Estetika Kota Bandung Menuju Kota Cerdas Berkelanjutan

4 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Pelajar menggunakan Alun-alun Regol sebagai tempat santai dan ngobrol-ngobrol. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Pelajar menggunakan Alun-alun Regol sebagai tempat santai dan ngobrol-ngobrol. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Kota cerdas merupakan dambaan masyarakat. Aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat di kota cerdas bukan hanya menjadikan teknologi ala kadarnya tetapi teknologi yang mampu mendukung kehidupan sehari-hari. 

Tidak ada teknis konvensional dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Semua dimaksimalkan dengan teknologi. 

Impian itu mewujud pada kota-kota yang ada di Indonesia. Salah satunya di kota Bandung.

Dari kota Bandung yang diimpikan adalah setiap layanan yang diberikan sudah berbasis teknologi. Dan estetika kota Bandung sangat mengenal kemajuan teknologi. 

Berestetika di kota tidak sekadar teknologinya melainkan gambaran umum bahwa kota Bandung diurus dan ditata sedemikian rupa.

Saat ini kota Bandung sudah membersihkannya dari kabel-kabel yang menggantung di udara kota. Dari ruas jalan yang selama ini mengganggu masyarakat. 

Bahkan dapat disebut jika kabel yang ada di kota bukan gangguan semata tetapi kabel di tiang akan menjadi halangan dan rintangan. 

Terobosan pemerintah Kota Bandung yang mengagendakan untuk menurunkan seluruh kabel yang ada di ruas jalan tersebut paling dinanti langkahnya.

Kota yang Didambakan

Masyarakat kota Bandung tentu saja menanti keseriusan pemerintah membuat kebijakan. Masyarakat sudah merasakan dampak yang signifikan ketika fungsi kabel di udara sudah dibebaskan dan dibereskan dengan segera. Bahkan tahun ini menjadi target utama pemerintah Kota Bandung menyelesaikan tugasnya. 

Semoga menjadi langkah awal yang baik bagi pemerintah untuk meningkatkan kebijakan. Sehingga tidak ada lagi kabel di udara, kota tanpa kabel. 

Kabel yang ditanam dengan sistem ducting yaitu menanam seluruh jaringan utilitas di tanah dan  akan menghasilkan kota yang bersih, estetik, dan memberikan nuansa nyaman kepada masyarakat.

Kota Bandung bukan pioneer tetapi juga mengikuti kota Batam, kota Magelang, dan memberikan kota Bandung berpredikat sebagai kota tanpa kabel udara. 

Kota Bandung akan lebih rapi, pemandangan langit lebih nyaman. Kota Bandung terus bergerak dengan cepat sebab masyarakatnya sudah menanti keseriusan pemerintah membuat kota Bandung yang berbeda. 

Sisi lainnya masyarakat akan disuguhkan bahwa kota Bandung telah menjadi kota yang didambakan. 

Menata Kota

Wisatawan lokal memadati kawasan Alun-alun Kota Bandung pada libur lebaran. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Wisatawan lokal memadati kawasan Alun-alun Kota Bandung pada libur lebaran. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Tidak ada hal lain jika masyarakat berada dalam kebahagiaan jika kotanya ditata dengan baik dan rapi. Kota yang bersih dari pungutan liar di pelbagai tempat. Apalagi jika pungutan liar diberantas sampai akar-akarnya. Sebab keluhan masyarakat selalu berhubungan dengan pungutan liar yang tidak pernah terselesaikan dengan tegas bahkan aturannya pun diterabas. 

Munculnya adalah masyarakat merasa selalu dirugikan oleh perlakuan pungutan liar. Fungsi parkir menjadi kendala yang tersembunyi. Parkir yang aman pun tidak bisa dilewatkan. Sebab kehilangan helm, sepeda motor, dan lainnya mengarah kepada perlakuan oknum yang merugikan masyarakat. 

Tenggang rasa dan percaya aturan selalu dilematis. Masyarakat tidak menerima kondisi seperti ini. Selain itu masyarakat merasakan ketakutan jika terdapat ancaman misterius akibat melawan. 

Andai saja masyarakat diberikan perlindungan semata karena masyarakat membayar kewajibannya sebagai wajib pajak. Tetapi jika masyarakat tidak diberikan penangan yang sempurna tentu saja kekecewaan yang mendalam dan memperburuk situasinya.

Begal, pencurian motor dengan kekerasan yang sekarang terjadi. Masyarakat tidak bisa aman setiap perjalanan. Sedangkan masyarakat membutuhkan keamanannya. 

Pembegal juga tidak dapat diterima perlakuannya meski ada himbauan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Tetapi jika perlu, masyarakat bergerak bersama dengan polisi sekitar. Keamanan yang tinggi akan meningkatkan produktivitas masyarakatnya.

