Harimau Huru dan Hara, Dua Nyawa yang Melayang di Tengah Ketidakpastian Bandung Zoo

4 menit baca
Gilang Fathu Romadhan
Ditulis oleh Gilang Fathu Romadhan diterbitkan
Huru dan Hara mati akibat terinfeksi virus feline panleukopenia. Hara lebih dulu mati pada 24 Maret 2026, disusul Huru pada 26 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Huru dan Hara mati akibat terinfeksi virus feline panleukopenia. Hara lebih dulu mati pada 24 Maret 2026, disusul Huru pada 26 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

AYOBANDUNG.ID — Dua anak harimau Benggala koleksi Bandung Zoo bernama Huru dan Hara dilaporkan mati akibat terinfeksi virus feline panleukopenia. Keduanya pergi di tengah kondisi Bandung Zoo yang ditutup imbas konflik berkepanjangan.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan kawasan konservasi ex-situ perlu dilakukan dengan standar kesehatan satwa yang ketat, pengawasan berkelanjutan, serta kesiapsiagaan menghadapi wabah penyakit, bahkan dalam kondisi operasional terbatas.

Huru dan Hara merupakan saudara kembar dari pasangan pejantan Shahrulkan dan betina Jelita. Mereka lahir saat Bandung Zoo tengah dihadapkan pada sejumlah konflik internal yang berujung pada penutupan operasional kebun binatang bagi masyarakat.

Namun, kabar duka datang di tengah kisruh pengelolaan tempat ekowisata tersebut. Hara dilaporkan mati pada 24 Maret 2026 dan kabarnya baru terungkap sehari setelahnya, 25 Maret 2026. Sementara itu, Huru menyusul dua hari kemudian, tepatnya pada 26 Maret 2026.

“Secara umum, kedua anak harimau Benggala ini terjangkit virus feline panleukopenia,” kata Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Ery Mildranaya, Kamis, 26 Maret 2026.

Huru dan Hara, hasil pasangan Jelita dan Shah Rukh Khan, dijemur di Kebun Binatang Bandung, Senin 22 September 2025. Kini kedua Harimau Benggala tersebut sudah mati. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Huru dan Hara, hasil pasangan Jelita dan Shah Rukh Khan, dijemur di Kebun Binatang Bandung, Senin 22 September 2025. Kini kedua Harimau Benggala tersebut sudah mati. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Kematian dua anak harimau ini menjadi sorotan terhadap pengelolaan kawasan ex-situ di tengah berbagai persoalan internal. Penutupan Bandung Zoo untuk umum tidak terlepas dari situasi tersebut.

Dua petinggi Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) sebagai pengelola Bandung Zoo, yakni Raden Bisma Bratakoesoma dan Sri Devi, terjerat kasus korupsi lahan. Keduanya tidak membayarkan uang sewa kepada Pemerintah Kota Bandung sebagai pemilik lahan sejak 2008, padahal izin pemakaian resmi telah berakhir pada 30 November 2007.

Meski demikian, lahan tetap dikuasai dan dimanfaatkan tanpa pembayaran sewa. Bisma dan Sri kemudian divonis tujuh tahun penjara serta denda Rp400 juta oleh Pengadilan Tipikor Bandung pada 16 Oktober 2025. Keduanya terbukti merugikan negara sebesar Rp25,5 miliar.

Setelah itu, muncul dualisme kepengurusan Bandung Zoo. Pihak Tony Sumampau, sebagai penerus Romly S. Bratakusuma, mengklaim kepengurusan sejak 20 Maret 2025 berdasarkan surat tertanggal 5 Maret 2017. Di sisi lain, manajemen lama masih tetap berjalan.

Dualisme ini berdampak pada operasional Bandung Zoo hingga akhirnya ditutup untuk pengunjung pada 3 Juli 2025. Banyak masyarakat tidak mengetahui penutupan tersebut.

