Ketika Kampus Tak Lagi Aman: Belajar dari Kasus Timothy Anugerah di Universitas Udayana

2 menit baca
Shane nabila Slavynovic
Ditulis oleh Shane nabila Slavynovic diterbitkan
Korban perundungan, Timothy Anugerah. (Tiktok/apaajaboleh2012)
Korban perundungan, Timothy Anugerah. (Tiktok/apaajaboleh2012)

Menjadi mahasiswa seharusnya berarti belajar, berkembang, dan menemukan jati diri. Namun, beberapa waktu lalu, publik dikejutkan oleh kabar duka dari Bali: Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana, ditemukan meninggal dunia setelah diduga mengalami perundungan.

Kasus ini seketika menjadi perbincangan nasional. Bukan hanya karena kepergiannya yang tragis, tetapi karena potret buram dunia pendidikan yang tersingkap darinya.

Di balik gedung kampus yang megah dan slogan “cerdas berkarakter”, masih ada sisi gelap yang sering diabaikan, tekanan sosial, persaingan yang tak sehat, dan perilaku saling menjatuhkan yang dibungkus dengan candaan.

Kita lupa bahwa di balik tawa dan status media sosial, mungkin ada seseorang yang sedang berjuang melawan luka batin yang tidak terlihat.

Budaya Akademik yang Kehilangan Empati

Perundungan di kampus bukan hanya soal fisik. Ia bisa hadir lewat komentar pedas di grup chat, ejekan halus di kelas, atau bahkan pengucilan dalam lingkar pertemanan.

Dan yang paling menyakitkan, kadang pelakunya tak sadar bahwa yang mereka lakukan bisa melukai seseorang sampai sedalam itu.

Kita hidup di zaman di mana sarkasme dianggap lucu, dan kerentanan dianggap kelemahan. Akibatnya, banyak mahasiswa yang menutup diri, menahan emosi, dan berpura-pura kuat  padahal mereka sedang runtuh di dalam.

Kasus Timothy menjadi cermin bahwa kampus kita belum sepenuhnya menjadi ruang aman. Mungkin kita terlalu sibuk dengan nilai dan prestasi, sampai lupa bahwa empati juga bagian dari kecerdasan.

Universitas bukan sekadar tempat menuntut ilmu, tapi juga tempat belajar menjadi manusia.
Kampus memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk memastikan setiap mahasiswanya merasa aman, dihargai, dan didengarkan.

Sayangnya, banyak korban bullying memilih diam karena takut dicemooh, tidak dipercaya, atau malah disalahkan. Padahal, diam bisa berujung fatal. Mekanisme pelaporan perundungan sering kali tidak berjalan efektif, layanan konseling kampus kurang disosialisasikan, dan budaya saling peduli mulai pudar. Kita butuh sistem yang tidak hanya menghukum pelaku, tetapi juga mencegah kekerasan sejak awal lewat edukasi, pengawasan, dan pembentukan karakter berbasis empati.

Belajar dari Tragedi Timothy

Tragedi Timothy seharusnya menjadi alarm keras bagi seluruh kampus di Indonesia. Pemerintah sebenarnya sudah mengatur pencegahan kekerasan di perguruan tinggi lewat Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024, tapi kebijakan tanpa kesadaran sosial tidak akan mengubah apa pun.

Perubahan nyata harus dimulai dari kita sendiri dari mahasiswa, dosen, organisasi, dan komunitas kampus. Kita perlu belajar berhenti menertawakan yang berbeda, berhenti membenarkan “candaan” yang menyakiti, dan mulai berani menegur ketika melihat ketidakadilan. Karena kadang, satu kata bisa menyelamatkan hidup seseorang, tapi satu komentar kejam juga bisa menghancurkannya.

Baca Juga: Tips Aman Berselancar Internet: Hindari Jebakan Phishing dan Penipuan Online

Kematian Timothy bukan hanya kehilangan satu mahasiswa, tapi kehilangan nurani bersama.
Kasus ini mengingatkan bahwa kampus bukan hanya tempat mengasah otak, tapi juga tempat membentuk hati. Empati, kepedulian, dan keberanian untuk saling menjaga adalah bentuk kecerdasan yang paling sejati.

Jangan biarkan nama Timothy hanya tinggal kenangan. Biarlah kisahnya menjadi titik balik  agar tak ada lagi mahasiswa yang merasa sendirian dalam perjuangan, dan agar kampus benar-benar kembali menjadi rumah yang aman bagi setiap insan yang ingin belajar dan tumbuh. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Shane nabila Slavynovic
Saya seorang mahasiswa uin bandung ,jurusan komunikasi penyiaran islam,sesuai jurusannya saya sangat senang dalam menulis berita,saya juga aktif di organisasi.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 20:01

Ketika Gelombang Radio Menyatukan Ribuan Fans Iwan Fals

Ganesha Iwan Fals (GIF), program legendaris Radio Ganesha Bandung yang diasuh penyiar karismatik Kang Denny GIF.

Tim pengisi acara Ganesha Iwan Fals berkunjung ke kediaman Iwan Fals di Cipanas, Puncak. Dari kiri ke kanan: Arif (GIF), Denny GIF (penyiar Radio Ganesha Bandung), Iwan Fals, dan Bram (sahabat karib Iwan Fals dari Bandung). (Foto: Kemal Ferdiansyah)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!