Belajar Kebijaksanaan dari BUMDes Cisurat, Bersaing Sehat dengan Agen BRILink Warganya

4 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Ilham Fadilah, Direktur BUMDes Cisurat (Wibawa Mukti), Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, (11/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ilham Fadilah, Direktur BUMDes Cisurat (Wibawa Mukti), Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, (11/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

AYOBANDUNG.ID – Dahulu, warga Desa Cisurat, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, yang ingin setor uang, bayar listrik, atau mencairkan bansos harus menempuh perjalanan rata-rata 10 kilometer. Tidak ada kantor bank ataupun agen perbankan di desa. Untuk urusan keuangan yang sebenarnya sederhana, mereka harus menyisihkan waktu, tenaga, dan ongkos.

Kondisi itu sebelum pandemi COVID-19. Setelah BUMDes Cisurat (Wibawa Mukti) memutuskan membuka agen BRILink, keputusan itu terbukti bukan semata ikut-ikutan program atau mengejar syarat administratif.

Kepada ayobandung.id, Ilham Fadilah, Direktur BUMDes Wibawa Mukti, menjelaskan bahwa agen BRILink BUMDes Wibawa Mukti merupakan opsi termudah untuk memulai transformasi perbankan bagi warganya.

"Sebelum menyediakan BRILink ini kita sudah menganalisa bahwa banyak warga yang harus menempuh jarak jauh rata-rata 10 kilometer untuk kebutuhan perbankan," kata Ilham pada Kamis (11/6/2026).

BRILink BUMDes Wibawa Mukti berdiri pada 2022 atau tiga tahun sebelum desa ini terdaftar dalam Program Desa BRILian. Artinya, kehadirannya bukan sekadar memenuhi syarat program, melainkan berangkat dari kebutuhan nyata yang diidentifikasi sendiri oleh pengurus BUMDes.

Layanan yang tersedia sejak awal cukup lengkap untuk kebutuhan harian warga desa. Mereka bisa bayar tagihan listrik, transfer uang, tarik dan setor tunai, bayar iuran BPJS, hingga pencairan bantuan sosial. Untuk yang terakhir ini, BUMDes memegang satu prinsip yang tidak bisa ditawar.

"Untuk pencairan bansos ini tidak dititipkan kartunya di BUMDes, kita tolak bahkan jika warga ingin nitip kartu, agar proses penyaluran tetap transparan dan tertib," tegas Ilham.

Prinsip tersebut bukan formalitas. Sering terjadi kasus penitipan kartu bansos menjadi celah penyimpangan. BUMDes Wibawa Mukti memilih menutup celah itu sejak awal.

Respons warga langsung positif. Transaksi BRILink BUMDes Wibawa Mukti tumbuh sampai ke angka yang tercatat cukup membuat kagum.

Pada masa awalnya, transaksi BRILink BUMDes Wibawa Mukti menembus Rp300 hingga Rp400 juta per bulan. Angka yang barang tentu tidak kecil untuk agen BRILink di desa terpencil bekas terdampak waduk.

Lalu angka itu turun. Pada 2024–2025, transaksi bulanan berada di kisaran Rp180–200 juta. Tahun 2026, relatif sama. Penurunannya hampir separuh dari puncak.

Penyebabnya? Warga desa mulai membuka agen BRILink sendiri. 

Di banyak institusi, penurunan omzet separuhnya akan menjadi alarm. Rapat darurat, evaluasi, strategi bertahan. Tetapi bagi BUMDes Wibawa Mukti, reaksinya berbeda.

"Adapun terkait performa BRILink ini sebenarnya BUMDes tidak masalah saat ini tergolong menurun, mengingat penyebabnya adalah warga juga merambah jadi agen BRILink. Tentu kita tidak boleh bersaing dengan usaha milik warga," lanjut Ilham.

Dari sikap inilah BUMDes Wibawa Mukti berbeda dari banyak lembaga desa yang cenderung mempertahankan dominasi di bidang usahanya. Ilham tidak melihat warga yang kini jadi agen BRILink sebagai pesaing. Dia melihat mereka sebagai kelanjutan dari apa yang dimulai BUMDes empat tahun lalu. Warga yang kini punya agen BRILink memang lebih dekat ke rumah konsumen dan lebih mudah dijangkau.

"Selain itu, warga juga memilih agen BRILink yang kini lebih dekat dengan rumah mereka dan itu tidak masalah, karena sebetulnya semua pihak diuntungkan. BUMDes ini tidak boleh menyaingi usaha warga, jadi kita senang-senang aja. Tujuan utamanya kan untuk ekonomi desa," jelasnya.

Sikap Ilham sebagai Direktur BUMDes Wibawa Mukti bukan sekadar kebesaran hati. Dia memahami  bahwa fungsi BUMDes bukan memonopoli layanan, melainkan membuka akses. Tatkala akses itu kemudian bisa dilanjutkan oleh warga, maka misi BUMDes sudah tercapai.

BUMDes Cisurat (Wibawa Mukti), Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, (11/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
BUMDes Cisurat (Wibawa Mukti), Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, (11/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Tak pelak, yang terjadi di Cisurat pun sejalan dengan arah yang dituju BRI secara nasional. Jumlah agen BRILink tumbuh 49,48 persen dalam setahun, dari 796 ribu agen pada Maret 2024 menjadi 1,2 juta agen pada Maret 2025. Hingga Agustus 2025, transaksi BRILink nasional menembus Rp1.145 triliun dengan lebih dari 734 juta transaksi, menjangkau 80,96 persen desa di seluruh Indonesia. 

Semakin banyak agen, semakin luas jangkauan, begitulah sistemnya. Dewi Hestiningrum, Regional CEO BRI Regional Office Bandung, pun menjelaskan mengapa model ini bisa bekerja dengan baik. 

"Agen BRILink umumnya adalah warga setempat yang dikenal komunitasnya, sehingga edukasi keuangan dapat berlangsung secara alami sebagai bagian dari interaksi sehari-hari," tutur Dewi dalam keterangan resmi.

Bukan Pasrah, Malah Berinovasi

Meski merelakan sebagian transaksinya berpindah ke agen warga, BUMDes Wibawa Mukti tidak memilih untuk berdiam diri selamanya. Ilham justru melihat situasi ini sebagai dorongan untuk berinovasi. Satu langkah yang sedang disiapkan ialah layanan door-to-door untuk tagihan listrik. Enggan menunggu warga datang, mereka berniat menjemput bola.

"Inovasi untuk BRILink kita juga akan door to door untuk penagihan jasa listrik. Karena kan sekarang kalau tidak jemput bola kita akan ketinggalan ya," ucap Ilham.

Logika jemput bola ini mencerminkan karakter BUMDes Wibawa Mukti yang lebih dewasa. Mereka tidak mempertahankan posisi lama, namun terus mencari ruang baru untuk berguna.

Kepala Desa Cisurat, Daryumah, pun mendukung kebijakan BUMDes Wibawa Mukti sejauh ini. Dia menilai sistem yang baik untuk warga harus dipertahankan; dan jika ada celah peluang dilakukan inovasi.

“Untuk program BUMDes selalu ada progres walau di lapangan selalu ada dinamika. Bagaimanapun sebuah program memang tidak semudah yang direncanakan. Untuk ke depannya mudah-mudahan BUMDes Desa Cisurat ini semakin baik,” pungkas Daryumah.

Perjalanan BRILink di Desa Cisurat adalah refleksi tentang bagaimana seharusnya unit usaha desa bisa jadi teladan untuk warganya. Menjadi pionir yang membuka jalan ekonomi di tepian Waduk Jatigede. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)