Pemerintah Kota Bandung kemudian turun tangan dengan mengambil alih dan mengamankan aset daerah pada 5 Februari 2026, termasuk melakukan penyegelan kebun binatang. Kementerian Kehutanan juga mencabut izin lembaga konservasi YMT.

Data terakhir mencatat terdapat 711 satwa di Bandung Zoo, dengan kebutuhan pakan mencapai sekitar Rp400 juta per bulan. Pemerintah menjamin kesejahteraan satwa tetap terpenuhi, sementara para pekerja masih merawat satwa di tengah keterbatasan.

Melalui nota kesepahaman antara Pemkot Bandung, BBKSDA, Pemprov Jawa Barat, dan Kementerian Kehutanan, pengelolaan resmi diambil alih pemerintah selama masa transisi tiga bulan.

Hara yang lahir 12 Juli 2025, dijemur perawatnya di Kebun Binatang Bandung, Senin 22 September 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Hara yang lahir 12 Juli 2025, dijemur perawatnya di Kebun Binatang Bandung, Senin 22 September 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Kronologi Kematian Huru dan Hara

Seorang penjaga satwa karnivora Bandung Zoo, Usup Supriatna, mengatakan penurunan kondisi Huru dan Hara mulai terlihat sejak usia lima bulan. Keduanya mengalami muntah dan diare yang tidak wajar.

“Terlihat sakit di usia sekitar lima bulan,” ujarnya.

Pada 24 Maret 2026, Usup menerima kabar bahwa Hara telah mati. Dua hari kemudian, Huru juga ditemukan tak bernyawa.

“Perasaannya sedih,” ucapnya singkat.

BBKSDA Jawa Barat menyatakan kedua harimau mengalami gejala muntah dan diare sebelum akhirnya mati. Berbagai upaya penanganan telah dilakukan, namun tidak berhasil menyelamatkan keduanya.

Plt Kepala BBKSDA Jabar, Ammy Nurwati, menjelaskan kondisi Hara memburuk pada 23 Maret dengan gejala diare berdarah. Hasil pemeriksaan menggunakan rapid test menunjukkan positif feline panleukopenia.

Virus ini merupakan penyakit menular pada keluarga kucing yang menyerang sistem kekebalan tubuh, menyebabkan penurunan sel darah putih (leukopenia), muntah, diare berdarah, hingga dehidrasi berat.

Penularannya dapat terjadi melalui kontak langsung maupun tidak langsung, termasuk melalui lingkungan yang terkontaminasi seperti peralatan, makanan, hingga perantara manusia.

Sebagai tindak lanjut, BBKSDA meningkatkan langkah biosekuriti, termasuk desinfeksi lingkungan, pembatasan akses, dan pemantauan kesehatan satwa lain.

Jangan Sampai Ada Kematian Satwa Lain

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku terpukul atas kejadian tersebut. Ia menegaskan perlunya peningkatan sistem biosekuriti di seluruh area kebun binatang.

“Virus ini berkembang sangat cepat dan bersifat akut, sehingga penanganan tidak sempat mencegah kematian,” ujarnya.

Farhan juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi untuk memperbaiki tata kelola kebun binatang secara menyeluruh.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan akan turun langsung menangani persoalan tersebut agar tidak ada korban satwa berikutnya.

“Tidak boleh ada lagi korban berikutnya,” katanya.

Perawat menjemur Huru, anak Harimau Benggala (Panthera tigris tigris) yang lahir di Kebun Binatang Bandung, saat usianya masih 78 hari. Foto diambil pada Senin 22 September 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Perawat menjemur Huru, anak Harimau Benggala (Panthera tigris tigris) yang lahir di Kebun Binatang Bandung, saat usianya masih 78 hari. Foto diambil pada Senin 22 September 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Sorotan atas Pengelolaan

Organisasi lingkungan Geopix menilai kematian dua anak harimau ini sebagai alarm keras atas kegagalan sistem pengelolaan.

