Kausalitas Daring yang Menggerakkan Dapur KebabFactory.id

6 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan Selasa 16 Jun 2026, 18:21 WIB
Pegawai sedang menyiapkan pesanan konsumen kedai KebabFactory.id di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Pegawai sedang menyiapkan pesanan konsumen kedai KebabFactory.id di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

AYOBANDUNG.ID Siang itu (5/6/2026), seorang kurir ojek online berhenti sejenak di depan kedai KebabFactory.id di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung. Tanpa banyak kata, ia mengangkat ponsel, mengarahkan kamera ke selembar kode yang tertempel di etalase kuning menyala, dan dalam hitungan detik transaksi selesai. Tidak ada uang yang berpindah tangan. Pesanan dikonfirmasi, kurir berlalu.

Pemandangan semacam itu kini sudah jadi ritme harian UMKM di berbagai kota, termasuk di Bandung khususnya untuk KebabFactory.id. Rutinitas yang mencerminkan bagaimana digitalisasi perbankan, telah menjadi tulang punggung operasional usaha kecil modern.

Meski demikian, Widya Ratna Puspita, pemilik Kebab Factory, tidak pernah menyebut dirinya sebagai "pelaku usaha yang melek digital". Mungkin karena sekarang telah jadi kondisi lumrah, ketika seluruh ekosistem transaksi usaha berjalan di atas sistem digital. Dari pembayaran pelanggan di ketiga store-nya, pemantauan keuangan harian, hingga transfer gaji dua belas karyawannya setiap bulan.

"Saya pilih merchant QRIS Bank BRI karena simpel. Tidak perlu mesin, tidak perlu kabel, tidak takut rusak. Tempel kode, pelanggan scan, selesai. Apalagi yang pesan lewat ojek online juga bayarnya pakai QRIS, jadi satu sistem buat semua," ujar Widya.

Alasan Widya terdengar membumi, jauh dari bahasa promosi teknologi. Baginya, QRIS statis BRI yang ia gunakan adalah jenis yang paling ideal untuk skala UMKM. Kode QR permanen yang bisa dicetak, pelanggan memasukkan nominal sendiri, dana langsung masuk ke rekening. Tanpa biaya perangkat, maka tidak ada ketergantungan pada koneksi mesin tambahan.

Pilihan Widya ternyata sejalan dengan tren besar yang sedang berlangsung di tingkat nasional. Berdasarkan data Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), per akhir 2025 jumlah merchant QRIS di Indonesia telah mencapai 43 juta dengan sekitar 60 juta pengguna aktif. Total volume transaksi QRIS sepanjang 2025 mencapai 15,51 miliar transaksi, tumbuh 148,54% secara tahunan, dengan total nilai transaksi Rp1.420,66 triliun, naik 115,3% dibanding tahun sebelumnya.

Khusus untuk BRI, pertumbuhan QRIS-nya bahkan melampaui rata-rata industri. Per akhir 2025, sales volume QRIS BRI menembus Rp85,6 triliun, tumbuh 100% secara tahunan, sementara jumlah transaksinya mencapai lebih dari 782,8 miliar, naik 127,5% dibanding tahun sebelumnya.

Dewi Hestiningrum S., Regional CEO BRI Regional Office Bandung, menegaskan bahwa angka-angka tersebut bukan sekadar indikator pertumbuhan bisnis, melainkan cerminan dari perubahan perilaku ekonomi yang lebih dalam. 

"QRIS membuat transaksi mikro menjadi cepat, transparan, dan efisien, sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku UMKM untuk mencatat omzet secara digital. Bagi BRI, QRIS bukan hanya alat pembayaran, tetapi juga pintu masuk bagi inklusi keuangan UMKM ke layanan perbankan yang lebih luas, termasuk pembiayaan," ujarnya.

Pernyataan Dewi ini relevan langsung dengan posisi Kebab Factory bahwa rekam jejak transaksi digital yang terbangun dari penggunaan QRIS sehari-hari, dalam jangka panjang, bisa menjadi salah satu landasan bagi Widya untuk mengakses layanan perbankan yang lebih luas, termasuk pembiayaan ekspansi yang mungkin ia butuhkan untuk mewujudkan ambisi membangun "pabrik kebab" yang sudah lama ia impikan.

Di balik kepuasannya menggunakan QRIS, Widya mengaku punya satu harapan kecil yang terdengar sederhana.

"Kalau satu hal yang saya mau, notifikasinya lebih seru. Setiap ada transaksi masuk, rasanya ingin dengar bunyi yang bikin semangat, bukan sekadar 'notifikasi biasa’. Mungkin kecil ya dampaknya, tapi kalau lagi ramai pesanan, bunyi notifikasi itu jadi salah satu yang bikin happy," kata Widya sambil tertawa.

Harapan ini mungkin terdengar sepele. Tetapi bagi pelaku usaha yang memantau arus transaksi dari balik dapur produksi, notifikasi pembayaran bukan sekadar tanda masuknya uang, melainkan konfirmasi bahwa usahanya berjalan baik. 

Masukan seperti ini justru menggambarkan sesuatu yang penting bahwa pelaku UMKM bukan pengguna pasif teknologi perbankan. Mereka punya perspektif, harapan, dan kebutuhan spesifik yang lahir dari penggunaan sehari-hari; dan suara mereka relevan sebagai masukan bagi pengembangan layanan ke depan.

Aplikasi yang Tumbuh Bersama Perjalanannya

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Jika QRIS adalah wajah digitalnya di hadapan pelanggan, maka BRImo adalah ruang kendali Widya dari balik layar. Tapi hubungan Widya dengan BRI, dan dengan BRImo, bukan sesuatu yang dimulai ketika ia menjadi pengusaha.

