Eksistensi KWK Bandung dan Potensi Ruang Kreatif di Stasiun Whoosh

5 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Stand KWK Cibaduyut  di festiwal bertempat di Kiara Artha Park, Bandung (Foto: bandung.go.id)
Stand KWK Cibaduyut di festiwal bertempat di Kiara Artha Park, Bandung (Foto: bandung.go.id)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Pameran produk dari Kawasan Wisata Kreatif di Kota Bandung perlu lebih sering diselenggarakan.

  • KWK Cigadung, misalnya, dikembangkan sebagai kawasan wisata kreatif dengan konsep pariwisata berbasis masyarakat serta seni dan budaya. Sementara Braga memiliki karakter kuat sebagai kawasan pusat seni, sejarah, dan cagar budaya di pusat Kota Bandung.

  • Penting bagi pelaku KWK diberi kesempatan untuk memanfaatkan ruang-ruang publik dan pusat keramaian sebagai sarana memperkenalkan potensi kawasan kepada masyarakat. Salah satunya adalah ruang publik dan ruang-ruang komersial di kawasan Stasiun Whoosh Tegalluar.

Pameran produk dari Kawasan Wisata Kreatif di Kota Bandung perlu lebih sering diselenggarakan. Kalau perlu, setiap hari ada pameran di tempat-tempat yang strategis. Salah satunya adalah di stasiun kereta cepat Whoosh yang hingga kini memiliki ruang yang luas, namun masih banyak yang kosong sejak dibangun hingga kini.

Daripada setiap hari banyak ruang di stasiun Whoosh yang kondisinya kosong melompong, lebih baik dipakai untuk pameran produk industri kreatif dan kerajinan.

Apalagi saat ini Pemkot Bandung sedang memperkuat pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi lokal melalui Kawasan Wisata Kreatif (KWK). Sebanyak delapan KWK di Kota Bandung diperkenalkan sebagai kawasan yang mengintegrasikan potensi wisata, ekonomi kreatif, seni budaya, sejarah, hingga produk unggulan masyarakat.

Delapan kawasan tersebut meliputi KWK Cigadung, KWK Braga, KWK Rajut Binong, KWK Terpadu Gedebage, KWK Literasi Cinambo, KWK Kawasan Tekstil Cigondewah, KWK Pasirkunci, serta KWK Cibaduyut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengatakan, pengembangan pariwisata tidak dapat menjadi tanggung jawab satu perangkat daerah saja.

Menurutnya, kemajuan destinasi wisata membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar berbagai aspek pendukung pariwisata dapat berjalan secara optimal.

Ia mencontohkan, pengembangan kawasan wisata sangat berkaitan dengan kondisi infrastruktur, penerangan jalan, pengelolaan taman, hingga kelancaran lalu lintas.

“Pariwisata di Kota Bandung ini tidak mungkin hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Ini harus lintas OPD,” ujar Adi saat Festival Kawasan Wisata Kreatif di Kiara Artha Park Bandung, Minggu, 27 September 2026.

Menurut Adi, perhatian terhadap infrastruktur menjadi bagian penting dalam mendukung kawasan pariwisata. Jalan menuju kawasan wisata harus terpelihara, penerangan jalan memadai, ruang publik tertata, serta persoalan kemacetan dapat diminimalkan.

Keberadaan delapan KWK menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung dalam mengembangkan pariwisata yang tidak hanya mengandalkan daya tarik destinasi, tetapi juga mengangkat karakter dan potensi masyarakat di masing-masing kawasan.

Kolase foto Festival KWK di Kiara Artha Park, Bandung, 27 September 2027 (Foto: bsndung.go.id)
Kolase foto Festival KWK di Kiara Artha Park, Bandung, 27 September 2027 (Foto: bsndung.go.id)

Ruang Kreatif di Stasiun Whoosh

KWK Cigadung, misalnya, dikembangkan sebagai kawasan wisata kreatif dengan konsep pariwisata berbasis masyarakat serta seni dan budaya. Sementara Braga memiliki karakter kuat sebagai kawasan pusat seni, sejarah, dan cagar budaya di pusat Kota Bandung.

Adapun KWK Rajut Binong dikenal sebagai sentra industri kreatif dan produk rajut lokal di Binong Jati. KWK Terpadu Gedebage mengembangkan potensi kawasan secara terpadu, sedangkan KWK Literasi Cinambo mengangkat aktivitas dan potensi literasi masyarakat.

