Harimau Huru dan Hara, Dua Nyawa yang Melayang di Tengah Ketidakpastian Bandung Zoo

Gilang Fathu Romadhan
Ditulis oleh Gilang Fathu Romadhan diterbitkan Selasa 31 Mar 2026, 12:44 WIB
Huru dan Hara mati akibat terinfeksi virus feline panleukopenia. Hara lebih dulu mati pada 24 Maret 2026, disusul Huru pada 26 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Huru dan Hara mati akibat terinfeksi virus feline panleukopenia. Hara lebih dulu mati pada 24 Maret 2026, disusul Huru pada 26 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

AYOBANDUNG.ID — Dua anak harimau Benggala koleksi Bandung Zoo bernama Huru dan Hara dilaporkan mati akibat terinfeksi virus feline panleukopenia. Keduanya pergi di tengah kondisi Bandung Zoo yang ditutup imbas konflik berkepanjangan.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan kawasan konservasi ex-situ perlu dilakukan dengan standar kesehatan satwa yang ketat, pengawasan berkelanjutan, serta kesiapsiagaan menghadapi wabah penyakit, bahkan dalam kondisi operasional terbatas.

Huru dan Hara merupakan saudara kembar dari pasangan pejantan Shahrulkan dan betina Jelita. Mereka lahir saat Bandung Zoo tengah dihadapkan pada sejumlah konflik internal yang berujung pada penutupan operasional kebun binatang bagi masyarakat.

Namun, kabar duka datang di tengah kisruh pengelolaan tempat ekowisata tersebut. Hara dilaporkan mati pada 24 Maret 2026 dan kabarnya baru terungkap sehari setelahnya, 25 Maret 2026. Sementara itu, Huru menyusul dua hari kemudian, tepatnya pada 26 Maret 2026.

“Secara umum, kedua anak harimau Benggala ini terjangkit virus feline panleukopenia,” kata Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Ery Mildranaya, Kamis, 26 Maret 2026.

Huru dan Hara, hasil pasangan Jelita dan Shah Rukh Khan, dijemur di Kebun Binatang Bandung, Senin 22 September 2025. Kini kedua Harimau Benggala tersebut sudah mati. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Huru dan Hara, hasil pasangan Jelita dan Shah Rukh Khan, dijemur di Kebun Binatang Bandung, Senin 22 September 2025. Kini kedua Harimau Benggala tersebut sudah mati. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Kematian dua anak harimau ini menjadi sorotan terhadap pengelolaan kawasan ex-situ di tengah berbagai persoalan internal. Penutupan Bandung Zoo untuk umum tidak terlepas dari situasi tersebut.

Dua petinggi Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) sebagai pengelola Bandung Zoo, yakni Raden Bisma Bratakoesoma dan Sri Devi, terjerat kasus korupsi lahan. Keduanya tidak membayarkan uang sewa kepada Pemerintah Kota Bandung sebagai pemilik lahan sejak 2008, padahal izin pemakaian resmi telah berakhir pada 30 November 2007.

Meski demikian, lahan tetap dikuasai dan dimanfaatkan tanpa pembayaran sewa. Bisma dan Sri kemudian divonis tujuh tahun penjara serta denda Rp400 juta oleh Pengadilan Tipikor Bandung pada 16 Oktober 2025. Keduanya terbukti merugikan negara sebesar Rp25,5 miliar.

Setelah itu, muncul dualisme kepengurusan Bandung Zoo. Pihak Tony Sumampau, sebagai penerus Romly S. Bratakusuma, mengklaim kepengurusan sejak 20 Maret 2025 berdasarkan surat tertanggal 5 Maret 2017. Di sisi lain, manajemen lama masih tetap berjalan.

Dualisme ini berdampak pada operasional Bandung Zoo hingga akhirnya ditutup untuk pengunjung pada 3 Juli 2025. Banyak masyarakat tidak mengetahui penutupan tersebut.

Pemerintah Kota Bandung kemudian turun tangan dengan mengambil alih dan mengamankan aset daerah pada 5 Februari 2026, termasuk melakukan penyegelan kebun binatang. Kementerian Kehutanan juga mencabut izin lembaga konservasi YMT.

