Bakso Urat dan Tetelan Pelepas Rindu: Ramainya Warung Bakso di Kota Bandung Setelah Lebaran

Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan Senin 23 Mar 2026, 20:08 WIB
Suasana di bakso urat Alif usai Lebaran. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Suasana di bakso urat Alif usai Lebaran. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Suasana di Bakso Urat Alif di Jalan Bangka No. 2 tampak ramai pada hari-hari setelah perayaan Idulfitri. Sejumlah pengunjung terlihat mengantre untuk memesan semangkuk bakso. Beberapa keluarga kecil menikmati makan bersama, sementara kelompok anak muda juga memenuhi meja-meja yang tersedia.

Di sudut warung, aktivitas pegawai terlihat tak henti-hentinya melayani pesanan. Tangan mereka sigap meracik bakso, menuangkan kuah panas ke dalam mangkuk, hingga menyajikannya kepada pelanggan yang terus berdatangan. Sesekali terdengar suara pelanggan memanggil pelayan atau menanyakan pesanan, menambah riuh suasana warung makan tersebut.

Antrean pengunjung bahkan terlihat hingga keluar area warung. Beberapa orang tampak berdiri menunggu giliran, sementara lainnya memilih menunggu di luar hingga meja kosong tersedia.

Rudi (30), salah satu pegawai Bakso Alif, mengatakan jumlah pengunjung meningkat signifikan sejak Lebaran, bahkan antreannya sampai ke pertigaan Jalan Gudang Selatan. Menurutnya, lonjakan pelanggan sudah terasa sejak hari pertama Lebaran.

“Setelah Lebaran memang ramai sekali. Pembeli datang terus dan antreannya bahkan sampai ke pertigaan Jalan Gudang Selatan,” kata Rudi saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, peningkatan pengunjung bahkan bisa mencapai dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

“Kalau dibanding hari biasa bisa naik sampai 100 persen. Biasanya mulai ramai itu sejak hari Lebaran, dan setelahnya masih terus ramai karena orang-orang banyak yang keluar rumah untuk jalan-jalan atau makan bersama keluarga,” ujarnya.

Rudi menuturkan, fenomena ramainya warung bakso setelah Lebaran bukan hal baru. Setiap tahun, kondisi serupa hampir selalu terjadi. Ia menilai, salah satu alasan banyak orang memilih makan bakso setelah Lebaran karena banyak tempat makan lain yang tutup selama hari raya.

“Biasanya karena warung-warung lain banyak yang tutup, jadi orang mencari tempat makan yang masih buka. Bakso jadi salah satu pilihan yang paling gampang ditemukan dan disukai banyak orang,” katanya.

Selain itu, menu bakso yang berkuah dinilai menjadi pilihan yang tepat setelah beberapa hari masyarakat mengonsumsi makanan khas Lebaran yang cenderung bersantan dan berlemak.

“Kalau habis Lebaran kan orang biasanya sudah bosan makan makanan yang bersantan seperti opor atau rendang. Jadi mereka cari yang lebih segar, yang berkuah seperti bakso,” tambahnya.

Ia juga menyebut sebagian besar pelanggan yang datang merupakan keluarga yang sedang menghabiskan waktu bersama setelah bersilaturahmi atau berjalan-jalan selama libur Lebaran.

“Yang datang macam-macam, tapi kebanyakan memang keluarga. Mereka datang makan bareng setelah silaturahmi atau setelah jalan-jalan,” jelasnya.

Semangkuk bakso dengan berbagai pilihan menu jadi pelarian setelah menyantap hidangan Lebaran.
Semangkuk bakso dengan berbagai pilihan menu jadi pelarian setelah menyantap hidangan Lebaran.

Menu yang paling banyak dipesan oleh pengunjung di tempat tersebut adalah bakso yamin serta bakso tetelan campur.

