Di Balik Bedil Karet dan Gasing Bambu, Ada Misi Besar Menjaga Masa Depan Anak

3 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Komunitas Petra Nusa bertujuan memberikan edukasi pelestarian permainan tradisional Nusantara. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Komunitas Petra Nusa bertujuan memberikan edukasi pelestarian permainan tradisional Nusantara. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Edi Junaidi barangkali layak dijuluki “Bukan Orang Sunda, Tapi Nyunda”. Siapa sangka, pria yang tekun mengabdikan diri pada pelestarian budaya ini justru berasal dari suku Minang. Identitas yang diwariskan orang tuanya membentuk perjalanan hidupnya, membawanya menetap lama di Bandung dan jatuh cinta pada tradisi lokal.

Melalui komunitas Petra Nusa yang bernaung di bawah Organo, sebuah program edukasi pelestarian permainan tradisional Nusantara, Edi berupaya menjaga agar warisan tersebut tidak berhenti sebagai catatan sejarah. Bersama rekan-rekannya, ia ingin permainan tradisional tetap dikenal, dimainkan, dan diwariskan kepada generasi masa kini.

Perlawanan terhadap “Sindrom Digital”

Di tengah dominasi gawai dalam kehidupan sehari-hari generasi Alpha, Edi datang membawa alat-alat sederhana berbahan kayu, bambu, dan karet. Baginya, permainan tradisional merupakan jawaban atas berkurangnya aktivitas fisik dan interaksi sosial anak-anak.

“Tujuan kita ingin memperkenalkan kembali permainan tradisional ini jangan sampai punah. Kenapa? Karena permainan ini penuh dengan pengembangan motorik anak sebenarnya,” ungkap Edi.

Menurutnya, perbedaan mendasar antara permainan masa kini dan masa lalu terletak pada proses penciptaannya. Anak-anak modern umumnya hanya menjadi konsumen mainan buatan pabrik, sementara permainan tradisional menuntut keterlibatan sejak awal.

“Uniknya permainan tradisional itu, orang bisa main dari hasil buatan mereka sendiri. Tapi kalau zaman modern, mereka hanya main, tapi nggak bisa buat mainannya,” jelasnya.

Proses berpikir, berkreasi, mencari teman bermain, hingga menyusun strategi adalah bagian dari perkembangan manusia yang ingin ia hidupkan kembali.

Alat-alat yang digunakan dalam permainan tradisional yang semuanya terbuat dari bahan alam. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Alat-alat yang digunakan dalam permainan tradisional yang semuanya terbuat dari bahan alam. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Seutas Karet dan Sarung

Alat-alat yang dibawa Edi bukan sekadar benda mati. Di tangannya, seutas karet gelang dan potongan kayu bisa berubah menjadi bedil karet. Jika dahulu sasaran tembaknya adalah teman bermain, kini ia menyesuaikannya dengan target yang lebih aman tanpa menghilangkan unsur kesenangan.

Ada pula bedil jebret dengan peluru buah leunca, gasing bambu bersuara khas, kikiteran, hingga kokoleceran yang melatih keseimbangan tangan. Edi juga menunjukkan bagaimana sehelai sarung dapat disulap menjadi media permainan serbaguna.

Mulai dari babalunan yaitu permainan melempar sarung hingga mengembang seperti balon di udara hingga permainan monyetan, di mana ujung sarung dibentuk menyerupai buntut yang harus dikejar dan ditangkap.

“Motorik kasarnya jalan, motorik halusnya jalan, kinestetiknya jalan, auditorinya jalan. Sosialnya juga jalan, karena mereka nggak bisa main sendirian,” tutur Edi bersemangat.

Edi Junaidi bersama komunitas Petra Nusa memiliki misi untuk melestarikan permainan nusantara yang nyaris punah. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Edi Junaidi bersama komunitas Petra Nusa memiliki misi untuk melestarikan permainan nusantara yang nyaris punah. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Mewariskan Keterampilan, Bukan Sekadar Tontonan

Menyadari tantangan mengajak anak-anak di wilayah padat penduduk, Edi memilih pendekatan proaktif melalui institusi pendidikan. Ia menyasar sekolah, mulai dari taman kanak-kanak hingga SMP.

Namun, ia tidak langsung masuk ke ruang kelas. Langkah pertamanya adalah melatih para guru.

“Setelah diperkenalkan, sebelum ke anak-anak, gurunya dulu kita latih. Setelah itu baru ke anak-anak. Jadi nanti mereka bisa main sendiri. Bisa beli alatnya di kita atau bikin sendiri, kita ajarkan,” jelasnya.

Pendekatan ini bertujuan agar pengetahuan tidak berhenti pada dirinya, melainkan dapat berkembang secara mandiri di lingkungan sekolah.

Harapan Edi sederhana, tetapi bermakna: generasi mendatang tetap terhubung dengan warisan budaya. Ia ingin anak-anak masa kini kelak mengingat pengalaman bermain di lapangan, bukan hanya kenangan tentang layar sentuh.

“Kita ingin generasi Alpha tahu permainan tradisional. Kalau sudah tahu, pasti lestari. Sampai dewasa mereka ingat, ‘Oh, dulu saya pernah main ini waktu SD,’” pungkasnya.

