Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Terbanglah yang Tinggi Tanpa Menjatuhkan Orang Lain

3 menit baca
Sam Edy Yuswanto
Ditulis oleh Sam Edy Yuswanto diterbitkan Selasa 01 Jul 2025, 16:00 WIB
Mengapa sebagian orang berhasil menggapai cita-citanya, sementara sebagian yang lain gagal dalam mewujudkan impiannya? (Sumber: Pexels/Rakicevic Nenad)

Mengapa sebagian orang berhasil menggapai cita-citanya, sementara sebagian yang lain gagal dalam mewujudkan impiannya? (Sumber: Pexels/Rakicevic Nenad)

Setiap orang berhak untuk memiliki impian atau cita-cita setinggi-tingginya. Meski realitas yang ada, tak semua orang berhasil meraih apa yang dicita-citakan. Yang menjadi pertanyaan, mengapa sebagian orang berhasil menggapai cita-citanya, sementara sebagian yang lain gagal dalam mewujudkan impiannya?

Menurut pengamatan saya, orang yang berhasil mewujudkan cita-cita itu biasanya memiliki tekad serta mental yang sangat kuat. Dia juga tak mudah menyerah saat diterpa persoalan atau sederet kegagalan. Dia tetap berusaha bangkit dan melanjutkan impiannya, berusaha menjadikan pengalaman pahit sebagai pelajaran berharga agar dapat melangkah dengan lebih hati-hati lagi.

Maka saya tak merasa heran ketika ada orang yang awalnya kesulitan ekonomi tapi kemudian berhasil menjadi kaya-raya karena keuletannya dalam meraih apa yang dicita-citakan. 

Sementara mereka, orang-orang yang gagal meraih cita-cita, biasanya karena kurang memiliki tekad dan mental yang kuat. Niat dan apa yang dikerjakan mungkin kurang serius. Ditambah dia mudah menyerah atau cepat merasa bosan ketika sedang ditimpa persoalan. Jadi saya tidak merasa heran ketika orang-orang yang memiliki sikap seperti ini lantas gagal meraih impiannya. 

Hal terpenting yang harus dicatat sekaligus menjadi renungan bersama di sini, bahwa ketika seseorang telah berhasil meraih apa yang menjadi impian dalam hidupnya, berusahalah untuk tetap rendah hati dan tidak sombong. Bekali diri dengan attitude atau perilaku yang baik. Tanpa membekali diri dengan sifat-sifat seperti ini, rasanya mustahil dia bisa mempertahankan apa yang telah diraihnya tersebut.

Terbanglah yang tinggi tanpa perlu menjatuhkan orang lain. Ungkapan bijak ini sepertinya sangat tepat dijadikan sebagai prinsip hidup setiap orang yang ingin meraih sukses. Baik yang sudah meraih kesuksesan maupun yang masih merintis, ungkapan ini sangat tepat dijadikan sebagai pondasi agar kita selalu berhati-hati dalam berinteraksi dengan sesama. 

Saya ambil contoh, ketika kita memiliki sebuah produk untuk dijual. Berusahalah untuk mengemas produk tersebut dengan sebaik dan semenarik mungkin. Namun jangan sampai kita menjelek-jelekkan produk orang lain. Apalagi ketika memiliki tujuan untuk menghancurkan usaha orang lain dan hanya ingin usaha kita sendiri yang maju dan sukses. 

Jangan sampai kita memiliki sikap seperti itu. Karena yang merugi bukan hanya orang lain, tapi juga reputasi kita lama-lama akan menjadi buruk dan pada akhirnya kita pun akan mengalami kebangkrutan.

Ada penjelasan menarik yang pernah saya baca di laman islamic-center.or.id (11/5/2024) ahwa untuk memperoleh kejayaan, janganlah kita menjatuhkan orang lain. Demi maju ke depan, janganlah kita menindas orang lain. Demi mencapai kejayaan, janganlah kita mencitrakan buruk orang lain dan membuka aibnya.

Jangan kita mencari-cari kesalahan orang lain semata-mata untuk mencapai kepuasan kita sendiri. Jika ingin naik janganlah sampai menjatuhkan orang lain. Dan jika ingin maju jangan sampai menyingkirkan orang lain (islamic-center.or.id, 22/5/2024).

