Perkembangan Industri Perfilman Indonesia dari Tahun 1950-2026

5 menit baca
Raffa Aqib Wildan
Ditulis oleh Raffa Aqib Wildan diterbitkan
Judul film Darah dan Doa (1950). Film pertama yang diproduksi oleh orang Indonesia (Sumber: Wikipedia)
Judul film Darah dan Doa (1950). Film pertama yang diproduksi oleh orang Indonesia (Sumber: Wikipedia)

Pada setiap tanggal 30 Maret, para sineas dan pekerja industri perfilman Indonesia selalu merayakan hari film nasional. Tanggal tersebut diambil dari pengambilan gambar pertama film karya Usmar Ismail yaitu, film Darah dan Doa (1950).

Sejarah penetapan Hari Film Nasional dimulai pada tanggal 11 Oktober 1962. Tanggal tersebut diusulkan oleh Djamaluddin Malik, namun secara resmi ditetapkan pada tanggal 30 Maret oleh Presiden B.J Habibie melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25. Tahun 1999.

Usmar Ismail adalah seorang sutradara film, dan beliau diberi gelar “Bapak Perfilman Indonesia” karena perannya sebagai sutradara pribumi yang memproduksi film nasional secara independen. Karya terkenalnya yaitu Darah dan Doa diakui sebagai film pertama Indonesia karena seluruh pekerja di film ini merupakan orang asli Indonesia. Usmar Ismail dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 2021 oleh Presiden Joko Widodo.

Perkembangan awal industri perfilman Indonesia

Poster film Kenikmatan Tabu (1994). (Sumber: IMDb)
Poster film Kenikmatan Tabu (1994). (Sumber: IMDb)

Pada tahun 1950-1990 Industri perfilman Indonesia mengalami dimamika yang naik turun bergerak dari era rintisan (tahun 50-an), kebangkitan estetika (60-an), puncak kejayaan (70 & 80-an), hingga mati suri (90-an). Era tersebut ditandai dengan identitas nasional, dominasi film genre yang sangat didominasi oleh film ‘panas’, dan penurunan akibat krisis ekonomi dan juga persaingan televisi.

Pada tahun 1960 ada film yang dilarang tayang di bioskop, yaitu film Pagar Kawat Berduri dicekal karena tekanan politik oleh partai Komunis Indonesia (PKI) yang menganggap film tersebut memicu simpati masyarakat Belanda. Selain film Pagar Kawat Berduri, banyak film yang dicekal pada Era Orde Baru seperti Petualang-Petualang, Max Havelaar, dan film-film yang mengangkat tema yang sangat kontroversial di Orde Baru.

Di tahun 90-an banyak film Indonesia yang memiliki adegan 21++ atau film ‘panas’, hal tersebut membuat industri perfilman Indonesia menjadi lesu. Menurut Bucek Depp dalam video wawancara bersama Iqbaal Ramadhan, alasan mengapa banyak sekali film 21++ atau film ‘panas’ karena pada masa itu para sineas Indonesia bersaing dengan film-film Hollywood yang memiliki budget fantastis, para produser film Indonesia tidak mau mengeluarkan biaya lebih sehingga mereka lebih memilih membuat film yang mudah atau film ‘panas’ meskipun didominasi oleh genre film ‘panas’ pada masa tersebut ada film yang cukup berkualitas dan dirilis di masa tersebut yaitu film Oeroeg.

Pada tahun 1997-1998 Indonesia mengalami krisis ekonomi yang mengakibatkan penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar, hal tersebut membuat industri perfilman Indonesia mengalami kehancuran sampai disebut sebagai era “Mati Suri”.

Film Kuldesak sebagai film independen dan kebangkitan awal setelah krisis ekonomi

poster film Kuldesak (kulakukan semua mendesak) 1998 (Sumber: IMDb)
poster film Kuldesak (kulakukan semua mendesak) 1998 (Sumber: IMDb)

Pada 1998 Indonesia mengalami krisis ekonomi yang membuat nilai mata uang rupiah menjadi turun dan banyak sekali kerusuhan akibat krisis ekonomi, sehingga industri perfilman Indonesia mengalami penurunan, akan tetapi pada sineas muda membuat film independen film tersebut berjudul Kuldesak (Kulakukan Semua Mendesak) digarap oleh empat sineas muda Indonesia yaitu Mira Lesmana, Riri Riza, Nan Achnas, dan Rizal Mantovani. Film tersebut membawa pengaruh terhadap sejarah industri perfilman Indonesia seperti pemicu semangat independen, Era baru industri perfilman, dan Melahirkan generasi sineas baru.

Di tahun 2003, Indonesia digemparkan dengan perilisan film yang mengangkat isu yang sangat tabu di Indonesia yaitu, isu LGBT. Film tersebut berjudul Arisan, disutradarai oleh Nia Dinata dan ceritanya ditulis oleh Joko Anwar. Meskipun bukan film pertama yang mengangkat isu LGBT di Indonesia, film ini membuka sejarah baru, yaitu menjadi film Indonesia pertama yang memiliki adegan ciuman sesama jenis dan membawa pengaruh terhadap para sineas yang ingin membuat film dengan genre yang sama film-film tersebut dibuat meskipun menuai kontroversi. Film yang mengangkat isu LGBT selain film arisan yaitu, Selamat Pagi Malam, Madame X, Berbagi Suami, Lovely Man, dan Kucumbu Tubuh Indahku.

