Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

7 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)

Umat Hindu menyakini perayaan hari Nyepi 1948 Saka yang jatuh pada 19 Maret 2026 itu harus menjadi momentum yang tepat untuk menebar dan mengaktualisasikan nilai-nilai Dharma, membangkitkan kesadaran persaudaraan dan persatuan guna mewujudkan keberagaman yang toleran, rukun, damai dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

Pasalnya, segenap umat Hindu berkeyakinan persaudaraan, keharmonisan dan perdamaian merupakan segenap berkah terpenting dalam pergantian Nyepi.

Kemenag menerbitkan panduan pelaksanaan takbiran di Bali jika bertepatan dengan Hari Raya Nyepi 2026 untuk menjaga toleransi umat. (Sumber: Ilustrasi generate by AI)
Kemenag menerbitkan panduan pelaksanaan takbiran di Bali jika bertepatan dengan Hari Raya Nyepi 2026 untuk menjaga toleransi umat. (Sumber: Ilustrasi generate by AI)

Satu Bumi, Keluarga

Ini terlihat dari menetapkan tema utama perayaan Nyepi 2026 bertajuk "Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju” yang diangkat Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

Bimas Hindu Kementerian Agama RI menjelaskan tema ini menjadi ikhtiar bersama untuk menekankan pentingnya persaudaraan, toleransi, serta menjaga keseimbangan alam dan kehidupan bersama.

Semuanya ini dilakukan sebagai upaya memperkuat nilai persaudaraan universal dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam pembinaannya, Pembimas Hindu Jawa Barat, Eko Prasetyo, S.Ag, menekankan ihwal tema Vasudhaiva Kutumbakam mengandung makna mendalam bahwa seluruh umat manusia merupakan satu keluarga besar yang hidup di satu bumi yang sama.

Oleh karena itu, umat Hindu diharapkan mampu menjadi teladan dalam membangun kehidupan yang harmonis, saling menghormati, dan menjaga kerukunan, baik antarumat seagama maupun dengan masyarakat luas,”

Dengan mendorong terwujudnya pura yang ramah anak, ramah lansia, dan ramah disabilitas, sehingga pura dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan yang inklusif dan memberikan rasa aman, nyaman bagi seluruh umat.

Ketua Panitia Nyepi Tahun Baru Saka 1948, I Komang Ardana, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pembimas Hindu Jawa Barat dan seluruh umat yang hadir saat Dharma Tula ini sebagai wujud kebersamaan umat Hindu dalam menyambut Hari Suci Nyepi.

Ketua PHDI Kabupaten Bekasi, Kombes Pol (Purn) Dr. Drs. I Made Pande Cakra, M.Si, menegaskan nilai Vasudhaiva Kutumbakam hendaknya menjadi landasan dalam kehidupan sehari-hari umat Hindu, khususnya dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan sesama umat dan masyarakat sekitar, guna menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan tenteram.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan merawat harmoni di tengah keberagaman.

Mengingat perayaan Nyepi tahun ini terasa istimewa karena berlangsung dalam suasana bulan suci Ramadan serta berdekatan dengan Idulfitri 1447 H. Pasalnya, pertemuan dua momentum keagamaan ini menjadi simbol kuat nilai kebersamaan lintas iman.

Ini bukan sekadar kebetulan, melainkan pengingat bahwa kita berada dalam satu semangat Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga,"

Perbedaan bukanlah sekat, melainkan kekuatan untuk mempererat persaudaraan sebagai bangsa. Nilai itu, tercermin dalam ajaran Catur Brata Penyepian yang dijalankan umat Hindu saat Nyepi.

Melalui Amati Geni, umat diajak memadamkan api dalam diri seperti amarah dan egoisme. Amati Karya menjadi ruang untuk berhenti sejenak dari aktivitas fisik dan melakukan introspeksi. Amati Lelungan mengajarkan untuk tidak bepergian, memberi kesempatan bagi alam untuk beristirahat dan memulihkan keseimbangan. Amati Lelanguan mendorong umat melepaskan hiburan duniawi demi menemukan kejernihan batin.

Dengan menjalankan Nyepi, umat Hindu sesungguhnya sedang memberikan jeda kepada alam semesta. Jika kita memuliakan alam, maka alam pun akan memuliakan harkat kemanusiaan kita,”

Semangat Vasudhaiva Kutumbakam akan terus mendorong umat Hindu berperan aktif dalam menjaga kerukunan dan memperkuat kohesi sosial di Indonesia. (RRI, 15 Mar 2026 12:55 WIB, www.jabar.kemenag.go.id., www.kemenag.go.id)

Sejatinya perayaan tahun baru saka yang bertepatan pada tanggal satu bulan ke sepuluh (eka sukla paksa Waisak) sehari setelah Tilem Kasanga (panca dasi Krsna Paksa Caitra) yang diresmikan sejak penobatan raja Kaniskha dari dinasti Kushana suku bangsa Yuehchi pada tahun 78 (79) masehi ini mesti menjadi modal utama dalam membangun kehidupan bersama yang damai, rukun, toleran dan harmonis di bumi persada ini.

