Matur Suksma Mas Guruh...

4 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Guruh Soekarnoputra, anak bungsu Soekarno, meninggal dunia di usia 73 tahun. Dikenal sebagai seniman dan politisi, ia meninggalkan warisan musik yang abadi. (Sumber: Instagram)
Guruh Soekarnoputra, anak bungsu Soekarno, meninggal dunia di usia 73 tahun. Dikenal sebagai seniman dan politisi, ia meninggalkan warisan musik yang abadi. (Sumber: Instagram)

Anak jalanan kumbang metropolitan

Selalu ramai dalam kesepian

Anak jalanan korban kemunafikan

Selalu kesepian di keramaian

Tiada tempat untuk mengadu

Tempat mencurahkan isi kalbu

Cinta kasih dari ayah dan ibu

Hanyalah peri yang palsu...

ANAK JALANAN, Ciptaan GURUH SP

Guruh Sukarno Putra atau Guruh SP meninggal dunia pada tanggal 26 September 2026 pukul 04.16 WIB setelah mengalami sakit dan dirawat di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Almarhum dimakamkan pada siang harinya, di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak dan berada satu area dengan makam ibunya, Fatmawati. Sepanjang kariernya di bidang seni, Guruh diakui sebagai salah satu seniman yang besar bukan karena sensasi. Ia merupakan seniman dengan reputasi internasional, yang beberapa kali memperoleh penghargaan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Dalam petualangannya berkesenian, Guruh mendapatkan sejumlah penghargaan. Ia meraih Pencipta Lagu Pop Terbaik dalam Anugerah Musik Indonesia 1998, kemudian menerima Lifetime Achievement Award pada 2010. Pada 23 Maret 2011, bertepatan dengan peringatan Hari Musik Nasional, Guruh menerima Nugraha Bhakti Musik Indonesia dari Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI). Bahkan pada tahun 2008 namanya masuk dalam jajaran hebat The Immortals, 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa versi majalah musik Rolling Stone Indonesia.

Di antara putra-putri Soekarno, Guruh adalah sosok yang paling lekat dengan seni. Sejak muda, ia menekuni tari, musik, dan seni pertunjukan hingga melahirkan berbagai karya yang membekas pada dunia musik Indonesia. Pria kelahiran 13 Januari 1953 itu juga sempat mengarungi dunia politik. Ia tercatat sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur pada periode 1992-1997 melalui Partai Demokrasi Indonesia atau PDI, kemudian terpilih lagi menjadi anggota DPR RI dari PDI Perjuangan pada 1999-2024.

Sejak muda, Guruh dikenal dengan bakatnya di dunia seni, terutama seni tari dan seni musik. Ia mendirikan grup kesenian Swara Mahardika dan GSP Production. Ia juga mendirikan grup Guruh Gipsy dan Gank Pegangsaan bersama Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye. Berbagai lagu legendaris lahir dari tangan Guruh Soekarnoputra, seperti Kala Sang Surya Tenggelam, Melati Suci, Zamrud Khatulistiwa, Lenggang Puspita, Mahadaya Cinta, serta Galih dan Ratna.

Sepulangnya dari negeri Belanda tahun 1975, Guruh melakukan eksperimen musik perpaduan gamelan Bali dan musik Barat yang berujung pada rilisnya album musik Guruh Gipsy pada tahun 1976. Proyek musik inovatif ini didukung oleh berbagai musisi terkemuka, seperti Keenan Nasution, Chrisye, Roni Harahap, Oding Nasution, dan Abadi Soesman.Selain Guruh Gipsy, ia bersama para koleganya juga pernah mendirikan grup musik Gank Pegangsaan.

Kariernya makin melambung jauh saat lagu ciptaannya yang berjudul "Renjana" sukses memenangkan Festival Nasional Cipta Lagu Populer Indonesia, dan sekaligus mewakili Indonesia dalam ajang World Popular Song Festival di Tokyo, Jepang. Guruh mencetak banyak karya lagu hits sepanjang kariernya, di antaranya "Galih dan Ratna", "Gita Cinta", "Anak Jalanan", "Lenggang Puspita", "Sendiri", dan "Marlina".

Di masa 1987, lagunya yang bertajuk "Kembalikan Bali Padaku" yang ditembangkan Jopie Latul berhasil memikat perhatian saat Festival Cipta Lagu Populer Indonesia dan kembali mewakili Indonesia dalam World Popular Song Festival di Tokyo. Selain mencipta lagu pop, Guruh juga sukses sebagai ilustrator musik untuk film layar lebar Ali Topan Anak Jalanan pada tahun 1977 serta Roman Picisan tahun 1980 bersama Candra darusman. Kemudian tahun 2023, lagu ciptaannya "Kala Sang Surya Tenggelam" kembali populer setelah menghiasi lagu di serial Gadis Kretek, dan tahun 2026, lagu "Kala Cinta Menggoda" menjadi lagu latar sinetron Cinta Seluas Samudra.