Di tahun 2010-an industri perfilman memasuki era penurunan penonton akibat lonjakan produksi film horror yang tidak berkualitas, pada masa ini banyak sekali produser film yang membuat film horror yang dipenuhi dengan nuansa cabul atau film mesum berkedok horror. Hal tersebut menyebabkan penurunan penonton hingga disebut sebagai “Era Kegelapan”. Meskipun dibanjiri oleh film yang mesum berkedok horror pada masa ini juga ada film yang sukses hingga mancanegara yaitu film action yang dibintangi oleh Iko Uwais berjudul The Raid (2011).

Memasuki tahun 2020-2021 industri perfilman Indonesia menjadi periode yang sangat bersejarah, karena pada masa tersebut industri perfilman Indonesia mengalami mengalami periode yang sangat menantang akibat pandemi COVID-19. Pandemi membuat produksi film lokal menjadi menurun, akan tetapi pada tahun 2021 Spider-Man : No Way Home membawa pengaruh terhadap kebangkitan penonton di bioskop di tengah pandemi COVID-19, membuktikan bahwa kembalinya minat penonton untuk menyaksikan film di bioskop. Di era ini juga membuka kebangkitan layanan streaming akibat penutupan bioskop, masyarakat Indonesia memilih menonton film di platform streaming seperti Netflix, Vidio, dan platform streaming lainnya, hal ini membawa pengaruh hingga era sekarang dan film lokal menjadi film yang banyak ditonton di platform streaming Netflix.

Ranking film Box Office Indonesia (Sumber: BPI (Badan Perfilman Indonesia))
Ranking film Box Office Indonesia (Sumber: BPI (Badan Perfilman Indonesia))

Tahun 2022 Indonesia secara resmi telah bebas dari pande COVID-19, hal tersebut membawa pengaruh baik bagi industri perfilman Indonesia karena bioskop dibuka kembali, meskipun masih menetapkan protokol kesehatan. Pada era ini industri perfilman Indonesia mencetak sejarah baru karena mengalami peningkatan ditandai dengan 61% market share domestik dan lebih dari 10 film yang meraih lebih dari 1 juta penonton, salah satunya film yang sangat berpengaruh bagi sejarah industri perfilman Indonesia karena menjadi film pertama yang meraih penonton terbanyak yaitu lebih dari 10 juta penonton film tersebut berjudul KKN di Desa Penari.

Memasuki tahun 2026 Industri perfilman Indonesia membuat sejarah baru karena pada saat perilisan film Agak Laen 2: Menyala Pantiku! menjadi film paling laris di Indonesia dan mengalahkan jumlah penonton film Avengers Endgame dengan raihan 11.000.866 penonton.

Referensi

  • G Salsabila : Wajah perfilman Indonesia pada tahun 1998-2019
  • YouTube Vindes : Iqbaal : "Om Bucek, Emang Film 90-an Selalu Film 'Panas' Ya?
  • Antonius Purwanto : Industri Perfilman Indonesia: Sejarah, Kebijakan, dan Tantangan
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Raffa Aqib Wildan
Saya adalah seorang Mahasiswa Ilmu Sejarah di Universitas Padjadjaran yang sedang belajar menulis artikel

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Okt 2026, 20:31

Saat Pajak Terus Mencekik, Masihkah 'Worth It' untuk Membangun Usaha Mandiri?

Di Negara ini menjadi Karyawan atau Wirausahawan bukan satu-satunya pilihan yang menguntungkan. Keduanya punya konsekuensi yang terkadang merugikan.

Apakah kita benar-benar bisa memilih antara menjadi karyawan dan pengusaha di negeri ini? (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 19:15

Masjid Menara Sangat Terkait Kali Semarang

Kali Semarang dan anak-anak sungainya, dermaga sungai di Kampung Melayu dengan Masjid Menaranya, menjadi satu situs penting dalam sejarah perkembangan Kota Semarang.

Pak Ali (berbaju putih), sedang memberikan keterangan tengtang penimbunan lantai satu masjid. (Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 18:02

Investasi Bangsa Dimulai dari Penguasaan Literasi Generasi Muda

Penguasaan literasi generasi muda harus ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Anak muda sedang membaca buku. (Sumber: Pexels | Foto: Abby Chung)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 16:45

Mengenang Masa Keemasan Acara Musik di Layar Kaca TVRI

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, acara musik di TVRI bukan sekadar tontonan.

Aneka Ria Safari. Salah satu acara musik televisi favorit penonton Indonesia era 1980-1990-an. Program ini menghadirkan penyanyi dan grup musik populer serta lagu-lagu yang tengah digemari masyarakat. (Sumber: Majalah Monitor TVRI)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 15:14

Makna Filosofis, Persamaan, dan Perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak

Makna filosofis, persamaan dan perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak.