Potensi ekonomi kreatif juga terlihat di KWK Kawasan Tekstil Cigondewah yang dikenal dengan aktivitas perdagangan dan produk tekstil. Sementara KWK Pasirkunci berada di kawasan Ujungberung di kaki Gunung Manglayang dengan panorama alam serta potensi budaya lokal, termasuk kaulinan baheula.

Sementara itu, KWK Cibaduyut menjadi salah satu kawasan yang memiliki kekuatan pada produk tekstil dan industri kreatif yang telah berkembang di tengah masyarakat.

Pengembangan KWK juga tidak dapat dipisahkan dari kekayaan budaya yang tumbuh di setiap kawasan. Sejumlah kawasan memiliki produk unggulan seperti batik sekaligus menyimpan seni tradisi dan kebudayaan khas masyarakat setempat.

Pentingnya pengembangan pariwisata dan kebudayaan dapat berjalan beriringan sehingga setiap kawasan memiliki identitas yang semakin kuat dan menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan. Selain memberikan dampak terhadap ekonomi masyarakat, sektor pariwisata juga menjadi salah satu kontributor terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung.

Pengembangan KWK diharapkan tidak hanya menjadi etalase pariwisata Kota Bandung, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan produk kreatif, seni budaya, serta aktivitas ekonomi di kawasan masing-masing.

Penting bagi pelaku KWK diberi kesempatan untuk memanfaatkan ruang-ruang publik dan pusat keramaian sebagai sarana memperkenalkan potensi kawasan kepada masyarakat. Salah satunya adalah ruang publik dan ruang-ruang komersial di kawasan Stasiun Whoosh Tegalluar.

Daripada melompong, sebaiknya ruang kosong Stasiun Whoosh digunakan untuk pasar produk kriya Bandung. Bahkan juga produk kriya Jabar dan kalau memungkinkan seluruh Tanah Air.

Stasiun kereta cepat Whoosh dari Halim hingga Tegalluar Bandung semuanya adalah bangunan yang megah, luas, dan memakai konstruksi yang modern. Namun, sungguh disayangkan, sebagian ruang dalam stasiun masih terlihat kosong.

Penulis beberapa kali berkeliling di Stasiun Tegalluar. Terlihat banyak ruangan yang masih kosong melompong. Arsitektur Stasiun Tegalluar yang megah dan unik tampak semakin sepi, padahal letaknya strategis. Bahkan dekat dengan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Masjid Raya Al Jabbar, kawasan perumahan dan bisnis Summarecon, dan objek lainnya.

Terlihat di lantai dasar Stasiun Tegalluar sederet ruang yang belum terisi. Perlu inisiatif agar Stasiun Tegalluar bisa menjadi entitas bisnis dan kebudayaan. Termasuk industri kreatif dan aktivitas startup bagi generasi milenial dan Gen Z.

Jika hanya mengandalkan lalu-lalang penumpang Whoosh, maka stasiun lama-kelamaan akan mati suri. Seolah hanya seperti “halte” Whoosh saja.

Kolase foto kondisi stasiun Whoosh Tegalluar yang berpotensi untuk pameran dan bursa industri kreatif dan pariwisata (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Kolase foto kondisi stasiun Whoosh Tegalluar yang berpotensi untuk pameran dan bursa industri kreatif dan pariwisata (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)

Dekranasda sebagai Penggerak

Saatnya Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat memegang peran yang sangat penting dan strategis dalam mewujudkan ide pemanfaatan ruang kosong di Stasiun Whoosh Tegalluar, Summarecon, dan Karawang.

Sebagai lembaga yang menaungi para perajin kriya lokal, Dekranasda tidak hanya bertindak sebagai pencari ruang, tetapi juga sebagai kurator dan pembina usaha kriya. Dekranasda Jabar sendiri pada Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2026 menghadirkan produk unggulan dari 27 kabupaten/kota yang telah melalui proses kurasi.

Pentingnya peran kurator kualitas produk dengan seleksi yang ketat. Karena stasiun Whoosh adalah gerbang premium yang diproyeksikan dilewati banyak penumpang, termasuk wisatawan mancanegara dan pebisnis.

Dekranasda berperan menyeleksi produk kerajinan mana yang memiliki standar kualitas tinggi, kemasan yang menarik, serta ukuran yang mudah dibawa masuk ke dalam kereta cepat. Misalnya home decor mini, kain batik, atau aksesori premium.

Perlu mengatur jadwal pameran agar produk yang dipajang selalu berganti secara berkala. Hal ini menjaga agar area pameran di stasiun tetap terasa segar dan menarik bagi penumpang yang sering bepergian (frequent travelers).

Perlu creative space atau showcase, karena konsepnya bukan sekadar membuat toko oleh-oleh biasa. Pentingnya Dekranasda merancang area tersebut menjadi Creative Space atau galeri interaktif.

