Kembali Tenang dengan Ritual Grounding

3 menit baca
Nenah Haryati
Ditulis oleh Nenah Haryati diterbitkan Rabu 03 Jun 2026, 11:26 WIB
Menyendiri (Sumber: Unplash)

Menyendiri (Sumber: Unplash)

Sering kali, kita berusaha menipu diri sendiri dengan memaksakan pikiran positif yang hanya berputar di kepala. Padahal, tubuh kita adalah penyimpanan rahasia yang paling tulus daripada pikiran. Segala rasa sedih, cemas, hingga trauma tidak hanya singgah di kepala; ia menempel kuat pada otot dan fisik kita.

Ingat jargon Dr. Tirta yang sering bilang, "Kalau lagi galau, olahraga! Kalau stres, olahraga! Menuju Indonesia Atletik!"? Ternyata, itu bukan sekadar motivasi kesehatan biasa. Tanpa disadari, itu adalah bentuk grounding dalam somatic healing. Istilah gaulnya, menyembuhkan luka batin lewat gerakan tubuh. Sayangnya, kita sering mengabaikan pesan ini.

Banyak tokoh di film atau novel yang mengisyaratkan bahaya dari menekan emosi mereka digambarkan menjadi sosok yang hampa atau kosong hanya karena dipaksa untuk tidak menangis atau tidak mengekspresikan kesedihan. Ketika emosi itu dipendam terlalu rapat, tubuhlah yang akhirnya menanggung beban tersebut.

Mendengarkan tubuh saat merasa tegang atau sekadar menyadari detak jantung yang cepat adalah bentuk kejujuran yang menyehatkan—jauh lebih jujur daripada terus berpura-pura aman demi memenuhi ekspektasi orang lain. Jika lingkungan di luar sana tidak mengizinkan kita mengeluarkan emosi, maka tubuh kita sendiri yang harus menjadi 'lingkungan yang aman'. Kita perlu belajar untuk memvalidasi perasaan kita sendiri; misalnya, saat sedih, izinkan diri kita untuk benar-benar menangis atau setidaknya menyadari sesak di dada, alih-alih memaksanya segera pergi.

Setiap emosi yang terpendam akan selalu mencari jalan keluar melalui fisik kita. Namun, menyadari beban emosional saja tidak cukup; kita perlu cara konkret untuk memulangkannya pada tubuh. Di sinilah teknik grounding hadir sebagai kunci utama penyembuhan.

Sekelompok mahasiswa ITB menggelar kegiatan edukatif dan partisipatif di Taman Cascade, Jalan Kebon Bibit, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Sekelompok mahasiswa ITB menggelar kegiatan edukatif dan partisipatif di Taman Cascade, Jalan Kebon Bibit, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Latihan Praktis untuk Tubuhmu

Hal ini senada dengan ulasan Brett Larkin, seorang pakar somatik, yang menyebutkan bahwa trauma dan stres kronis tidak hanya tersimpan dalam ingatan, tetapi termanifestasi dan lambat laun akan menemukan jalannya sendiri untuk berbicara melalui rasa sakit di tubuh fisik. Tubuh kita adalah pembawa pesan yang jujur.

Untuk merespons pesan tersebut, Larkin menjabarkan beberapa latihan praktis sebagai bentuk penyembuhan somatik yang bisa kita coba di rumah:

1. Body Scanning (Cek Kondisi Badan): Cobalah duduk sejenak, tutup mata, lalu pindai tubuhmu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Rasakan bagian mana yang terasa tidak nyaman. Sering kali, kita merasa pusing bukan karena kurang tidur, tapi karena terlalu banyak hal yang dipikirkan. Saat lelah, menggeliatlah. Itu bukan tanda malas, tapi cara tubuh beristirahat di tengah tekanan.

2. Grounding (Memulangkan Pikiran): Ketika overthinking menyerang, bawalah pikiran kita pulang ke detik ini. Berjalanlah tanpa alas kaki di rumput, atau genggam benda dingin. Bagi sebagian orang, proses fokus seperti belajar makeup atau menyusun barang juga bisa menjadi bentuk grounding yang efektif.

Tak hanya itu, cobalah teknik tambahan untuk membantu menenangkan pikiran:

3. Jurnaling (Membumikan Pikiran ke Kertas): Jika pikiran terasa terlalu bising, kita bisa mengambil buku dan pulpen untuk menulis. Kita tidak perlu menulis untuk merangkai cerita hari yang panjang, tapi menulis untuk menangkap apa yang sedang dirasakan oleh tubuh. Menulis tangan menciptakan koneksi fisik yang nyata antara otak dan kertas, setiap goresan pulpen adalah cara kita menarik pikiran yang melayang kembali ke masa kini. Saat beban pikiran berhasil dipindahkan ke atas kertas, saat itulah tubuh kita mulai mendapatkan izin untuk melepas ketegangan. Ingat, jurnaling tidak harus puitis,  ia hanya perlu jujur.

Mulai saat ini, cobalah lebih sering menyapa tubuh sendiri. Saat kita tak lagi menuntut dunia untuk bicara, saat itulah kita mulai mendengar bahasa tubuh yang paling rahasia. Kita sebenarnya sedang membangun ruang aman yang paling tangguh, ruang di mana kita bisa benar-benar bernapas, lepas dari tuntutan ekspektasi, dan kembali menjadi manusia yang utuh. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nenah Haryati
Tentang Nenah Haryati
Mahasiswa yang hobi mengamati sisi lain kehidupan sehari-hari, terutama yang dialami Generasi Z.

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 19:00

Di Era Digital Kita Hidup dalam Situasi Alone Together

Di era digital, kita telah terjebak dengan hubungan teknologi dalam berkoneksi dengan sesama.

Ilustrasi teknologi digital di sekitar generasi muda saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)