Seniman tembang pupuh. (Sumber: Dika Dzikriawan)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 11:49

Seragam Khaki

Cerita seorang guru honorer yang mendapat ujian ekonomi tapi tetap bekerja profesonal.

Ilustrasi 'Khaki'. (Sumber: ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 10:28

Mabuk Sejarah dalam 'Telunjuk dan Pelatuk'

Resensi buku kumpulan cerpen 'Telunjuk dan Pelatuk' karya Ikrom Rifai.

sampu buku Telunjuk dan Pelatuk.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 19:02

Pengalaman Mengikuti Lomba Baca Puisi Sunda 'Wangsit Siliwangi' (1964) Karya Wahyu Wibisana

Pengalaman berharga mengikuti lomba baca puisi Sunda membawakan karya legendaris Wahyu Wibisana, "Wangsit Silwangi" (1964). Menghayati setiap bait sastra penuh makna dan nuansa perjuangan budaya.

Ilustrasi penulis sedang membacakan puisi Bahasa Sunda "Wangsit Siliwangi" karya Wahyu Wibisana (1964). (Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan ChatGPT)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 17:34

5 Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University Harumkan Nama Indonesia di ICIC 2026

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 15:25

Hari Lansia Internasional, sebagai Momen Kebersamaan bagi para Lansia

Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Lansia Internasional, apakah ini hanya momen peringatan? Ada sejarah yang tidak pernah dibaca generasi muda, tetapi ingatan para lansia tetap menyimpannya.

Diproyeksikan jumlah lansia terus meningkat dan pada tahun 2045 akan mencapai 20 persen atau hampir satu per lima dari total penduduk. (Sumber: Freepik/Jcomp)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 14:09

Perbedaan Antara Cara Penyangraian Torrefacto dengan Kopi Tiam

Perbedaan utama kopi torrefacto dan kopi tiam terletak pada proses karamelisasinya. Torrefacto menyangrai biji dengan gula, sementara kopi tiam menambahkan margarin atau mentega dan gula.

Proses penyangraian metode Torrefacto (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 11:26

Revitalisasi Kereta Api: Tulang Punggung Transportasi di Jawa Barat

Bagaimanapun juga hadirnya kereta api ini membuka oase panjang, transportasi yang setiap hari menjadi perbincangan di tengah masyarakat, transportasi yang ditunggu-tunggu di era kemacetan

Mengangkat barang sekaligus memandu penumpang menjadi tugas keseharian para porter di Stasiun Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 08:24

Bandung Benahi Drainase, Jangan Lupakan Pompa dan Kolam Retensi

Pembangunan drainase dan pompa tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan. Kota membutuhkan data spasial yang akurat.

Sistem pencegahan banjir di kota Bandung dengan perbaikan drainase, pompa dan kolam retensi (Sumber: dokpri - dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 07:55

Masa Depan Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum

Kapasitas SDM pengelola museum dan pelaku seni di Bandung harus digenjot secara total.

Ilustrasi Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 20:36

Sarapan Pagi Estetik di Dapoer Pagi Cianjur

Menyambangi Cianjur tidak lengkap jika tidak mengeksplor kulinernya. Dapoer Pagi menjadi salah satu tempat yang bisa dicoba bagi mereka yang mencari tempat kuliner yang estetik

Menu Bubur Mandarin Dapoer Pagi Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 19:12

Kerancuan dalam Penamaan Geografi Lokal antara Gunung dan Bukit di Indonesia Khususnya di Jawa Barat

Artikel ini mengulas fenomena kerancuan penamaan geografi lokal di Indonesia, di mana perbukitan sering kali salah kaprah disebut sebagai gunung, serta dampaknya terhadap aspek pemetaan wilayah.

Potret bangunan yang menduduku perbukitan di Kawasan Bandung Utara (KBU) (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 17:32

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan Perspektif Fikih Lingkungan Muhammadiyah

Membandingkan perspektif Thanos dengan Muhammadiyah dalam isu lingkungan.

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan perspektif fikih lingkungan Muhammadiyah.  (Sumber: Gemini AI)
Beranda 30 Sep 2026, 15:19

Manusia Bisa Hidup Tanpa AI, Tapi Bagaimana Bila Tanpa Air?

Manusia masih bisa hidup tanpa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, manusia tidak bisa hidup tanpa air.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 11:40

Mempertahankan Tata Kelola Kota Kebanggaan Warga Bandung

Seringkali kita temukan pada saat pemilihan umum, data ganda ini penyebabnya dari perubahan data kependudukan yang belum terbarui dengan baik di dalam sistem pusat.

Kawasan padat penduduk di Tamansari, Kota Bandung, Senin 5 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 10:39

Pergumulan Bandung Menjelang Magrib

Dibalik wajah cantiknya Bandung yang gemerlap ada mereka yang datang pada waktu menjelang magrib untuk mencari toko tutup sebagai tempat tidur sementara.

Sejumlah ruas di Kota Bandung masih dipenuhi tunawisma saat malam tiba (Sumber: pexels)