Konsep ini juga sejalan dengan pendekatan PKJB 2026 yang tidak hanya menampilkan produk, tetapi menghadirkan Pinton Kriya atau demonstrasi proses pembuatan kerajinan yang dapat disaksikan dan diikuti pengunjung.

Misalnya, live workshop dengan mengadakan demonstrasi langsung seperti membatik atau mengukir di stasiun pada akhir pekan untuk menarik perhatian penumpang yang sedang menunggu jadwal keberangkatan kereta.

Dengan demikian, ruang kosong di stasiun tidak hanya menjadi ruang yang tidak terpakai. Tetapi dapat berubah menjadi ruang kreatif, ruang promosi, ruang transaksi, sekaligus pintu masuk untuk mengenalkan kekayaan kriya Bandung dan Jawa Barat kepada penumpang Whoosh. (SRI)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 29 Sep 2026, 19:45

Street Spydrs: Merayakan Jejak Panjang Skateboard Bandung lewat Buku dan Pameran

Empat dekade perjalanan Street Spydrs kembali dikenang melalui buku, diskusi, dan pameran yang mempertemukan para pelaku sejarah, sahabat, keluarga, serta generasi lintas zaman dalam satu ruang penuh

Buku karya Reka Nugara, Street Spydrs Empat Dekade Berseluncur, yang merekam perjalanan, dinamika, serta jejak Street Spydrs dalam perkembangan budaya skateboard dari masa ke masa. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 18:18

Gastronomi Semarang: Menelusuri Jejak Rasa Tempo Dulu dan Pelestarian Warisan Kuliner

Semarang bukan sekadar titik geografis di pesisir utara Jawa; ia adalah sebuah bejana peleburan budaya yang tercermin secara nyata dalam setiap sajian kulinernya.

Seorang penjual minuman keliling di Semarang sekitar tahun 1926 - 1932. (Sumber: collectienederland.nl)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 17:36

Apa Dampak Lingkungan Data Center untuk AI yang Kita Pakai Setiap Hari?

Chat AI terasa gratis, padahal ada biaya tersembunyi di data center berupa listrik dan jutaan liter air. Cari tahu siapa yang menanggungnya di sini

Ilustrasi data center modern yang beroperasi 24 jam dan membutuhkan listrik serta air dalam jumlah besar untuk pendinginan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 17:01

Eksistensi KWK Bandung dan Potensi Ruang Kreatif di Stasiun Whoosh

Keberadaan delapan KWK menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung dalam mengembangkan pariwisata yang tidak hanya mengandalkan daya tarik destinasi

Stand KWK Cibaduyut  di festiwal bertempat di Kiara Artha Park, Bandung (Foto: bandung.go.id)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 15:50

Kopi Torrefacto, Pilihan Menikmati Kopi ala Spanyol di Singapura, Malaysia dan Indonesia

Nikmati keunikan Kopi Torrefacto, racikan khas Spanyol dengan sentuhan karamel manis yang kini populer di Singapura, Malaysia, hingga Indonesia.

Proses penyangraian metode Torrefacto (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Beranda 29 Sep 2026, 15:27

Musim Hujan Segera Tiba, Drainase Kota Bandung Akan Menghadapi Ujian Sesungguhnya

Sanggupkah menelan limpahan air hujan atau wargi Kota Bandung seperti biasa akan mendorong kendaraannya yang mati mesin di tengah genangan?

Sejumlah pekerja melakukan perbaikan drainase di Jalan Dr. Djunjunan, Kota Bandung, Selasa 29 September 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 14:17

Menelusuri Kelezatan Hidangan Nonya: Simfoni Cita Rasa Peranakan Cina Melayu

Kuliner Nonya merupakan salah satu warisan budaya paling dinamis dan elegan di kawasan Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Laksa lemak sebagai salah satu hidangan Nyonya (peranakan). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Change C.C)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 10:30

Matur Suksma Mas Guruh...

Guruh Sukarno Putra atau Guruh SP adalah salah satu seniman bercita rasa Indonesia lewat karya-karyanya yang selalu diwarnai unsur-unsur etnis nusantara yang ikonik

Guruh Soekarnoputra, anak bungsu Soekarno, meninggal dunia di usia 73 tahun. Dikenal sebagai seniman dan politisi, ia meninggalkan warisan musik yang abadi. (Sumber: Instagram)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 08:44

Yang Masuk Kelas Bukan Cuma Anak, Melainkan Rumahnya

Membongkar fenomena anak yang masuk ke gerbang sekolah dengan seribu satu masalah dan beban, serta meng-highlight cara merespon pada masalah-masalah tersebut dan menawarkan solusi yang realistis.