Bersama Petra Nusa, Edi Junaidi terus berkeliling, memutar gasing, dan membidikkan bedil karet. Ia menjalani perjuangan yang tenang—sebuah upaya agar gelak tawa di halaman tak pernah benar-benar sunyi ditelan zaman.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 09 Agu 2026, 19:39

Dari Uang Tunai ke Sekali Klik dalam Perubahan Perilaku Keuangan Mahasiswa

Peralihan ke dompet digital mempermudah transaksi mahasiswa, namun berisiko memicu perilaku konsumtif.

Kemudahan transaksi dompet digital melalui pemindaian kode QR semakin efisien dan dekat dengan aktivitas harian mahasiswa. (Sumber: Pexels/Pavel Danilyuk)
Linimasa 09 Agu 2026, 18:31

Hikayat Baju Pendakian Indonesia yang Biasa Digunakan Para Pecinta Alam

Flanel, celana PDL, jaket bulu angsa, dan sepatu tentara pernah menjadi ciri khas pendaki Indonesia sebelum era pakaian modern.

Ilustrasi pendaki gunung. (Sumber: Pixnio)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 15:43

Kibar Sang Merah Putih pun Tak Merdeka

Bendera memang sudah merdeka dari penjajahan. Tetapi apakah manusia yang mengibarkannya sudah benar-benar merasakan kemerdekaan?

Bendera merah putih di sekeliling Lapangan Lio Genteng, RW 05, Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu 12 Agustus 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 12:05

Tanah, Makanan, dan Tempat

Timbal-balik antara alam dengan manusia, dan sebaliknya, khususnya tentang nama-nama batuan atau tanah yang dijadikan toponimi.

Camilan kue ladu, sangat populer di Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis. (Sumber: T Bactiar)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 09:17

Hari Hutan Nasional: Menjadikan Hutan sebagai Rumah dan Harapan

Masih relevan kah peringatan Hari Hutan Nasional sekarang dengan kondisi ekologi hutan kita yang semakin gundul. Apakah pembangunan tidak menggunakan konsep lingkungan hidup yang sehat?

Siswa SD Darul Hikam Bandung memperingati Hari Bumi dengan aksi nyata menanam pohon di kawasan Dago Giri, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 25 April 2024.  (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Wisata & Kuliner 09 Agu 2026, 09:03

Tamasya di Dadaha Tasikmalaya: Tempat Jogging, Wisata Kuliner, dan Rekreasi Keluarga

Dadaha menjadi destinasi favorit warga Tasikmalaya dengan lintasan jogging, taman bermain anak, kolam renang, dan Pasar Kojengkang yang selalu ramai.

Suasana di Kawasan Dadaha Tasikmalaya (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 07 Agu 2026, 15:20

Jelajah Sungai Cigerendong, Surga Tersembunyi di Dusun Cukanggaleuh Pangandaran

Jelajahi Sungai Cigerendong di Desa Parakanmanggu dengan air jernih berwarna toska, pepohonan rindang, dan suasana yang masih alami.

Sungai Cigerendong Pangandaran. (Sumber: TikTok @cigerendongpangandaran)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 13:53

Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan

Apakah masyarakat kita memang masih menonton film di bioskop dengan cara yang sama seperti sebelumnya?

Ilustrasi Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan. (Sumber: Mochamad Arbani)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 11:58

Cipatat dan Krisis Kesehatan yang Tak Terlihat

Negara wajib memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dibangun di atas kesehatan dan penderitaan masyarakat. 

Beberapa truk bayawak pengangkut batu kapur terparkir di wilayah Cipatat Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ananda)
Ikon 07 Agu 2026, 11:15

Alun-alun Kota Cimahi, Pusat Pertemuan antara Warga dengan Ojol

Alun-alun Kota Cimahi menjadi pusat aktivitas warga, tempat bersantai, berolahraga, hingga titik berkumpul para driver ojol.

Rindang, strategis, dan nyaman, Alun-alun Kota Cimahi menjadi ruang publik sekaligus titik berkumpul para driver ojol setiap hari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 08:40

Saat Pohon Tumbang dan Rasa Aman Dipertaruhkan

Bandung sedang menghadapi ujian besar. Ujian yang menuntut respons yang tegas, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 20:09

Menyambut Hari Kemerdekaan 2026, Deretan Ide Tulisan dari Semangat Kemerdekaan hingga Dinamika Kota Bandung

Tema tulisan tetap tidak dibatasi. Selama relevan dengan isu yang berkembang, setiap penulis bebas menentukan sudut pandang yang ingin diangkat.

Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 18:33

Rahasia Komunikasi Digital yang Bikin Sebuah Merek Kecantikan Mudah Diingat

Menganalisis komunikasi iklan melalui website resmi dan media sosial Instagram yang menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam membangun komunikasi yang saling terhubung.

Ilustrasi komunikasi digital merek kecantikan.
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 18:07

Jelajah Gunung Salak Bogor: Pendakian, Kawah Ratu, Harga Tiket, dan Cara Booking Online

Panduan lengkap Gunung Salak mulai jalur pendakian, Kawah Ratu, harga tiket, booking online, hingga cara menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Salak Bogor. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 16:17

Berita Yudha: Potret Sejarah dari Lembaran Surat Kabar Lawas

Kini, setelah 56 tahun berlalu, Berita Yudha tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai sumber sejarah.

Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)