"Saya sudah terbiasa dengan BRI dari dulu, sejak masih kerja di bank. Jadi waktu punya usaha sendiri, ya BRImo yang saya pakai. Sudah familiar, mudah digunakan, dan semua keperluan usaha bisa dikelola dari satu aplikasi," jelas Widya.

Widya bukan tipikal pengguna yang "dipaksa" beradaptasi dengan teknologi baru. Ekosistem BRI sudah ia kenal sejak bertahun-tahun sebelum mendirikan KebabFactory.id. Kepercayaan itu tumbuh organik, bukan karena dorongan iklan atau program loyalitas.

Kepercayaan serupa rupanya dialami oleh puluhan juta pengguna lain. Hingga Triwulan I 2026, pengguna aktif BRImo telah mencapai 47,8 juta user, dengan total volume transaksi mencapai Rp2.042,2 triliun, tumbuh 29,4% secara tahunan. Per akhir 2025, BRImo mencatat 5,60 miliar transaksi digital dengan total nilai Rp7.057 triliun, tumbuh 29% dan 26,1% secara tahunan untuk volume dan nilai transaksi.

Dewi Hestiningrum menggambarkan apa yang ada di balik angka-angka tersebut. Bahwa BRImo saat ini menjadi bagian dari gaya hidup nasabah. 

“Nasabah kini dapat mengelola keuangan, membayar tagihan, membeli produk asuransi, hingga berinvestasi. Seluruhnya dalam satu genggaman, 24 jam tanpa henti. BRImo bukan sekadar aplikasi mobile banking, tetapi telah menjadi gerbang utama interaksi nasabah dengan BRI," ungkap Dewi.

Di sisi lain layar, ada rutinitas bulanan yang Widya lakukan dengan cara yang sangat manual: mentransfer gaji dua belas karyawannya satu per satu lewat BRImo ke rekening BRI masing-masing.

"Untuk gaji karyawan, saya transfer satu per satu lewat BRImo ke rekening BRI mereka. Belum pakai sistem otomatis, masih manual. Tapi justru karena manual, saya jadi benar-benar tahu kondisi keuangan usaha saya setiap bulan. Berapa yang keluar, berapa yang tersisa," tuturnya.

Pernyataan ini jujur sekaligus mengungkap sesuatu yang relevan bagi banyak UMKM lain bahwasanya digitalisasi tidak selalu berarti otomatisasi penuh. Ada nilai tersendiri dalam proses yang dilakukan secara sadar dan terkontrol, terutama ketika skala usaha masih dalam fase bertumbuh.

Kondisi ini juga mencerminkan apa yang disebut Dewi Hestiningrum sebagai proses bertahap dalam pendampingan literasi keuangan BRI, bahwa membuka rekening dan mulai bertransaksi digital hanyalah langkah pertama, dan bahwa pendampingan terus berlanjut untuk membantu UMKM memanfaatkan layanan secara bertahap: dari menabung dan mencatat transaksi, hingga pada saatnya memanfaatkan fasilitas kredit produktif dan layanan yang lebih canggih.

Jika dilihat secara keseluruhan, QRIS dan BRImo dalam keseharian Widya bukan dua produk yang berdiri sendiri. Keduanya adalah dua sisi dari satu ekosistem yang saling terhubung. Transaksi pelanggan yang masuk lewat QRIS di ketiga store-nya langsung tercatat di rekening BRI dan bisa dipantau real-time lewat BRImo. Dari saldo yang sama, Widya mengelola pengeluaran operasional, mentransfer gaji karyawan, hingga memantau pola pemasukan dari masing-masing store.

Dewi Hestiningrum menggambarkan filosofi di balik desain ekosistem ini untuk saling melengkapi dalam customer journey nasabah. 

“Sinergi inilah yang menjadi keunggulan model layanan kami dibandingkan kompetitor murni digital," pungkas Dewi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 16 Jun 2026, 18:21

Kausalitas Daring yang Menggerakkan Dapur KebabFactory.id

Dinamika digitalisasi perbankan yang menjaga dapur UMKM tetap ngebul.

Pegawai sedang menyiapkan pesanan konsumen kedai KebabFactory.id di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 15:30

Sepeda, dari Kendaraan Elit Jadi Merakyat

Sepeda masuk ke Indonesia abad 19 sebagai barang mewah kalangan elit.

Iklan penjualan sepeda anak-anak. (Sumber: Majalah Star Weekly (No. 502))
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 14:47

Badai Belum Berlalu, Nasib Kelas Menengah Kian Pilu

Akar masalah karena kegagalan pemerintah untuk menciptakan pasar tenaga kerja untuk kelas menengah yang berkualitas.

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Senin 15 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jun 2026, 13:56

5 Wisata Pilihan di Tasikmalaya, dari Kawah Vulkanik hingga Pantai Selatan yang Terbuka ke Samudra

Tasikmalaya menyimpan banyak destinasi menarik, mulai dari Gunung Galunggung, Kampung Naga, hingga Pantai Cipatujah dan Karang Tawulan.

Pantai Karang Tawulan Tasikmalaya. (Sumber: Pemprov Jabar)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 13:10

Hak Siar Piala Dunia oleh TVRI, Ekonomi Nobar dan Pengembangan Konten Lokal

Potensi ekonomi nobar yang luar biasa, mesti dikelola lebih baik dengan berbagai kreativitas masyarakat. 

Suasana nonton bareng Piala Dunia 2026 di Taman Film, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ananda Muhammad Firdaus)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Linimasa 15 Jun 2026, 22:07

Ketika Obor Menyala di Jalanan Kota Bandung

Tradisi pawai obor kembali hadir di berbagai wilayah Bandung untuk menyambut Tahun Baru Hijriah.

Pawai obor malam tahun baru Hijriyah di Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)