Bagaimana jika Kencan Pertama Kita Diawali dengan Rencana Menggulingkan Rezim

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Memikirkan romantisme di tengah negara yang carut-marut  rasanya seperti kita menghilangkan empati. Kecuali jika kencan pertama kita diisi dengan rencana menggulingkan rezim (Sumber: pexels)
Memikirkan romantisme di tengah negara yang carut-marut rasanya seperti kita menghilangkan empati. Kecuali jika kencan pertama kita diisi dengan rencana menggulingkan rezim (Sumber: pexels)

Aku adalah seorang perempuan yang tidak terlalu tertarik dengan kisah romantisme. Apa itu pacaran ? jika yang kita penuhi hanya sejumlah pertanyaan keluarga saat kumpul di hari raya. Apa itu cinta jika hanya berdasarkan dari nafsu yang menggebu saja. Apa itu menikah jika hanya didasarkan pada tuntutan tradisi masyarakat dan tidak peduli dengan ekonomi yang melarat.

Aku tidak tertarik, kecuali jika kencan pertama kita diawali dengan rencana menggulingkan rezim, bagaimana?

Seorang laki-laki di sebrang meja itu sedikit terhenyak, antara kagum dan kaget dengan perempuan yang dianggapnya pendiam selama ini ternyata memiliki keberanian sebesar itu.

Bolehkah aku bertanya, kenapa kamu punya rencana seambis itu ? bukankah negara kita tidak akan banyak berubah ? sekeras apapun kita mencoba memperbaikinya

Sayang sekali, nilaimu berkurang 10 poin karena kamu terlihat gampang menyerah-- padahal obrolan kita akan cukup panjang. Menjawab pertanyaanmu, karena aku sudah lelah diam saja melihat semua orang menormalisasi kegilaan pemimpin kita, baik dari segi ucapan yang terlontar dalam mulutnya ataupun setiap kebijakan nyelenehnya.

Aku minta maaf, bukan berarti aku mudah menyerah tapi aku sempat lelah karena suara siapapun tidak pernah benar-benar terdengar oleh pemimpin tertinggi negara ini.

Lelah tidak apa. Ku pikir kita hanya manusia biasa. Jeda sejenak untuk mengambil energi lebih banyak itu bukan hal yang salah. Tapi tidak semestinya kita diam saja karena kemalangan tidak langsung menimpa kita. Coba kamu bayangkan berapa banyak warga negara kita yang mati karena penanganan bencana yang tidak jelas. Berapa banyak anak bangsa ini yang mati karena program yang jelas-jelas banyak buruknya tapi tak kian di evaluasi.

Jadi kita bisa mulai dari mana untuk menggulingkan rezim ini di tengah gempuran dan informasi yang tersebar di media sosial. Kamu tau sendiri orang yang berniat baik akan dikira "Londo Ireng" dan mereka yang berniat jahat justru adalah pahlawan.

Aku punya rencana untuk menyebarkan program MMB ke masyarakat mulai dari kelas ekonomi yang beragam dari anak kecil hingga manula.

Apa itu MMB ?

Membaca, Menulis dan Berbagi

Boleh kamu jelaskan konsep utamanya seperti apa ?

Oke. Menurutku ketiga hal ini adalah langkah kecil yang jika terus dijalankan secara konsisten akan memberikan dampak yang cukup besar dan meluas. Jadi aku ingin masyarakat kita bisa menumbuhkan minat baca semakin tinggi lagi karena aku lihat dibeberapa kota sudah banyak yang mendirikan komunitas buku.

Setuju, menurutku negara kita sudah banyak yang peduli dengan membaca buku hanya saja akses untuk membaca buku itu yang perlu terus kita upayakan. Mungkin kita bisa bekerja sama dengan para pemilik komunitas buku itu, agar buku-buku bisa menjangkau daerah terpencil.

Betul aku sangat suka dengan ide brilianmu. Selanjutnya setelah masyarakat kita punya kebiasaan yang baik untuk membaca maka langkah yang kedua adalah kita harus mengajak mereka untuk mau menulis. Dengan menulis bukan saja apa yang mereka dapatkan bisa transfer ke dalam bentuk tulisan saja. Melainkan dengan menulis juga mereka bisa bersuara tentang banyak ketimpangan dan ketidakadilan yang terjadi di negeri kita. Tak hanya itu suara yang mereka tulis akan menjadi abadi dan tidak akan lekang oleh zaman. Sehingga keberanian-keberanian itu akan terus mengudara untuk zaman anak dan cucu.

Baca Juga: Sesi Cukur Malam

Baik, lalu apa yang kamu maksud dengan berbagi itu ?

Nah maksudnya adalah kita perlu memanfaatkan media sosial untuk membagikan segala informasi dan media untuk menyuarakan suara-suara mereka yang terpinggirkan. Seseorang yang membaca bisa membagikan ide atau wawasan yang didapatnya melalui buku dengan cara menjadi bookstagram. Seseorang yang menulis pun bisa membagikan karyanya melalui media sosial yang bisa menjangkau pembaca di seluruh dunia.

Oke kalau begitu apakah ini bisa dikatakan sebagai kencan pertama kita ? ucap lelaki sebrang meja itu yang sedari tadi tak sabar menunggu jawaban

Aku rasa kamu tahu jawabannya.

Untuk menggulingkan rezim memang dibutuhkan masyarakat yang memiliki suara yang sama. Untuk memiliki suara yang sama kita perlu membaca banyak buku dan belajar dari sejarah negara kita sendiri. Kita mesti tahu jejak kelam mereka yang keras bersuara tapi dilenyapkan begitu saja. Kita juga perlu menulis agar suara itu menjadi saksi di masa yang akan datang. Selanjutnya berbagilah kedua hal itu untuk kebaikan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Bandung 11 Okt 2026, 21:19

Saksi Bisu Sejarah Sejak 1897, Grand Hotel Preanger Bandung Bertransformasi Jadi Destinasi Heritage Modern

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga.

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 15:25

Kemacetan Kopo Itu Ada Usainya atau Tidak, sih?

Kemacetan Kopo yang disebabkan oleh keserakahan para pengendara dengan mengambil jalan pengendara lain dari lawan arus dan solusi agar kemacetan bisa berkurang.

Kemacetan di daerah Kopo. (Sumber: infobandungkota via instagram | Foto: Tanty Malia)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 13:45

Mengapa Jalan di Kebon Gedang Kembali Rusak? Menelusuri Penyebab di Balik Kerusakan Jalan

Jalan di Kebon Gedang kembali rusak meski telah diperbaiki. Artikel ini menelusuri kemungkinan penyebabnya, mulai dari genangan air, drainase, hingga tingginya aktivitas kendaraan.

 Ilustrasi.
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 12:37

Citarum Masuk Kamar: Dari Jam 8 Malam Sampai Pagi di Katapang

Banjir Sungai Citarum yang masuk hingga ke kamar warga menjadi potret krisis lingkungan. Artikel ini mengulas penyebab, dampak, dan solusi yang harus dilakukan bersama.

Kondisi rumah di Gang Awug, Katapang, setelah banjir semalam akibat luapan Citarum. Air coklat masih menggenang di dalam rumah. (Sumber: Dokumentasi Warga)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)