“Yang paling laris biasanya yamin sama bakso tetelan campur. Hampir setiap hari itu yang paling banyak dipesan,” katanya.

Bakso Alif sendiri telah berdiri cukup lama di kawasan tersebut dan dikenal oleh banyak pelanggan sebagai salah satu tempat makan bakso yang populer. “Bakso ini sudah sekitar 25 tahunan ada di sini,” kata Rudi.

Fenomena makan bakso setelah Lebaran juga dirasakan oleh para pengunjung. Salah satunya Aditya Rahman (22) yang datang bersama keluarganya.

Ia mengatakan momen libur panjang setelah Lebaran dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga di luar rumah.

“Saya kebetulan datang ke sini bersama keluarga. Karena ini masih suasana libur Lebaran dan juga long weekend, jadi kami menyempatkan makan keluar bersama,” ujarnya.

Aditya mengaku memilih makan bakso karena mulai bosan dengan menu khas Lebaran yang didominasi makanan bersantan.

“Sebenarnya sudah agak bosan juga dengan makanan Lebaran, karena tiap tahun pasti makan menu yang sama seperti opor atau rendang,” katanya.

Aditya Rahman memanfaatkan momen libur Lebaran untuk makan bakso bersama keluarganya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Aditya Rahman memanfaatkan momen libur Lebaran untuk makan bakso bersama keluarganya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Selain itu, ia memiliki kenangan tersendiri dengan warung bakso tersebut karena sering datang saat masih tinggal di Bandung.

“Alasan saya makan di sini juga karena nostalgia. Dulu waktu masih tinggal di Bandung saya sering makan bakso di sini, jadi bisa dibilang ini salah satu bakso favorit saya,” ujarnya.

Ia juga menilai suasana warung bakso tersebut cukup ramai oleh pengunjung setelah Lebaran.

“Tadi waktu saya datang kondisinya cukup ramai, walaupun mungkin tidak seramai saat hari Lebaran,” katanya.

Menurutnya, bakso menjadi pilihan makanan yang banyak dicari setelah Lebaran karena rasanya berbeda dari menu khas hari raya.

“Mungkin karena orang sudah bosan dengan makanan berat seperti opor atau rendang, jadi bakso yang berkuah jadi pilihan yang lebih segar,” jelasnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Diah, pengunjung yang datang bersama anak-anaknya setelah berkeliling kota.

Ia mengaku memanfaatkan libur sekolah untuk mengajak keluarga berjalan-jalan ke pusat kota.

“Iya, mumpung anak-anak masih libur sekolah. Dari pagi kita sudah putar-putar ke alun-alun juga,” ujarnya.

Menurutnya, bakso menjadi pilihan karena keluarga mulai merasa jenuh dengan makanan bersantan yang dikonsumsi selama Lebaran.

“Rasanya sudah enek lihat santan di rumah. Dari hari pertama makan opor sama rendang terus, jadi sekarang cari yang segar-segar seperti bakso,” kata Diah.

Ia bahkan menilai makan bakso setelah Lebaran seperti sudah menjadi tradisi bagi banyak orang.

“Kayaknya sudah jadi tradisi. Kalau belum makan bakso yang kuahnya pedas habis Lebaran itu rasanya ada yang kurang,” ujarnya sambil tertawa.

Diah juga melihat suasana warung bakso tersebut cukup ramai oleh pengunjung.

“Tadi saja saya harus menunggu dulu untuk dapat meja. Tapi senang juga lihat orang-orang kumpul sama keluarganya, suasananya jadi terasa Lebaran,” katanya.

Menurutnya, bakso cocok dinikmati setelah Lebaran karena memberikan sensasi berbeda setelah menyantap makanan berat selama beberapa hari.

“Bakso itu seperti penetral. Habis makan yang berat-berat dan berlemak, kena kuah panas sama sambal rasanya langsung plong di tenggorokan,” ujarnya.

