Pesta Kesenian Bali sebagai Bukti Apresiasi Seni yang Perlu Ditularkan ke Provinsi Lain

5 menit baca
I Gede Bagus Radestya Putra Saylendra
Ditulis oleh I Gede Bagus Radestya Putra Saylendra diterbitkan
Pertunjukan Pesta Kesenian Bali tahun 2026 (Sumber: Youtube: Disbud Prov. Bali)
Pertunjukan Pesta Kesenian Bali tahun 2026 (Sumber: Youtube: Disbud Prov. Bali)

Ada satu hal yang menarik ketika mengunjungi Bali. Bukan tentang panorama alam yang memanjakan mata, melainkan sebuah pertunjukan spektakuler yang dikemas rapih dan ditonton oleh banyak orang layaknya menonton pertandingan sepak bola. Bukan tanpa alasan, pulau Dewata sejatinya memang "bernapas" melalui kreativitas keseniannya. Itulah sebabnya pergelaran Pesta Kesenian Bali sudah menjadi event tahunan yang tidak boleh dilewatkan bagi para pelancong ketika berkunjung ke Bali pada bulan Juni hingga Juli.

Jika kita menelusuri lebih dalam, mungkin akan timbul pertanyaan mengenai seberapa antusias para pendukung dari tiap kabupaten dan kota dalam menjagokan para penampil kesenian. Apakah seistimewa itu kah sampai tiap duta kabupaten di ujung sekalipun rela datang ke pusat kebudayaan yang terletak di Denpasar sebagai jantung ibukota Bali?

Kembali lagi dengan identitas Bali yang kaya akan kreativitas seninya, terutama dalam konteks seni pertunjukan. Melalui proses sejarah yang panjang, pengembangan seni pertunjukan telah membentuk sebuah alur yang semakin lama semakin kompleks (Seramasara, 2007). Hal tersebut tercermin pada pembaharuan komposisi dari masing-masing seni pertunjukan, mulai dari musik karawitan, tarian, hingga drama teatrikalnya yang juga disebut sebagai fragmen tari atau sendratari.

Kompleksitas tersebut tidak hanya tercermin pada bentuk pertunjukannya, tetapi juga pada cara masyarakat Bali memaknai seni itu sendiri. Dalam Island of Bali, Miguel Covarrubias (1937) menjelaskan bahwa seni di Bali merupakan ekspresi kehidupan kolektif masyarakat yang diwariskan melalui hubungan antara guru dan murid, sehingga kreativitas tidak berkembang sebagai pencapaian individual semata, melainkan tetap berpijak pada nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Di samping itu, pembinaan kesenian kepada generasi muda mulai dari tingkat banjar (dusun) ataupun melalui sanggar seni menandakan bahwa geliat pengembangan seni telah menjadi suatu hal yang bersifat fundamental sehingga berpotensi menjaga eksistensi kebudayaan hingga masa yang akan datang. Sebagaimana dikemukakan Clifford Geertz (1973), kebudayaan merupakan sistem makna yang diwariskan melalui simbol-simbol dan dipelajari oleh setiap generasi.

Partisipasi generasi muda pada Pesta Kesenian Bali (Sumber: Instagram: pestakesenianbali.official)
Partisipasi generasi muda pada Pesta Kesenian Bali (Sumber: Instagram: pestakesenianbali.official)

Dengan demikian, pembinaan seni tidak hanya dimaknai sebagai proses melatih keterampilan, namun juga sebagai media pewarisan nilai, identitas, dan ekspresi budaya kepada generasi penerus. Sejalan dengan hal tersebut, pembinaan seni sejak usia dini pun dapat berguna bagi pembentukan kepribadian anak serta kemampuan berinteraksi dengan lingkungan sosial sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat (Arslan, 2014).

Melihat bagaimana proses pembinaan tersebut berjalan secara hirarkis dimulai dari lingkup yang kecil memunculkan kemiripan dengan pola pembinaan sepak bola pada akademi sepak bola atau SSB, dimana talenta-talenta muda tidak serta-merta tampil pada panggung utama, melainkan ditempa melalui proses latihan, evaluasi, dan seleksi secara berjenjang sesuai kemampuan masing-masing.

