Sari Ater dan Misteri Panas yang Tak Pernah Padam

2 menit baca
Ahmad Munadhil haq
Ditulis oleh Ahmad Munadhil haq diterbitkan
Pengunjung menikmati kolam air panas alami di kawasan wisata Sari Ater pada siang hari (Sumber: sariater-hotel.com | Foto: Dokumentasi Sari Ater)
Pengunjung menikmati kolam air panas alami di kawasan wisata Sari Ater pada siang hari (Sumber: sariater-hotel.com | Foto: Dokumentasi Sari Ater)

Udara pegunungan yang sejuk berpadu dengan uap hangat yang naik perlahan dari kolam, menciptakan suasana tenang di tengah hamparan hijau Subang, pada Rabu (5/11/2025). Di sinilah, di Desa Ciater, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, mengalir sumber air panas alami yang tak pernah padam.

Daya tarik utama Sari Ater bukan hanya pada suasananya yang asri, tetapi juga pada keunikan sumber air panasnya yang menyimpan kisah misterius. Menurut Yaya, pengelola Sari Ater, hingga kini belum ada yang mengetahui secara pasti dari mana asal panas yang memancar dari bumi Ciater ini.

“Belum ada yang tahu pasti asalnya dari mana,” ujarnya.

Asal-usul air panas yang muncul masih menyimpan misteri hingga kini. Namun, berdasarkan cerita Yaya, sekitar tahun 1940.

“Pendatang asing pernah datang ke wilayah ini dan menemukan aliran air hangat di tengah kebun. Awalnya disangka menyimpan harta karun, namun yang muncul justru air panas alami yang terus mengalir hingga kini,” ujarnya.

Misteri di Sari Ater ini terletak di bagian darimana sumber air panas ini berasal, karena panasnya mirip dengan yang ada di Gunung Papandayan, namun dari segi warna airnya mirip dengan yang ada di Tangkuban Perahu. Sehingga mrmbuat pengunjung merasakan sensasi yang berbeda saat berendam di Sari Ater.

Pengunjung menikmati kolam air panas alami di kawasan wisata Sari Ater pada siang hari (Sumber: sariater-hotel.com | Foto: Dokumentasi Sari Ater)
Pengunjung menikmati kolam air panas alami di kawasan wisata Sari Ater pada siang hari (Sumber: sariater-hotel.com | Foto: Dokumentasi Sari Ater)

Sebelum dikenal sebagai objek wisata, kawasan Sari Ater dulunya digunakan oleh warga sekitar untuk mandi dan mencuci. Setelah pemerintahan Indonesia terbentuk, sumber air panas ini kemudian diakui sebagai aset pemerintah daerah dan dikelola oleh PT Sari Ater sejak awal 1970-an.

“Sekarang sudah 52 tahun kami dipercaya untuk mengelola kawasan ini,” ucap Pria baruh baya tersebut.

“Tugas kami bukan cuma menjaga fasilitas, tapi juga memastikan lingkungan dan sumber airnya tetap terpelihara,” tambahnya.

Kini, Sari Ater berkembang menjadi kompleks wisata alam dengan beragam fasilitas seperti hotel, restoran, area camping, camper van, water park, dan berbagai kolam pemandian. Meski begitu, pengelola tetap mempertahankan suasana alaminya tanpa mengubah karakter kawasan. Jadi setiap perkembangan yang dilakukan tetap memerhatikan lingkungan alam agar terjaga identitas Sari Ater sebagai wisata alam.

Meski menjadi destinasi legendaris, Sari Ater tetap menghadapi tantangan alam. Pengelola memperkirakan debit air panas dapat berkurang di masa mendatang akibat perubahan kondisi tanah dan iklim. Namun pengelola tetap optimis, sumber panas alami ini akan terus terjaga selama masyarakat dan pengelola menjaga keseimbangan alam di sekitarnya.

Untuk menjawab tantangan itu, pengelola kini tengah mengembangkan konsep wajah baru Sari Ater, mulai dari mempercantik area kolam hingga merancang jalur wisata alam yang terhubung dengan Tangkuban Parahu. Harapannya, pengunjung datang ke Sari Ater bukan hanya untuk menikmati air panasnya, tetapi juga untuk merasakan pengalaman dan ketenangan alam yang tak tergantikan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ahmad Munadhil haq
Mahasiswa Digital Public Relation Angkatan 2024

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 11:09

Bobotoh Layak Menuntut Persib Lebih daripada Sekadar Juara

Klab besar di dunia hampir tidak pernah mendefinisikan dirinya hanya melalui jumlah piala yang mereka koleksi.

Bobotoh Persib sedang berkonvoi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Lukman Hidayat/Magang)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 08:00

Ci Manuk, Sungai Suci Penuh Do’a untuk Kekuatan Jiwa

Ci Manuk itu bukan berasal dari kata "manuk" yang berarti burung, tapi berasal dari kata "manu", dari bahasa Sanskerta.

Bandar Dermayu, tertulis dalam peta abad ke-16. Peta ini merupakan potongan dari Nova tabula insularum Javae, Sumatrae, Borneonis et aliarum Malaccam usque, 1598. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 07:42

Republik Tanpa Akuntabilitas

Kekuasaan yang menolak pertanggungjawaban sesungguhnya sedang mengingkari hakikatnya sebagai amanah rakyat.

Sebuah aksi penolakan Jokowi di Jawa Barat. Bandung 14 Juli 2026 di Depan DPRD Jawa Barat (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:45

Sisi Lain Kota Bandung: Kebiasaan Lama yang Berulang Kembali

Bahkan peringatan "Kesurupan" pun tetap tidak menghentikan oknum pembuang sampah sembarangan di kawasan Cibaduyut.

Peringatan Hantu dan CCTV pun tidak mengurungkan niat seseorang untuk membuang sampah sembarangan (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)