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Bandung 18 Apr 2026, 15:10

Manis Legit Jenang Mbak Nana, Primadona Baru di Tengah Hiruk Pikuk Pasar Cihapit

Visual jenang yang autentik di Cerita Manis Mbak Nana terbukti ampuh mengundang rasa penasaran sekaligus menggugah selera para pelancong untuk menepi sejenak demi mencicipi semangkuk kehangatan.

Visual jenang yang autentik di Cerita Manis Mbak Nana terbukti ampuh mengundang rasa penasaran sekaligus menggugah selera para pelancong untuk menepi sejenak demi mencicipi semangkuk kehangatan. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 18 Apr 2026, 14:30

Melawan Arus Digital: Denyut Musik Analog di Bandung dan Makassar

Di tengah dominasi digital, kaset dan vinyl tetap hidup sebagai simbol identitas, koneksi emosional, dan ruang nostalgia antargenerasi.

Koleksi kaset lama di DU 68 Musik. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Beranda 18 Apr 2026, 11:47

Uang Menjadi Simbol: Membaca Realitas Sosial Lewat Lukisan “Uang Kecil”

Lukisan "Uang Kecil" karya Vania Kamila Zahra merefleksikan ketimpangan sosial dan perjuangan hidup melalui detail uang lusuh, mengajak penonton bersyukur di tengah kerasnya realitas ekonomi.

Vania Kamila Zahra dan lukisannya yang berjudul “Uang Kecil”. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 20:52

Tantangan Kartini Masa Kini : Bangkitkan Kesadaran Konsumen dan Geluti Ekonomi Kreatif

Kartini 4.0 memiliki tugas sejarah memperbaiki mutu, volume produksi dan kemasan pangan tradisional sehingga mampu bersaing di pasar.

Ilustrasi RA.Kartini dalam sebuah film (Sumber: Legacy Pictures)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 19:51

Pamer atau Bertahan? Logika Sosial di Balik Tren Flexing di Media Sosial

Flexing bukan sekadar pamer kekayaan, tetapi bagian dari logika media sosial yang menuntut setiap orang untuk terus terlihat dan diakui.

Ilustrasi swafoto untuk media sosial. (Sumber: Pexels/Sara mazin)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 18:03

Kisah Kaum Urban 'Wong Kalang' di Jantung Parijs van Java

Mungkin untuk sebagian orang kisah “Wong Kalang” ini masih terdengar samar.

Anak turun keluarga wong kalang yang menetap di barat Braga sejak 1880. (Foto: Dokumentasi keluarga Apandi)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 17:25

Di Balik Roda yang Bergerak: Bandung, Angkot, dan Cara Kita Membaca Kota

Hari Angkutan Nasional menjadi momen bersejarah sekaligus cara untuk mengenal Kota Bandung, tidak hanya dari keindahannya, tetapi juga dari kehidupan yang bergerak di dalamnya.

Angkot di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Wisata & Kuliner 17 Apr 2026, 16:44

Panduan Wisata Situ Bagendit Garut: Tiket, Rute, dan Wahana

Situ Bagendit menawarkan tiket murah, akses mudah, wahana air, dan panorama empat gunung, cocok untuk wisata keluarga di Garut.

Situ Bagendit, Garut. (Sumber: Pemprov Jabar)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 12:51

Perempuan yang Menulis dalam Bahasa Penjajahnya, Sisi Lain Kartini yang Tak Pernah Diajarkan di Sekolah

Di balik peringatan Hari Kartini, ada sisi gelap yang terlupakan, perjuangan seorang perempuan yang bahkan harus menulis dalam bahasanya sendiri.

R.A. Kartini. (Sumber: Istimewa)
Beranda 17 Apr 2026, 11:45

Lapak Cilok dan Buku: Cara Raja Menantang Stigma di Jalan Dago

Lapak cilok di Dago jadi ruang baca gratis yang digagas Raja. Ia menantang stigma bahwa membaca hanya milik kalangan tertentu, lewat buku yang dibuka untuk siapa saja.