Kecintaan Guruh pada dunia kesenian juga ditunjukkan dengan mendirikan organisasi pemuda bernama Swara Maharddhika pada tanggal 27 Maret 1977. Organisasi ini berawal dari sebuah vokal grup tak bernama yang dilatih oleh Jhony Lantang, dan kemudian diubah oleh Guruh menjadi wadah kreativitas penggabungan tari tradisional dengan tari modern Barat. Melalui Swara Maharddhika, Guruh memprakarsai serta menyutradarai pergelaran seni berskala kolosal, di antaranya :

  • Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra (PKC-GSP) I pada tahun 1979
  • Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra (PKC-GSP) II bertajuk "Untukmu Indonesiaku" pada tahun 1980
  • Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra (PKC-GSP) III bertajuk "Cinta Indonesia" pada tahun 1984
  • Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra (PKC-GSP) IV bertajuk "Gilang Indonesia Gemilang" pada tahun 1986

Bagi kami yang tumbuh pada dekade tahun 1980-an karya-karya Guruh SP adalah karya yang megah dan penuh pesona. Lagu-lagu yang penuh dengan kata-kata indah atau puitis namun bisa didengar, dinikmati dan dicerna dengan seru di pendengaran para penikmat musik Indonesia. Lewat suara merdu Chrisye, Vina Panduwinata atau Tika Bisono dan Andi Meriem Mattallata diantaranya. Sejumlah lagu-lagu di atas selalu ramai menghiasi nuansa siaran radio swasta dan televisi meski yang ada hanya TVRI. Begitupun juga pementasan kolosalnya bersama Swara Maharddhika yang penuh dengan unsur-unsur etnik nusantara selalu dinanti para kawula muda saat itu khususnya Jakarta.

Matur Suksma Mas Guruh atas karya-karyanya .... (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 29 Sep 2026, 19:45

Street Spydrs: Merayakan Jejak Panjang Skateboard Bandung lewat Buku dan Pameran

Empat dekade perjalanan Street Spydrs kembali dikenang melalui buku, diskusi, dan pameran yang mempertemukan para pelaku sejarah, sahabat, keluarga, serta generasi lintas zaman dalam satu ruang penuh

Buku karya Reka Nugara, Street Spydrs Empat Dekade Berseluncur, yang merekam perjalanan, dinamika, serta jejak Street Spydrs dalam perkembangan budaya skateboard dari masa ke masa. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 18:18

Gastronomi Semarang: Menelusuri Jejak Rasa Tempo Dulu dan Pelestarian Warisan Kuliner

Semarang bukan sekadar titik geografis di pesisir utara Jawa; ia adalah sebuah bejana peleburan budaya yang tercermin secara nyata dalam setiap sajian kulinernya.

Seorang penjual minuman keliling di Semarang sekitar tahun 1926 - 1932. (Sumber: collectienederland.nl)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 17:36

Apa Dampak Lingkungan Data Center untuk AI yang Kita Pakai Setiap Hari?

Chat AI terasa gratis, padahal ada biaya tersembunyi di data center berupa listrik dan jutaan liter air. Cari tahu siapa yang menanggungnya di sini

Ilustrasi data center modern yang beroperasi 24 jam dan membutuhkan listrik serta air dalam jumlah besar untuk pendinginan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 17:01

Eksistensi KWK Bandung dan Potensi Ruang Kreatif di Stasiun Whoosh

Keberadaan delapan KWK menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung dalam mengembangkan pariwisata yang tidak hanya mengandalkan daya tarik destinasi

Stand KWK Cibaduyut  di festiwal bertempat di Kiara Artha Park, Bandung (Foto: bandung.go.id)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 15:50

Kopi Torrefacto, Pilihan Menikmati Kopi ala Spanyol di Singapura, Malaysia dan Indonesia

Nikmati keunikan Kopi Torrefacto, racikan khas Spanyol dengan sentuhan karamel manis yang kini populer di Singapura, Malaysia, hingga Indonesia.

Proses penyangraian metode Torrefacto (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Beranda 29 Sep 2026, 15:27

Musim Hujan Segera Tiba, Drainase Kota Bandung Akan Menghadapi Ujian Sesungguhnya

Sanggupkah menelan limpahan air hujan atau wargi Kota Bandung seperti biasa akan mendorong kendaraannya yang mati mesin di tengah genangan?

Sejumlah pekerja melakukan perbaikan drainase di Jalan Dr. Djunjunan, Kota Bandung, Selasa 29 September 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 14:17

Menelusuri Kelezatan Hidangan Nonya: Simfoni Cita Rasa Peranakan Cina Melayu

Kuliner Nonya merupakan salah satu warisan budaya paling dinamis dan elegan di kawasan Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Laksa lemak sebagai salah satu hidangan Nyonya (peranakan). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Change C.C)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 10:30

Matur Suksma Mas Guruh...

