Regulasi Harga Baju untuk Melindungi Pedagang Lokal

3 menit baca
Stephanie Cahyani Herawati
Ditulis oleh Stephanie Cahyani Herawati diterbitkan
Ilustrasi membeli baju secara online. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)
Ilustrasi membeli baju secara online. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)

Sebuah kaos dijual dengan harga Rp. 10.000, yang harganya lebih murah dari segelas kopi banyak dijual pada platform digital TikTok Shop. Hal ini membuat pedagang konvensional sulit untuk mempertahankan tokonya karena persaingan harga produk yang tidak sehat. Platform digital TikTok Shop menggabungkan media sosial dengan e-commerce sehingga memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk mencari referensi sekaligus berbelanja dalam satu waktu. Barang luar negri yang masuk ke Indonesia melalui TikTok Shop dijual dengan harga murah karena melakukan transaksi langsung kepada pelanggan tanpa melalui proses impor barang yang seharusnya (CNN Indonesia, 2023).

Hal tersebut menjadi sumber masalah utama yang harus ditangani untuk menyelesaikan masalah persaingan harga yang tidak sehat di pasar industri.

Pedagang baju di Pasar Tanah Abang merasa dirugikan semenjak kehadiran TikTok Shop yang membuat penurunan drastis pada omset harian mereka. Salah satu pedagang mengaku pernah hanya mendapat satu pelanggan dalam sehari, karena para pelanggan sudah beralih ke metode berbelanja yang lebih praktis dengan penawaran harga yang lebih murah di platform digital. Jika tidak ada penangan regulasi yang tepat, akan semakin banyak penjual baju murah beredar di platform digital yang akan mengalahkan daya tarik pelanggan kepada pedagang konvensional. Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023 yang bertujuan untuk mencegah praktik penetapan harga yang merugikan atau predatory pricing (Liputan6, 2023). Penetapan aturan tersebut diharapkan menciptakan persaingan harga yang sehat di pasar perdagangan kedepannya.

Pemerintah mempunyai instrumen hukum yang jelas untuk melindungi pedagang baju lokal dari pedagang produk impor yang murah. Permendag No. 31 Tahun 2023 menetapkan harga minimum 100 dolar AS per unit untuk barang jadi dari luar negeri yang dijual langsung melalui platform e-commerce lintas negara (Liputan6, 2023).

Setiap produk baju impor harus dilengkapi dengan dokumen impor yang lengkap, seperti izin edar resmi, memenuhi standar SNI, dan dilarang dijual dengan harga di bawah pokok produksi dalam negeri untuk melindungi produsen lokal. Penggabungan media sosial dan e-commerce dalam satu platform menciptakan celah yang memungkinkan aturan harga minimum diabaikan. Pemerintah merevisi berbagai peraturan untuk mencegah pemanfaatan celah yang digunakan oleh para penjual produk impor.

Sejumlah pengunjung memilih pakaian di Pasar Baru Trade Center, Kota Bandung, Jumat 13 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah pengunjung memilih pakaian di Pasar Baru Trade Center, Kota Bandung, Jumat 13 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Meskipun regulasi telah ditetapkan melalui Permendag No. 13 Tahun 2023, efektivitas kebijakan tersebut tetap bergantung pada pengawasan dan penegakan hukum yang konsisten. Permendag tersebut tidak dapat berjalan optimal tanpa koordinasi dan pengawasan yang kuat dari kementerian serta lembaga terkait. Kondisi industri tekstil nasional menunjukkan tekanan yang serius akibat membanjirnya produk impor, yang menyebabkan banyak pabrik mengalami penurunan produksi dan utilisasi kapasitas hingga sekitar 30 persen (Kompas, 2025).

Akibatnya banyak mesin produksi tidak beroperasi secara maksimal dan sebagian tenaga kerja terdampak karena menurunnya permintaan terhadap produk tekstil dalam negeri. Selain itu, praktik penyelundupan dan masuknya barang impor secara ilegal melalui jalur yang sulit diawasi semakin memperburuk daya saing industri tekstil nasional, sehingga diperlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap arus barang impor.

