AI Bukan Sekadar Canggih, Tapi Ada Isu Etika dan Pencurian Hak Cipta di Baliknya

3 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Menurut Ketua Bidang Internet AJI Indonesia, Adi Marsiela, kemajuan AI saat ini menyimpan potensi bahaya yang sistematis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Menurut Ketua Bidang Internet AJI Indonesia, Adi Marsiela, kemajuan AI saat ini menyimpan potensi bahaya yang sistematis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Saat mengetikkan sesuatu di kolom pencarian internet, belakangan ini jawaban teratas kerap menampilkan satu paragraf ringkasan hasil kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Pada masa lalu, pengguna disuguhi banyak tautan dari beragam situs web sehingga harus memilah dan memilih sumber yang dianggap layak dijadikan rujukan.

Namun, seiring waktu, semakin banyak orang enggan melakukan proses tersebut dan memilih mempercayai ringkasan yang disajikan AI. Sekilas, kondisi ini tampak sebagai kemajuan teknologi. Namun, bagi Ketua Bidang Internet Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Adi Marsiela, fenomena tersebut justru menjadi isyarat bahaya.

“Ketika teman-teman ketemu kesimpulan, Anda akan merasa informasinya cukup. Tapi pertanyaannya, apakah perusahaan AI itu secara etis meminta izin untuk menarik data dari sumber aslinya?” kata Adi dalam diskusi “Mempertanyakan Kecerdasan Buatan” di Perpustakaan Bunga di Tembok, Bandung, 31 Januari 2026.

Menurut Adi, kemajuan AI saat ini menyimpan potensi bahaya sistematis, terutama terkait pelanggaran hak cipta dan etika yang berlangsung secara masif dan otomatis.

Parasit di Balik Kesimpulan Instan

Adi menyoroti cara kerja sistem cerdas seperti Gemini atau ChatGPT yang “memanen” karya jurnalistik di internet. Ironisnya, proses tersebut kerap terjadi tanpa memberikan keuntungan bagi pencipta aslinya.

Ia mencontohkan, sebuah portal berita menghabiskan tenaga, waktu, dan biaya untuk menghasilkan liputan mendalam. Namun, AI dapat dengan cepat merangkumnya menjadi satu paragraf tanpa memberi penghargaan, bahkan tanpa mencantumkan sumber.

“Ini konteks transparansi yang nyambung sama isu hak cipta. AI memberikan benefit ke pengembangnya, tapi apakah dia memberikan benefit ke narasumber, ke gereja yang diliput, atau ke jurnalisnya? Ini yang belum selesai,” tegas Adi.

Privasi yang Terlupakan dan Bias Berbahaya

Selain hak cipta, Adi juga menyoroti persoalan privasi. Ia menyinggung penggunaan aplikasi PeduliLindungi pada masa pandemi Covid-19 yang kini berubah menjadi SatuSehat.

“Apakah pemerintah meminta izin kembali pada kita mengenai data yang digunakan melalui PeduliLindungi yang sekarang berganti nama menjadi SatuSehat? Kan, tidak,” ujarnya.

Menurutnya, pengumpulan data dalam skala besar menjadi mungkin karena AI. Namun, masih terdapat pertanyaan besar mengenai penggunaan data tersebut.

“Privasi itu bentuk lain yang dilanggar. Belum lagi bicara soal data bocor yang sudah sering terjadi di negeri ini,” tambahnya.

Adi juga mengingatkan risiko “halusinasi” AI, yakni kecenderungan menghasilkan informasi keliru ketika mengolah banyak data. Jika hasil tersebut diterima tanpa verifikasi, hoaks dapat menyebar dengan cepat.

Ia mencontohkan kasus kecelakaan yang viral di media sosial, ketika AI salah mengenali foto korban dengan orang lain yang masih hidup dalam peristiwa tewasnya Affan Kurniawan saat unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, 28 Agustus 2025.

“Manusia punya konteks, mesin tidak. Jurnalis jauh lebih unggul soal interpretasi dan rasa,” kata Adi.

Ketua Bidang Internet Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Adi Marsiela. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ketua Bidang Internet Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Adi Marsiela. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Riset AJI 2024: Media Belum Siap

AJI pada 2024 melakukan penelitian terhadap 20 media di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan AI telah merambah hampir seluruh aspek redaksi, mulai dari pencarian informasi, penyusunan ide liputan, hingga personalisasi konten.