Kendati, dalam catatan Negarakertagama, dahulu pada masa kerajaan Majapahit pergantian tahun saka dari bulan Caitra ke Waisaka ini dirayakan secara besar-besaran. Beragam cara ritual dilakukan oleh umat Hindu.

Peringati Hari Raya Nyepi 2026, BRI Peduli Salurkan CSR 2.000 Paket Sembako bagi Warga Desa Angseri dan Desa Sarimekar di Bali. (Sumber: Dok BRI Peduli)
Peringati Hari Raya Nyepi 2026, BRI Peduli Salurkan CSR 2.000 Paket Sembako bagi Warga Desa Angseri dan Desa Sarimekar di Bali. (Sumber: Dok BRI Peduli)

Berkah Nyepi Terdalam

Ingat, perayaan Nyepi harus dilakukan melalui tahapan ritual; Melasti (pertobatan), Tawur (mengembalikan keseimbangan alam, manusia), Catur Brata Nyepi (empat ritual puasa; Amati geni/tidak menyalakan api; Amati Karya/tidak melakukan pekerjaan sehari-hari; Amati Lelungaan/tidak bepergian; Amati Lelanguan/tidak menghibur diri, hingga tidak boleh memasak dan juga tidak memakai lampu penerangan) dan Ngembak Geni (melakukan dharma santi/ibadah sosial berupa silaturahmi pada sanak, kerabat, tetangga).

Cita-cita agung dari perayaan ini untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin (jagadhita dan moksa), terbinanya kehidupan yang berlandaskan kebenaran (satyan), kesucian (siwam), dan keharmonisan dan keindahan (sundaram).

Ilustrasi membaca Al-qur'an, SARA bisa membuat hancurnya tali persaudaraan yang telah lama terjalin di antara umat pemeluk agama. Jangan dibiarkan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi membaca Al-qur'an, SARA bisa membuat hancurnya tali persaudaraan yang telah lama terjalin di antara umat pemeluk agama. Jangan dibiarkan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Modal Keragaman Nusantara

Menurut Swami Vivekananda dalam pidatonya tanggal 26 September 1893 di depan Sidang Parlemen Agama-agama Dunia di Chicago, Amerika Serikat menguatkan kembali kebenaran tesis Tantular tentang Bhineka Tunggal Ika, menyatakan, "Agama Hindu tidak dapat hidup tanpa Agama Budha, demikian pula sebaliknya agama Budha tidak bisa hidup tanpa Agama Hindu. Menyadari apa yang diperlihatkan oleh perpisahan ini kepada kita, adalah bahwa orang-orang Budha tidak tahan tanpa otak dan filsafat orang Hindu, sebaliknya orang-orang Hindu tidak bisa hidup hidup tanpa nurani orang-orang Budha. Perpisahan antara orang-orang Hindu dengan orang-orang Budha adalah penyebab kehancuran India." (Swami Vivekannda;1993:51).

Jadi pengingkaran terhadap kekuatan dari "keragaman" membawa konsekuensi melemahnya perekat persatuan kita sebagai bangsa dan persatuan kita sebagai sesama penghuni "bumi yang satu ini", yang bermuara pada disintegrasi, kehancuran bangsa, bahkan dunia ini. (Jimmy B. Oentoro, 2010: 109).

Indonesia sebetulnya memiliki perekat ampuh untuk merangkum semua perbedaan serta keberagaman etnik-kultural dan religi. Perekat itu adalah pancasila.

Tantangan fundamental muncul di kemudian hari bersamaan dengan rontoknya rezim yang pernah membajak pancasila menjadi alat persatean, bukan persatuan. Tantangan fundamental Indonesia saat ini adalah bahwa epistemologi perbedaaan dan keberagamaan etnik-kultural dan religi ternyata belum selesai.

Karena persoalan yang satu itu belum diselesaikan secara tuntas, bangsa ini pun sakit. Ini kini dilanda demam tinggi "kita-mereka"; "kita-mereka menjadi garis demarkasi yang tegas dan tebal itu antaretnik-kultural dan religi. Sudah pasti, demam tinggi "kita-mereka" ini berdampak buruk bagi bangsa dan negara yang masyarakatnya terdiri dari ragam etnis, kultur dan religi ini.