Pemisahan e-commerce dan media sosial dilakukan pemerintah karena memiliki fungsi yang berbeda, di mana e-commerce berfokus pada transaksi jual beli sedangkan media sosial berfungsi sebagai sarana komunikasi dan promosi. Kebijakan ini diterapkan karena pemerintah menilai penggabungan fungsi media sosial dan transaksi dalam satu platform dapat menciptakan persaingan yang tidak seimbang bagi pelaku usaha lokal dan UMKM. Selain itu, social commerce seperti TikTok Shop dinilai mampu memanfaatkan algoritma media sosial untuk mendorong penjualan secara masif, sehingga daya saing pedagang konvensional maupun pelaku usaha kecil menjadi semakin tertekan (Liputan6, 2023).

Pemisahan kedua platform tersebut untuk menjadi pengawasan terhadap perdagangan elektronik dapat dilakukan dengan lebih jelas dan agar aturan yang berlaku bagi platform e-commerce dapat diterapkan secara konsisten. Pemerintah berharap perdagangan digital kedepannya lebih adil karena promosi tetap dapat dilakukan melalui media sosial, sementara proses transaksi harus mengikuti regulasi yang berlaku bagi platform e-commerce. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Stephanie Cahyani Herawati
Saya Stephanie, seorang mahasiswa yang tertarik pada isu sosial masyarakat. Menulis adalah cara untuk menuangkan pemikiran, berbagi perspektif.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Okt 2026, 20:31

Saat Pajak Terus Mencekik, Masihkah 'Worth It' untuk Membangun Usaha Mandiri?

Di Negara ini menjadi Karyawan atau Wirausahawan bukan satu-satunya pilihan yang menguntungkan. Keduanya punya konsekuensi yang terkadang merugikan.

Apakah kita benar-benar bisa memilih antara menjadi karyawan dan pengusaha di negeri ini? (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 19:15

Masjid Menara Sangat Terkait Kali Semarang

Kali Semarang dan anak-anak sungainya, dermaga sungai di Kampung Melayu dengan Masjid Menaranya, menjadi satu situs penting dalam sejarah perkembangan Kota Semarang.

Pak Ali (berbaju putih), sedang memberikan keterangan tengtang penimbunan lantai satu masjid. (Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 18:02

Investasi Bangsa Dimulai dari Penguasaan Literasi Generasi Muda

Penguasaan literasi generasi muda harus ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Anak muda sedang membaca buku. (Sumber: Pexels | Foto: Abby Chung)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 16:45

Mengenang Masa Keemasan Acara Musik di Layar Kaca TVRI

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, acara musik di TVRI bukan sekadar tontonan.

Aneka Ria Safari. Salah satu acara musik televisi favorit penonton Indonesia era 1980-1990-an. Program ini menghadirkan penyanyi dan grup musik populer serta lagu-lagu yang tengah digemari masyarakat. (Sumber: Majalah Monitor TVRI)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 15:14

Makna Filosofis, Persamaan, dan Perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak

Makna filosofis, persamaan dan perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak.

Seniman tembang pupuh. (Sumber: Dika Dzikriawan)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 11:49

Seragam Khaki

Cerita seorang guru honorer yang mendapat ujian ekonomi tapi tetap bekerja profesonal.

Ilustrasi 'Khaki'. (Sumber: ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 10:28

Mabuk Sejarah dalam 'Telunjuk dan Pelatuk'

Resensi buku kumpulan cerpen 'Telunjuk dan Pelatuk' karya Ikrom Rifai.

sampu buku Telunjuk dan Pelatuk.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 19:02

Pengalaman Mengikuti Lomba Baca Puisi Sunda 'Wangsit Siliwangi' (1964) Karya Wahyu Wibisana

Pengalaman berharga mengikuti lomba baca puisi Sunda membawakan karya legendaris Wahyu Wibisana, "Wangsit Silwangi" (1964). Menghayati setiap bait sastra penuh makna dan nuansa perjuangan budaya.

