Sunyi Tanpa Gebrakan: Catatan Kritis 100 Hari Kerja Jeje-Asep di Kabupaten Bandung Barat

4 menit baca
Restu Nugraha Sauqi
Ditulis oleh Restu Nugraha Sauqi diterbitkan
Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)
Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)

AYOBANDUNG.ID - Pasangan Jeje Richie Ismail dan Asep Ismail baru saja menyelesaikan 100 hari pertama mereka sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat. Sejak resmi dilantik pada 20 Februari 2025, pasangan ini melangkah ke medan pemerintahan dengan janji membawa semangat baru lewat visi "Amanah". Namun, alih-alih gebrakan, publik justru disambut hening yang menimbulkan tanya.

Jeje-Acep dinilai belum mengambil langkah cepat atau keputusan berani yang membuat masa 100 hari pertamanya dipenuhi dengan catatan kritis.

Para pengamat sosial, politikus, hingga anggota DPRD ramai mengemukakan pandangan. Satu suara yang mencuat adalah bahwa Jeje-Asep masih belum menampakkan arah yang jelas, seolah roda pemerintahan hanya berjalan secara administratif tanpa arah yang pasti.

Tak sedikit yang berharap ada penanda perubahan pada masa awal ini. Tapi evaluasi dari luar justru menyiratkan sebaliknya. Ketidakhadiran gebrakan, ditambah belum solidnya tim di balik pasangan kepala daerah ini, menjadi gambaran yang muncul di tengah masyarakat Bandung Barat.

Pengamat sosial dari Yayasan Studi Maléla, Mad Su’ud, mengingatkan bahwa 100 hari pertama bukanlah ajang pencitraan. Ia menegaskan, yang dibutuhkan sekarang bukan gaya “super hero”, melainkan sistem yang bekerja tanpa bergantung pada satu figur.

Dalam pandangannya, publik masih menanti pemetaan masalah yang komprehensif. Tanpa itu, mustahil ada solusi yang terukur atau kebijakan yang tepat sasaran.

Ia juga menyayangkan belum adanya penjelasan terbuka kepada publik mengenai langkah-langkah yang akan diambil untuk menyelesaikan masalah utama di Bandung Barat.

Su’ud menyoroti lemahnya pengelolaan data di tubuh pemerintahan. Ia khawatir, tanpa data yang kuat, kebijakan hanya akan bersifat tambal sulam.

Salah satu contoh yang ia angkat adalah kasus banjir di Lembang. Minimnya riset dan kajian disebutnya sebagai penyebab utama lemahnya antisipasi.

Ia juga mempertanyakan kinerja Bapelitbangda, lembaga yang seharusnya menjadi motor perencanaan pembangunan berbasis data.

Tidak hanya itu, Su’ud juga mengkritik fungsi humas pemda yang ia nilai terlalu sibuk dengan media sosial dan mengabaikan komunikasi dua arah.

Baginya, humas seharusnya menjadi penghubung strategis antara masyarakat, DPRD, dan pemerintah itu sendiri, bukan sekadar corong visual di internet.

Sementara dari aspek pelayanan dasar, Su’ud menyoroti kondisi sekolah dasar yang dinilai memperihatinkan dan sering menjadi sorotan media.

Ia menduga lemahnya mitigasi dari dinas terkait adalah penyebab utama persoalan sarana pendidikan yang tak kunjung membaik.

Menurutnya, pelayanan pendidikan dan kesehatan tidak boleh dikesampingkan meskipun ada keterbatasan program karena masih mengandalkan perencanaan lama.

Catatan kritis lainnya disampaikan Direktur Kebijakan Publik dan Lingkungan dari Sabumi, Iqbal Robani Ilahi. Dia memberikan catatan dari sisi kebijakan publik dan keuangan daerah. Ia menyoroti lemahnya optimalisasi PAD yang hanya menyumbang 22%dari APBD.

Iqbal menilai birokrasi di Bandung Barat masih belum efisien. Banyak oknum hanya menjadi beban, bukan solusi.

Ia bahkan menyebut belum terlihat adanya visi reformasi birokrasi dari kepemimpinan Jeje-Asep, padahal itu penting untuk mengatasi stagnasi pembangunan selama hampir dua dekade terakhir.

Lebih jauh, ia mempertanyakan nilai kepemimpinan yang diperlihatkan oleh pasangan ini dalam membimbing birokrasi dan membebaskan diri dari ketergantungan pada program pusat.

Iqbal menekankan bahwa integritas birokrasi harus ditegakkan dari dalam. ASN yang tidak menjalankan tugas dengan baik perlu diberikan sanksi tegas.

Ia menyebut pembangunan yang akuntabel hanya bisa tercapai jika ada penegakan integritas dari pucuk pimpinan hingga ke tingkat teknis.

Dari kalangan akademisi, Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani, Arlan Siddha punya catatan tersendiri.

DIa melihat Bupati Jeje belum benar-benar percaya diri dalam menjalankan roda pemerintahan.

Arlan menilai masyarakat Bandung Barat masih belum ‘tune in’ dengan gaya kepemimpinan Jeje, sehingga belum tumbuh kepercayaan publik.

Ia juga menggarisbawahi belum adanya tim yang solid di sekitar Jeje, yang menyebabkan kebijakan belum terasa berdampak nyata.

Masalah infrastruktur disebut sebagai salah satu tantangan utama yang jika tidak segera dibenahi, akan menjadi catatan buruk di masa kepemimpinan mereka.

Arlan menyarankan agar Jeje mulai duduk bersama investor dan memastikan iklim investasi yang aman dan memiliki kepastian hukum.

Menurutnya, jika kepala daerah tidak aktif meyakinkan investor, maka arus investasi akan tersendat, dan peluang pembangunan pun terhambat.

Dari sisi legislatif, Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys, menyebut belum ada program menonjol selama 100 hari pertama, kecuali penyusunan RPJMD.

Pither menilai wajar bila kepala daerah baru fokus ke RPJMD, tapi dengan adanya tim transisi sebelumnya, semestinya program prioritas sudah bisa mulai jalan.

Ia juga menyoroti penataan kawasan perkantoran pemda yang terkesan tidak terurus, dengan rumput tinggi dan kesan kumuh yang tak mencerminkan pusat pemerintahan.

Ketua DPRD KBB, Muhammad Mahdi, turut mengingatkan tiga pekerjaan rumah utama yang seharusnya menjadi prioritas: sampah, pengangkatan PPPK, dan janji politik.

Ia berharap meski belum terlihat selama 100 hari pertama, tiga hal tersebut bisa direalisasikan dalam waktu dekat demi menjaga kepercayaan publik.

Catatan kritis 100 hari pertama pemerintahan Jeje-Asep ini bukan suara sumbang. Sebaliknya, suara ini merupakan refleksi dari harapan dan kepedulian terhadap pemerintah yang mereka pilih.

Pemerintahan Jeje-Asep memang baru seumur jagung dan masih terbuka untuk membuktikan bahwa mereka memang layak menjadi pemimpin Kabupaten Bandung Barat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)