Bergadang dan Tugas, Dilema Wajar di Kalangan Mahasiswa?

4 menit baca
Muhamad Alan Azizal
Ditulis oleh Muhamad Alan Azizal diterbitkan
Ilustrasi mengerjakan tugas di waktu malam hari (Sumber: Pribadi | Foto: Muhamad Alan Azizal)
Ilustrasi mengerjakan tugas di waktu malam hari (Sumber: Pribadi | Foto: Muhamad Alan Azizal)

Bagi sebagian besar mahasiswa, malam menjadi waktu paling nyaman untuk mengerjakan tugas perkuliahan ditemani dengan lampu meja yang menyala, suara ketikan laptop yang berpadu dengan dengung suara kipas angin yang meniupkan aroma kopi memenuhi seluruh ruangan.

Di tengah keheningan tersebut, mahasiswa memanfaatkan malam untuk mengerjakan tugas, mencari inspirasi atau sekedar menikmati ketenangan yang sulit didapatkan saat siang hari. Tak terkecuali Muhamad Sidqi (21), seorang mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam yang memilih malam sebagai waktu yang tepat untuk mengerjakan tugas perkuliahannya.

“Kalau malam sih enak ya, suasananya juga tenang, gak banyak orang juga jadi bisa lebih fokus buat nugasnya, tinggal ditemenin sama segelas kopi aja juga udah kuat bergadang” ujar Sidqi.

Ia juga menambahkan bahwa jika mengerjakan tugas pada malam hari, ia seringkali lupa waktu bahkan sampai lupa tidur. Hal ini tentunya juga akan berdampak pada kelas perkuliahannya di pagi esok.

“Ya, seringkali lupa gitu sama waktu, tiba tiba jam dua belas aja. Kadang juga sampe gak tidur. Kalo besoknya libur atau gak ada jam pagi sih enak ya, cuma kalo ada gitu jadinya suka telat” sambung Sidqi.

Fenomena bergadang dikalangan mahasiswa bukanlah hal baru, tapi kini dianggap semakin dianggap wajar. Media sosial bahkan ikut menormalisasikan dengan unggahan-unggahan yang bertagar #Nightowlsclub atau #Latenightstudyvibes yang menggambarkan produktivitas di bawah cahaya layar laptop.

Bergadang seolah olah menjadi lambang dedikasi akademik yang menandakan keseriusan mahasiswa dalam menghadapi tugas-tugas yang terus menghampiri. Namun dibalik romantisasi malam yang nyaman itu, terdapat resiko yang jauh lebih besar dari sekedar lingkar hitam dibawah mata.

Ilustrasi tidur. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)
Ilustrasi tidur. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)

Sejumlah penelitian menunjukan dampak nyata dari kebiasaan bergadang terhadap kesehatan dan kemampuan akademik. Studi Giri et al (2023) yang dilakukan kepada 640 mahasiswa menemukan bahwa kualitas tidur yang buruk memiliki hubungan dengan penurunan prestasi akademik.

Sebanyak 61,3% responden mengaku kemampuan mereka akan lebih meningkat jika mendapat waktu tidur yang cukup. Hasil serupa dikemukakan oleh Curcio et al dalam Sleep Medicine Reviews yang menguatkan bahwa kekurangan waktu tidur yang cukup akan berdampak pada kemampuan memori dan pemrosesan kognitif mahasiswa.

Di Indonesia sendiri, studi yang diterbitkan oleh Journal of Education Research and Evalution mengemukakan bahwa kurang tidur membuat mahasiswa lebih mudah stres, sulit fokus serta mengalami gangguan emosional yang menghambat proses belajar.

Tekanan akademik menjadi faktor utama dalam kebiasaan bergadang mahasiswa. Mahasiswa sering merasa bahwa siang hari terlalu sibuk dengan kelas, rapat organisasi atau aktivitas sosial lainnya sehingga malam menjadi satu-satunya waktu untuk fokus.

“Karena kan kalo siang tuh jadwalnya kuliah, jadi kalo ngerjainnya siang suka bentrok sama jadwal kuliah atau bahkan kelupaan karena terlalu fokus nugasnya” ujar Sidqi.

Selain itu kemudahan akses teknologi juga semakin memperburuk situasi. Penggunaan alat komunikasi sampai larut malam terbukti dapat menggangu ritme tidur alami tubuh. Studi YuMeng Zhang (2023) menunjukan bahwa paparan layar dan beban sekolah menjadi penyebab utama kurang tidur pada remaja dan mahasiswa. Dalam hal ini bergadang bukan hanya kebiasaan, tetapi juga merupakan hasil dari tekanan hidup akademik modern yang menuntut produktifitas tanpa henti.

Disamping itu, kebiasaan bergadang seolah olah menjadi bukti keseriusan mahasiswa dalam menghadapi kersanya dunia akademik. Tapi kenyataannya tubuh dan pikiran membayar mahal akan hal itu. Kurang tidur bukan hanya mengurangi fokus, tetapi juga menurunkan sistem imun, memperburuk kondisi mental serta meningkatkan resiko kelelahan kronis.

Pada titik ini penting bagi mahasiswa untuk menelaah kembali makna produktivitas. Apakah dengan bekerja sampai dini hari merupakan tanda komitmen atau justru bentuk ketidakseimbangan dalam mengatur waktu?

Para ahli menyarankan langkah-langkah sederhana agar keluar dari kebiasaan bergadang yang melelahkan. Membagi waktu belajar secara teratur di siang hari, membatasi konsumsi kafein di malam hari, serta menjauhkan perangkat digital sebelum tidur dapat membantu tubuh menyesuaikan ritme alaminya.

Lebih dari itu, mahasiswa perlu memandang tidur sebagai bagian dari produktivitas, bukan sebaliknya. Tidur yang cukup justru akan meningkatkan kemampuan otak untuk memahami, menyimpan, dan mengingat informasi penting dalam proses belajar.

Bergadang mungkin tetap menjadi bagian dari perjalanan hidup mahasiswa, terutama saat menghadapi deadline tugas dan ujian. Namun dibaliknya ada kenyataan yang sering kali diabaikan. Produktivitas sejati tidak selalu lahir dari waktu yang panjang, tapi dari tubuh dan pikiran yang cukup istirahat.

Ketika pagi datang dengan mata berat dan kepala penuh, mungkin sudah saatnya bertanya apakah semua itu benar-benar sepadan? Karena diujung malam yang dibutuhkan bukan hanya tugas yang selesai tetapi diri yang tetap sehat dan sadar untuk menghadapi hari-hari berikutnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)