Bukan demi Gaya-gayaan, Alasan Pengguna Knalpot Bising yang Tak Selalu Dipahami Warga

Nisrina Nuraini
Ditulis oleh Nisrina Nuraini diterbitkan Rabu 07 Jan 2026, 16:22 WIB
Kendaraan roda doa melintas di Simpang Dago. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)

Kendaraan roda doa melintas di Simpang Dago. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)

AYOBANDUNG.ID - Bising dari suara knalpot menyapa salah satu jalan di Kota Bandung. Riuhnya terbukti menghasilkan suara nyaring yang bergema, lalu terdengar memantul ke berbagai gang-gang sempit pemukiman warga yang kokoh berdiri di antaranya. Bagi mayoritas warga, suara itu bagai tombol pemancing emosi dan kerutan di dahi sebab nyaringnya yang tak berkompromi dengan indera pendengaran. 

Bak kutub magnet yang saling tolak menolak, di sisi lain para pengendara yang rutin memakai knalpot bising itu pun angkat suara melalui sudut pandangnya yang berbeda. Bukan hanya sebagai alat untuk bergaya, knalpot bising justru membawa alasan personal yang mendalam bagi mereka. 

Salah satu pengguna, yakni Koko Rizal (21) berkata bahwa alasan dibalik keputusan dirinya dalam memilih jenis knalpot yang Ia pakai, tidak didorong oleh gaya hidup yang terbilang ‘sekedar ikut-ikutan’ atau jurus fear of missing out (Fomo) dalam kamus bahasa Gen-Z. 

Alasan mengejutkan yang terucap dari lisan Koko, “Kalau malam-malam lewat jalan sepi, jadi nggak takut.” Koko menjelaskan lebih detail, bahwa knalpot bising membuatnya merasa aman, sebagai tanda kehadirannya terdengar jelas di jalanan ketika harus pulang dan pergi dari aktivitasnya sebagai salah satu mahasiswa, khususnya di waktu-waktu sepi malam hari—yang tentunya rawan akan kriminalisasi terhadap pengendara motor tak bersenjata.

Walaupun pada realitasnya, tidak semua pengendara motor mempunyai rasa rentan ketika berkendara seperti Koko. Adapun Idan Nurhakam, pengendara seusia Koko berdalih, justru terdapat kepuasan tersendiri yang hadir dalam sisi adrenalin dirinya ketika memakai knalpot bising di jalanan. 

Bagi Idan, bukan sekedar ikutan-ikutan trend saja yang menjadi pemicu utama, tetapi juga gaya berkendara yang kemudian mempengaruhi dirinya dan performa motor ketika harus mengemudikan kendaraan beroda dua itu di jalanan. 

Hal menarik lainnya justru terlihat dari tanggapan kedua pemuda ini, yang ternyata tidak serta-merta abai terhadap dampak yang ditimbulkan pada aktivitasnya dalam memakai knalpot bising. Sikap dari kesadaran diri yang tertanam dalam hati, beriringan dengan munculnya rasa empati mereka kepada warga yang terdampak. 

Perwujudan nilai pada sikap empati itu terdapat pada upaya Idan yang selalu mawas diri, serta sudah mempunyai solusi dari meredam kebisingan dengan sikap yang rendah hati dan beradaptasi pada situasi lingkungan. 

“Kalau ada yang merasa terganggu, saya minta maaf,” ungkap salah satu mahasiswa Universitas di Bandung itu, sambil memberikan solusi sederhana darinya. Salah satunya dengan cara mematikan mesin motor ketika sudah melewati pemukiman padat di dekat lingkungan rumahnya, lalu berakhir dengan mendorong motor miliknya sampai rumah atau baru menyalakan mesin motor di saat dirinya baru akan menghadapi jalanan yang sepi.  

Keputusan memakai knalpot bising memang terlihat sangat personal, apalagi jika pemilihan keputusan itu dipilih hanya berdasarkan ego semata. Namun, kerendahan hati Idan membuktikan bahwasanya di tengah perdebatan hangat soal pemakaian knalpot bising di kalangan Gen-Z seputar Bandung Raya, dirinya sebagai pengguna tetap mawas diri dan berusaha untuk mengurangi kontak langsung yang akan menimbulkan keluhan pada warga. 

Bukan hanya soal kekhawatiran warga secara umum, mereka pun tetap peka terhadap kategori beberapa orang yang berpotensi sebagai kelompok yang tidak boleh diganggu sama sekali, seperti kelompok bayi, lansia, orang sakit, hingga pekerja yang memiliki waktu istirahat di malam hari. Mereka paham tentang pengaturan soal waktu dan latar tempat untuk berkendara memakai knalpot bising. 