Ilustrasi penulis sedang membacakan puisi Bahasa Sunda "Wangsit Siliwangi" karya Wahyu Wibisana (1964). (Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan ChatGPT)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 17:34

5 Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University Harumkan Nama Indonesia di ICIC 2026

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 15:25

Hari Lansia Internasional, sebagai Momen Kebersamaan bagi para Lansia

Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Lansia Internasional, apakah ini hanya momen peringatan? Ada sejarah yang tidak pernah dibaca generasi muda, tetapi ingatan para lansia tetap menyimpannya.

Diproyeksikan jumlah lansia terus meningkat dan pada tahun 2045 akan mencapai 20 persen atau hampir satu per lima dari total penduduk. (Sumber: Freepik/Jcomp)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 14:09

Perbedaan Antara Cara Penyangraian Torrefacto dengan Kopi Tiam

Perbedaan utama kopi torrefacto dan kopi tiam terletak pada proses karamelisasinya. Torrefacto menyangrai biji dengan gula, sementara kopi tiam menambahkan margarin atau mentega dan gula.

Proses penyangraian metode Torrefacto (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 11:26

Revitalisasi Kereta Api: Tulang Punggung Transportasi di Jawa Barat

Bagaimanapun juga hadirnya kereta api ini membuka oase panjang, transportasi yang setiap hari menjadi perbincangan di tengah masyarakat, transportasi yang ditunggu-tunggu di era kemacetan

Mengangkat barang sekaligus memandu penumpang menjadi tugas keseharian para porter di Stasiun Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 08:24

Bandung Benahi Drainase, Jangan Lupakan Pompa dan Kolam Retensi

Pembangunan drainase dan pompa tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan. Kota membutuhkan data spasial yang akurat.

Sistem pencegahan banjir di kota Bandung dengan perbaikan drainase, pompa dan kolam retensi (Sumber: dokpri - dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 07:55

Masa Depan Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum

Kapasitas SDM pengelola museum dan pelaku seni di Bandung harus digenjot secara total.

Ilustrasi Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 20:36

Sarapan Pagi Estetik di Dapoer Pagi Cianjur

Menyambangi Cianjur tidak lengkap jika tidak mengeksplor kulinernya. Dapoer Pagi menjadi salah satu tempat yang bisa dicoba bagi mereka yang mencari tempat kuliner yang estetik

Menu Bubur Mandarin Dapoer Pagi Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 19:12

Kerancuan dalam Penamaan Geografi Lokal antara Gunung dan Bukit di Indonesia Khususnya di Jawa Barat

Artikel ini mengulas fenomena kerancuan penamaan geografi lokal di Indonesia, di mana perbukitan sering kali salah kaprah disebut sebagai gunung, serta dampaknya terhadap aspek pemetaan wilayah.

Potret bangunan yang menduduku perbukitan di Kawasan Bandung Utara (KBU) (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 17:32

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan Perspektif Fikih Lingkungan Muhammadiyah

Membandingkan perspektif Thanos dengan Muhammadiyah dalam isu lingkungan.

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan perspektif fikih lingkungan Muhammadiyah.  (Sumber: Gemini AI)
Beranda 30 Sep 2026, 15:19

Manusia Bisa Hidup Tanpa AI, Tapi Bagaimana Bila Tanpa Air?

Manusia masih bisa hidup tanpa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, manusia tidak bisa hidup tanpa air.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 11:40

Mempertahankan Tata Kelola Kota Kebanggaan Warga Bandung

Seringkali kita temukan pada saat pemilihan umum, data ganda ini penyebabnya dari perubahan data kependudukan yang belum terbarui dengan baik di dalam sistem pusat.

Kawasan padat penduduk di Tamansari, Kota Bandung, Senin 5 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 10:39

Pergumulan Bandung Menjelang Magrib

Dibalik wajah cantiknya Bandung yang gemerlap ada mereka yang datang pada waktu menjelang magrib untuk mencari toko tutup sebagai tempat tidur sementara.

Sejumlah ruas di Kota Bandung masih dipenuhi tunawisma saat malam tiba (Sumber: pexels)