Trah Sumedang, Belajar Mangkas Rambut ke Orang Garut dan di Bandung Sukses Buka Barbershop

3 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Pemangkas rambut asal Garut. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Pemangkas rambut asal Garut. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

LEBARAN telah usai. Baju baru sudah dipakai, saling bermaaf-maafan sesama keluarga dan sahabat pun sudah dilakukan. Bagi-bagi THR, makan opor ayam dan ketupat pun sudah. Semoga kita kembali ke fitri. Akhirnya, kita kembali ke kehidupan normal. Yang tertinggal barangkali rasa capek dan tumpukan sampah di belakang rumah.

Tapi bagi mereka yang bisnisnya—saat menjelang Lebaran—marema seperti bisnis konveksi, bisnis kue, jualan baju, termasuk, bisnis barbershop alias tukang pangkas rambut--mereka mah selain menyisakan rasa capek, tapi sekaligus menyisakan kegembiraan karena banyak cuan telah mereka dapatkan. Mereka tinggal menikmati keuntungan. 

Salah satu yang beruntung itu adalah Kardia Kusman (63), pemilik barbershop di kawawan  Parahyangan Kencana Soreang, Kabupaten Bandung. Menjelang Lebaran kemarin, orang berbondong-bondong mengunjungi gerai barbershop-nya. Wajar, di momen seperti ini, memotong rambut bukan sekadar soal penampilan, melainkan bagian dari kesiapan menyambut momen sakral yaitu bertemu keluarga, bersilaturahmi, hingga menghadiri berbagai acara.

Di “Barbershop Bagus”, milik duda beranak dua itu—keduanya sudah sarjana--suasana menjelang Lebaran terasa lebih sibuk daripada hari-hari biasa. Kardia dari pagi hingga malam tak berhenti memotong rambut. Pelanggannya datang silih berganti. Saat mendekati Lebaran, jumlah pelanggannya meningkat drastis.

Tarif pangkas rambut. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Tarif pangkas rambut. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

“Dua hari menjelang malam Lebaran rata-rata saya memangkas 20 orang. Puncaknya adalah malam takbir. Jujur, saya memangkas hingga 70 kepala,” kata Kardia Kusman sambil tersenyum saat ditemui di barbershop-nya.

Soal tarifnya memang di malam takbir mengalami kenaikan. Tarif dewasa yang semula Rp20.000 naik jadi Rp25.000 dan tarif anak-anak dari Rp18.000 menjadi Rp20.000. “Saya naikkan tarifnya karena ada libur panjang setelah Lebaran dan mungkin hitung-hitung mereka memberi hadiah Lebaran kepada saya. Di saat seperti ini, usaha pangkas rambut sudah umum menaikkan tarif,” katanya.

Menurutnya, setelah Lebaran memang sepi dari pengunjung, tapi alhamdulillah masih ada satu dua orang yang datang ke gerainya. Mereka adalah anak-anak yang mau masuk sekolah lagi atau mungkin ada yang terlewat dipangka saat malam takbir.

Kardia Kusman, pada awalnya, tidak punya niat dan cita-cita jadi tukang pangkas rambut. Trah-nya pun Cipaku, Sumedang asli. Ia bukan asli Garut—ilahar-nya tukang rambut berasal.

Ceritanya panjang. Ia pun berkisah:

“Pada 2014, ada yang mengontrak ruko saya. Kabarnya, ia ingin membuka salon wanita. Namanya salon untuk wanita, tentu saja tidak menerima ‘pasien’ laki-laki. Ya, akhirnya saya mendatangkan tukang pangkas rambut dari Garut. Kami bekerja sama. Saya menyediakan tempat dan alat-alat cukurnya. Tapi kebanyakan mereka tidak mampu bertahan lama. Mereka tak betah. Alasan mereka tempatnya belum ramai. Dan pergantian tukang pangkas ini saya hitung hampir ganti 18 kali. Tapi, dalam waktu selama itu saya diam-diam belajar dari mereka--belajar ilmu mencukur ke orang Garut. Dan saya bertekad suatu hari saya harus bisa jadi tukang pangkas rambut yang andal seperti mereka,” katanya.

Menurutnya, ia tidak punya latar belakang kerja sebagai tukang pangkas rambut. Ia pernah jadi tenaga honorer di geologi, BP 7, lalu kerja di Bank BPR selama 10 tahun. “Saya enggak betah dan kemudian bank itu bangkrut. Kemudian saya mencari peluang lain dan menemukan di bidang pertamanan. Saya punya lapak taman di Taman Cibeunying, Kota Bandung.”

Kardia mengatakan, dalam mencari pekerjaan, ia selalu berdasarkan Insting. Apa pun pekerjaannya yang ada di hadapannya yang sifatnya menguntungkan dan halal akan ia kerjakan. Sebab, manusia dilahirkan haus akan belajar dan akan bisa karena ada niat dan kebutuhan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 13:14

Untuk Apa Jawa Barat Memiliki 37 BUMD?

Masalah muncul ketika semua BUMD diletakkan dalam keranjang yang sama.

Kantor Bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 12:50

Setelah Status Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Apa yang Terjadi?

Banyak yang mempertanyakan nasib dan status PPPK Non-Guru saat ini yang sistem penggajiannya menjadi urusan daerah.

Ilustrasi pegawai dengan status PPPK (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 10:41

Mampukah Bandung Bersaing Menjadi Global City

Global city menjadi tujuan kota-kota besar untuk diakui secara internasional. Dan, Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu Global City. Tinggal bagaimana cara mewujudkan.

Sejumlah apartemen dan hotel berdiri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 08:33

Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual.

Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 21 Agu 2026, 08:13

Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

Setelah anjlok drastis akibat pandemi, wisatawan ke Kota Bandung kini melampaui level 2019. Simak tren kunjungan domestik dan mancanegara 2019-2025.

Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 07:54

Habis Agustusan, Tibalah Sampah

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas memasang umbul-umbul, membuat karnaval, menggelar lomba, menikmati panggung hiburan, lalu pulang meninggalkan (seonggok, tumpukan) sampah.

Beginilah sampah properti arak-arakan, karnaval 17 Agustusan (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 20 Agu 2026, 19:28

Menjahit Ulang Nasib Cibaduyut, Menjaga Barometer Kualitas ala Koku Footwear

Kisah Koku Footwear, UMKM sepatu kulit asal Cibaduyut, yang berhasil menembus pasar mancanegara dan mempertahankan warisan kerajinan lokal di tengah digitalisasi perdagangan Indonesia.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear di Taman Cibaduyut Endah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 18:57

Ini Omah Sawah: Tempat Makan Hidden Gem Sekaligus Cozy di Cianjur

Cianjur yang menjadi julukan kota santri ini selain punya ikonik tauco ternyata banyak tempat kuliner hidden gem yang wajib disambangi

Cianjur memang selalu punya tempat menarik untuk dikunjungi (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 17:08

Bakul Pikul Kopi Tubruk di Terminal Kebon Kalapa Bandung

Nostalgia Terminal Kebon Kalapa Bandung (1964-1996) lewat aroma kopi tubruk bakul pikul.

Terminal Kebon Kalapa, Kota Bandung, pada 1980-an. (Sumber: Facebook | Foto: Foto2 TEMPO DOELOE kita semua)