Lemahneundeut, Jejak Tanah Neundeut atau Nendatan di Lereng Gunung

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)

Saat berada di kaki gunung, tampak kemegahan persawahan yang berundak-undak. Persawahan dengan petakan-petakan yang sempit, ada yang hanya setengah meter lebarnya, memanjang mengikuti garis ketinggian. Dilihat dari kejauhan, persawahan itu seperti tangga raksasa menuju gerbang hutan di lereng gunung. Persawahan berteras-teras itu merupakan jejak dari peristiwa alam, yaitu adanya peristiwa lahan, lemah, atau tanah yang neundeut, yang nendat (slumping) yang kemudian dikelola setelah lahannya menjadi relatif stabil.

Lemahneundeut adalah masa tanah atau batuan yang bergerak ke bawah lereng. Material massa tanah yang menjadi longgar, kemudian merosot melalui bidang gelincir, mengikuti arah kemiringan lereng. Peristiwa alam nendatnya suatu kawasan, teramati atau bisa juga disaksikan oleh penduduk setempat. Kejadian alam itu telah menginspirasi untuk penamaan tempat. Dinamailah kawasan itu Lemahneundeut karena pernah terjadi peristiwa alam berupa lahan yang neundeut atau nendatan. 

Jawa Barat, banyak sekali nama geografis Lemahneundeut. Sebagai contoh, di Kota Bandung, toponim Lemahneundeut ada di Cikutra, di Sukajadi, dan di Cicadas. Di Kabupaten Bandung ada di Cipelah, dan di Desa Sugihmukti. Lemahneundeut ada di Limusnunggal, Kabupaten Sukabumi. Ada di Campaka, Kabupaten Garut, ada di Desa Cimarias, Kabupaten Sumedang, di Pawindan, Kabupaten Ciamis, dan Lemahneundeut di Megamendung, Kabupaten Bogor.

Pergerakan masa tanahnya berupa blok atau bidang, sehingga bagian atas blok tanah yang merosot itu akan menghadap ke arah tebing asal di atasnya. Gawir utama di bagian puncak tebing yang ditinggalkan oleh bidang tanah yang merosot, akan berbentuk seperti tapal kuda. Jika masa yang bergerak itu terdiri dari beberapa blok atau bidang lahan, terjadinya relatif cepat, tiba-tiba, dan dalam jarak yang pendek-pendek, terputus-putus, ketika kekuatan daya tahan gesernya belum terlampaui. Akhirnya akan terbentuk struktur berundak, dan di bagian bawahnya, di kaki lereng, tanah atau batuan yang semula merupakan bagian atau blok tanah padat, karena tekanan yang kuat dari atas hingga kehilangan daya ikat masa tanahnya, kemudian berubah menjadi gundukan tanah yang menyebar. 

Jejak adanya peristiwa alam nendatan itu membentuk undakan-undakan. Di bagian paling atas setiap undakan nendatan itu akan membentuk sedikit cekungan, yang kemudian diisi air. Keadaan ronabumi inilah yang oleh para petani dikelola menjadi sawah yang berteras-teras mengikuti jejak nendatan yang terputus-putus. 

Lemahneundeut terjadi karena beberapa faktor. Misalnya karena terjadinya pelemahan di kaki lereng. Ini menjadi penyebab yang utama. Bisa terjadi karena dua sebab utama, yaitu karena sebab alami, yaitu karena terjadinya pengikisan atau erosi di tebing pinggir sungai. Runtuhnya lereng di tepi sungai itu akan menarik lereng bagian atas karena penopangnya hilang. Hal serupa terjadi juga karena sebab pengerjaan oleh manusia, yang memotong lereng tebing tegak lurus. Seperti banyak dilakukan pada saat membuat jalan dan memperluas lahan untuk perumahan, yang menyebabkan kesetimbangan lereng menjadi terganggu. Itulah sebab nendatan yang terjadi karena terjadinya gangguan kerusakan di bagian bawah, yang akan menarik bagian lereng di atasnya.

Bila kerusakan terjadi di bagian atas, keadaan lahan yang terbuka, misalnya, maka ketika hujan deras terjadi, air meteorik itu akan dengan cepat menyerap ke tanah yang gembur (permeable). Ikatan masa tanah yang sangat longgar itu akan berdampak sangat berat, bila air yang meresap sampai di lapisan di bawahnya yang berupa tanah liat, lempung, atau lanau, yang tak tembus air (impermeable). Air ini akan membuat tanah menjadi jenuh, air akan mengisi ruang antar pori tanah, menyebabkan daya ikat tanah, sehingga meningkatkan berat masa lereng, sekaligus menjadi pelumas batuan impermeable menjadi bidang gelincir yang akan mendorong masa lereng di bawahnya.