Data terakhir mencatat terdapat 711 satwa di Bandung Zoo, dengan kebutuhan pakan mencapai sekitar Rp400 juta per bulan. Pemerintah menjamin kesejahteraan satwa tetap terpenuhi, sementara para pekerja masih merawat satwa di tengah keterbatasan.

Melalui nota kesepahaman antara Pemkot Bandung, BBKSDA, Pemprov Jawa Barat, dan Kementerian Kehutanan, pengelolaan resmi diambil alih pemerintah selama masa transisi tiga bulan.

Hara yang lahir 12 Juli 2025, dijemur perawatnya di Kebun Binatang Bandung, Senin 22 September 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Hara yang lahir 12 Juli 2025, dijemur perawatnya di Kebun Binatang Bandung, Senin 22 September 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Kronologi Kematian Huru dan Hara

Seorang penjaga satwa karnivora Bandung Zoo, Usup Supriatna, mengatakan penurunan kondisi Huru dan Hara mulai terlihat sejak usia lima bulan. Keduanya mengalami muntah dan diare yang tidak wajar.

“Terlihat sakit di usia sekitar lima bulan,” ujarnya.

Pada 24 Maret 2026, Usup menerima kabar bahwa Hara telah mati. Dua hari kemudian, Huru juga ditemukan tak bernyawa.

“Perasaannya sedih,” ucapnya singkat.

BBKSDA Jawa Barat menyatakan kedua harimau mengalami gejala muntah dan diare sebelum akhirnya mati. Berbagai upaya penanganan telah dilakukan, namun tidak berhasil menyelamatkan keduanya.

Plt Kepala BBKSDA Jabar, Ammy Nurwati, menjelaskan kondisi Hara memburuk pada 23 Maret dengan gejala diare berdarah. Hasil pemeriksaan menggunakan rapid test menunjukkan positif feline panleukopenia.

Virus ini merupakan penyakit menular pada keluarga kucing yang menyerang sistem kekebalan tubuh, menyebabkan penurunan sel darah putih (leukopenia), muntah, diare berdarah, hingga dehidrasi berat.

Penularannya dapat terjadi melalui kontak langsung maupun tidak langsung, termasuk melalui lingkungan yang terkontaminasi seperti peralatan, makanan, hingga perantara manusia.

Sebagai tindak lanjut, BBKSDA meningkatkan langkah biosekuriti, termasuk desinfeksi lingkungan, pembatasan akses, dan pemantauan kesehatan satwa lain.

Jangan Sampai Ada Kematian Satwa Lain

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku terpukul atas kejadian tersebut. Ia menegaskan perlunya peningkatan sistem biosekuriti di seluruh area kebun binatang.

“Virus ini berkembang sangat cepat dan bersifat akut, sehingga penanganan tidak sempat mencegah kematian,” ujarnya.

Farhan juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi untuk memperbaiki tata kelola kebun binatang secara menyeluruh.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan akan turun langsung menangani persoalan tersebut agar tidak ada korban satwa berikutnya.

“Tidak boleh ada lagi korban berikutnya,” katanya.

Perawat menjemur Huru, anak Harimau Benggala (Panthera tigris tigris) yang lahir di Kebun Binatang Bandung, saat usianya masih 78 hari. Foto diambil pada Senin 22 September 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Perawat menjemur Huru, anak Harimau Benggala (Panthera tigris tigris) yang lahir di Kebun Binatang Bandung, saat usianya masih 78 hari. Foto diambil pada Senin 22 September 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Sorotan atas Pengelolaan

Organisasi lingkungan Geopix menilai kematian dua anak harimau ini sebagai alarm keras atas kegagalan sistem pengelolaan.

“Setiap kematian satwa dilindungi menjadi tanda adanya celah dalam pengawasan,” ujar Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati.

Ia menegaskan kebun binatang seharusnya menjadi tempat perlindungan, bukan sekadar ruang pamer.