Dalam konteks seni tari misalnya, seorang penari dipilih berdasarkan kecocokan karakter, penguasaan wiraga, wirama, dan wirasa. Sedangkan pada seni karawitan penempatan penabuh gamelan mempertimbangkan kemampuan membaca pola musikal, teknik memainkan instrumen, serta kekompakan antarpemain.

Dengan demikian, Pesta Kesenian Bali dapat menjadi panggung puncak yang mempertemukan talenta-talenta terbaik hasil dari proses pembinaan tersebut, layaknya kompetisi antardaerah yang mempertemukan pemain-pemain terbaik hasil didikan akademi sepak bola. Dengan kata lain, Pesta Kesenian Bali tidak lagi sekadar festival tahunan, melainkan etalase dari sebuah ekosistem pembinaan seni yang berlangsung sepanjang tahun.

Sebagaimana masyarakat menanti lahirnya bintang-bintang baru dari akademi sepak bola, masyarakat Bali pun menantikan kemunculan penari, penabuh, dan seniman muda terbaik yang menjadi representasi kebanggaan kabupaten maupun kotanya sehingga hadirnya mereka dapat memantik antusiasme masyarakat dalam menonton Pesta Kesenian Bali.

Melihat pengembangan seni tradisional yang terus berkesinambungan di Bali seyogianya dapat menjadi refleksi bagi provinsi lainnya dalam memajukan kesenian daerahnya. Perlu dipahami bersama bahwa pelestarian seni tradisional dapat bertahan apabila tata kelola terkait kesenian dilakukan dengan baik serta pembinaan kepada generasi muda terfasilitasi dengan baik. Dukungan dari para pemangku kebijakan turut berperan dalam memajukan kesenian tradisional di daerahnya.

Dukungan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penyelenggaraan festival tahunan semata sebagai produk akhir dari pembinaan kesenian, melainkan turut dikukuhkan pula melalui penguatan ekosistem kesenian dari akar, seperti penyediaan fasilitas latihan, penguatan sanggar seni, hingga pemberdayaan pelatih seni sebagai bukti nyata komitmen pemerintah, institusi pendidikan seni, dan komunitas budaya dalam mencetak praktisi seni yang kompeten untuk membina generasi muda. Melalui itu semua, kebudayaan akan menjadi sebuah investasi yang hasilnya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga lintas generasi.

Di era digital, upaya pelestarian tersebut juga perlu diimbangi dengan pemanfaatan teknologi. Dokumentasi pertunjukan yang berkualitas, siaran langsung (live streaming), hingga publikasi melalui media digital memungkinkan seni tradisional menjangkau masyarakat yang lebih luas, sekaligus menjadi arsip budaya yang dapat dipelajari oleh generasi berikutnya.

Menariknya, meskipun berangkat dari semangat pelestarian seni tradisional Bali, Pesta Kesenian Bali tidak menutup diri terhadap budaya dunia. Kehadiran kelompok seni dari berbagai negara menunjukkan bahwa pelestarian identitas lokal tidak bertentangan dengan keterbukaan terhadap pertukaran budaya. Sebaliknya, identitas budaya yang kuat justru menjadi modal penting untuk berdialog dengan kebudayaan lain.

Dokumentasi acara Asia Africa Festival 2026 di Kota Bandung, Sabtu 11 Juli 2026 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Dokumentasi acara Asia Africa Festival 2026 di Kota Bandung, Sabtu 11 Juli 2026 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Hal serupa mulai tampak di Jawa Barat melalui penyelenggaraan Asia Africa Festival yang menghadirkan berbagai delegasi budaya dari mancanegara. Kehadiran festival tersebut menunjukkan bahwa ruang apresiasi budaya berskala internasional juga dapat tumbuh di daerah lain. Fenomena ini sekaligus menunjukkan bahwa daerah-daerah di Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan festival budaya bertaraf internasional selama didukung oleh tata kelola, kolaborasi antarlembaga, serta komitmen yang berkelanjutan dalam memajukan sektor kebudayaan.