Bisa juga karena pembebanan di bagian puncak lereng yang dapat meningkatkan gaya dorong ke bawah. Pembebanan puncak yang melebihi kemampuan gaya tahan lereng, akan terjadi Gerakan mendorong bagian bawah, sehingga nendatan akan terjadi. Pembebanan puncak lereng itu dapat berlangsung secara alami maupun karena adanya pekerjaan manusia, seperti membangun yang melebihi kemampuan lereng untuk menahannya.

Nendatan akan terjadi bila ada guncangan gempabumi yang besar, yang dapat merusak ikatan antar partikel tanah atau batuan secara mendadak, yang dapat memicu runtuhnya lereng. Apalagi bila terjadi kerusakan di lereng bawah atau pembebanan yang berlebihan di bagian atas.

Kenampakan rona bumi yang dapat diamati setelah terjadinya lemahneundeut atau nendatan adalah adanya pohon dan dinding bangunan yang miring, permukaan lereng yang asalnya rata menjadi patah-patah membentuk undakan atau terasering alami yang baru.

Pascanendatan ini, kadang ditandai dengan kemunculan mata air baru di bagian kaki nendatan. Hal ini terjadi karena air meteorik yang meresap di lapisan tanah gembur, terakumulasi di lapisan tanah atau batuan yang tak tertembus air, sekaligus menjadi bidang gelincir. Karena gaya gravitasi, air akan mengalir di bidang gelincir menuju kaki lereng yang lebih rendah, keluarlah menjadi mata air.

Ketika keadaan hutan di lereng-lereng bukit dan di lereng-lereng gunung sudah berganti menjadi kebun sayur, maka kejadian longsor, lemahneundeut, akan semakin mahabu, merajalela. Hanya saja peristiwa alam itu tidak ditandi dengan memberikan nama baru, menjadi Kampung Urug, misalnya, atau menjadi Kampung Lemahneundeut. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 30 Okt 2026, 17:12

Lemahneundeut, Jejak Tanah Neundeut atau Nendatan di Lereng Gunung

Lemahneundeut adalah masa tanah atau batuan yang bergerak ke bawah lereng.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 15:26

Menghalau Asap dengan Sains dan Kolaborasi Akademisi dalam Mitigasi Karhutla

Kampus punya ilmu dan jaringan untuk mencegah karhutla. Simak peran riset gambut, KKN tematik, dan konsorsium lintas kampus di wilayah rawan.

Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 14:09

Evolusi Judi dan Fenomena Bansos

Menyoroti fenomena bansos bagi pelaku judi online

Evolusi Judi dan Fenomena Bansos. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 13:10

Instrumen Bumi sebagai Komposisi Sorawatu

Setiap bunyi dihasilkan dari gelombang suara, mengontruksi logika rasa manusia. Getaran batu di pukul memiliki frekuensi yang mampu memicu ketenangan batin.

Gamelan Sorawatu. (Foto: Penulis)
Beranda 30 Okt 2026, 12:02

AMSI Awards 2026 Apresiasi Inovasi 10 Media Siber Indonesia

AMSI Awards 2026 merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026

Para pemenang di malam penghargaan AMSI Awards 2026 berpose bersama setelah acara, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) malam WIB. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 11:45

Cicadas Camping Ground: Tempat Kemah Super Luas di Sumedang

Cicadas Campimg Ground tempat kemah yang luas dan asri. Cocok untuk berkegiatan bareng teman, keluarga atau pasangan. Fasilitasnya juga lengkap.

Lapangan tempat kemah,di  kawasan Cicadas Camping Ground, Sumedang.
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 10:33

‎Dari 'Deadline' hingga 'Healing': Ketika Bahasa Inggris Masuk ke Percakapan Sehari-hari ‎

Penggunaan istilah seperti deadline, meeting, healing, overthinking, random, hingga literally menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan masyarakat terus mengalami perkembangan.