Kematian Huru dan Hara menjadi peringatan bahwa tanpa pengelolaan yang serius dan transparan, tragedi serupa berpotensi kembali terjadi.

Di tengah berbagai persoalan, kepergian dua anak harimau ini bukan hanya kehilangan bagi Bandung Zoo, tetapi juga pukulan bagi upaya konservasi satwa itu sendiri.

News Update

Bandung 18 Apr 2026, 15:10

Manis Legit Jenang Mbak Nana, Primadona Baru di Tengah Hiruk Pikuk Pasar Cihapit

Visual jenang yang autentik di Cerita Manis Mbak Nana terbukti ampuh mengundang rasa penasaran sekaligus menggugah selera para pelancong untuk menepi sejenak demi mencicipi semangkuk kehangatan.

Visual jenang yang autentik di Cerita Manis Mbak Nana terbukti ampuh mengundang rasa penasaran sekaligus menggugah selera para pelancong untuk menepi sejenak demi mencicipi semangkuk kehangatan. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 18 Apr 2026, 14:30

Melawan Arus Digital: Denyut Musik Analog di Bandung dan Makassar

Di tengah dominasi digital, kaset dan vinyl tetap hidup sebagai simbol identitas, koneksi emosional, dan ruang nostalgia antargenerasi.

Koleksi kaset lama di DU 68 Musik. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Beranda 18 Apr 2026, 11:47

Uang Menjadi Simbol: Membaca Realitas Sosial Lewat Lukisan “Uang Kecil”

Lukisan "Uang Kecil" karya Vania Kamila Zahra merefleksikan ketimpangan sosial dan perjuangan hidup melalui detail uang lusuh, mengajak penonton bersyukur di tengah kerasnya realitas ekonomi.

Vania Kamila Zahra dan lukisannya yang berjudul “Uang Kecil”. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 20:52

Tantangan Kartini Masa Kini : Bangkitkan Kesadaran Konsumen dan Geluti Ekonomi Kreatif

Kartini 4.0 memiliki tugas sejarah memperbaiki mutu, volume produksi dan kemasan pangan tradisional sehingga mampu bersaing di pasar.

Ilustrasi RA.Kartini dalam sebuah film (Sumber: Legacy Pictures)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 19:51

Pamer atau Bertahan? Logika Sosial di Balik Tren Flexing di Media Sosial

Flexing bukan sekadar pamer kekayaan, tetapi bagian dari logika media sosial yang menuntut setiap orang untuk terus terlihat dan diakui.

Ilustrasi swafoto untuk media sosial. (Sumber: Pexels/Sara mazin)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 18:03

Kisah Kaum Urban 'Wong Kalang' di Jantung Parijs van Java

Mungkin untuk sebagian orang kisah “Wong Kalang” ini masih terdengar samar.

Anak turun keluarga wong kalang yang menetap di barat Braga sejak 1880. (Foto: Dokumentasi keluarga Apandi)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 17:25

Di Balik Roda yang Bergerak: Bandung, Angkot, dan Cara Kita Membaca Kota

Hari Angkutan Nasional menjadi momen bersejarah sekaligus cara untuk mengenal Kota Bandung, tidak hanya dari keindahannya, tetapi juga dari kehidupan yang bergerak di dalamnya.

Angkot di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Wisata & Kuliner 17 Apr 2026, 16:44

Panduan Wisata Situ Bagendit Garut: Tiket, Rute, dan Wahana

Situ Bagendit menawarkan tiket murah, akses mudah, wahana air, dan panorama empat gunung, cocok untuk wisata keluarga di Garut.

Situ Bagendit, Garut. (Sumber: Pemprov Jabar)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 12:51

Perempuan yang Menulis dalam Bahasa Penjajahnya, Sisi Lain Kartini yang Tak Pernah Diajarkan di Sekolah

Di balik peringatan Hari Kartini, ada sisi gelap yang terlupakan, perjuangan seorang perempuan yang bahkan harus menulis dalam bahasanya sendiri.

