Tips Aman Berselancar Internet: Hindari Jebakan Phishing dan Penipuan Online

4 menit baca
Rendi Priatna
Ditulis oleh Rendi Priatna diterbitkan
Waspada terhadap phishing dan penipuan online. (Sumber: Pexels/Markus Winkle)
Waspada terhadap phishing dan penipuan online. (Sumber: Pexels/Markus Winkle)

Di era digital seperti sekarang, internet menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Kita menggunakan internet untuk belajar, bekerja, berbelanja, hingga bersosialisasi.

Namun di balik kemudahannya, dunia maya juga menyimpan berbagai ancaman, salah satunya phishing dan penipuan online.

Agar tetap aman, yuk kenali bahaya ini dan simak tips melindungi diri saat berselancar di dunia digital!

***

Phishing merupakan istilah yang berasal dari kata fishing yang memiliki arti memancing.

Disebut memancing karena phising merupakan sebuah Teknik penipuan yang dilakukan dengan cara memancing orang lain untuk memberikan informasi sensitive seperti data pribadi, data akun, data finansial, data Perusahaan, data Kesehatan, dan data yang sensitive lainnya. Data data yang didapatkan akan digunakan untuk tujuan kejahatan.

Sementara itu penipuan online hadir dalam berbagai bentuk, seperti toko online palsu, pesan yang mengaku undian berhadiah, atau tawaran pekerjaan palsu. Semua itu bertujuan sama, yaitu untuk mencuri uang atau data pribadi korban.

Ciri-Ciri Umum dan Tips Aman

1. Tautan Mencurigakan

Pelaku sering membuat tautan (link) yang sangat mirip dengan situs resmi, hanya berbeda satu atau dua huruf agar tidak mudah disadari. Misalnya:

- g0ogle.com (angka nol menggantikan huruf "o")

- tokoped1a.net (angka satu menggantikan huruf "i")

- bankmandiri-secure.com (menambah kata "secure" agar tampak meyakinkan)

Biasanya, tautan ini dikirim melalui email, SMS, atau pesan di media sosial. Begitu kamu mengkliknya, kamu akan diarahkan ke situs palsu yang tampilannya menyerupai situs resmi, padahal tujuannya untuk mencuri data login atau informasi pribadi.

Tips Aman: Selalu periksa alamat situs di kolom URL browser. Pastikan menggunakan domain resmi (misalnya .com, .id, .go.id) dan terdapat ikon gembok (https://). Jika ragu, ketik langsung alamat situs di browser, jangan melalui tautan kiriman.

2. Permintaan Data Pribadi Modus umum penipuan adalah meminta korban mengisi atau mengirimkan data pribadi seperti:

- Nama lengkap, nomor KTP, dan tanggal lahir

- Username dan password akun

- Nomor kartu debit/kredit atau PIN

- Kode OTP (One-Time Password)

Biasanya, pelaku berdalih bahwa data diperlukan untuk "verifikasi akun", "pemulihan akses", atau "konfirmasi transaksi". Padahal, lembaga resmi seperti bank, marketplace, atau instansi pemerintah tidak pernah meminta data rahasia lewat pesan pribadi.

Tips Aman: Jangan pernah membagikan kode OTP atau data penting kepada siapa pun, bahkan jika mengaku dari pihak resmi. Tutup percakapan dan hubungi layanan pelanggan melalui kanal resmi.

3. Pesan Mendesak atau Menakutkan

ilustrasi berselancar di internet. (Sumber: Pexels/Towfiqu barbhuiya)
ilustrasi berselancar di internet. (Sumber: Pexels/Towfiqu barbhuiya)

Phishing sering memakai strategi menekan emosi korban agar bertindak cepat tanpa berpikir panjang. Contohnya:

- "Akun Anda akan diblokir dalam 24 jam jika tidak dikonfirmasi!"

- "Ada transaksi mencurigakan di rekening Anda. Segera klik tautan berikut!"

- "Pembayaran Anda tertunda, klik di sini untuk menyelesaikan!"

Pesan-pesan seperti ini dirancang untuk menimbulkan rasa panik sehingga korban langsung menekan tautan dan memasukkan data tanpa mengecek kebenarannya.

Tips Aman: Jika menerima pesan mendesak, tenangkan diri dan verifikasi kebenarannya langsung melalui aplikasi resmi atau hubungi layanan pelanggan. Jangan klik tautan di dalam pesan.

4. Hadiah Tidak Masuk Akal

Modus lain yang populer adalah pesan berisi hadiah atau undian palsu, seperti:

- "Selamat! Anda memenangkan iPhone 15 dari undian Telkomsel!"

- "Anda terpilih mendapat saldo Rp10 juta! Klik tautan ini untuk klaim hadiah!"

Padahal, korban diminta untuk mengisi data pribadi atau membayar biaya administrasi sebelum hadiah dikirim. Setelah itu, uang atau data korban lenyap tanpa jejak.

Tips Aman: Jika kamu tidak pernah ikut undian, jangan percaya pesan menang hadiah. Periksa situs atau media sosial resmi penyelenggara. Biasanya, program resmi tidak pernah meminta uang atau data pribadi untuk klaim hadiah.

5. Ejaan dan Tata Bahasa Aneh

Banyak pesan phishing menggunakan bahasa yang janggal, ejaan salah, atau tata kalimat tidak profesional. Misalnya: "Akun anda tida aman, segra konfirmasi disini untuk keamanan data anda klik link bawah ini."

Kesalahan kecil seperti ini menjadi tanda bahwa pesan tidak dikirim oleh lembaga resmi. Namun, hati-hati beberapa pelaku kini semakin pintar dan menggunakan bahasa yang tampak lebih rapi, sehingga kamu tetap perlu meneliti konteks dan alamat pengirimnya.

Tips Aman: Jika menerima pesan dengan bahasa aneh, penuh kesalahan, atau dikirim dari alamat yang tidak resmi, abaikan atau laporkan. Lembaga profesional selalu menggunakan bahasa formal dan kontak resmi.

Bijak Jadi Pengguna Internet

Ingat, keamanan digital adalah tanggung jawab bersama. Jangan mudah percaya dengan pesan yang terlalu menggiurkan atau menakutkan. Jadilah pengguna internet yang kritis dan selalu berpikir dua kali sebelum mengklik tautan atau membagikan data pribadi. Internet bisa menjadi tempat yang menyenangkan dan bermanfaat jika digunakan dengan bijak.

Dengan memahami cara kerja phishing dan penipuan online, serta menerapkan langkah-langkah pencegahan di atas, kita bisa menjelajahi dunia maya dengan lebih aman dan tenang. Jangan biarkan kejahatan digital mencuri kenyamananmu berselancar di internet. Jadilah pengguna cerdas, waspada, dan bertanggung jawab! (*)

Referensi:

  • Direktorat PuTI. "Phishing : Pengertian, Jenis, Dan Cara Menghindari Phising," 2023. https://surabaya.telkomuniversity.ac.id/phishing-pengertian-jenis-dan-cara-menghindari-phising/

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Rendi Priatna
Tentang Rendi Priatna
Mahasiswa

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)