Bekal Beribadah

Demi mencapai kejayaan, janganlah kita mencitrakan buruk orang lain dan membuka aibnya. (Sumber: Pexels/jule)
Demi mencapai kejayaan, janganlah kita mencitrakan buruk orang lain dan membuka aibnya. (Sumber: Pexels/jule)

Jangan lupa, niatkan setiap apa yang menjadi impian hidup kita, sebagai bekal untuk beribadah. Bukankah tujuan manusia diciptakan ke dunia ini adalah untuk beribadah?

Perihal ibadah, secara umum kita mengenal ibadah yang langsung tertuju kepada Allah (hablum minallah) dan ibadah yang berkaitan erat dengan sesama manusia (hablum minannaas). 

Ibadah yang berhubungan langsung dengan Allah misalnya menunaikan shalat lima waktu. Sementara ibadah yang berhubungan dengan sesama manusia misalnya menjaga hubungan baik, jangan sampai kita gemar menyakiti dan memusuhi orang lain. 

Bagi umat Islam, kedua jenis ibadah ini harus diupayakan berjalan beriringan. Rasanya tidak mungkin kita bisa meraih kebahagiaan dan ketenangan hidup ketika hanya fokus beribadah pada Allah saja, sementara hubungan kita dengan sesama manusia itu tidak baik-baik saja bahkan sangat buruk. 

Demikian juga, bagaimana bisa kita meraih ketenangan dan kebahagiaan yang sejati bila kita merasa enggan untuk melaksanakan shalat lima waktu, meski hubungan kita dengan sesama manusia itu baik-baik saja?

Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat menjadi renungan yang bermanfaat bagi kita bersama. Wallahu a'lam bish-shawaab. (*)

Jangan Lewatkan Podcast Terbaru AyoTalk:

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sam Edy Yuswanto
Penulis Lepas

News Update

Ayo Netizen 28 Mei 2026, 19:21

Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamdu.

Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 15:10

Kurban dan Masakan Ibu Saat Tahun 1980-an

Suasana Hari Raya Iduladha tahun 1980-an tentang bagaimana seorang Ibu mengolah daging kurban diolah menjadi masakan yang digemari anak-anaknya

Ilustrasi salat Idul Adha. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 28 Mei 2026, 12:20

Laksa Bogor, Kuliner Peranakan Legendaris di Kota Hujan

Laksa Bogor dikenal dengan teknik penyajian unik “dikocok” yang membuat bihun dan tauge menyatu sempurna dengan kuah santan kuning berbumbu.

Laksa Bogor. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 12:03

Mengapa Nabi Mengajarkan 'Baarakallahu Laka' dan 'Baaraka Alaika' dalam Doa Pernikahan?

Mengapa Nabi menggunakan lafazh “laka” dan “‘alaika” dalam doa pernikahan? Ternyata tersimpan pesan mendalam tentang sakinah, cinta, ujian hidup, syukur, dan kesabaran rumah tangga.

Pasangan suami istri. (Sumber: Istimewa | Foto: Muhammad Mufti SN)
Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 09:34

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 13:19

Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

Seringkali terdengar ibadah qurban pada momentum Idul Adha, apa arti sebenarnya?

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 12:31

Menolak Lupa: Surat Samantha untuk Perdamaian Dunia

Kisah seorang anak yang memberi pesan bahwa perdamaian dunia adalah hak mutlak setiap umat manusia

Samantha Smith (Sumber: Kennebec Journal)
Beranda 27 Mei 2026, 10:59

Sambut Idul Adha, PLN Nusantara Power Pastikan PLTA Cirata Beroperasi Prima

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.
Beranda 27 Mei 2026, 10:38

Kalau Tidak Ada Ketupat, Rasanya Bukan Lebaran

Lapak-lapak kecil di Jalan Gurame memperlihatkan satu hal sederhana beberapa tradisi ternyata masih bertahan.

Rio penjual ketupat musiman di Jalan Gurame, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 10:06

Cicaheum Purna, Mampukah Leuwipanjang Menanggung Bebannya?

Pemusatan terminal ke Leuwipanjang patut diapresiasi karena membawa janji modernisasi.

Suasana Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)