Smart Mob, Discord, dan Network Society

3 menit baca
Prof. Dr. Moch Fakhruroji
Ditulis oleh Prof. Dr. Moch Fakhruroji diterbitkan
Generasi muda di Nepal melangsungkan pemilihan pemimpin baru dengan cara baru mereka, yakni melalui platform Discord. (Sumber: Unsplash/appshunter.io)
Generasi muda di Nepal melangsungkan pemilihan pemimpin baru dengan cara baru mereka, yakni melalui platform Discord. (Sumber: Unsplash/appshunter.io)

Salah satu berita yang akan mengebohkan dalam beberapa pekan, bulan atau bahkan akan dikenang sepanjang masa adalah dilantiknya Sushila Karki sebagai Perdana Menteri sementara Nepal menyusul konflik berdarah selama beberapa hari yang merenggut beberapa korban jiwa.

Pengangkatan Karki sebagai Perdana Menteri ini dilakukan menyusul kekosongan pemerintahan selepas Sharma Oli untuk mengundurkan diri.

Perempuan berusia 73 tahun ini memang bukan perempuan sembarangan. Ia adalah mantan Ketua Mahkamah Agung di Negeri Himalaya ini. Ia tidak hanya dikenal sebagai politisi yang tidak kompromistis terhadap tindak korupsi, tetapi juga dosen, penulis, dan aktivis kebudayaan.

Namun yang membuatnya akan dikenang sepanjang masa adalah bahwa pemilihan Perdana Menteri ini dilakukan secara instant melalui aplikasi Discord, sebuah aplikasi instant messaging dan platform VoIP social yang memfasilitasi panggilan suara, panggilan video, teks, dan media-media lainnya yang dapat diatur sebagai komunikasi private atau dapat pula dalam bentuk komunitas secara virtual.

Fakta ini menjadikan Nepal telah mencetak sejarah sebagai negara pertama yang memperlihatkan “digital politics” sepenuhnya. Terlebih, demonstrasi yang berujung kerusuhan yang melatari peristiwa ini juga diinisiasi oleh Gen-Z dan memang dimobilisasi secara digital secara mandiri.

Meskipun sejak lama kaum muda sering menjadi penggerak perubahan sosial-politik dan kebudayaan, namun Gen-Z di Nepal memperlihatkan bagaimana kekuatan platform digital dalam memobilisasi gerakan sosial dan politik.

Bukan Kali Pertama

Generasi muda di Nepal melangsungkan pemilihan pemimpin baru dengan cara baru mereka, yakni melalui platform Discord. (Sumber: Unsplash/Alexander Shatov)
Generasi muda di Nepal melangsungkan pemilihan pemimpin baru dengan cara baru mereka, yakni melalui platform Discord. (Sumber: Unsplash/Alexander Shatov)

Nepal memang bukan yang pertama. Salah satunya, jauh sebelum era media sosial dan platform digital, gerakan serupa juga muncul di Filipina pada tahun 2001 dimana saat itu demonstran tumpah-ruah ke jalan karena seruan melalui SMS Broadcast untuk melawan Joseph Estrada yang korup.

Peristiwa ini kemudian melahirkan sebuah konsep yang dikembangkan oleh Howard Rheingold (2002) dalam Smart Mobs: The Next Social Revolution. Menurutnya, smart mob terdiri dari orang-orang yang bertindak secara bersamaan meski tidak mengenal satu sama lain, namun sama-sama memiliki perangkat komunikasi.

Dalam kasus Nepal, motif penggulingan kekuasaan tidak hanya disebabkan oleh tindakan korup para penguasa, tetapi juga dimotivasi oleh perasaan jengah atas perilaku anak-anak dan keluarga para pejabat yang seringkali flexing. Bahkan mereka menyebut anak-anak pejabat ini sebagai “nepo-kids” yang memperbesar jurang kesenjangan sosial.

Suara-suara sumbang dari rakyat yang diekspesikan di berbagai platform digital ini justru mendorong para penguasa Nepal untuk berencana membatasi sejumlah platform digital yang cukup popular.

Hal ini justru malah menambah kemarahan rakyat yang banyak diistilahkan sebagai digital frustration atau frustrasi digital. Bagi banyak pengamat, faktor inilah yang justru kemudian menciptakan kesamaan kehendak untuk menggulingkan pemerintahan yang korup.

Kekuatan Gen-Z dan Network Society

Smart mob yang digerakkan oleh platform digital ini ternyata hanya langkah awal dari babak baru kehidupan politik di Nepal. Setelah kekuasaan dapat digulingkan, kalangan Gen-Z masih ingin membuktikan bahwa gerakan mereka memang berbeda. Ya, mereka kemudian mengusulkan pemilihan pemimpin baru dengan cara mereka, yakni melalui platform Discord.

Dalam transisi kekuasaan semacam ini, “pemilu digital” menjadi pilihan yang paling masuk akal, karena dapat diselenggarakan dengan cepat, efektif, bahkan tanpa biaya. Benar saja, hanya dalam hitungan beberapa jam, sosok Sushila Karki terpilih dan tidak lama kemudian segera dilantik sebagai Perdana Menteri sementara.

Kasus Nepal memperlihatkan bahwa tidak semua Gen-Z itu “strawberry generation” yang dinilai rapuh dan lemah. Justru sebaliknya, mereka telah membuktikan bahwa kekuatan mereka begitu solid, efektif, efisien, tidak terbayangkan sebelumnya, bahkan oleh para analis politik kawakan.

Secara teoretis, smart mob di Nepal merupakan manifestasi dari “network society” yang mengarah pada sebuah masyarakat yang digerakkan oleh jejaring.

Manuel Castells (2009), pencetus teori ini, menguraikan bahwa dalam network society, kekuatan menjadi lebih terdistribusi dan tidak lagi bersifat hierarkis, hal ini salah satunya ditopang oleh eksistensi platform digital yang bersifat lebih interaktif dan pastisipatoris. Karakteristik inilah yang memungkinkan munculnya smart mob.

Dalam perspektif Rheingold, smart mob merupakan bentuk gerakan atau ekspresi politik gererasi baru. Gerakan sosial-politik di Nepal dan bahkan negara-negara lain yang muncul dengan pola ini, tidak terkecuali di Indonesia—dalam pandangan Rheingold adalah sebuah keniscayaan.

Smart mob bukan hanya disebabkan oleh perilaku menyimpang para penguasa, tetapi mungkin lebih sebabkan oleh gaya komunikasi politik digital Gen-Z dan generasi-generasi berikutnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)