Berjualan cilok menjadi sumber penghasilan utama Raja, di sela kegiatannya mengelola lapak baca sederhana di pinggir jalan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 11:16

Membangun LRT Bandung Raya, Revolusi Angkutan Kota yang Esensial

Sistem LRT memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan moda yang lain.

Ilustrasi urgensi sistem angkutan LRT untuk kawasan Bandung Raya (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Linimasa 17 Apr 2026, 10:44

Para Peramal Piala Dunia, dari Paul Si Gurita hingga Prediksi AI

Fenomena ramalan Piala Dunia berkembang dari Paul si gurita hingga kecerdasan buatan yang kini memprediksi hasil turnamen global 2026.

Paul Si Gurita, peraamal Piala Dunia 2010. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 09:42

Ciseeng, Endapan Laut Purba yang Dikukus Panas Bumi

Endapan travertin Cisѐѐng yang membukit, merupakan endapan dari masa lalu kini, yang sudah berlangsung jutaan tahun.

Gundukan endapan travertin, semula bentuknya menyerupai sѐѐng, menyerupai dandang, dan di dalamnya terdapat air panas yang terus membual. Inilah yang menjadi inspirasi para karuhun untuk menamai kawasan ini Cisѐѐng. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 08:50

Mitigasi El Nino Godzilla untuk Ketenagakerjaan

Para pekerja sangat rentan terkena dampak kabut asap , temperatur ekstrim serta debu beterbangan yang bisa membahayakan jiwanya.

Kekeringan akibat perubahan iklim El Nino di  di Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 20:13

Komunitas Lite Rock Society Wadah Ekspresi Musisi Rock Bandung dari Radio K-Lite FM

Radio K-Lite FM melalui program musik Lite Rock, kini memberikan kesempatan kepada band-band rock di seputaran Kota Bandung.

Host Lite Rock bersama Band Rain of Doom dan penggiat rock Ghowo Van Bares dalam sesi talk show di K-Lite FM Bandung. (Foto: Band Rain of Doom)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 18:26

Bandung Setelah Asia-Afrika: Apa yang Tersisa?

Kota yang menyimpan jejak Konferensi Asia-Afrika 1955 sekaligus menghadapi jarak antara simbol solidaritas masa lalu dan realitas tantangan masa kini.

eringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 17:52

Mengapa Jalur Sepeda di Kota Bandung Gagal Jadi Solusi Transportasi?

Jalur sepeda di Kota Bandung masih menghadapi konflik ruang dan lemahnya implementasi kebijakan, sehingga belum mampu menjadi alternatif transportasi harian yang andal dan selamat.

Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 16 Apr 2026, 16:23

DU 68, Lapak Jalanan yang Tumbuh Jadi Ruang Berkumpul Pecinta Musik Analog

DU 68 berawal dari lapak kaset sederhana di jalanan Bandung, lalu tumbuh menjadi ruang berkumpul bagi pecinta musik analog yang bertahan di tengah dominasi era digital.

Di sudut Dipatiukur, DU 68 Musik menjadi tempat singgah para pencinta musik analog. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 16:19

Reinventing Bandung Kota Diplomasi, Nyalakan Lagi Solidaritas Asia Afrika!

Bentuk solidaritas bangsa Asia Afrika yang relevan dan aktual perlu dirumuskan kembali. Karena eksploitasi dan penjajahan sejatinya masih ada.

Ilustrasi diorama Konferensi Asia Afrika di Museum KAA Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 16 Apr 2026, 15:25

7 Kegiatan, Wisata, dan Kuliner yang Paling Cocok Dinikmati Saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kegiatan seru saat cuaca dingin, mulai dari kuliner hangat, ngopi santai, hingga staycation nyaman.

Ilustrasi ngopi di kafe saat cuaca dingin. (Sumber: Freepik)