Sejumlah siswa baru mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 2 Bandung, Jalan Sumatera, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 19:28

Pentingnya Perlindungan Hak-Hak Sosial bagi Anak Didik

Seyogianya anak didik tidak hanya menjadi objek pertanyaan. Anak didik bukan sekadar penerima pelajaran. Mereka harus tumbuh sebagai manusia. Dan hak-hak sosial anak didik harus dilindungi.

Sejumlah siswa baru mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 2 Bandung, Jalan Sumatera, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 19:06

Kopi Tiam dari Semenanjung Malaya ke Nusantara hingga ke Kota Bandung

Jelajahi kisah kopitiam, kedai kopi legendaris yang bermigrasi dari Semenanjung Malaya ke Nusantara, hingga kini menjadi tempat nongkrong favorit dan bagian dari gaya hidup kuliner Kota Bandung.

Menu sarapan pagi di Warung Kopi Purnama: roti kukus sarikaya, telur rebus setengah matang dan kopi hitam (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 18:53

Pos Indonesia dan Perjuangan Menjemput Masa Depan

Setiap tanggal 27 September, insan pos dan telekomunikasi Indonesia memperingati Hari Bhakti Postel.

PT Pos Indonesia memasuki usia 81 tahun pada 27 September 2026. Hingga kini, layanan pos tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk hingga pelosok negeri. (Foto: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 18:14

Bagaimana jika Kencan Pertama Kita Diawali dengan Rencana Menggulingkan Rezim

Bergumul dengan romantisme di tengah negara yang carut-marut rasanya ada yang kurang. Ada mereka yang perlu kita pinjam suaranya demi kesejahteraan bersama.

Memikirkan romantisme di tengah negara yang carut-marut  rasanya seperti kita menghilangkan empati. Kecuali jika kencan pertama kita diisi dengan rencana menggulingkan rezim (Sumber: pexels)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 17:30

81 Tahun KAI: Asa KRL 2027 dan Lantai Gerbong yang Sesak

Di tengah perayaan Hari Kereta Api Nasional dan HUT ke-81, realitas yang saya dan ribuan pelaju lain hadapi setiap hari di jam kerja justru jauh dari kata nyaman.

Calon penumpang memasuki gerbong Kereta Kahuripan jurusan Kiaracondong-Blitar di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Jumat (31/5/2019). (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 15:15

Studio 512 Bandung: Apresiasi D'Renced untuk Rekaman

Suara-suara menjadi gelombang, menjadi getaran yang mengirimkan isyarat kepada otak sampai berteriak.

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 12:24

Ayam Bekakak: Eksplorasi Gastronomi, Akar Historis, dan Filosofi Budaya Sunda

Dalam peta kuliner Tatar Pasundan, Ayam Bekakak (atau Bakakak Hayam) bukan sekadar sajian pemuas lapar.

Ayam Bekakak (atau Bakakak Hayam), hidangan ayam panggang utuh khas Tatar Pasundan. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: amrufm)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 11:19

Sesi Cukur Malam

Berkisah pembicaraan dua orang sobat, tukang cukur dan pelanggannya yang seorang dosen. Mereka menggosipkan mengenai kesialan-kesialan nasib karib mereka semasa SMA.

Sesi Cukur Malam. (Sumber: Chat GPT)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 07:40

Gunta Akhiri: Mewujudkan Rumah Besar Para Insinyur Kota Bandung

Tantangan besar ketersediaan Insinyur Profesional mesti segera diatasi

Ilustrasi Ketua PII  Cabang Bandung, Gunta Akhiri dan Ketum PII Pusat, Ilham Akbar Habibie (Sumber: dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 19:12

Eksplorasi Gastronomi Bandung: Menyingkap Jejak Rasa, Sejarah, dan Warisan Budaya Pasundan

Memahami kuliner Bandung bukan sekadar aktivitas konsumsi, melainkan sebuah penelusuran antropologis terhadap budaya Pasundan yang menempatkan harmoni alam di atas piring saji.

Soto Bandung tampil unik dengan kuah bening kaldu sapi sebagai pembeda dari soto bersantan di daerah lain, dipadukan secara khas dengan potongan lobak. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 16:09

Jalan yang Benar di 'Google Maps' Belum Tentu Benar bagi Kendaraan Kita

Google Maps tidak berada di balik kemudi. Ia tidak tahu secara langsung apakah kendaraan tertentu membawa muatan berlebih atau apakah mesin kendaraan sedang prima.

Google Maps (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)