“Setiap kematian satwa dilindungi menjadi tanda adanya celah dalam pengawasan,” ujar Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati.

Ia menegaskan kebun binatang seharusnya menjadi tempat perlindungan, bukan sekadar ruang pamer.

Kematian Huru dan Hara menjadi peringatan bahwa tanpa pengelolaan yang serius dan transparan, tragedi serupa berpotensi kembali terjadi.

Di tengah berbagai persoalan, kepergian dua anak harimau ini bukan hanya kehilangan bagi Bandung Zoo, tetapi juga pukulan bagi upaya konservasi satwa itu sendiri.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 10 Sep 2026, 20:26

Warisan Gunung Sunda Purba, dari Purwakarta, Subang, sampai Bandung Barat

Menjelajah warisan Gunung Sunda Purba melalui kemegahan Gunung Burangrang. Sisi Utara membentang di Purwakarta dan Subang, sementara sisi Selatan megah berdiri di Bandung Barat.

Keadaan ronabumi seperti inilah yang dilihat oleh masyarakat, bukan Gunung Sunda yang menjulang  tinggi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:26

Transformasi Perpustakaan Meningkatkan Kunjungan Masyarakat

Setiap perpustakaan memang mengidentifikasi problematika yang sama, salah satunya berkaitan dengan kunjungan masyarakat yang minim.

Ilustrasi perpustakaan. (Sumber: Pexels | Foto: Tima Miroshnichenko)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:00

ASN Gen Z dan Tantangan Mengubah Kepastian Menjadi Kinerja

Artikel ini mengkaji persepsi ASN Gen Z terhadap kecocokan karier, kompetensi, dan kebutuhan pengembangan dalam birokrasi.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 17:01

Polemik Desil dalam Indikator Kesejahteraan Ekonomi

Apakah desil bisa dijadikan indikator dalam menentukan strata kesejahteraan masyarakat kini? Desil hanya sebuah istilah dalam algoritma statistik. Jangan memaksa manusia menjadi angka dalam database.

Bantuan pangan cadangan beras pemerintah alokasi Juni dan Juli wilayah Kota Bandung di Kantor Kelurahan Cihapit, Jalan Sabang, Kota Bandung, Jumat 18 Juli 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 16:37

Remy Sylado: Jejak Sang Maestro di Bandung

Jejak Remy Sylado di Bandung kembali ditelusuri melalui buku, arsip, dan kesaksian orang-orang terdekat yang menghidupkan kembali sosok maestro multidisipliner tersebut.

Silaturahmi menyambut terbitnya buku Remy Sylado dan Dua Brouwer yang dihadiri budayawan, pegiat seni, serta sahabat dekat Remy Sylado, di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut No. 2, Kota Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 15:11

KDM, Jawa Barat, dan Temtasi 2029

KDM membutuhkan policy dashboard, bukan sekadar social-media dashboard.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 10 Sep 2026, 10:57

Kampung Sate, Ketika Bambu Bisa Diubah Menjadi Rupiah Oleh Warga Satu Kampung

Kampung Randukurung Kutawaringin dikenal sebagai sentra tusuk sate. Warga mengolah bambu secara tradisional menjadi sumber penghasilan.

Di Kampung Randukurung, bambu gombong diolah menjadi ribuan tusuk sate dengan tangan dan peralatan tradisional. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 10:44

Stok Masker mulai Langka dan Harganya Melambung Kembali

Permintaan pasar yang tinggi seringkali membuat harga pun ikut naik begitu juga dengan kondisi yang terjadi pada masker.

Maskter kesehatan. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 08:58

Strategi Kuliah Luar Negeri Tembus Ivy League dan Program Pre-College

Sejak didirikan pada tahun 2003, Euro Management Indonesia mengembangkan pola pendampingan studi ke luar negeri secara terpadu dan terintegrasi.

Suasana belajar di Euro Management Indonesia, Menteng Jakarta. (Foto: Humas Euro MI)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)