Saking tingginya demam "kita-mereka" ini pun gampang dikipas-kipasi menjadi semakin memuncak pada upaya meniadakan dan membisukan yang lain. Terbukti, demam tinggi, "kita-mereka" telah membakar Maluku, Poso, Sampit dan Sambas. Selain keempat tempat ini, juga membisukan penganut agama tertentu, misalnya penyegelan gereja; membisukan penganut aliran keagamaan tertentu seperti Ahmadiyah. (Yudhis M. Burhanuddin, 2008: 27-28).

Ayam bandhurayam neti gananā laghuchetasām, udāracaritānāṁ tu vasudhaiva kutumbakam.” Maha Upanisad (VI.72)

Bila orang sempit pikir menganggap ‘ini saudara, itu bukan, bagi mereka yang berhati luhur seluruh dunia adalah satu keluarga Konsep persaudaraan dalam Hindu yang menekankan kasih sayang, kesetaraan, dan keharmonisan antar sesama manusia serta alam semesta.

Konsep Vasudhaiva Kutumbakam menekankan bahwa perbedaan bangsa, agama, maupun latar belakang tidak boleh menjadi sekat pemisah. Semua makhluk hidup, termasuk manusia dan alam semesta, adalah bagian dari keluarga besar ciptaan Tuhan.

Prinsip ini mengajarkan nilai kasih sayang, kesetaraan, dan rasa kemanusiaan. Setiap orang didorong untuk menghormati dan membantu satu sama lain sebagaimana saudara dalam keluarga.

Vasudhaiva Kutumbakam menjadi dasar untuk menciptakan harmoni, toleransi, dan perdamaian dunia. Ketika kita menyadari bahwa seluruh dunia adalah satu keluarga, sekat-sekat perbedaan lenyap. Kita tidak lagi melihat siapa yang berbeda keyakinan, warna kulit, atau asal bangsa, melainkan yang terlihat hanyalah sesama ciptaan Tuhan yang layak dikasihi, dihormati, dan dijaga.

Baca Juga: Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Inilah makna sejati dari Vasudhaiva Kutumbakam, persaudaraan universal yang menuntun kita menuju kedamaian dan harmoni kehidupan. “Dengan semangat Vasudhaiva Kutumbakam, kami memohon agar dunia ini hidup dalam kasih, persaudaraan, dan kedamaian” (www.tegal.kemenag.go.id)

Mari kita jadikan perayaan Dharma Santi ini sebagai momentum penyadaran diri, perekat persaudaraan dalam menjaga keutuhan bangsa secara bersama-sama untuk menumbuh suburkan kegairahan dan kesejukan dalam setiap pemeluk (pemuka) agama guna menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang bahagia dengan cara menebarkan sikap cinta kasih, damai, menghargai orang dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika dan pancasila.

Walhasil, Nyepi mengajarkan kita pada sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan yang rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan. Selamat Hari Raya Nyepi 1948. Semoga semua makhluk berbahagia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Jun 2026, 20:33

Menggerakkan Idealisme Mahasiswa Berprestasi

Apa yang membuat mahasiswa semangat menjalani hari-hari dan mengubah dirinya?

Ilustrasi gerakan mahasiswa berprestasi. (Sumber: Gemini AI | Foto: Gemini AI)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 19:38

Cek Kesehatan Gratis dan Investasi SDM Indonesia Emas 2045

Menganalisa manfaat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Cek Kesehatan Gratis (Sumber: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis | Foto: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 18:39

Transformasi Perkebunan Karet Alam di Jabar, Mungkinkah?

Industri berbasis karet alam di Jawa Barat saat ini menghadapi tantangan penurunan produktivitas lahan dan pasokan lateks .

Ilustrasi perkebunana karet di Jawa Barat (Sumber: freepik)
Wisata & Kuliner 26 Jun 2026, 17:25

Panduan Berkunjung ke Pantai Sawarna: Delapan Pantai, Gua, dan Lanskap Pesisir di Selatan Banten

Jelajahi Pantai Sawarna di Lebak, Banten, dengan deretan pantai indah, gua karst, spot surfing, dan panorama Samudra Hindia yang memukau.

Sunset Pantai Tanjung Layar Sawarna. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 16:30

Perempuan dan Polarisasi Modern

Perubahan zaman modern terkadang masih diselimuti oleh isu-isu kaum marjinal, terutama kaum perempuan.

Ilustrasi perempuan Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Ruly Nurul Ihsan)
Linimasa 26 Jun 2026, 16:25

Hikayat Pelatih Kuda Renggong, Bisa Berganti Ratusan Kuda Karena Tidak Cocok

Menjadi pelatih kuda renggong tak hanya butuh keahlian, tetapi juga chemistry. Usep telah berganti ratusan kuda demi menemukan pasangan terbaik.