Guruh Sukarno Putra atau Guruh SP adalah salah satu seniman bercita rasa Indonesia lewat karya-karyanya yang selalu diwarnai unsur-unsur etnis nusantara yang ikonik

Guruh Soekarnoputra, anak bungsu Soekarno, meninggal dunia di usia 73 tahun. Dikenal sebagai seniman dan politisi, ia meninggalkan warisan musik yang abadi. (Sumber: Instagram)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 08:44

Yang Masuk Kelas Bukan Cuma Anak, Melainkan Rumahnya

Membongkar fenomena anak yang masuk ke gerbang sekolah dengan seribu satu masalah dan beban, serta meng-highlight cara merespon pada masalah-masalah tersebut dan menawarkan solusi yang realistis.

Sejumlah siswa baru mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 2 Bandung, Jalan Sumatera, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 19:28

Pentingnya Perlindungan Hak-Hak Sosial bagi Anak Didik

Seyogianya anak didik tidak hanya menjadi objek pertanyaan. Anak didik bukan sekadar penerima pelajaran. Mereka harus tumbuh sebagai manusia. Dan hak-hak sosial anak didik harus dilindungi.

Sejumlah siswa baru mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 2 Bandung, Jalan Sumatera, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 19:06

Kopi Tiam dari Semenanjung Malaya ke Nusantara hingga ke Kota Bandung

Jelajahi kisah kopitiam, kedai kopi legendaris yang bermigrasi dari Semenanjung Malaya ke Nusantara, hingga kini menjadi tempat nongkrong favorit dan bagian dari gaya hidup kuliner Kota Bandung.

Menu sarapan pagi di Warung Kopi Purnama: roti kukus sarikaya, telur rebus setengah matang dan kopi hitam (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 18:53

Pos Indonesia dan Perjuangan Menjemput Masa Depan

Setiap tanggal 27 September, insan pos dan telekomunikasi Indonesia memperingati Hari Bhakti Postel.

PT Pos Indonesia memasuki usia 81 tahun pada 27 September 2026. Hingga kini, layanan pos tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk hingga pelosok negeri. (Foto: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 18:14

Bagaimana jika Kencan Pertama Kita Diawali dengan Rencana Menggulingkan Rezim

Bergumul dengan romantisme di tengah negara yang carut-marut rasanya ada yang kurang. Ada mereka yang perlu kita pinjam suaranya demi kesejahteraan bersama.

Memikirkan romantisme di tengah negara yang carut-marut  rasanya seperti kita menghilangkan empati. Kecuali jika kencan pertama kita diisi dengan rencana menggulingkan rezim (Sumber: pexels)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 17:30

81 Tahun KAI: Asa KRL 2027 dan Lantai Gerbong yang Sesak

Di tengah perayaan Hari Kereta Api Nasional dan HUT ke-81, realitas yang saya dan ribuan pelaju lain hadapi setiap hari di jam kerja justru jauh dari kata nyaman.

Calon penumpang memasuki gerbong Kereta Kahuripan jurusan Kiaracondong-Blitar di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Jumat (31/5/2019). (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 15:15

Studio 512 Bandung: Apresiasi D'Renced untuk Rekaman

Suara-suara menjadi gelombang, menjadi getaran yang mengirimkan isyarat kepada otak sampai berteriak.

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 12:24

Ayam Bekakak: Eksplorasi Gastronomi, Akar Historis, dan Filosofi Budaya Sunda

Dalam peta kuliner Tatar Pasundan, Ayam Bekakak (atau Bakakak Hayam) bukan sekadar sajian pemuas lapar.

Ayam Bekakak (atau Bakakak Hayam), hidangan ayam panggang utuh khas Tatar Pasundan. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: amrufm)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 11:19

Sesi Cukur Malam

Berkisah pembicaraan dua orang sobat, tukang cukur dan pelanggannya yang seorang dosen. Mereka menggosipkan mengenai kesialan-kesialan nasib karib mereka semasa SMA.

Sesi Cukur Malam. (Sumber: Chat GPT)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 07:40

Gunta Akhiri: Mewujudkan Rumah Besar Para Insinyur Kota Bandung

Tantangan besar ketersediaan Insinyur Profesional mesti segera diatasi

Ilustrasi Ketua PII  Cabang Bandung, Gunta Akhiri dan Ketum PII Pusat, Ilham Akbar Habibie (Sumber: dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 19:12

Eksplorasi Gastronomi Bandung: Menyingkap Jejak Rasa, Sejarah, dan Warisan Budaya Pasundan

Memahami kuliner Bandung bukan sekadar aktivitas konsumsi, melainkan sebuah penelusuran antropologis terhadap budaya Pasundan yang menempatkan harmoni alam di atas piring saji.

Soto Bandung tampil unik dengan kuah bening kaldu sapi sebagai pembeda dari soto bersantan di daerah lain, dipadukan secara khas dengan potongan lobak. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 16:09

Jalan yang Benar di 'Google Maps' Belum Tentu Benar bagi Kendaraan Kita

Google Maps tidak berada di balik kemudi. Ia tidak tahu secara langsung apakah kendaraan tertentu membawa muatan berlebih atau apakah mesin kendaraan sedang prima.

Google Maps (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)