Baik Pesta Kesenian Bali maupun Asia Africa Festival menjadikan festival kebudayaan pada akhirnya tidak hanya berfungsi sebagai ruang pertunjukan seni, tetapi juga sebagai sarana diplomasi budaya yang mempertemukan identitas lokal dengan masyarakat internasional. Namun diplomasi budaya yang kuat tidak lahir secara instan. Ia bertumpu pada proses pembinaan yang mampu menghasilkan seniman-seniman berkualitas sebagai representasi kebudayaan daerahnya.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah festival seni tidak semata diukur dari banyaknya delegasi atau kemeriahan pertunjukan yang ditampilkan. Lebih dari itu, festival sepatutnya menjadi ruang yang memberikan porsi utama bagi lahirnya generasi baru seniman daerah. Kehadiran kelompok seni dari berbagai negara tentu menjadi nilai tambah dalam memperluas dialog antarbudaya, namun jangan sampai ruang tersebut justru menggeser kesempatan seniman muda lokal untuk tampil, berkembang, dan menjadi pewaris kebudayaannya sendiri. (*)

DAFTAR PUSTAKA

  • Seramasara, I. G. N. (2021). Seni pertunjukan tradisional Bali, sebuah renungan sejarah. Mudra Jurnal Seni Budaya, 20(1). https://doi.org/10.31091/mudra.v20i1.1512
  • Covarrubias, M. (1937). Island of Bali. Cassell and Company.
  • Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.
  • Arslan, A. (2014). The importance of art education in early childhood education. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 141, 792–798.
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

I Gede Bagus Radestya Putra Saylendra
Mahasiswa yang senang membahas mengenai isu transportasi, tata kota, dan pegiat seni tradisional.

News Update

Ayo Netizen 24 Jul 2026, 19:06

Ketika Pelajar Diminta Pulang Cepat, Apakah Bandung Menjadi Lebih Aman?

Jika seorang pelajar dianggap aman hanya karena berada di rumah setelah pukul 21.00, lalu bagaimana dengan keamanan kota setelah jam itu?

Warga berlalu lalang di kawasan Asia Afrika, Kota Bandung, pada malam hari. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ditya Rafi Muttaqin/Magang)
Linimasa 24 Jul 2026, 18:41

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari

Seni ukir kayu menjadi cara warga Kampung Bunisakti, Arjasari, memperkenalkan daerahnya. Beragam ukiran bernilai seni diproduksi dengan teknik khas.

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 18:33

5 'Warung' Sarapan di Pilihan Bandung, dari Kedai Legendaris hingga Hidden Gem

Jelajahi 5 kedai sarapan favorit di Bandung dengan pilihan menu rumahan, panorama asri, hingga hidden gem yang cocok untuk memulai hari.

Sajian di Sepiring Pagi.
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 17:15

Di Balik Kampanye Digital Jakarta International Marathon 2025: Analisis Merek Air Mineral Nasional

Membedah hal-hal yang tidak terlihat di balik kampanye digital.

Ilustrasi. (Sumber: AI)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 16:18

Pesta Kesenian Bali sebagai Bukti Apresiasi Seni yang Perlu Ditularkan ke Provinsi Lain

Ketika suatu festival seni dapat memberi inspirasi bagi daerah lain.

Pertunjukan Pesta Kesenian Bali tahun 2026 (Sumber: Youtube: Disbud Prov. Bali)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:27

Mega Korupsi Era 90-an Skandal Bapindo dan Eddy Tansil Mengguncang Indonesia

Pengusaha bernama lengkap Edy Tansil (Tan Tjoa Ing) dituntut hukuman penjara seumur hidup serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp800 miliar.

Surat kabar Bandung Pos edisi akhir Juli 1994 yang menampilkan berita utama mengenai kasus mega korupsi Eddy Tansil. (Sumber: Foto dan koleksi surat kabar Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:10

Modernisasi Berkebaya yang Berbudaya

Tidak dapat ditawar lagi dengan berkebaya. Kebaya sudah menjadi identitas yang sangat penting bagi Indonesia.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 14:17

Telusur Arca Derenten: Ikonografi Durga-Agastya, Omon-Omon dari Kebun Binatang ke Museum Kota

Pengejawantahan arkeolog sebagai 'detektif masa lalu': mengkaji ikonografi Arca batu, menelusuri jejak hilangnya, hingga mengurai urgensi lembaga Museum Kota

Pintu masuk kebun binatang Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 13:40

Pentingnya Patuh Minum Obat Hipertensi: Penyuluhan Mahasiswa PKPA UMB di Puskesmas Cibiru

Kegiatan kolaborasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan praktisi fasilitas pelayanan kesehatan di puskesmas dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien di puskesmas cibiru.