Bagi Kiki dan Idan, kebisingan memang tidak bisa dibenarkan walau ada latar belakang hobi serta kebutuhan ego pribadi dalam hal pemakaian sehari-hari. Meskipun dalam hal razia, ada kekhawatiran khusus karena mereka belum sama sekali terkena peringatan keras oleh aparat setempat. 

“Belum pernah ditegur oleh aparat, namun soal aturan jam pemakaian knalpot bising, saya rasa itu bisa jadi jalan tengah untuk kami sebagai pengguna,” ungkap Koko menjelaskan lebih detail.

Realitas hukum yang berkaitan dengan aturan penggunaan knalpot bising tertera pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 yang membahas perihal Lalu Lintas beserta Angkutan Jalan (LLAJ). Dalam aturan tersebut, disebutkan bahwa kendaraan wajib memenuhi standar persyaratan teknis. 

Salah satunya yang termasuk ke dalam kategori knalpot yang harus sesuai dengan standar dan penggunaan knalpot bising yang berdampak pada kenyamanan bersama, dapat menyebabkan seseorang terkena sanksi hingga denda sebesar Rp. 250.000,- dan sanksi kurungan sekitar satu bulan lamanya. 

Aturan penggunaan ini kemudian semakin diperkuat dengan adanya presensi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 56 Tahun 2019 yang membahas tentang urgensi batas kebisingan kendaraan bermotor yaitu maksimal ada di 80 desibel untuk jenis kendaraan bermotor.

Pemusnahan knalpot bising. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Rahmat Kurniawan)
Pemusnahan knalpot bising. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Rahmat Kurniawan)

Tentu saja aturan penggunaan tersebut digunakan bukan untuk menakut-nakuti warga sipil maupun mengancam, tetapi berlaku untuk menjadi pengingat yang pada akhirnya dapat membangkitkan sikap mawas diri bahwa masih terdapat etika pengawasan terhadap aktivitas yang melibatkan modifikasi kendaraan, terlebih dalam hal mengutamakan kenyamanan setempat. 

Sementara itu, untuk menciptakan jalan tengah yang tetap bisa merangkul warga terdampak serta pemakai knalpot bising yang masih ingin mempertahankan knalpot bisingnya, Idan pun berharap, 

“Semoga ada sosialisasi aturan yang lebih jelas untuk kami, serta ruang dialog yang dibuka antar pengguna knalpot bising supaya jalan tengahnya dapat tercipta lewat sebuah diskusi,” pungkasnya menambahkan di akhir percakapan.  

Knalpot bising bukan hanya sekedar ego dan bahan pemuas diri, tetapi juga hadir sebagai peredam emosi, penumbuh rasa empati, hingga kompromi yang berarti pada diri Koko dan Idan selayaknya seorang pemuda yang hidup dalam lingkup sebuah kota. Kehadiran knalpot bising juga menjadi sebuah penanda adanya suara yang harus diredam untuk membuka ruang saling mendengar antar warga. 

Berita Terkait

News Update

Bandung 06 Mei 2026, 20:20

Mulai Rp10 Ribu, Aksesori Batu Rimba Buktikan Produk Lokal Bisa Tampil Berkelas dan Bernilai Estetika Tinggi

Di tengah geliat keragaman aspek budaya nasional yang dipadu-padankan dengan ranah bisnis, kini pelaku UMKM aksesori turut menjadi sasaran atensi.

Batu Rimba asal Kalimantan, produk ini menampilkan gelang jenis batu alam hingga mutiara Lombok. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 18:29

Separuh Kehidupan untuk Kemacetan di Kota Bandung

Bagi pengguna fasilitas transportasi umum, kemacetan adalah pergumulan yang melelahkan tapi harus dilewati setiap hari.

Kemacetan Cibaduyut Saat Ramadhan 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 17:21

Bandung Kini, Mereka yang Bertahan di Antara Deru Zaman

Di tengah impitan kondisi sosial yang terasa begitu tajam, warga Bandung harus bisa tetap bertahan hidup dengan cara pengorbanan dan kesabaran. Yang akhirnya akan menemukan solusi terbaik.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 16:38

Panduan Wisata ke Little Venice Kota Bunga, Wisata Kanal ala Italia di Kaki Gunung Gede

Destinasi tematik di Kota Bunga ini menghadirkan kanal buatan, bangunan Eropa, dan wahana keluarga dengan latar pegunungan.

Little Venice Kota Bunga Puncak.
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 14:59

Menuju Pelestarian Cagar Budaya Kota Bandung yang Progresif dan Berkeadilan: Kebijakan Insentif Pajak Bumi dan Bangunan

Strategi pelestarian cagar budaya yang progresif dan berkelanjutan untuk menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian Cagar Budaya dan kepastian hak ekonomi pemilik Cagar Budaya.

Pengendara melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa 21 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Mei 2026, 13:51

Panjat Dinding, Prestasi dan Profesi yang Langka

Prestasi panjat dinding Indonesia didominasi nomor speed, sementara kekurangan route setter jadi kendala perkembangan atlet.

