Knalpot Racing Sudah Jadi Gaya Hidup yang Meresahkan

5 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Knalpot racing. (Sumber: Pixabay)
Knalpot racing. (Sumber: Pixabay)

Sangat menjengkelkan, ketika sedang bersantai ataupun berkegiatan, lewatlah motor yang sudah dimodifikasi dengan knalpot racing. Suaranya memekikan telinga, membuyarkan fokus yang ada, menaikan tensi dalam darah, pun sebagian lagi, asapnya menyesakkan dada.

Motor racing, umumnya digunakan pada sirkuit balap atau lintasan yang memang sudah dirancang khusus untuk digunakan dalam kegiatan otomotif. Penggunaan yang dilakukan di jalan raya atau pemukiman padat penduduk menjadi sebuah bentuk pelanggaran dan menyebabkan kebisingan.

Hari ini knalpot modifikasi ini sudah banyak digunakan oleh kalangan masyarakat rentang usia remaja hingga menjelang manula, dari perkotaan hingga pelosok perdesaan.

Banyak bengkel-bengkel kecil pinggir jalan yang mengerjakan proyek ini dan seringkali untuk melakukan pengecekan, kalangan ini hilir-mudik menggaungkan gasnya, jelas tanpa rasa malu apalagi bersalah.

Motor sendiri merupakan salah satu transportasi yang penggunaannya untuk kebutuhan mobilitas masyarakat. Hadirnya motor tentu membantu berbagai kalangan untuk menempuh tujuan yang tidak mampu jika ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan sepedah.

Namun seiring berjalannya waktu motor pun mengalami beberapa perubahan fungsi di masyarakat.

Motor Sebagai Gaya Hidup Masyarakat

Menilik sedikit ke berbagai negara maju seperti Amerika, Jepang, Korea dan beberapa negara maju lainnya, penggunaan motor sangat terbatas sekali jumlahnya.

Negara tersebut memaksimalkan transportasi umum seperti kereta dan busway untuk melakukan kegiatan sehari- hari seperti sekolah, bekerja bahkan berwisata. Adapun secara pribadi, biasanya penggunaan sepedah menjadi alternatif utama selain jalan kaki.

Meskipun Indonesia sebagai negara berkembang, menempati posisi ke tiga sebanyak 85% setelah Thailand dan Vietnam sebagai pengguna motor tertinggi di dunia.

Fenomena ini tentu menimbulkan beberapa dampak lain, misalnya kebiasaan masyarakat Indonesia yang seringkali menggunakan motor, padahal jarak tempuh ke tujuan tidak lebih dari 500 meter. Kondisi ini tentu menjadi penyumbang angka tertinggi bagi penyakit diabetes.

Sebagian besar makanan pokok indonesia yang berupa karbohidrat akan sulit terbakar tanpa adanya kegiatan yang bisa mengurai bahan tersebut menjadi sebuah energi. Kebiasaan malas ini yang membuat gaya hidup masyarakat menjadi kurang sehat.

Selain itu, motor juga menjadi alat yang digunakan untuk menunjukkan status sosial seseorang, dari masyarakat mapan, hingga menengah ke bawah pun dipastikan memiliki satu buah motor.

Bagi masyarakat mapan, motor mewah keluaran Ducati, Kawasaki atau Harley-Davidson menjadi sebuah alat untuk menunjukkan kemewahan.

Motor juga menjadi alat flexing yang digunakan untuk menguatkan branding suatu usaha scam berkedok investasi, seperti sebuah kasus yang pernah terjadi di Indonesia beberapa tahun silam. Pada beberapa waktu bahkan komunitas ini turun ke jalanan yang merasa paling menguasai medan.

Lampu merah di terobos, pengawalan aparat untuk menengadahi masyarakat yang berontak, semua pengguna jalan harus melipir ke samping untuk memberikan akses bagi mereka yang bak seperti seorang raja.

Bagi masyarakat menengah dengan gaji yang pas-pasan, motor seringkali menjadi sebuah kebutuhan tapi tidak terlepas juga untuk memenuhi gaya hidup. Kantor leasing yang semakin berjamur di Indonesia pun turun serta menyumbang kehadiran motor di masyarakat.

Biaya Down Payment (DP) yang memikat serta cicilan dalam jangka waktu yang panjang, membuat masyarakat berlomba-lomba memiliki motor. Masalahnya motor bukan lagi menjadi kebutuhan primer tapi sudah menjadi sekunder.