Mahasiswa PKPA Universitas Muhammadiyah Bandung sedang melaksanakan Penyuluhan di Puskesmas Cibiru. Kamis (23/6/2026). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Indri Wahyuni A)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 13:22

Lontong Goreng Gasibu, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Gedung Sate Bandung

Cari sarapan enak di Bandung? Lontong Goreng Gasibu menawarkan lontong goreng hangat dan tahu Sumedang dengan harga mulai Rp4.000 di kawasan Lapangan Gasibu.

Lontong Goreng Gasibu. (Sumber: Instagram @hayulahgaskeun)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 10:22

Sate, Sang Mahakarya Kuliner Nusantara: Dari Warisan Budaya hingga Diplomasi Rasa Dunia

Indonesia boleh dibilang merupakan "Negeri Seribu Sate".

Pedagang sate. (Sumber: Pexels | Foto: nourrie zein)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 07:55

Kesantunan Berdigital bagi Anak

Kecerdasan buatan tidak boleh membatasi proses tumbuh kembang anak.

Orang tua dan anaknya. (Sumber: Pexels/Lgh_9)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 19:42

Gunung Alit Telah Lahir di Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu

Gunung Alit ini lahir di sisi utara Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu.

Gunung Alit lahir di dalam Kawah Ratu pascaletusan Juli–Agustus 2019. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 18:02

Serunya Belajar di Alam Bebas

Pendidikan terbaik bukan selalu tentang seberapa cepat anak mampu membaca, menulis, berhitung. Melainkan ketika anak tumbuh menjadi manusia yang rasa ingin tahunya tetap hidup, hatinya tetap lembut

Asyiknya Kakang naik Bebek Gowes di Pondok Tandang Bakti Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Ahad (31/5/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 17:00

Hari Anak Nasional: Kenalkan Proses Kreatif Sejak Dini Lewat Program Little Creator

Kreativitas di segala bidang kehidupan adalah kunci masa depan anak.

Program Kreator Cilik yang diselenggarakan oleh Omochatoys menekankan proses kreatif sejak usia dini (Foto: dok Omochatoys)
Wisata & Kuliner 23 Jul 2026, 16:22

Wahana Pilihan TMII, dari Kereta Gantung hingga Drone Show Gratis

Rencanakan kunjungan ke TMII dengan panduan wahana terbaik, lengkap dengan tiket, museum pilihan, Jagat Satwa Nusantara, dan tips berkunjung hemat.

Museum Indonesia TMII. (Sumber: TMII)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 16:21

Hari Anak Nasional: Sudahkah Anak-Anak Indonesia Merdeka?

Apakah anak-anak layak dikatakan sudah merdeka? jika rasa aman, nyaman dan hak-hak dasar dalam hidup mereka belum sepenuhnya bisa ditunaikan.

Seorang anak sekolah di Aceh yang menyebrangi jembatan tali menuju sekolah. (Sumber: Generated AI (Terinspirasi dari Video Asli di Aceh))
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 15:11

Hari Anak Nasional Menjadi Momen Tumbuhnya Generasi Kuat dan Cerdas

Seharusnya peringatan Hari Anak Nasional dijadikan momentum penting untuk membangun anak-anak yang kuat dan cerdas.

Butuh kerjasama dan partisipasi dari berbagai pihak dalam rangka mewujudkan pendidikan terbaik bagi anak-anak negeri ini. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 14:39

Ketika Kritik Tenggelam dalam Kebisingan

Status quo tidak selalu bertahan karena kritik dibungkam, tetapi karena perhatian kita terlalu mudah dialihkan.

Sebuah pagelaran seni dog-dog di tengah sebuah aksi. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 13:33

Sayembara Tangkap Begal dan Batas Tanggung Jawab Negara

Keamanan merupakan salah satu alasan paling fundamental mengapa negara dibentuk.

Ilustrasi sayembara tangkap begal. (Sumber: Arsip pribadi | Foto: AI Gemini)