R.A. Kartini. (Sumber: Istimewa)
Beranda 17 Apr 2026, 11:45

Lapak Cilok dan Buku: Cara Raja Menantang Stigma di Jalan Dago

Lapak cilok di Dago jadi ruang baca gratis yang digagas Raja. Ia menantang stigma bahwa membaca hanya milik kalangan tertentu, lewat buku yang dibuka untuk siapa saja.

Berjualan cilok menjadi sumber penghasilan utama Raja, di sela kegiatannya mengelola lapak baca sederhana di pinggir jalan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 11:16

Membangun LRT Bandung Raya, Revolusi Angkutan Kota yang Esensial

Sistem LRT memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan moda yang lain.

Ilustrasi urgensi sistem angkutan LRT untuk kawasan Bandung Raya (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Linimasa 17 Apr 2026, 10:44

Para Peramal Piala Dunia, dari Paul Si Gurita hingga Prediksi AI

Fenomena ramalan Piala Dunia berkembang dari Paul si gurita hingga kecerdasan buatan yang kini memprediksi hasil turnamen global 2026.

Paul Si Gurita, peraamal Piala Dunia 2010. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 09:42

Ciseeng, Endapan Laut Purba yang Dikukus Panas Bumi

Endapan travertin Cisѐѐng yang membukit, merupakan endapan dari masa lalu kini, yang sudah berlangsung jutaan tahun.

Gundukan endapan travertin, semula bentuknya menyerupai sѐѐng, menyerupai dandang, dan di dalamnya terdapat air panas yang terus membual. Inilah yang menjadi inspirasi para karuhun untuk menamai kawasan ini Cisѐѐng. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 08:50

Mitigasi El Nino Godzilla untuk Ketenagakerjaan

Para pekerja sangat rentan terkena dampak kabut asap , temperatur ekstrim serta debu beterbangan yang bisa membahayakan jiwanya.

Kekeringan akibat perubahan iklim El Nino di  di Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 20:13

Komunitas Lite Rock Society Wadah Ekspresi Musisi Rock Bandung dari Radio K-Lite FM

Radio K-Lite FM melalui program musik Lite Rock, kini memberikan kesempatan kepada band-band rock di seputaran Kota Bandung.

Host Lite Rock bersama Band Rain of Doom dan penggiat rock Ghowo Van Bares dalam sesi talk show di K-Lite FM Bandung. (Foto: Band Rain of Doom)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 18:26

Bandung Setelah Asia-Afrika: Apa yang Tersisa?

Kota yang menyimpan jejak Konferensi Asia-Afrika 1955 sekaligus menghadapi jarak antara simbol solidaritas masa lalu dan realitas tantangan masa kini.

eringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 17:52

Mengapa Jalur Sepeda di Kota Bandung Gagal Jadi Solusi Transportasi?

Jalur sepeda di Kota Bandung masih menghadapi konflik ruang dan lemahnya implementasi kebijakan, sehingga belum mampu menjadi alternatif transportasi harian yang andal dan selamat.

Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 16 Apr 2026, 16:23

DU 68, Lapak Jalanan yang Tumbuh Jadi Ruang Berkumpul Pecinta Musik Analog

DU 68 berawal dari lapak kaset sederhana di jalanan Bandung, lalu tumbuh menjadi ruang berkumpul bagi pecinta musik analog yang bertahan di tengah dominasi era digital.

Di sudut Dipatiukur, DU 68 Musik menjadi tempat singgah para pencinta musik analog. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 16:19

Reinventing Bandung Kota Diplomasi, Nyalakan Lagi Solidaritas Asia Afrika!

Bentuk solidaritas bangsa Asia Afrika yang relevan dan aktual perlu dirumuskan kembali. Karena eksploitasi dan penjajahan sejatinya masih ada.

Ilustrasi diorama Konferensi Asia Afrika di Museum KAA Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 16 Apr 2026, 15:25

7 Kegiatan, Wisata, dan Kuliner yang Paling Cocok Dinikmati Saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kegiatan seru saat cuaca dingin, mulai dari kuliner hangat, ngopi santai, hingga staycation nyaman.

Ilustrasi ngopi di kafe saat cuaca dingin. (Sumber: Freepik)