Gagasan Kota Cerdas

Munculnya gagasan kota cerdas sudah didengar oleh telinga masyarakat sejak lama. Terintegrasi dengan layanan publik yang super cepat mulai dari tingkat wilayah membuat masyarakat diberikan kemudahan.

Namun gagasan kota cerdas (GKS) ini harus menyentuh ke dalam pemahaman sederhana dari masyarakat. Penantian masyarakat memang sudah tidak sabar lagi. 

Sebab GKS akan membuat kota Bandung semakin ramah, aman, dan nyaman. Kemudian masyarakat akan disuguhkan dengan penguatan identitas kota cerdas. 

Terdapat enam pilar disebutkan sebagai kota cerdas. Pertama, pemerintah cerdas yaitu layanan publik yang berbasis digital berasas transparan, akurat, dan menghindari alur birokrasi berbelit dan lama. Kedua, ekonomi cerdas yaitu ekosistem ekonomi digital, memudahkan investasi, dan penggunaan cashless di setiap transaksi, mendukung UMKM berbasis digital. 

Ketiga, kelayakan hidup cerdas yaitu meratanya pendidikan, fasilitas kesehatan terbaik, jaminan keamanan dengan CCTV. Keempat, mobilitas cerdas yaitu adanya transportasi publik terintegrasi, kebijakan transportasi yang memadai, tidak ada kemacetan, dan ramah kepada pejalan kaki, tidak ada yang melawan arah baik sepeda motor atau kendaraan lainnya.

Kelima, lingkungan cerdas yaitu pengelolaan sampah berbasis teknologi dan terintegrasi. Sistem drainase anti banjir sudah diterapkan dengan baik, dan pemaksimalan penggunaan energi ramah lingkungan. Terakhir, masyarakat cerdas yaitu pengguna layanan yang terlibat aktif dalam pembangunan kota, masyarakat menjadi masyarakat digital, melek teknologi informasi dan navigator digital yang mampu mendukung kebijakan pemerintah. 

Dengan enam pilar utama tersebut kota Bandung sudah siap bergerak menjadi kota cerdas bertumbuh dan berkelanjutan. 

Dalam menyelesaikan tugas-tugas kota Bandung menuju kota cerdas berkelanjutan menghadapi tantangan dari pelbagai aspek. Dibutuhkan keseriusan dan kejeniusan antar masyarakat dan pemerintah. Berkolaborasi bersama mengenai harapan dan pemenuhan jangka panjang. 

Dengan demikian menarik perhatian luas, kota Bandung yang serius melaksanakan cita-cita sebagai kota cerdas. Pada tahun berapakah akan terwujud? (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 28 Okt 2026, 18:53

Mewah di Mata, Ramah di Kantong? Menilik Fifty One Braga

Di balik tampilan megah Fifty One Braga, ada pengalaman nongkrong dengan harga yang relatif terjangkau. Suasana elegan, pelayanan ramah, dan pilihan menu menjadi daya tarik tersendiri.

Tampilan bangunan dan interior Fifty One Braga yang menghadirkan kesan megah dan elegan di kawasan Jalan Braga, Bandung. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Yuhan Safarah)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 18:37

Melihat Asap dari Lensa Karl Marx

Asap tidak lepas dari perluasan perkebunan kelapa sawit. Siapa yang ada dibaliknya adalah korporasi dan prinsip kapitalistik. Tawaran Karl Marx ialah membangun masayarakat berkelanjutan yang ekologis.

Tawaran Karl Marx ialah membangun masayarakat berkelanjutan yang ekologis. (Sumber: Ilustrasi diolah Gemini AI)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 17:07

Sumpah Pemuda Jangan Cuma Gagah di Kata

Peringatan Sumpah Pemuda seharusnya mendorong lahirnya generasi yang berani bekerja, mencipta, dan berinovasi.

Ilustrasi peringatan Sumpah Pemuda 2026 pentignnya mencegah layunya bunga demokrasi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 28 Okt 2026, 15:46

Tantangan Jurnalis di Era AI Bukan Lagi Soal Kecepatan

Perkembangan AI dan maraknya kreator konten membuat kecepatan bukan lagi keunggulan eksklusif media.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin. (Sumber: Humas Indonesia)
Beranda 28 Okt 2026, 15:30

IDMC 2026 AMSI Dibuka, Bahas Masa Depan Media di Era AI dan Konten Kreator

Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, mengatakan industri media menghadapi tantangan serius terkait kepercayaan publik.

Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 13:29

Budaya, Etika dan Moral di Tengah Perubahan Zaman: Refleksi Hari Sumpah Pemuda

Apa yang bisa kita definisikan kembali tentang budaya, etika dan moral dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun ini? Seharusnya budaya, etika dan moral maknanya tidak tercerabut dalam perubahan zaman

Hari Sumpah Pemuda meneguhkan kembali budaya, etika, dan moral di tengah perubahan zaman (Sumber: magnific.com)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 12:46

Kala PKL Bandung Menunggu ‘Wahyu’ dari Balai Kota

Gerobak milik PKL yang menutup jalur pejalan kaki bukan urusan remeh. Begitu pula sampah, kemacetan, dan bangunan liar.