Panjat dinding. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 11:25

5 Tempat Kuliner dan Restoran Pilihan dengan View Ikonik di Ciwidey Bandung

Panduan tempat makan di Ciwidey dengan view paling menarik. Dari warung sederhana hingga restoran unik di tepi danau.

Warung Kabut, Ciwidey.
Ayo Biz 06 Mei 2026, 11:23

Kita Butuh Isinya, Bukan Wadahnya

Jaga Bumi Ecomart mengajak belanja tanpa kemasan sekali pakai lewat konsep *refill* dan *reuse*. Pesannya sederhana: yang dibutuhkan adalah isi, bukan wadah, demi mengurangi sampah.

Beragam produk hasil recycle di Jaga Bumi Ecomart, menunjukkan limbah dapat diolah menjadi barang bernilai guna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 09:45

Tujuan Kawula Muda Nonton Film di Tahun 1980-an

Kawula muda Kota Bandung sangat beruntung karena kota tempat mereka beraktifitas di sekolah punya seribu buat menghilangkan kepenatan sebagai pelajar di tahun 1980-an.

Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 07:39

Dari Loyalitas ke Konsumsi, Ketika Bobotoh dan Merchandise Jadi Satu Cerita

Dukungan klub kini bukan hanya emosi, tapi juga konsumsi. Artikel ini mengulas perubahan loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender.

Loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender. (Sumber: TikTok @terracedistric)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 20:28

Panduan Wisata Taman Safari Bogor, Tiket, Wahana, dan Safari Journey

Panduan lengkap Taman Safari Bogor mencakup harga tiket, Safari Journey, wahana, pertunjukan satwa, serta tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Wisata Taman Safari Indonesia di kawasan Puncak, Bogor. (Sumber: Taman Safari Indonesia)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 18:05

Mobilitas Tinggi, Perlindungan Rendah: Catatan Hari Buruh dari Sektor Transportasi Darat

Mobilitas transportasi darat meningkat, tetapi perlindungan pengemudi tertinggal. Hari Buruh menyoroti risiko tinggi, jam kerja panjang, dan lemahnya pengawasan di sektor logistik dan bus.

Ilustrasi sejumlah pengemudi truk logistik dan bus sedang memperingati hari buruh 1 Mei. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 17:22

Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran

Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.

Sejumlah siswa berjualan aneka produk makanan saat acara Market Day di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/12/2023) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 16:28

Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Prolog)

Keheningan dan kesederhanaan Lembang mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menorehkan kesan yang tiada duanya.

Kartu pos yang bergambarkan gunung Tangkuban Parahu pada masa kolonial Belanda. Lokasi tepat dari gambar ini adalah kawasan jalan Setiabudi atas/Terminal Ledeng, dan foto diambil dari loteng Villa Isola). (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 13:37

10 Netizen Terpilih April 2026: Bandung di Mata Pendatang, antara Bayangan dan Kenyataan

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 13:14

Tamasya ke Pulau Biawak, Wisata Pulau Konservasi di Laut Jawa

Wisata Pulau Biawak Indramayu mencakup akses dari Karangsong, mercusuar Belanda, habitat biawak liar, kondisi terumbu karang, serta tips kunjungan ke pulau.

Pulau Biawak, Indramayu. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 05 Mei 2026, 10:46

Mal BTM yang Tergerus Perubahan Cara Orang Berbelanja

Mal BTM di Bandung perlahan sepi seiring perubahan cara orang berbelanja ke digital, memangkas peran toko fisik dan menggeser rantai distribusi tradisional.

Suasana mal BTM terasa sunyi, pengunjung tak lagi seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 09:25

Setiap Kata adalah Arsip Sejarah

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama. (Sumber: Pexels | Foto: BOOM 💥 Photography)
Beranda 05 Mei 2026, 09:15

Nasib Pekerja Informal yang Setiap Hari Dikejar Setoran, Tapi Masa Depan Tak Pernah Ikut Dijamin

Kisah dua saudara yang berjuang di tengah keterbatasan peluang kerja dan ketidakpastian upah sebagai petugas parkir demi menyambung hidup hari demi hari.

Sudah hampir 20 tahun Ade bekerja sebagai petugas parkir untuk menyambung hidup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 04 Mei 2026, 21:56

Belajar dari Tragedi KA Argo: Sudah Saatnya Ubah Cara Awasi Perlintasan Biar Mobil Mogok Tak Lagi Jadi Maut

Tragedi KA Argo 2026 mendesak PT KAI untuk memodernisasi keamanan perlintasan sebidang guna mencegah mobil mogok akibat gangguan elektromagnetik dan rel yang tidak rata.

(Sumber: Pixels | Foto: Irsyad Rifqi)