Menyeduh Ketenangan, Menjual Kesabaran: Kisah Teh Dekat dari Pasar Cihapit

3 menit baca
Venecia Fiantika
Ditulis oleh Venecia Fiantika diterbitkan
Suasana Teh Dekat memperlihatkan kehangatan antara penjual dan pelanggan di Pasar Cihapit, Jalan Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, (2/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Venecia Fiantika)
Suasana Teh Dekat memperlihatkan kehangatan antara penjual dan pelanggan di Pasar Cihapit, Jalan Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, (2/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Venecia Fiantika)

Pagi di Pasar Cihapit selalu punya caranya sendiri untuk hidup. Di antara embun pagi dan sautan suara para pedagang, ada kepulan uap hijau yang menari pelan dari sebuah gelas kaca. Uap itu datang dari tangan Arien Kartika Sari, perempuan yang memilih menyeduh teh di tengah lautan kopi. 

Ia tak menjual tren, ia menjual ketulusan. Sebab di tengah hiruk pikuk kota yang dipenuhi kedai kopi, ia memilih bertahan dengan kesederhanaan yang ia yakini. Kedainya berdiri di sudut kecil Pasar Cihapit, Jalan Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat.

Arien Kartika Sari memulai perjalanan Teh Dekat sejak tahun 2019, bermula dari penjualan online sebelum akhirnya membuka gerai fisik pertamanya di Pasar Kosambi pada Oktober 2020. Setelah tiga tahun berjalan, ia memutuskan pindah ke Pasar Cihapit pada November 2023, tempat yang kini menjadi rumah baru bagi aroma teh dari berbagai penjuru dunia.

Perjalanannya untuk membuka gerai offline bukanlah mudah, ia mengaku butuh waktu untuk mengenalkan konsep toko teh kepada pelanggan. “Orang udah familiar banget sama kopi. Jadi kami harus jelaskan dulu ini teh jenis apa, cara pesannya bagaimana, penyajiannya bagaimana,” tuturnya saat diwawancara pada Minggu (2/11/2025).

Di tengah tren minum kopi yang masih mendominasi, ia justru menjual berbagai jenis teh, mulai dari teh lokal Indonesia, Japanese tea, Chinese tea, hingga teh dari Taiwan dan Vietnam. Salah satu yang paling digemari tahun ini adalah matcha, yaitu bubuk teh hijau asal Jepang yang ia seduh langsung di depan mata pelanggan.

Keunikan Teh Dekat terletak pada konsistensinya dalam mempertahankan proses manual di tengah dunia yang serba cepat. Ia menyeduh teh tanpa bantuan mesin maupun alat canggih, hanya mengandalkan kesabaran dan keahlian yang ia asah selama bertahun-tahun.

“Kalau boleh jujur, toko teh itu dinamis. Kalau kebun lagi nggak panen, ya kami nggak bisa restock. Jadi tiap tahun, menu best seller bisa berubah. Tapi untuk best seller tahun ini memang menu matcha,” katanya sambil tersenyum kecil.

Arien Kartika Sari, pemilik Teh Dekat, sedang menyiapkan menu best seller mereka yaitu matcha di Pasar Cihapit, Jalan Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat (2/11/2025) (Sumber: Venecia Fiantika | Foto: Venecia Fiantika)
Arien Kartika Sari, pemilik Teh Dekat, sedang menyiapkan menu best seller mereka yaitu matcha di Pasar Cihapit, Jalan Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat (2/11/2025) (Sumber: Venecia Fiantika | Foto: Venecia Fiantika)

Kini, setelah dua tahun berjualan di Pasar Cihapit, ia memilih untuk fokus penuh pada menu teh. Menu berbasis susu, termasuk matcha, dialihkan ke kedai satunya yang bernama Fusi, agar Teh Dekat bisa benar-benar menonjolkan karakter teh murni.

Selain karena ingin menonjolkan karakter murni teh, alasan lain ia mengalihkan beberapa menu ke kedai baru adalah faktor kesehatan.

“Pernah pas lebaran, saya nyeduh sampai lima puluh cangkir sendirian. Pelanggan saya yang dokter sampai bilang hati-hati, gerakannya berulang dengan intensitas tinggi itu bisa menyebabkan penyakit Carpal Tunnel Syndrome (CTS),” ujarnya.

Baginya, menyeduh teh bukan hanya soal rasa, tapi tentang kesabaran, kehangatan, dan hubungan kecil antara dirinya dengan pelanggan yang datang silih berganti. Di pasar yang bising dan padat, kedai mungil miliknya dapat menjadi oasis kecil bagi siapa pun yang ingin berhenti sejenak menikmati teh.

Teh Dekat dikenal sebagai kedai teh yang mempertahankan proses manual di tengah tren minuman instan. Ia membuktikan bahwa konsistensi dan ketulusan mampu membuat teh tetap relevan di tengah budaya kopi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)