KABAR duka kembali datang dari keluarga besar sinetron “Preman Pensiun”. Setelah kematian Encuy (Nandi Juliawan) di Garut, Sabtu, 7 September 2025, kini kabar duka itu datang dari bos Kang Encuy dalam sinetron itu, Kang Muslihat alias Kang Mus. Kang Mus yang bernama asli Epy Kusnandar meninggal dunia pada Rabu, 3 Desember 2025.
Kabar kepergian sang aktor yang punya anak dua ini--Damar Rizal Marzuki dan Quentina Oepy Kusnandar--dikonfirmasi oleh sang istri, Karina Ranau, melalui unggahan Instagram yang langsung membuat publik terpukul.
"Innalillahi wainnalillahi rojiun telah berpulang ke Rahmatullah Epy Kusnandar bin Erning Sutarsa," tulis Karina dalam unggahannya.
Karina juga menjelaskan lokasi persemayaman Epy Kusnandar di Rumah Duka Harmony Residence 88, Jalan Pasir Jagakarsa, Jakarta Selatan. Jika tidak ada perubahan, jenazah Epy akan dimakamkan besok. Dimakamkan di TPU Jeruk Purut. 4 Desember 2025. 08.00 WIB.
Sebelumnya, tercatat 6 aktor sinetron yang banyak digemari masyarakat itu telah lebih dulu dipanggil Yang Mahakuasa:
1. Kang Maman Suherman---meninggal 28 Oktober 2014, di usia 43 tahun;
2. Kang Bahar (Didi Petet)--meninggal 15 Mei 2015 di usia 58 tahun;
3. Mang Idin (Andi Agus)--paman Willy dalam sinetron “Preman Pensiun 5”, wafat 15 Desember 2020;
4. Kang Pipit (Ica Naga)—meninggal 29 Januari 2021;
5. Kang Gobang (Muhammad Jamasari) -- berpulang ke rahmatullah pada 7 Februari 2025 di usia 56 tahun; dan terakhir
6. Encuy (Nandi Juliawan)-- berpulang pada Sabtu, 7 September 2025.
Epy Kusnandar aktor pituin Garut asli. Aktor watak itu lahir di kota dodol, Garut, Jawa Barat, pada 1 Mei 1964. Perjalanan kariernya dihabiskan lebih dari 25 tahun di industri hiburan. Ia mulai terjun ke dunia akting sejak 1996 lewat sinetron “1 Kakak 7 Ponakan”.
Menjalani getir dan pahitnya dunia akting dan hiburan selama seperempat abad, pelan-pelan kariernya makin bersinar, hingga ia dikenal publik lewat sederet film, FTV, dan tentu saja perannya yang sangat ikonik sebagai Kang Mus dalam “Preman Pensiun” bersama almarhum asal Garut lainnya, almarhum Kang Didi Petet.
Di Garut, Epy muda sudah aktif di panggung teater sejak SMA. Kemudian, melanjutkan studi ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ), yang menjadikannya aktor yang punya fondasi kuat dari sisi teknik dalam perjalanan karier aktingnya.
Baca Juga: Cireundeu: Menyelami Filosofi Keyakinan, Tradisi Identik, dan Toleransi dalam sebuah Kampung Adat
Di layar kaca dan layar lebar, Epy tampil dalam banyak judul, mulai dari film, film pendek, hingga serial televisi. Beberapa di antaranya bahkan melekat kuat di ingatan penonton, membuatnya dikenal sebagai aktor dengan karakter yang kuat dan autentik.
Dedikasinya di dunia akting akhirnya berbuah penghargaan. Pada Festival Film Indonesia 2012, Epy memenangi kategori Pemeran Pendukung Pria FTV Terbaik.
Selamat jalan, Kang Mus. Dari Garut untuk Indonesia. (*)