin data-data di atas membuat saya tertegun. Kita sering mengajari murid-murid tentang teori ekosistem, pemanasan global, atau daur ulang di pelajaran IPA dan IPS. Namun, ketika keluar dari pintu kelas, apa yang kita lihat di kantin sekolah? Plastik sekali pakai masih menumpuk, sisa makanan terbuang begitu saja, dan tempat sampah organik-anorganik sering kali hanya menjadi formalitas.

Krisis sampah Bandung Raya memberikan satu pelajaran krusial bahwa kita tidak bisa lagi menyerahkan urusan sampah sepenuhnya kepada truk kebersihan dan TPA. Kunci utamanya ada pada perubahan perilaku di tingkat rumah tangga. Di sinilah peran strategis kita sebagai pendidik diuji. Pertama, menghubungkan teori dengan realita kelas murid-murid sekolah menengah berada di usia kritis di mana mereka mulai membangun kesadaran sosial. Guru tidak boleh lagi mengajar bab lingkungan hidup seolah-olah itu masalah di Benua Antartika. Tunjukkan data TPA Sarimukti ini kepada mereka. Biarkan mereka sadar bahwa 5.000 ton sampah per hari itu sebagian berasal dari bungkus camilan dan sisa makanan yang mereka buang di sekolah.

Membangun budaya, bukan sekadar tugas sekolah. Sekolah menengah harus menjadi ground zero perubahan kebiasaan. Pemilahan sampah organik untuk kompos atau maggot harus menjadi bagian dari rutinitas harian sekolah, bukan sekadar proyek sekali selesai demi nilai kokurikuler, misalkan.

Mengajarkan kesadaran konsumsi. Teknologi seperti pirolisis atau PLTSa memang canggih, tetapi itu adalah obat untuk "gejala", bukan penyebab utama. Penyebab utamanya adalah gaya hidup kita yang serba instan dan konsumtif. Sebagai pendidik, tugas kita adalah menanamkan kesadaran untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya (reduce)--membawa botol minum sendiri, menghabiskan makanan, dan menolak plastik sekali pakai.

Hantu sampah Bandung Raya tidak akan hilang hanya dengan keajaiban teknologi atau kebijakan. Bom waktu ekologis ini hanya bisa dijinakkan jika ada kesadaran kolektif yang dimulai dari unit terkecil, rumah tangga dan sekolah.

Tugas guru, di hadapan persoalan ini, menemukan konteksnya, bukan hanya mencetak siswa yang pintar secara akademis, melainkan juga melahirkan generasi yang memiliki empati ekologis. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)