Petugas Satpol PP Kota Bandung melakukan penertiban bangunan liar di atas trotoar. Hal tersebut sebagai upaya lanjutan dalam pembenahan PKL di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 11:42

Nasi Timbel dalam Balutan Anyaman Sunda

Nasi timbel lengkap di Warung Kopi Gunung Ciwidey disajikan dalam anyaman bambu khas Sunda, dengan ikan asin balado dan rempeyek kacang renyah.

Hidangan yang di balut kearifan lokal. (Foto: Zahra Rihhadatul Aisy)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 08:06

Bukan Sekadar Tempat Ngopi: Cerita tentang Jeda di Kalatemu

Lebih dari sekadar tempat ngopi, Kalatemu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melepas penat, menyelesaikan tugas, dan menikmati jeda dari rutinitas sehari-hari.

Tampak depan Kalatemu dengan logo kafe yang menjadi identitas tempat tersebut di Jalan Manisi, Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Yuhan Safarah)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 20:11

Kamar Mewah dalam Lapas

Pungli di lapas ada uang ada kamar mewah

Ilustrasi lapas. (Sumber: Pexels | Foto: RDNE Stock project)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 19:00

Perguruan Tinggi di Bandung dan Karhutla

Karhutla sering terjadi di Indonesia sehingga diperlukan upaya-upaya agar tidak terjadi lagi di masa datang dengan aktifnya kampus atau Perguruan Tinggi berpartisasi dalam pencegahannya

Petugas gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Rabu (12/8). (Sumber: Bidang Komunikasi Kebencanaan)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 18:02

Jejak Kenangan: Famor Radio Idola Bandung Era 80-90-an

Di Bandung, salah satu nama yang pernah mewarnai kehidupan pendengar pada era 1970-an hingga 1980-an adalah Radio FAMOR.

Booklet pedoman acara Radio Famor 1260 kHz yang memuat berbagai pilihan program siaran sepanjang tahun 1988. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 16:30

Karhutla Jauh dari Kota Bandung, namun Ibarat Kebakaran Halaman Rumah Sendiri (Bagian 1)

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia bukan lagi masalah jauh. Dampaknya nyata merusak alam, mengancam kesehatan dan merugikan ekonomi—layaknya halaman rumah kita sendiri yang sedang membara.

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan Gunung Semeru. (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 15:23

Kita Menghirup Asap yang Sama

Dampak asap karhutla.

Ilustrasi polusi asap kebakaran. (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 14:54

Santri Inovator: Menghadirkan Religiusitas dalam Teknologi

Hadirnya santri dalam memrakarsai kebaruan dan inovasi menjadikan optimisme bagi sumber daya di negeri ini. Sekalipun masih ada yang skeptis.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Ayo Biz 27 Okt 2026, 11:57

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Bersama Gemapala

PLN Nusantara Power UP Cirata bersama Gemapala perkuat kesiapsiagaan bencana dalam momentum Hari Sumpah Pemuda melalui aksi nyata.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Bersama Gemapala
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 10:54

Spiritualitas Santri dalam Menerjemahkan Zaman yang Kian Apokaliptik

Peringatan hari santri nasional selalu ditandai dengan frasa resolusi jihad. Tetapi, apakah maknanya mulai bergeser mengikuti arah zaman? Atau ini menjadi titik balik dalam menumbuhkan spiritualitas?

Kegiatan setoran hafalan Quran Santri Cianjur. (Sumber: Yayasan Huda Cendekia)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 10:33

Smart Education City Siapkan Pekerja Bandung Hadapi Era Industri 4.0

Tantangan Bandung adalah mengubah modal SDM menjadi kompetensi yang relevan, pekerjaan yang bermutu, dan produktivitas yang meningkat.

Walikota Bandung Tanda Tangani Kemitraan Strategis Kolaborasi Kota Bandung sebagai Kota Pendidikan (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 08:59

Dari Bandung Teknologi Pendukung untuk Mitigasi Karhutla Bisa Diintegrasikan

Pencegahan pembakaran lahan, penegakan hukum, pemulihan ekosistem gambut, pengawasan kegiatan usaha, serta partisipasi masyarakat tetap menjadi agenda utama

Perlu mengembangkan drone buatan PT Iter Aero di Bandung untuk mitigasi Karhutla (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 19:02

Media Sosial sebagai Mesin Pencari Utama Generasi Muda

Media sosial sebagai sarana pencari informasi generasi masa kini

Ilustrasi berbagai ikon platform media sosial populer seperti TikTok dan Instagram yang kini kerap digunakan sebagai sarana pencari informasi. (Sumber: Pixabay | Foto: BiljaST)