Usep, salah seorang pelatih kuda renggong di Ujungberung, Kota Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 16:03

Publikasi Hasil Lisensi Klub Berhasil Menjaga Konsistensi Komunikasi pada Dua Platform Digital

Konsistensi komunikasi menjadi kunci kredibilitas sebuah perusahaan. Artikel ini menganalisis konsistensi komunikasi PT I.League pada dua platform digital.

Persib Bandung Vs Semen Padang FC. (Sumber: ileague.id)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 15:24

Mengenal Karel Albert Rudolf Bosscha

Karel Albert Rudolf Bosscha merupakan salah satu figur Belanda yang berperan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di Indonesia

Karel Albert Rudolf Bosscha. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Jodya Maulana)
Linimasa 26 Jun 2026, 15:18

Hikayat Kampung Pembuat Panci di Bandung, Bertahan di Tengah Perubahan Zaman

Kampung Cikalang Kaler di Bandung telah puluhan tahun memproduksi panci. Kini mereka bertahan di tengah perubahan teknologi dapur modern.

Pengrajin di kampung pembuat panci Cileunyi, Kabupaten Bandung, bertahan di tengah perubahan zaman. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 15:04

Perkembangan Industri Perfilman Indonesia dari Tahun 1950-2026

Menelisik sejarah panjang perfilman di Indonesia dan karya-karya tersohor yang muncul sepanjang delapan dekade.

Judul film Darah dan Doa (1950). Film pertama yang diproduksi oleh orang Indonesia (Sumber: Wikipedia)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 14:33

Eksistensi Arumba sebagai Musik Tradisional Sunda di Tengah Modernisasi

Arumba merupakan alat musik tradisional dari Sunda yang masih eksis hingga saat ini meskipun berada di tengah arus modernisasi.

Kegiatan siswa memainkan Arumba sebagai bentuj pelestarian seni musik tradisional Sunda di lingkungan sekolah (Sumber: dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 14:13

Kuy Ah ... ke Sekolah Swasta

Melihat sekolah swasta yang sekarang semakin banyak melahirkan pelajar berprestasi hebat.

Ilustrasi siswa sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Airlangga Jati)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 13:09

Perbankan di Indonesia Integrasikan UMKM dalam Membangun Citra Positif

Publikasi BSI terkait integrasi UMKM halal menarik dianalisis: website menggunakan kata kunci formal, sedangkan Instagram menggunakan bahasa yang lebih sederhana bagi audiens.

Kedai-kedai UMKM di Pasar Cihapit, Kota Bandung. (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 12:50

Dari Patriarki ke Femisida: Membaca Kekerasan terhadap Perempuan sebagai Warisan Struktur Historis

Bagaimana sistem kuasa yang diwariskan lintas generasi membentuk, menormalkan, dan melanggengkan kekerasan terhadap perempuan hingga titik terparahnya.

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Sumber: Istimewa)
Wisata & Kuliner 26 Jun 2026, 11:25

Panduan Berkunjung ke Lembang Park and Zoo: Kebun Binatang Bergaya Eropa di Dataran Tinggi Bandung

Lembang Park and Zoo menawarkan kebun binatang modern, wahana bermain, safari mini, hingga cat café unik di kawasan sejuk Lembang.

Lembang Park and Zoo. (Sumber: Ayomedia | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 09:42

HANI dan Tren Modus Operandi Kasus Narkotika

Bandung Raya kian rawan narkoba dengan adanya industri rumahan tembakau sintetis.

Polda Jabar musnahkan narkotika. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Rahmat Kurniawan))
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 09:16

Peringatan Darurat Kekerasan terhadap Perempuan

Mata dibutakan, bibir digunting: krisis keamanan berbasis gender yang mengancam perempuan.

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Sumber: Unplash)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 08:20

Memperjuangkan Representasi Anak-Anak Autis Bersama Komunitas Autistik

Peluncuran Boneka Barbie autis pada website dan instagram PT Mattel menunjukkan bentuk penghargaan dan penghormatan kepada anak-anak penyandang autisme dalam bentuk boneka.

Ilustrasi anak autisme. (Sumber: Pexels | Foto: Mah mud)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 07:56

Makna Sejati Karangan Bunga KDM untuk Jakarta

Provinsi lain perlu belajar dari Jakarta terkait dengan keberhasilan mendongkrak indeks pembangunan manusia (IPM) dan sukses menata sistem pengembangan SDM.

Karangan bunga KDM untuk HUT Jakarta (Sumber: tangkapan layar)
Ayo Netizen 25 Jun 2026, 20:12

Kembang Tanpa Dedaunan

Menjaga kondisi hawa atau cuaca di Kota Bandung agar tidak menjadi lebih panas di tahun-tahun berikiutnya sesuai dengan tema hari Lingkungan Hidup sedunia tahun 2026.

The Rollies (1972). (Sumber: Wikimedia Commons)