Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

4 menit baca
Malia Nur Alifa
Ditulis oleh Malia Nur Alifa diterbitkan
Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin merupakan pengalaman luar biasa bagi saya. Saya mendapat kesempatan untuk memandu mereka setelah dipercaya oleh event organizer asal Bandung yang bernama CV Shakha Pesona sebagai pemandu untuk satu dari enam kelas yang akan mengikuti field trip (metode pembelajaran di luar kelas, di mana siswa mengunjungi lokasi tertentu untuk mengamati, menganalisis, dan mempraktikkan materi pelajaran secara langsung).

SMP Islam Atirah Makassar didirikan pada 24 April 1984 dan berada di bawah naungan Yayasan Hadji Yusuf Kalla (Kalla Grup). Sekolah ini merupakan salah satu sekolah swasta papan atas yang mengusung motto “Anggun, Unggul dan Cerdas”. Sekolah ini memadukan kurikulum nasional dengan sistem internal terintegrasi bernama Athirah Integrated Holistic Education System (IES) yang berfokus pada pendidikan akhlak, kepemimpinan, serta pendalaman Al-Qur'an (tahsin, tahfiz, dan tadabur).

Pada field trip kali ini, tema yang diusung oleh SMP Atirah adalah tentang leadership dan public speaking, di mana nantinya para siswanya akan diajarkan langsung untuk berani berbicara di depan forum untuk menyampaikan gagasan dan berfokus pada pengembangan jiwa kepemimpinan mereka.

Tidak tanggung-tanggung, field trip kali ini kami mengunjungi Gedung MPR/DPR RI dan diterima di Komisi I dari Fraksi PKB, mengunjungi kediaman Bapak Anies Baswedan, mengunjungi Istana Wakil Presiden RI, dan di Bandung kami mengunjungi Gedung Sate, Institut Teknologi Bandung, dan Kantor Wali Kota Bandung. Selain itu, kami pun mengunjungi beberapa museum di Jakarta dan Bandung sambil diselingi oleh beberapa hiburan, seperti berkeliling dengan bus Bandros dan mengunjungi Saung Angklung Udjo.

Pada tulisan saya bulan ini, saya akan menjabarkan pengalaman berharga ini ke dalam tulisan berseri yang khusus membahas keseruan dan pengalaman berharga saya dalam proses pemanduan selama lima hari tersebut.

Pada awalnya, saya diminta oleh pemilik CV Shakha Pesona untuk tergabung ke dalam tim pemanduan field trip ini tiga bulan sebelum perjalanan berlangsung. Saat itu, saya sempat ragu karena saya bukan pemandu profesional dan tidak tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia. Saya hanya seorang periset dan penulis sejarah yang terkadang memandu hasil riset saya di lokasi-lokasi yang saya riset selama belasan tahun. Ini adalah kali pertama saya memandu secara profesional dan langsung berkesempatan memandu SMP terbaik di Makassar serta mengunjungi objek-objek di luar jangkauan riset saya, terutama yang berada di kawasan Jakarta. Namun, alhamdulillah, berkat dukungan pemilik CV Shakha Pesona dan para anggota tim lainnya, saya mampu belajar banyak selama perjalanan berlangsung.

Saat itu, saya memegang bus 1 yang berisikan kelas 8 An Nurr, yang berjumlah 24 siswa-siswi tahfiz Al-Qur'an, satu orang wali kelas, dan Ibu Kepala Sekolah SMP Atirah. Pada hari pertama, saya menjemput mereka di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 1 malam dan langsung menggiring mereka ke bus untuk beristirahat sebentar di Asrama Haji Embarkasi Pondok Gede, Jakarta. Setelah beristirahat hingga pukul 7 pagi, kami semua bersiap untuk mendatangi objek pertama kami, yaitu Gedung MPR/DPR RI di Jakarta Pusat.

Selama pemanduan ini, saya dipasangkan dengan seorang rekan anggota HPI Jakarta bernama Mas Heru. Beliau pun banyak memberikan bantuan teknis dan pemanduan selama di Jakarta karena Jakarta merupakan objek yang sangat baru untuk saya pandu.

Kami tiba di Gedung MPR/DPR RI pada pukul sembilan pagi dan langsung diterima oleh Komisi I dari Fraksi PKB. Para siswa pun digiring untuk memasuki ruangan rapat dan berdialog di sana tentang tema yang diusung, yaitu leadership dan public speaking. Kami, para pemandu, diberikan ruangan khusus untuk beristirahat pada saat itu. Agenda kedua adalah tur Gedung MPR/DPR RI. Kami semua mulai melihat seluk-beluk gedung wakil rakyat ini dengan saksama. Sebuah kesempatan luar biasa bagi kami semua untuk dapat mengunjungi dan berkeliling.

Sebelumnya, saya pun memberikan pemanduan kepada para siswa kelas 8 An Nuur di dalam bus bahwa Gedung MPR/DPR RI ini dibangun pada tahun 1965, ketika Presiden Soekarno sedang gencar membuat CONEFO, sebuah organisasi antarpemerintah/konferensi kekuatan-kekuatan baru yang bertujuan sebagai wadah alternatif atau tandingan terhadap PBB yang dianggap Soekarno tidak netral.

Baca Juga: Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Gedung ini diarsiteki oleh Soejoedi Wiroatmoedjo, yang merupakan arsitek lulusan Berlin, Jerman. Pada tahun 1966, gedung ini dialihfungsikan sebagai gedung parlemen yang memiliki keunikan pada atapnya, yang terlihat seperti tempurung kura-kura. Namun, itu sejatinya adalah perlambang burung garuda yang mulai akan mengembangkan sayapnya, dan warna hijau yang dipilih adalah perlambang kemakmuran dan kesuburan. Tak tanggung-tanggung, pembangunan gedung ini mengerahkan hampir 27 ribu orang pekerja yang bekerja nonstop siang dan malam untuk terus membangun. Keseluruhan kompleks MPR/DPR RI ini dibangun pada tahun 1965 hingga 1968 dan selesai sepenuhnya pada bulan Februari 1983.

Karena pada dasarnya saya adalah seorang periset sejarah, hal yang paling saya pertanyakan dalam benak saya adalah: kawasan kompleks MPR/DPR RI ini dahulunya apa? Hingga ditemukan data bahwa kawasan ini sebelumnya adalah perkampungan warga Bali yang menjadi buruh pekerja sejak zaman VOC. Para warga Bali ini terkenal dengan kinerjanya yang baik hingga semakin lama semakin banyak di kawasan tersebut. Bila diriset lebih dalam, kita akan digiring pada kisah Untung Suropati. Lalu, terdapat salah satu tuan tanah warga Bali yang memiliki banyak lahan di sana, yang bernama Wangsanayan. Dari nama Wangsanayan inilah kemudian bertransformasi menjadi nama “Senayan”. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)