Namun, sebagian besar media belum memiliki pedoman tertulis yang jelas terkait pemanfaatan AI. Saat ini, baru grup Kompas Gramedia yang memiliki panduan resmi. Media lain masih mengandalkan aturan lisan atau regulasi umum Dewan Pers.

“Ini krusial. Kalau AI bikin salah, siapa yang tanggung jawab? AI-nya mau dituntut? Padahal bisnis media adalah bisnis kepercayaan,” ujar Adi.

Ia mengibaratkan kepercayaan publik seperti hubungan asmara.

“Dari sekian banyak kebaikan, pasti yang diingat busuknya sekali juga. Sekali media salah karena AI, publik akan sulit percaya lagi,” katanya.

Mitra, Bukan Pengganti

Di tengah ancaman efisiensi yang berpotensi mengurangi peran jurnalis manusia, Adi menegaskan bahwa AI seharusnya ditempatkan sebagai mitra, bukan pengganti.

AI dinilai efektif untuk tugas administratif, seperti transkripsi wawancara. Ia juga mengakui keunggulan alat perekam berbasis AI yang mampu mentranskripsikan berbagai bahasa, termasuk Sunda dan Arab, secara akurat.

“Poinnya adalah AI hanya membantu menandai pola atau menjadi petunjuk awal. Kesimpulan akhir dan pertimbangan etika tetap harus ada di tangan manusia,” pungkasnya.

Diskusi tersebut menjadi pengingat bahwa di balik kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan kecerdasan buatan, terdapat hak orang lain yang berpotensi terabaikan serta risiko pelanggaran privasi. Meski mampu menghasilkan tulisan, AI tidak memiliki kesadaran untuk menentukan benar atau salah.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 22 Jul 2026, 20:11

Masih Ada Asa untuk Pos Indonesia

Sektor logistik merupakan asa bagi karyawan Posindo.

Ilustrasi kondisi Posindo yang sedang menghadapi badai disrupsi namun masih ada harapan yang tersisa. (Sumber: Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 18:20

Saat Medium Musik Menjadi Jembatan Emosi antara Institusi dan Publik

Konsistensi gaya komunikasi mampu memperkuat hubungan antara institusi dan publik.

konsistensi gaya komunikasi mampu memperkuat hubungan antara institusi dan publik. (Sumber: https://newsroom.spotify.com)
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 18:01

Bagaimana Perusahaan Kosmetik Global Membentuk Opini Publik di Era Media Sosial?

Kunci keberhasilan strategi PR digital dalam membentuk opini publik yang positif dan berkelanjutan.

Kunci keberhasilan strategi PR digital dalam membentuk opini publik yang positif dan berkelanjutan. (Ilustrasi oleh AI)
Wisata & Kuliner 22 Jul 2026, 17:45

Wisata Edukasi Museum ITB Sabuga: Lokasi, Harga Tiket, dan Fasilitas

Berencana mengunjungi Museum ITB? Ketahui harga tiket, cara pemesanan online, jam buka, lokasi, dan fasilitas museum terbaru di Kampus Ganesha Bandung.

Museum ITB. (Sumber: Instagram @indonesiaartdocumentary)
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 17:15

Butiran Debu Kapur yang Mengundang Gangguan Saluran Pernapasan

Sepanjang jalan dengan pemandangan pohon berwarna putih saya kira karena warnanya ternyata ada serpihan debu dari pertambangan. Dampaknya terhadap gangguan pernapasan perlu diperhatikan

Pohon yang penuh debu halus dari pertambangan kapur. (Minggu, 19/06/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 16:48

Festival Film Bandung, Jejak Panjang Apresiasi Independen Perfilman Indonesia

Selama hampir empat dekade, Festival Film Bandung terus bertahan melewati berbagai fase perkembangan sinema nasional.

Pengumuman daftar nominasi Festival Film Bandung (FFB) 2026 yang digelar di Gulapadi, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis, 16 Juli 2026. (Foto: Ratna Ayu Budhiarti)
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 15:10

Parkir Kendaraan Konvensional di Area Pengisian Daya: Pelanggaran Etika dan Mengganggu Fungsi SPKLU

Parkir kendaraan konvensional di area pengisian daya bukan sekadar pelanggaran etika. Praktik ini dapat mengganggu fungsi SPKLU, mengurangi keandalan layanan, dan menurunkan kenyamanan pengguna.

Kendaraan konvensional yang parkir di area pengisian daya kendaraan listrik pada sebuah SPKLU di Kota Bandung. (Foto: Angga Marditama)
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 13:14

Bandung dalam Bayang-Bayang Begal: Realitas atau Efek Viral?