Jika diperhatikan setiap rumah dan anggota keluarganya memiliki motor masing-masing, ibu, ayah dan anak yang bahkan belum layak memiliki SIM, sudah diberikan motor oleh orangtuanya. Belum lagi ketika angsuran kredit yang terhambat tentu membuat masalah baru dalam sisi ekonomi.

Berlanjut pada modus oknum leasing yang seringkali menghampiri calon korban dengan mengitimidasi bahwasannya motor belum lunas dan akan ditarik secara paksa. Hal ini menimbulkan efek domino dari sebuah motor yang penggunannya telah berubah menjadi gaya hidup.

Selain itu, motor juga sudah merubah beberapa kalangan masyarakat untuk menunjukan eksistensi sebuah komunitas. Sebagian pengguna motor dengan modifikasi knalpot racing, umumnya terafiliasi dalam sebuah perkumpulan.

Antara satu kelompok dan kelompok lainnya saling adu performa di jalanan sempit dan tak jarang menimbulkan perkelahian, entah dengan pengendara normal atau antar komunitas yang lain. Seringkali masalah ini memang menggangu kenyamanan.

Namun terkadang masyarakat pun sudah muak untuk menegur dan memilih skeptis juga apatis terhadap kalangan tersebut.

Dampak Penggunaan Knalpot Racing

Knalpot racing. (Sumber: Pixabay/Hans)
Knalpot racing. (Sumber: Pixabay/Hans)

Selain mengganggu telinga, penggunaan knalpot racing juga bisa meningkatkan pembuangan gas emisi. Modifikasi motor berarti mengubah stelan pabrik terhadap suatu knalpot dari bagian mufler tip hingga header sebagai penahan gas emisi.

Kondisi pembuangan emisi gas yang tinggi ini dapat menurunkan kualitas udara yang dihirup oleh paru-paru. Knalpot racing juga menyumbang polusi suara bagi pendegarnya. Kondisi jalan yang macet, diperparah dengan suara bising knalpot tentu semakin membuat jengkel dan mengganggu gendang telinga.

Sebetulnya sudah ada undang-undang yang mengatur knalpot racing sebagai sebuah pelangaran peraturan lalu lintas. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2009 mengenai ambang batas kebisingan kendaraan bermotor tipe baru. Namun tentu dalam pelaksanaanya tidak mudah diaplikasikan di masyarakat.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Kota Aceh yang ditulis oleh Setiawan Jodi, dkk dalam judul "Low Enforcement Againts Motor Vehicles Using Racing Mufflers in Banda Aceh City".

Hasil penelitian menunjukkan sanksi hukum terhadap pelanggar yang menggunakan kendaraan bermotor dengan knalpot racing terjadi karena beberapa faktor diantaranya kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kesadaran yang lemah terhadap standar penggunaan motor racing, kurangnya pemahaman terhadap dampak penggunaan knalpot racing, serta maraknya pembuatan knalpot racing yang lengah dari pengawasan.

Sementara dalam penelitian lain yang dilakukan di Kota Jakarta yang ditulis ole Achmad Gilang Safrudin berjudul "Analisis Penegakan Hukum Terhadap Penggunaan Knalpot Racing Pada Kendaraan Bermotor Di Polres Metro Jakarta Selatan", disebutkan hambatan yang dialami aparat penegak hukum adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam mentaati peraturan serta kurangnya petugas yang melakukan operasi penegakan hukum.

Sedangkan menurut pengamatan penulis, maraknya penggunaan knalpot racing ini akibat dari masyarakat yang abai dengan perasaan orang lain. Pelaku merasa bahwasannya apa yang dilakukan sama sekali tidak mengganggu orang lain karena tidak ada yang menegur aktivitas mereka.

Adapun ketika ada pihak yang menegur, pelaku seringkali tidak terima dan ujungnya mengakibatkan pertengkaran. Selain itu juga sumber daya manusia yang sulit diatur menjadikan penegakan hukum berjalan alot atau tidak berkesinambungan.

Peraturan yang ada seolah menjadi sebuah ajakan untuk dilanggar, bahkan meski sudah di denda, pelaku akan mengulangi hal yang sama. Tentu Knalpot racing bukan lagi digunakan untuk kepentingan olahraga di sirkuit tapi sudah menjelma menjadi gaya hidup yang meresahkan. (*)

Jangan Lewatkan Podcast AyoTalk:

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 17:31

Terlalu Dekat untuk Dikenal: Mengapa Situs Candi Bojong Menje perlu Diceritakan Kembali?

Situs Candi Bojong Menje menyimpan jejak sejarah yang penting, tetapi masih kurang mendapat perhatian layak. Sudah saatnya masyarakat, generasi muda, mengenal dan menjaga warisan sejarah ini.

Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)