Wawancara kepada Mahasiswa: Ketika Bahasa Inggris Masuk ke Percapakan Sehari-Hari (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 08:04

Dampak ISPA dari Asap Karhutla bagi Ibu Hamil

Menurut Ns. Suryane Sulistiana Susanti, S.Kp., M.N.Sc., Ph.D. Asap Karhutla ancam Ibu Hamil dan Generasi Mendatang

Ilustrasi ibu hamil. (Sumber: Pexels | Foto: Helena Lopes)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 20:09

Mati Sebelum Berkembang, Inovasi Birokrasi di Indonesia

Sudah hampir satu Periode Rencana Jangka panjang (25 Tahun) Reformasi Birokrasi digulirkan, fakta di lapangan Birokrasi masih belum sesuai dengan yang diharapkan.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 29 Okt 2026, 19:44

Intip Serunya Theatrical 360 Audio Horror Experience di Braga CityWalk, Wahana Rumah Hantu 'Next Level' Cuma Lewat Suara

Berbeda dari rumah hantu konvensional, Theatrical 360 Audio Horror Experience menawarkan sensasi horor imersif yang sepenuhnya dimainkan lewat stimulasi indera pendengaran.

Berbeda dari rumah hantu konvensional, Theatrical 360 Audio Horror Experience menawarkan sensasi horor imersif yang sepenuhnya dimainkan lewat stimulasi indera pendengaran. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 19:08

Yang Perlu Dibicarakan Ketika Membicarakan Rencana Program Historic Urban Landscape di Kota Bandung

HUL adalah pendekatan holistik dan kerangka kerja dinamis untuk mengelola lanskap sejarah perkotaan yang terus berkembang, bukan predikat, status, yang berhenti di atas kertas dan jargon.

Salah satu gedung bersejarah di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 18:50

PA 98 Desak Polda Jabar Transparan Tangani Perkara Mahasiswa, Tolak Kriminalisasi Gerakan Demokrasi

PA 98 mendesak penghentian kriminalisasi dan intimidasi mahasiswa, transparansi penangkapan, jaminan bantuan hukum, serta perlindungan hak akademik dan kebebasan demokrasi.

Aksi aliansi masyarakat sipil dan mahasiswa Bandung dalam memperingati 2 tahun rezim Prabowo-Gibran. (Foto: Abah Omtris)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 14:50

Peran Strategis Warga Bandung dalam Gerakan Nasional Penanggulangan Karhutla

Warganet Bandung seharusnya dapat berperan dalam penanganan penanggulangan karlutha secara strategis. Sikap nasionalisme adalah bentuk empati dan tanggung jawab konkret untuk mengatasi bencana ini.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 13:06

Solusi Bijak Menangani Lahan Gambut

Memelajari metode restorasi, pengelolaan air yang tepat dan aksi nyata menjaga ekosistem demi mencegah bencana lingkungan.

Hutan dan lahan gambut. (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Beranda 29 Okt 2026, 11:52

Rp3 Miliar untuk Skatepark di Lapangan Teuku Umar: Siapa yang Diuntungkan, Warga atau Proyek?

Sejumlah warga Coblong menolak lapangan bola gratis diubah multifungsi dengan skatepark. Mereka mempertanyakan siapa yang sebenarnya dilayani dan mengaku belum pernah diajak bicara.

Pengguna Lapangan Teuku Umar membentangkan spanduk penolakan terhadap rencana revitalisasi yang dinilai berpotensi mengurangi ruang kebersamaan warga di Kecamatan Coblong, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathun Romadhan)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 09:36

Sumpah dari Masa ke Masa

Membicarakan "sumpah" yang dicatat sejarah.

Sumpah dari Masa ke Masa. (Sumber: GeminiAI)
Beranda 29 Okt 2026, 09:35

Nyala dari yang Terbuang: Ekonomi Sirkular Guwosari, Mengubah Sampah menjadi Harapan

Di tingkat hulu, program dilakukan dengan memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat dari pintu ke pintu.

Warga binaan SS dan FH membuat kerajinan dari bahan daur ulang sampah di Rutan Kelas IIB Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat 11 September 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 08:56

Peran Ganda Perempuan dalam Kondisi Karhutla

Dalam segala keadaan perempuan seringkali harus menjalani berbagai macam peran baik berdasarkan keinginan ataupun tuntutan sosial.

Ilustrasi Perempuan mendampingi anaknya belajar. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 21:32

Ketika Karhutla Menjadi Pelajaran bagi Warga Bandung

Ketika karhutla kembali melanda. Warga Bandung selalu mengikuti bagaimana api dipadamkan. Namun apa bukti kepedulian kita di sini? Tumbuhkan kesadaran lingkungan menjadi kebiasaan dan tanggung jawab.

Kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: tribratanews.polri.go.id)