Begal, dengan segala unsur ketegangan dan ancamannya, menjadi “konten” yang nyaris sempurna.

Tersangka Begal di Kawasan Cicendo Kota Bandung, beberapa waktu lalu. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Kurniawan)
Ikon 22 Jul 2026, 12:58

Pempek Palembang, Warisan Kuliner Legendaris dengan Sejarah dari Era Sriwijaya

Pempek Palembang bukan sekadar makanan khas Sumatera Selatan. Simak sejarah, bahan utama, jenis-jenis pempek, dan kisah cuko yang membuatnya mendunia.

Pempek Palembang, salah satu kuliner legendaris Indonesia.
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 11:02

Gunung Pangradinan: Ketika Pendakian Singkat Menjadi Perjalanan yang Berkesan

Pendakian tektok ke Gunung Pangradinan membuktikan bahwa perjalanan terbaik bukan hanya soal puncak, tetapi juga orang-orang yang ditemui di sepanjang jalan.

Potret kebersamaan yang diambil saat berada di puncak Gunung Pangradinan (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Sifa Nurfauziah)
Beranda 22 Jul 2026, 08:33

Air Situ Ciburuy Menyusut, Dasar Danau Berusia 1 Abad Ini Perlahan Terbuka

Kemarau panjang yang diprediksi BMKG berlangsung hingga Oktober membuat debit air Situ Ciburuy terus surut, hingga dasar bendungan bersejarah berusia satu abad itu mulai terlihat.

Fenomena tahunan menyusutnya air Situ Ciburuy kian terasa di musim kemarau ini, berdampak langsung pada sektor pertanian, pariwisata lokal, hingga aktivitas warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 08:00

Rendezvous Masa Lalu dan Kini di Tanah Pasundan

Bagaimana membaca ingatan antara masa lalu dan kini. Titik pertemuan ini adalah sebuah rendezvous.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 19:52

Menilik Komunikasi Digital dalam Publikasi Peluncuran Layanan Kereta Api

Penggunaan kata kunci pada website dan Instagram memiliki fokus informasi yang sama kepada seluruh masyarakat pembaca digital.

Ilustrasi komunikasi digital layanan kereta api. (AI)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 17:12

Propaganda Masa Pendudukan Jepang di Bandung

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik.

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik. (Foto: wowshack.com)
Wisata & Kuliner 21 Jul 2026, 17:05

Lontong Balap, Kuliner Ikonik Surabaya yang Lahir dari Para Pedagang Berlari

Sejarah lontong balap Surabaya, dari tradisi pedagang memikul kemaron hingga menjadi salah satu makanan khas Jawa Timur yang paling legendaris.

Lontong Balap khas Surabaya. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:20

Time Travel Seru bareng Cerita Bunda: Menguak Sejarah dan Thrifting Perangko di Museum Pos Bandung!

Kemarin, hari Sabtu tanggal 18 Juli 2026, saya bareng 20 orang teman-teman dari komunitas Cerita Bunda, main ke Museum Pos Indonesia. Mari simak keseruannya!

Foto 1 Peserta Komunitas Cerita Bunda Sedang Thrifting Perangko dan Postcard. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:07

Tren Manusia Digital: Ketika Live Streamer menjadi Pekerjaan Baru bagi Masyarakat

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun dibalik gemerlap dunia maya seringkali menyisakan moral dan budaya yang semakin terkikis.

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun terkadang ada harga yang dibayar untuk moral. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 15:32

Kampanye Digital Akhir Tahun Terbesar Raih Lebih dari 200 Juta Pengguna dalam Satu Hari

Spotify Wrapped 2025 jadi kampanye digital akhir tahun terbesar dengan lebih dari 200 juta pengguna dalam 24 jam pertama dan lebih dari 500 juta kali dibagikan di TikTok, Instagram, dan X.

Ilustrasi platform musik. (Sumber: Pexels | Foto: Breakingpic)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 14:48

Pengembangan Stadion GBLA dan Pusat Produk Peralatan Olahraga

Pentingnya transformasi stadion olahraga dengan ekosistem yang memberikan tempat untuk menumbuhkan industri produk peralatan olahraga

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 12:06

Tangkis Tengkes untuk Generasi Emas Bandung

Urusan stunting pada dasarnya kompleks dan penuh perjuangan dengan menggunakan pendekatan multi sektor dan multi disiplin.

Pencegahan stunting di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)