‘Membaca’ Masa Depan Tunggal Putra Indonesia

4 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Pebulutu tangkis Indonesia, Alwi Farhan. (Sumber: Dok. PBSI)
Pebulutu tangkis Indonesia, Alwi Farhan. (Sumber: Dok. PBSI)

SEKTOR bulu tangkis Tunggal Putra Indonesia–perlahan tapi pasti–sedang mengalami transisi dari era seniornya, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie dan kawan-kawan, ke era juniornya, Alwi Farhan (23) dan Muhamad Zaki Ubaidillah (45) dan kawan-kawan. 

Padahal sebelumnya–hingga berakhirnya China Open 2025 bulan Juli lalu–banyak pengamat yang tidak sabar menyebut sektor Tunggal Putra Indonesia tengah mengalami krisis menyusul belum adanya Tunggal Putra yang muncul dengan prestasi membanggakan pengganti Ginting, panggilan akrab Anthony Sinisuka Ginting, dan Jojo, panggilan akrab Jonatan Christie, yang kian hari prestasinya kian meredup. 

Tetapi, di Macau Open 2025 minggu kemarin, “sang putra fajar” Alwi Farhan yang baru berusia 20 tahun itu menjawab keraguan sejumlah pengamat dan netizen yang “tidak sabar” akan masa transisi ini dengan membuktikan menyabet gelar bergengsi juara seri BWF Tour Super 300.

Bagi Alwi, ini adalah gelar pertamanya di level Super 300 dan ia membawa hadiah uang hampir 500 juta. Dan ia berharap prestasinya ini terus berlanjut da level super 500 dan 750.

Ubed pun begitu. Sebelum tampil di Macau Open 2025, atlet yang baru berusia 17 tahun asal Bangkalan, Madura itu, menjuarai turnamen yang tak kalah bergengsi, Junior Asia Badminton Championship 2025 di Solo.

Sayang, Alwi dan Ubed di Macau Open 2025 harus bertemu di babak 16 besar dan kita harus mengikhlaskan siapa pun di antara keduanya yang harus melaju terus. Dan ternyata Alwi lebih siap menjawab tantangan itu.

Tanda-tanda Alwi akan duluan moncer sebenarnya sudah terbaca. Atlet asal Solo itu mampu bersaing di tingkat pemain elit dunia dengan menumbangkan dan merepotkan pemain-pemain elit dunia. June Wei Cheam, Anders Antonsen, Lakshya Sen, Jason Gunawan, Justin Ho pernah ditumbangkan Alwi. Juga Alwi—di beberapa turnamen--hampir menang dengan Viktor Axelsen, Alex Lanier, hingga Kunlavut Vitadsarn.

Berbeda dengan nasib dua seniornya, Jojo dan Ginting. Update terbaru, hanya Jojo dan Ginting dua pemain Tunggal Putra Indonesia yang mendapat undangan BWF untuk tampil di Kejuaraan Dunia 25-31 Agustus di Porte de La Chapelle Arena alias Adidas Arena, Paris, Prancis.

Pebulu tangkis Indonesia, Muhamad Zaki Ubaidillah. (Sumber: Dok. PBSI)
Pebulu tangkis Indonesia, Muhamad Zaki Ubaidillah. (Sumber: Dok. PBSI)

Konon, sempat ada kabar memilukan di mana Ginting tak mendapat undangan tampil di Kejuaraan Dunia 2025 karena rangking BWF Ginting terjun bebas—kini, ia berada di peringkat 74-an. Tetapi, akhirnya terjawab sudah, Ginting ikut. Artinya, ini menjadi kesempatan bagi keduanya untuk menghilangkan rasa penasaran di mana keduanya belum pernah merasakan juara dunia.

Jojo akan tampil mewakili Indonesia—di tengah prestasinya yang terus melorot--kini ranking 8 dunia—sejak meraih gelar All England 2024 tahun lalu. Saat itu Jojo dan Ginting menciptakan All Indonesian Final setelah Indonesia puasa gelar selama 30 tahun di turnamen yang paling tua itu. Jojo menaklukkan Ginting dua gim langsung 21-15 21-14.

Sejak saat itu prestasi keduanya terus menurun. Jojo sibuk dengan keluarganya. Istrinya, Junianatha (Shanju) melahirkan anak pertamanya, Leander Jayden Christie, pada akhir Agustus 2024. Lalu, Mei 2025. Jojo dan Chico Aura Dwi Wardoyo—rekannya di pelatnas—menyampaikan niatnya untuk menjalani model latihan berbasis klub di luar pelatnas.

Niat keduanya diluluskan PBSI. Namun begitu, PBSI tetap akan memberikan dukungan dan koordinasi teknis kepada kedua atlet tersebut, yang akan terus dipanggil untuk membela tim nasional Indonesia dalam ajang-ajang internasional resmi. 

"Ini bukan perpisahan. Ini bentuk kolaborasi. Model seperti ini lazim diterapkan di negara-negara besar dan kini Indonesia juga sedang bergerak menuju sistem pembinaan yang lebih fleksibel," kata Taufik Hidayat wakil ketum PBSI. 

Prestasi Jojo terbaik adalah runner up Indonesia Master 2025 dan semifinal India Open 2025.

Sementara, Ginting--saat persiapan Olimpiade Paris 2024—atlet asal Cimahi itu mengalami cedera tulang rawan dan peradangan otot di bagian bahu kanan hampir 6 bulan lamanya hingga ia mencoba comeback di Japan Open 2025 dan China Open 2025.

Hasilnya jeblok, di Japan Open di babak pertama Ginting didepak wakil tuan rumah Kodai Naraoka 21-13, 21-19.  Dan di China Open 2025 juga terhenti di babak pertama dijegal Brian Yang dari Kanada. Ginting sempat menang telak pada gim pertama. Namun, ia lantas banyak melakukan kesalahan sendiri dan berakhir kalah 21-9, 16-21, 14-21. 

Di bawah Ginting dan Jojo masih ada Chico. Tapi, prestasi Chico belum bisa diharapkan. Kini, atlet asal Papua itu menempati rangking 47 dunia. 

Selain nama-nama itu, di ranking 100 besar dunia masih ada Yohanes Saut Marcellyno (74) dan Pradiska Bagas Sujiwo (85). Memang kedua atlet itu prestasinya belum bersinar seperti Alwi dan Ubed.

Tapi semoga saja melalui usaha keras pemain, pelatih, pengurus, dan kerja sama dengan stakeholder terkait masa transisi ini berjalan mulus dan menghasilkan prestasi yang membanggakan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)