Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

4 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Mahasiswa pada dasarnya sebagai pembelajar ulung yang tidak pernah menyerah menghadapi situasi. Mahasiswa dapat melakukan strategi yang tepat untuk meraih kemenangannya dalam bidang apapun sesuai dengan kemampuannya. 

Meski banyak mahasiswa yang tidak percaya diri menjadi pemenang. Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Tidak ada kemauan yang tangguh dalam meraihnya, padahal mahasiswa mampu melaksanakan dan menjadikan diri mereka lebih berprestasi. 

Apakah ada langkah spesifik untuk mendapatkan kesempatan meraih prestasi? Sederhananya, jika ada kemauan pasti ada jalan. 

Di sini kita tahu mahasiswa memiliki kapasitas yang berbeda. Mahasiswa tidak bisa disamakan kapasitas berpikirnya dengan mahasiswa lainnya. 

Namun tujuan dari belajar di perguruan tinggi untuk berkompetisi dengan cara yang terbaik. Mahasiswa tidak bisa sekadar mengalah pada keadaan semata, melainkan belajar untuk lebih gigih dari pelbagai arah yang menghadangnya. 

Mahasiswa di manapun tempat kampusnya, memiliki kesempatan yang sama. Tidak membedakan lokasi atau wilayahnya. Mahasiswa pasti mampu bersikap. 

Adapun kesadaran mahasiswa yang belum diketahui berkaitan dengan kehidupan yang baik di masa mendatang. 

Langkah analisis SWOT sepertinya cara termudahnya. Analisis ini mudah dilakukan oleh masing-masing mahasiswa. Kondisinya sama. Dari start yang tidak mudah tetapi bisa dimanfaatkan sesegera mungkin.

Analisis SWOT

Langkah dengan SWOT, mahasiswa seperti sudah menyiapkan dirinya untuk menjadi bagian yang paling terbaik di kampusnya.

Pertama, berkaitan dengan kekuatan mahasiswa. Mahasiswa sangat berkompeten dalam memandang diri dengan kekuatannya. Di dalam diri mereka, mahasiswa sudah menyiapkan diri. Mahasiswa dapat memahami kebutuhannya. Referensi baik dari aspek akademik dan non akademiknya.

Tidakkah mahasiswa sudah menyiapkan dirinya dengan kekuatan maksimalnya? Melalui buku-buku, melalui diskusi, melalui proses bertumbuh dengan menggagas ide-idenya. Apalagi mahasiswa sudah tidak kekurangan cara memeroleh referensinya. Seluruh aspek kekuatannya mampu meningkatkan kapasitasnya sebagai mahasiswa. 

Kedua, kelemahannya mahasiswa tentu tidak susah dianalisis. Berhubungan sifat malasnya. Keengganan di dalam menetapkan skala prioritas. Bahkan sifat ego sentrisnya yang sering apatis pada setiap kegiatan. 

Terutama jika mahasiswa diajak untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai agen perubahan. Kenapa mahasiswa sudah merasa jika kelemahannya akibat kurangnya kemampuan berkomunikasi? Atau justru kenapa mahasiswa tidak segera mempelajari kelemahannya? Jawabannya karena malas bertumbuh. 

Mahasiswa lebih menyukai jika kelemahannya sebagai dasar untuk tidak berkembang. Terkesan lebih menganggap bahwa pilihannya paling tepat dan menjaga kesehatan mentalnya. 

Keempat, peluanglah yang mampu mengantarkan mahasiswa berprestasi. Peluang yang ada di dalam diri mahasiswa sangat penting. Di setiap mencermati peluangnya, mahasiswa wajib memberikan jalan pada diri sendiri berhubungan dengan lomba-lomba atau kompetisi yang diselenggarakan baik di tingkat nasional maupun internasional.

Saat ini peluang berprestasi terbuka lebar. Semarak berkompetisi bagi mahasiswa sangat memberikan keleluasaan bagi mereka menetapkan dirinya menjadi peserta hingga pemenangnya. 

Jika diukur dengan peluang, setiap individu mahasiswa tidak ada jalan lain selain memaksimalkan informasi peluang yang didapatkannya. 

Sebanyak itu peluangnya maka sebagai mahasiswa bisa membagi waktu antara tugas akademik dan berkompetisi. Lainnya tinggal mengatur waktu yang tepat bahkan di sela itu. 

Terakhir, berhubungan dengan ancaman. Mahasiswa mudah mengukur dirinya. Jadi mudahnya mahasiswa tahu bahwa yang mengancam dirinya berkaitan dengan kegiatan di luar kampus. Seperti pergaulan, aktivitas yang tidak semestinya. Tak sampai disitu, berhadapan dengan mahasiswa lain pun bisa berupa ancaman yang serius. Baik di lingkup kegiatan yang produktif atau di dalam diri mereka masih memandang tentang pergerakan yang tidak bisa dilepaskan dari kegiatan kemahasiswaan. 

Setiap ancaman yang muncul pasti berhubungan dengan kemampuannya menyelesaikan permasalahan. 

Dari analisis SWOT ini mahasiswa menyimpulkan hasilnya, bagaimana langkah selanjutnya?

