Syahwat Durjana Dokter Priguna di Lantai Tujuh RSHS

3 menit baca
Gilang Fathu Romadhan
Ditulis oleh Gilang Fathu Romadhan diterbitkan
Ilustrasi sosok misterius di sebuah bangunan bertingkat. (Sumber: Flickr | Foto: Brecht Bug)
Ilustrasi sosok misterius di sebuah bangunan bertingkat. (Sumber: Flickr | Foto: Brecht Bug)

AYOBANDUNG.ID - Di lantai tujuh Gedung Ibu dan Anak Terpadu Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, sebuah ruang operasi untuk pasien perempuan berdiri tanpa pasien, tanpa dokter penanggung jawab, dan tanpa aktivitas medis. Ruangan itu belum dipakai. Tapi justru di situlah Priguna Anugerah Pratama, dokter residen dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Padjadjaran, menemukan "kesempatan".

Pada 10, 16, dan 18 Maret 2025, ruang 717 menjadi tempat berlangsungnya kejahatan yang memalukan dunia medis. Korbannya tiga perempuan: dua pasien dan satu penunggu pasien. Umur mereka hampir seragam: 21, 21, dan 31 tahun. Waktu kejadian juga berulang dalam pola: petang, lalu dini hari. Modusnya satu: dibujuk dengan dalih tindakan medis lalu dibius hingga tak sadarkan diri.

“Ya mungkin dia mencari celah. Apalagi dia bukan dokter di situ kan, istilahnya (dokter) yang baru dalam masa praktik kuliah,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Kombes Pol Surawan. Celah yang dimaksud bukan hanya soal ruangan kosong, tapi juga minimnya pengawasan.

Sebagai dokter residen, Priguna seharusnya bekerja di bawah pengawasan dokter pengawas. Namun nyatanya, pengawasan tidak mungkin berlangsung 24 jam penuh. Saat dokter pengawas absen, Priguna menyelinap masuk ke sistem yang longgar. Ia memanfaatkan fasilitas medis yang ada, termasuk obat bius, untuk memuluskan fantasi kelamnya.

“Semua dari dalam, diambil dari dalam (RSHS),” kata Surawan. Tak disebutkan secara rinci jenis atau dosis obatnya, tapi efeknya jelas: para korban kehilangan kesadaran. Dari hasil tes laboratorium, ditemukan kandungan obat bius dalam darah korban. DNA Priguna juga cocok dengan sperma yang ditemukan di tubuh korban.

Tes psikologi terhadap Priguna membongkar isi kepalanya. “Ada fantasi terhadap ke orang-orang yang tidak berdaya. Apa istilahnya fetish,” ungkap Surawan. Hasrat itu tak lagi sekadar menyimpang. Ia menjelma menjadi tindakan brutal yang dilakukan dengan perencanaan.

Bukan hanya satu, bukan insidental. Tiga kali dalam satu minggu. Itu yang membuat penyidik menerapkan Pasal 64 KUHP tentang tindak pidana berulang. Ditambah Pasal 6C dan Pasal 13 UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), ancamannya bisa sampai 17 tahun penjara. Bahkan lebih.

“Pemberatan pemerkosaan dilakukan terhadap orang yang tidak berdaya itu di Undang-Undang TPKS,” ujar Surawan. Dalam pasal itu disebutkan, perbudakan seksual terhadap korban yang dijadikan tidak berdaya bisa dihukum maksimal 15 tahun penjara dan/atau denda hingga Rp1 miliar.

Kasus ini membuat Kementerian Kesehatan turun tangan. Program PPDS Unpad di RSHS dibekukan sementara. Keputusan yang tak mengejutkan. Karena bukan hanya sistem yang gagal mengantisipasi, tapi rumah sakit juga tak bisa mencegah penyalahgunaan aset medisnya sendiri.

Dokter Priguna setelah diringkus Polda Jabar. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Dokter Priguna setelah diringkus Polda Jabar. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Sebanyak 17 saksi telah diperiksa. Delapan di antaranya dari internal RSHS. Priguna sudah ditahan sejak 23 Maret 2025. Tapi gelombang kemarahan belum surut.

Priguna Terancam Dikebiri

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, datang langsung ke Mapolda Jabar. Ia mendorong hukuman maksimal, termasuk opsi kebiri kimia. “Kalau hukuman maksimalnya itu kebiri, ya kebiri aja. Karena itu kan udah nggak ada moralnya,” ujarnya.

Kebiri kimia memang masih menuai perdebatan. Hukuman ini bersifat sementara dan tidak menyentuh akar masalah. Veronica mengakui hal itu. Tapi ia juga menambahkan bahwa yang terpenting adalah efek jera.

“Trauma dan pascatrauma daripada menghabiskan uang untuk kebiri yang hanya temporary sesaat tapi itu akan membuat seperti bola salju. Si pelakunya akan tambah jahat,” katanya.

Pelaku memang punya gangguan kejiwaan. Tapi seperti ditegaskan oleh Surawan, itu tak bisa dijadikan alasan pembebasan. Kesadaran dan perencanaan tetap membuat Priguna bertanggung jawab penuh.

Priguna bukan monster dari luar sistem. Ia lahir dari sistem itu sendiri. Ia menempuh pendidikan medis, mengenakan jas putih, dan masuk ke dunia penyembuhan. Tapi di balik itu, ada hasrat menyimpang bersembunyi. Hasrat yang menyelinap lewat celah-celah SOP, pengawasan, dan etika profesi.

Ruang kosong lantai tujuh itu, yang seharusnya menyambut pasien perempuan untuk sembuh, malah jadi monumen diam bagi tindakan tercela.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)