Setiap mahasiswa memiliki karakter yang berbeda. Dan karakter mahasiswa di era sekarang tentu berbeda di era pendahulunya. Kegesitan, keuletan, dan kegigihan menggapai prestasinya menjadi tolok ukur. Tak ada yang tidak mungkin. 

Pembedanya tentu dari alat bantu yang didapatkan oleh mahasiswa. 

Serba instan dan cepat bosan menjadi sudut pandangnya. Mahasiswa diberikan sumber daya yang instan, mudah mengerjakan tugas kuliah dengan perbantuan akal imitasi, sehingga kebosanan sering muncul. 

Lantas bagaimanakah mengatasi kejenuhan itu? Dimana kejenuhan akan mengakibatkan mahasiswa turut serta tidak berkembang dan enggan menjaga momentum meraih prestasinya.

Mencari Komunitas Bertumbuh

Setelah menganalisis SWOT di dalam dirinya, mahasiswa tetap saja tidak bisa dilepaskan bahwa komunitas memberi pengaruh signifikan. 

Di dalam komunitas ini mahasiswa diharapkan untuk berbagi informasi dan berbagi pengalaman tentang segala hal. Mulai dari langkah hingga antisipasinya mengatasi aspek permasalahan yang terkadang menjadi ruang kejenuhan dan tidak bisa diatasi sendirian. 

Di sela perkuliahan yang sangat padat, pentingnya mahasiswa terapkan pada diri untuk berinteraksi dengan komunitas. Bukan sekadar mengatasi tetapi menjaga ritme perkuliahan yang mau tidak mau mengamankan diri dari situasi yang mudah terdistraksi. 

Komunitas dari intra maupun ekstra yang tidak toxic dan mengajak ke arah yang lurus bukan sebaliknya. Di dalam diri mahasiswa tertanam untuk mengambil momentum, namun momentum tidak bisa dilepaskan dari menjaga stabilitas perkuliahan. Selain dari itu, mahasiswa berprestasi sangat terbuka dari arahan dan bimbingan.

Peranan dari arahan dan bimbingan ini sebagai obat mujarab, yang mampu mengendalikan diri mahasiswa. Maka tekun dalam mendengarkan arahan dan bimbingan akan menyakinkan mahasiswa tidak goyah menjaga momentumnya. 

Di komunitas bertumbuh, mahasiswa semakin tegak dan utuh. Yang dimaksud ini, memiliki kemampuan berpikir kreatif dan kritis dengan segala situasi. 

Wal akhir, mahasiswa mampu menyiapkan diri memaknai momentum, melaksanakan momentum, dan menjadi bagian dari proses pembelajaran menantang, meraih prestasi, menangkap makna kehidupan berikutnya. Semoga! (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muh Husen Arifin
Dosen Aktif di Prodi PGSD UPI Kampus Cibiru

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 23 Sep 2026, 17:23

Ikon Bandung Pilihan Saya: 'Toko Buku Djawa'

Toko Buku Djawa bukan sekadar toko buku lama di Braga, tetapi juga bagian dari memori masa kecil dan jejak perubahan budaya kawasan tersebut.

Etalase toko buku Djawa di Jalan Braga no. 79, Kota Bandung. (Sumber: Flickr | Foto: fatmanabilla)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 16:27

Review Ingatan Sosok Figur Publik yang Pernah Menjabat Walikota Bandung

Setiap pemimpin akan meninggalkan kesan dan jejak sejarah. Sosok walikota Bandung yang diketengahkan di sini adalah Ateng Wahyudi dan Dada Rosada. Layak menjadi sosok figur publik untuk dikenang.

Walikota dari masa ke masa : R. Husein Wangsaatmadja (1976 - 1983), H. Ateng Wahyudi (1983 - 1993), Wahyu Hamidjaja (1983 - 1998), Aa Tarmana (1998 - 2003). (Sumber: Instagram | Foto: Musium Kota Bandung)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 15:23

Konservasi Khusus Owa dan Celepuk Indonesia

Lindungi owa, primata setia Indonesia dan celepuk, burung hantu kecil Indonesia dari kepunahan. Upaya konservasi habitat dan penyelamatan satwa ini demi menjaga keseimbangan ekosistem hutan berharga.

Owa Jawa. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: A.Baihaqi)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 13:59

Keadilan Ekonomi untuk Guru

Guru masih diposisikan sebagai pahlawan, itu pun tanpa tanda jasa, tanpa ada jalan keluarnya, menganggap bahwa guru hanya sukarela, keilmuannya tidak sebesar gaji karyawan non pendidikan.

Sejumlah siswa saat beraktivitas di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 8 Cimahi, Jalan Kerkof, Kota Cimahi, Kamis 18 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 10:26

Potret Destinasi dan Lanskap Kuliner Bogor Tahun 2000

Memasuki milenium baru pada tahun 2000, Bogor tetap mengukuhkan posisinya sebagai destinasi gastronomi yang tak lekang oleh waktu.

Es Pala, minuman segar khas Bogor. (Sumber: ChatGPT | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 09:02

Ada Warga yang Mungkin Hilang dari Radar Data Pemerintah Kota Bandung

Kehidupan bergerak cepat, sementara pemutakhiran data bergerak lambat. Maka, muncullah apa yang diistilahkan sebagai invisible citizens.

Warga sedang antre menerima bantuan sosial. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)